Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 128. Selir Xue


Kasim Ong yang datang sendirian dengan membawa gulungan emas yang merupakan Titah Khusus dari Kaisar Rong membuat semua orang dari Keluarga Bai berkumpul dan berlutut di lantai.


Wu Sheng yang juga ada disana pun terpaksa berlutut bersama yang lain dan mendengarkan Titah yang dibacakan.


“Titah dari Yang Mulia Kaisar!”


“Pertunangan antara Putri Tertua Keluarga Bai dan Pangeran Ketiga dilakukan secara terburu-buru sehingga membuat keduanya tersiksa dalam ikatan ini!”


“Oleh karena itu, Yang Mulia Kaisar membatalkan Pertungan keduanya dan memberikan hak kepada Putri Tertua Keluarga Bai menentukan pilihannya sendiri dan Pria yang dipilih akan mendapatkan Gelar Marquess!”


Semua orang yang terkejut dengan dekrit Kaisar yang didapatkan oleh Keluarga Bai langsung mengalihkan pandangannya kepada Wu Sheng yang sedang tersenyum lebar.


‘Sial! Sungguh pilihan yang tepat untuk tidak menjadikan pemuda ini musuh. Jika tidak maka Keluarga Bai akan sungguh menyisahkan Guang Yao sebagai keturunan terakhir!’ pikir Bai Hong.


Guang Yao yang berlutut di hadapan Kasim Ong pun langsung mengangkat tangannya menerima gulungan yang berisi Titah dari Kaisar.


Keesokan harinya, Wu Sheng yang memenuhi panggilan Kaisar Rong pun datang ke Istana Kekaisaran dan bertemu dengan Pangeran Rong Zhou.


“Tuan Muda Wu, kita bertemu lagi. Bagaimana kabarmu?” tanya Pangeran Rong Zhou dengan senyum palsu.


“Saya baik-baik saja Yang Mulia bahkan serangga pengganngu pun tak dapat menyakiti!” sindir Wu Sheng.


Pangeran Rong Zhou yang menyadari maksud ucapan Wu Sheng menjadi kesal dan mencoba menahan emosinya dengan terus memaksakan senyum di wajahnya.


“Agh, benarkah? Aku senang mendengarnya!”


“Hmmm, aku mendengar bahwa kau telah menyembuhkan Kepala Keluarga Bai dari racunnya dan Tuan Bai Xiu dari lukanya dan sepertinya Ayah Kaisar tertarik dengan ceritamu!”


“Aku juga mendengar sepertinya kau pun ada saat Kasim Ong membacakan titah dari Ayah Kaisar. Aku jadi penasaran dengan wajah dari Putri Tertua Keluarga Bai. Apakah dia begitu cantik?”


Pangeran Rong Zhou yang melihat Wu Sheng dapat dengan mudah terpancing dengan kata-katanya pun tersenyum licik.


“Putri Tertua Keluarga Bai yang pertunangannya telah dibatalkan tidak memiliki hubungan dengan siapapun. Bukankah aku memiliki kesempatan untuk menjadikannya Selirku?”


“Agh, aku telah mengambil waktumu terlalu lama Tuan Muda Wu. Aku tidak akan menahanmu lagi. Aku permisi!”


Wu Sheng yang menahan amarahnya untuk tidak membunuh Pangeran Rong Zhou memutuskan untuk mempercepat rencananya.


Sementara itu, Kaisar Rong yang telah duduk di singgahsananya bersama Pangera Rong Yang dan Kasim Ong langsung menatap sinis dan melemparkan tantangan kepada Wu Sheng yang datang dengan sikap yang angkuh.


“Wu Sheng menghadap Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Pangeran Ketiga!” ucap Wu Sheng dengan sopan.


“Akhirnya kau datang juga Tuan Muda Wu! Tidak disangka nyalimu besar sekali karena berani memberikan syarat kepada Keluarga Kekaisaran!” sindir Kaisar Rong.


“Saya tidak berani, Yang Mulia. Saya hanya memanfaatkan kemampuan saya untuk mencapai keinginan saya, Yang Mulia!” jawab Wu Sheng percaya diri.


“Kalau begitu maka tunjukkan padaku. Jika kau sungguh bisa menyembuhkan Selir Xue maka aku akan memberikanmu hadiah yang besar sebagai imbalan!” ucap Kaisar Rong.


Wu Sheng yang diantar oleh Pangeran Rong Yang ke Kediaman Selir Xue pun melihat seorang wanita yang sedang terbaring di tempat tidur dengan wajah yang pucat.


Wu Sheng yang bisa menebak identitas wanita yang ada di hadapannya langsung mengambil pergelangan tangannya dan memeriksa denyut nadinya.


Wu Sheng yang dapat mengetahui penyakit yang diderita Selir Xue hanya dalam sekali pemeriksaan mengalihkan pandangannya ke arah Pangeran Rong Yang.


“I-Ini....!”


