
Wu Sheng yang melompat tinggi dan berdiri dengan tegap di atas Arena Pertarungan ternyata langsung diserang oleh Hewan Buas Monyet Raksasa Ekor Panjang.
“Kau sudah berdiri di atas Arena berarti kau sungguh-sungguh telah bersiap untuk bertarung. Oleh karena itu, Hou serang dia dengan semua yang kau miliki!” teriak Master Senior Panhai dengan suara yang lantang.
Hou yang menyerang dengan mengeluarkan hembusan angin yang sangat kencang saat kedua tangannya memukul Arena Pertandingan membuat Area di sekitar bergetar.
Orang-orang yang sedang mendaftar di tempat Pendaftaran di sebelah kiri pun menjadi terkejut dan penasaran dengan Pertandingan antara Wu Sheng melawan Monyet Raksasa Ekor Panjang, Hou.
“Aaargghhh! Ada apa ini? Kenapa tanahnya bergetar?”
“Lihatlah itu! Di Arena Pertandingan Pendaftaran sebelah kanan sedang ada Pertarungan yang sangat menarik!”
“Lihatlah! Bukankah itu Monyet Raksasa Ekor Panjang yang merupakan Hewan Kontrak Master Senior Panhai dari Sekte Langit?”
“Siapa orang itu? Apa dia sudah bosan hidup melawan Monyet Raksasa Ekor Panjang sendirian?”
Orang-orang yang penasaran dan tertarik dengan hasil dari Pertandingan antara Wu Sheng dan Hou pun menatap ke atas Arena dengan wajah yang penuh antusias.
Sementara itu, Wu Sheng yang merasakan ancaman pun melompat sangat tinggi lalu menyerang Hou dengan tinju yang telah dilapisi dengan Energi Qi dan Tubuh Perak.
“Dasar Monyet s*alan! Aku tidak akan pernah kalah darimu! Aku pasti akan menang dan lulus tes ini!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang.
Hou yang tak diam saja itu pun mengarahkan tinjunya juga ke arah Wu Sheng sehingga gelombang Energi yang sangat kuat muncul akibat dari tabrakan pukulan tersebut.
Wu Sheng dan Hou yang merasakan efek dari tabrakan pukulan itu pun mundur beberapa langkah ke belakang.
“Aaaarrggghhh! Rrrooooaaarrrrr!” suara teriakan dari Wu Sheng dan Hou secara bersamaan dengan wajah yang penuh semangat.
Master Senior Panhai yang melihat Wu Sheng berhasil menahan serangan dari Hewan Kontraknya dengan sangat mudah tanpa menderita luka sedikit pun menarik kesimpulan yang sangat mencengangkan semua orang.
“Hentikan! Pertandingan ini telah berakhir dan kau telah lulus dari tes ini! Ini adalah hadiahmu! Datanglah lagi besok pagi untuk Ujian yang sebenarnya!” ucap Master Senior Panhai dengan wajah yang bahagia sambil melemparkan sebuah kantong kepada Wu Sheng.
Wu Sheng yang awalnya berpikir akan bertarung dengan Monyet Raksasa Ekor Panjang hingga akhir dan terpaksa mengeluarkan beberapa kartu as miliknya pun menjadi sangat senang saat mendengar perkataan Master Senior Panhai.
“Aku telah berhasil lolos tes! Aku tidak boleh menunjukkan kekuatanku yang sebenarnya di hadapan orang lain!” ucap Wu Sheng dalam hati sambil memberikan hormat dan menyimpan hadiah yang didapatkannya.
Wu Sheng yang turun dari Arena Pertandingan tidak menyangka langsung mendapatkan selamat dari orang yang baru pertama kali ditemuinya hari ini.
“Kau sangat hebat dan keren! Selamat karena kau telah berhasil lolos tes!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang gembira.
“Terima kasih. Bagaimana denganmu? Apakah kau juga akan mencobanya?” tanya Wu Sheng sambil menunjuk ke arah Arena Pertandingan tempatnya bertarung beberapa waktu yang lalu.
“Agh, tidak! Terima kasih! Aku telah lolos tes ini kemarin dan tentunya dengan mendaftar di jalur sebelah kiri!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang lebar dan malu sambil menunjukkan plakat tanda dirinya telah lolos tes.
Yan Duxing yang sangat senang bisa bertemu dengan teman yang baik dan juga hebat pun membawa Wu Sheng pergi ke Restoran yang enak.
Wu Sheng yang diajak makan makanan yang enak setelah beberapa hari hanya fokus berlatih meningkatkan kemampuan dan menguatkan fondasinya.
“Hmmm, ini sungguh enak! Kau ternyata sangat tau hal yang seperti ini!” ucap Wu Sheng dengan nada dan kata-kata yang memuji sambil tak henti-hentinya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Namun di saat Wu Sheng dan Yan Duxing sedang menikmati makanannya secara tak terduga ada suara wanita yang sedang berteriak dengan sangat kencang.