Pangeran Rong Yang yang memahami arti dari tatapan mata Wu Sheng pun mengusir semua Pelayan dan mengirim Kasim Ong keluar.


“Baiklah! Selir Xue tidak menderita penyakit serius atau apapun melainkan keracunan!” tegas Wu Sheng.


Pangeran Rong Yang sudah bisa menebak orang yang mencelakai Ibunya menjadi sangat kesal tapi tak bisa melakukan apapun.


“Maafkan aku Ibu! Maafkan Putramu yang tidak bisa melindungimu!”


Selir Xue terlahir dari rakyat biasa yang berhasil menarik perhatian Kaisar Rong saat menjadi Penari Istana sehingga membuat Permaisuri Lan yang tak pernah mendapatkan kasih sayang dari Kaisar Rong cemburu.


Permaisuri Lan yang membenci Selir Xue diam-diam meracuninya dan membuatnya kehilangan kesadarannya sehingga membuat Pangeran kecil yang dilahirkannya tanpa perlindungan dan selalu selalu dibuli dan diperlakukan tidak adil di Istana.


Wu Sheng yang bisa memahami perasaan Pangeran Rong Yang karena merasa bahwa nasib Pangeran Rong Yang sama seperti dirinya di masa lalu memutuskan untuk membantu.


“Ini belum terlambat! Aku telah berjanji akan menyembuhkan Ibumu dan aku pun akan membantumu membalas dendam!” ucap Wu Sheng.


“Terima kasih, Saudara Wu!” ucap Pangeran Rong Yang dengan wajah bahagia.


Wu Sheng yang mengeluarkan Jarum Perak pun mulai menusuk beberapa titik akupuntur dan meletakkan Api Pelahap di atas Jarum Perak sehingga membuat tubuh menjadi panas dan mengeluarkan racun dalam bentuk keringat.


Wu Sheng yang terus menerus mengulangi proses itu selama setengah hari akhirnya membuahkan hasil hingga racun yang ada di dalam tubuh Selir Xue hanya tinggal sepuluh persen lagi.


Pangeran Rong Yang yang terus menyaksikan proses itu ikut gugup dan menjadi sangat cemas saat Wu Sheng kehilangan keseimbangan tubuhnya.


“Sa-Saudara Wu! A-apa kau baik-baik saja?” tanya Pangeran Rong Yang.


“Aku baik-baik saja!” tegas Wu Sheng.


“Racun yang ada di tubuh Selir Xue hampir seluruhnya aku keluarkan dan tak lama lagi Selir Xue pasti akan sadar kembali!” ucap Wu Sheng lagi.


Pangeran Rong Yang yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya pun berlutut di hadapan Wu Sheng dan menyampaikan rasa terima kasihnya.


“Saudara Wu, terima kasih! Terima kasih banyak! Aku tidak tau apa yang harus aku lakukan untuk membalas kebaikanmu ini!” ucap Pangeran Rong Yang sungguh-sungguh.


“Jika Yang Mulia sungguh berterima kasih, berjanjilah untuk melindungi Keluargaku di masa depan setelah kau menjadi Kaisar!” ucap Wu Sheng.


Pangeran Rong Yang memahami bahwa Wu Sheng selalu menjadikan keluarga sebagai prioritas utama pun menyetujui permintaan Wu Sheng.


“Aku, Pangeran Ketiga, Pangeran Rong Yang, dari Dinasti Yuan, bersumpah atas nama Dewa bahwa aku akan melindungi Keluarga Saudara Wu dari ancaman apapun selama aku masih hidup dan jika aku melanggar maka aku rela tubuhku tidak diterima oleh Langit dan Bumi dan jiwaku terombang-ambing antara Surga dan Neraka!”


Wu Sheng yang sangat puas dengan sumpah yang dibuat oleh Pangeran Rong Yang menjadi sangat senang.


Sementara itu, berita tentang keberhasilan Wu Sheng menetralkan racun Selir Xue dan menyelamatkannya sampai di telinga Permaisuri Lan dan Pangeran Rong Zhou.


“Apa kau bilang? Dasar pelayan bodoh! Kenapa kau baru memberitauku sekarang?” teriak Permaisuri Lan dengan wajah marah.


“Tenanglah Ibunda! Ini masih belum berakhir. Kita masih ada kesempatan untuk menyingkirkan wanita rendahan itu. Kita bahkan bisa membunuh dua nyamuk dalam satu waktu!” ucap Pangeran Rong Zhou.


“Apa maksud ucapanmu Pangeran?” tanya Permaisuri Lan dengan wajah antusias.


Pangeran Rong Zhou yang menyadari Wu Sheng adalah lawan yang kuat di masa depan jika dirinya ingin naik Takhta pun memutuskan untuk segera menyingkir Wu Sheng.


#Bersambung#


Rencana apa yang dibuat oleh Pangeran Rong Zhou untuk menghancurkan Wu Sheng? Apakah rencana itu akan berhasil? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...