“Aaarrgghh!” teriak seorang wanita muda dengan paras yang cantik dan kulit yang putih dengan wajah yang ketakutan.
“Apa yang kalian lakukan? Menjauhlah! Jangan dekati adikku!” ucap seorang pria yang berdiri di hadapan wanita muda itu dengan wajah yang galak.
“Kami tidak berniat buruk. Kami hanya ingin mengajak adikmu berkenalan! Kalian ingin masuk ke Sekte Langit dan mengikuti Seleksi besok, bukan?” tanya seorang pria dengan wajah yang jelek dengan tatapan mata yang vulgar ke arah wanita muda yang ada di hadapannya itu.
“Namaku Mo Guo dan aku bisa membantu kalian masuk dan menjadi Murid Sekte Langit karena Kakakku adalah Murid Inti dari Tetua Hu dari Sekte Langit ini!” ucap Mo Guo dengan percaya diri dengan suara yang lantang.
“Aku akan meminta Kakakku untuk membantu kalian masuk asalkan Adikmu bersedia menjadi wanitaku!” ucap Mo Guo dengan tatapan mata yang menjijikkan sambil memainkan lidahnya memikirkan hal yang k*tor.
Kedua Kakak beradik yang bernama Su Jing dan Su Zhulan yang mendapatkan tawaran dari Mo Guo pun menjadi sangat marah.
“Aku tidak akan memberikan adikku kepada orang yang tidak bermoral sepertimu!” ucap Su Jing dengan wajah yang marah sambil meludahkan lantai yang ada di hadapannya.
Mo Guo yang tidak terima tawarannya ditolak dan dihina oleh Su Jing pun menjadi sangat marah dan memberikan perintah kepada dua orang bawahan yang ada di sisi kiri dan kanannya untuk memberikan Su Jing pelajaran.
“Dasar manusia tidak tau diri! Aku sudah memberikanmu keuntungan tapi kau malah menyia-nyiakannya maka jangan salahkan aku jika aku memberikan orang yang tidak tau diri sepertimu pelajaran berharga!” ucap Mo Guo dengan wajah yang marah.
Su Jing yang tidak memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk melawan dua orang secara bersamaan pun akhirnya kalah.
“Kau telah salah memilih lawan! Kau tak seharusnya melawan Bos Guo maka terimalah akibatnya!” ucap kedua pria itu secara bergantian sambil melayangkan pukulan ke arah Su Jing dengan Energi Qi yang kuat.
“Aaaarrgghh!” teriak Su Jing dengan suara yang lantang hingga menabrak dinding Restoran dengan sangat keras dan memuntahkan darah segar.
“Kakak!” teriak Su Zhulan dengan suara yang sangat keras sambil berlari ke arah Su Jing yang langsung dihentikan oleh Mo Guo.
“Mau kemana kau cantik? Jika kau ingin kakakmu selamat maka sebaiknya kau menurut padaku! Aku tidak akan memperlakukanmu dengan buruk!” ucap Mo Guo sambil memegang tangan Su Zhulan dengan sangat keras.
“Aku tidak akan pernah mau menjadi wanitamu! Lepas! Lepaskan aku!” teriak Su Zhulan dengan suara yang lantang lalu menginjak kaki Mo Guo dengan sangat keras dan berlari ke arah Su Jing yang masih sadarkan diri meski dengan tubuh yang terluka parah.
“Kakak...! Apa kau baik-baik saja?” tanya Su Zhulan dengan wajah yang khawatir dan tatapan mata yang cemas.
Namun sebelum Su Jing menjawab pertanyaan Su Zhulan, Mo Guo yang marah karena diinjak kakinya pun memberikan perintah kepada kedua bawahnya untuk membawa Su Zhulan padanya.
“Apa yang kalian lakukan? Kenapa diam saja? Bawa wanita itu padaku!” ucap Mo Guo dengan suara yang keras dengan wajah yang marah.
“Ba-baik!” ucap keduanya dengan nada suara yang gagap dengan ekspresi wajah yang panik lalu bergerak ke arah Su Jing dan Su Zhulan.
Namun sebelum kedua orang itu mendapatkan Su Zhulan seseorang telah berdiri dan menghajar keduanya hingga terjatuh di hadapan Mo Guo.
“Siapa kau? Beraninya kau ikut campur dalam urusanku! Apa kau ingin mati?” teriak Mo Guo dengan ekspresi wajah yang marah dan mata yang melotot tajam.
#Bersambung#
Siapakah orang yang datang menolong Su Zhulan? Akankah Su Jing dan Su Zhulan selamat dari genggaman Mo Guo? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..