Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 59. Menang Pelombaan Alkemia


Tetua Ming yang langsung duduk bersilah di tengah Arena Perlombaan dan mulai mencoba peruntungannya setelah menelan Pil Linxi pun merasakan sesuatu yang telah lama ditunggunya.


Tetua Ming yang telah lama berhenti berkultivasi karena tidak pernah berhasil menembus Level Surgawi secara tak terduga mendapatkan momentumnya.


Energi Qi dan Aura yang berada di sekitar Tetua Ming perlahan berubah aneh dan membuat Tetua Ming berhasil naik Level menjadi Level Surgawi Tingkat Awal Tahap Satu.


Master Zhong dan beberapa Master serta Tetua yang juga datang di Perlombaan itu ikut terkejut karena bukan rahasia lagi jika Tetua Ming selalu gagal dalam terobosannya.


“Anda berhasil naik Level, Tetua! Anda berhasil!” ucap Master Zhong yang larut dalam kebahagiaan dan wajah yang sangat senang.


“Kau benar! Ini sungguh Pil yang sangat berharga!” ucap Tetua Ming yang ternyata masih belum bisa percaya jika dirinya akhirnya berhasil melakukan terobosan.


Tetua Ming yang merupakan Ketua dari Departemen Alkemia dan juga orang yang telah memberikan perintah untuk melaksanakan Perlombaan dengan cepat memberikan Pengumuman penting.


“Perlombaan Alkemia telah berhasil dan Pemenang dalam Perlombaan Alkemia tahun ini adalah Wu Sheng, Murid Luar Sekte Langit!” teriak Tetua Ming dengan suara yang lantang.


Semua orang yang mendengar Pengumuman tersebut tak ada yang berani untuk melakukan protes ataupun melawan karena tak ingin membuat Master Alkemia yang akan memiliki masa depan yang cerah tersinggung.


Semua orang ikut senang akan keberhasilan Wu Sheng dan tak jarang banyak Tetua dan Senior yang mendekat dengan niat mendapatkan sedikit perhatian dari Wu Sheng.


“Selamat Wu Sheng! Kau hebat sekali!”


“Benar sekali. Sepertinya ini Sekte Langit telah memiliki Murid Bebakat lainnya!”


Wu Sheng yang mendapatkan perhatian dari orang-orang secara mendadak seperti seorang Hyena yang dengan cepat mendatangi Mangsanya.


“Hmmm, aku senang menang dalam Pertandingan ini dan mendapatkan hadiah tapi aku tidak senang jika banyak orang datang dengan niat terselubung!” ucap Wu Sheng dalam hati.


Yan Duxing yang menyadari bahwa Wu Sheng sangat tidak senang pun berlari ke atas Arena Pertandingan dan datang memberikan selamat.


“Saudara Wu! Selamat untuk keberhasilanmu. Aku tau kau pasti akan menjadi Juaranya!” ucap Yan Duxing dengan sikap yang bersahabat yang membuat Wu Sheng yang tersanggung menjadi lebih baik.


“Ini pun karenamu. Jika kau tak memberitauku tentang Perlombaan ini di detik-detik terakhir maka aku tak akan mungkin bisa menang Saudara Yan!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang ramah.


“Ambillah ini! Aku memberikannya untukmu sebagai rasa terima kasihku!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bahagia sambil memberikan satu dari dua Pil Linxi yang tersisa kepada Yan Duxing.


Yan Duxing yang merasa tidak nyaman pun berniat menolaknya tapi langsung dihentikan oleh Su Jing yang menyadari bahwa Wu Sheng sangat merasa beruntung.


“Kau harus mengambilnya Tuan Muda Yan. Ini adalah keberuntungan jadi jangan pernah menolaknya!” ucap Su Jing dengan senyum yang lebar.


“Kau benar Tuan Muda Su. Aku akan menuruti nasehatmu!” ucap Yan Duxing sambil menarik nafas yang panjang setelah melihat wajah Wu Sheng yang tulus padanya.


“Terima kasih Saudara Wu. Aku merasa sangat beruntung!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang gembira sambil tersenyum lebar lalu menyimpan Pil tersebut dengan baik.


Wu Sheng yang dipanggil oleh Tetua Ming dan Master Zhong pun datang menemui keduanya di ruangannya dan menerima hadiahnya.


“Aku telah berjanji sebelum Perlombaan Babak Kedua dimulai bahwa aku akan memberikanmu hadiah tambahan jika kau berhasil menang, bukan? Aku tidak akan melupakan janjiku dan ini adalah hadiahmu!” ucap Tetua Ming dengan wajah yang sangat gembira.


Wu Sheng yang mendapatkan kesulitan dalam sumber daya tidak menyangka akan mendapatkan dua buah hadiah tambahan yang sangat mengejutkan.


“Aku tau jika Murid Luar mendapatkan Sumber Daya yang terbatas dan alasan utamamu mengikuti Perlombaan ini pasti karena Poin yang besar yang bisa ditukar dengan sumber daya!” ucap Tetua Ming dengan senyum yang ramah.


“Oleh karena itu, aku memberikanmu seratus Pil Terobosan tingkat Tiga dan juga lima puluh buah Inti Kristal berwarna Oranye!” ucap Tetua Ming dengan senyum yang lembut.


Wu Sheng yang merasa lega karena mendapatkan sumber daya tambahan untuk meningkatkan kemampuannya dan Wu Se Lang pun tersenyum bahagia dan tak lupa mengucapkan terima kasih.


Wu Sheng yang berpikir jika Hadiah yang diberikannya telah berakhir tidak menyangka jika akan mendapatkan hadiah lainnya.


“Ini adalah Token khusus yang aku berikan kepadamu! Sekarang kau bukanlah Anggota dari Departemen Alkemia tapi Master Senior Depertemen Alkemia, Seorang Master Alkemia tingkat Empat!” ucap Tetua Ming yang dengan bangga memberikan Token baru milik Wu Sheng dan menggantikan Token lama miliknya.


Wu Sheng yang menyadari tanggung jawab dan keuntungan yang didapatkannya pun tak ingin menolak keberuntungan miliknya.


“Tidak ada alasan bagiku menolak keberuntungan ini. Ini akan membantuku untuk membuat orang-orang yang memiliki niat buruk berpikir dua kali untuk berurusan denganku!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.


“Meskipun aku adalah Murid Inti Tetua Dong tapi aku tidak bisa menunjukkan identitas itu kepada semua orang karena janjiku pada Guru! Jadi tawaran ini adalah hal yang bagus untukku!” ucap Wu Sheng yang menyadari akan kemampuannya yang belum cukup kuat untuk melindungi dirinya dari orang-orang yang memiliki pengaruh dan kekuatan yang lebih darinya.


Wu Sheng yang menyimpan semua hadiah yang didapatkannya pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat namun sekali lagi Zhixia datang menghentikan langkah Wu Sheng.


“Hmmm, selamat untuk kemenanganmu! Aku tidak menyangka jika kau bukan hanya Ahli dalam Racun dan Pengobatan tapi juga Seorang Master Alkemia meskipun kau memiliki sifat yang mesum!” ucap Zhixia yang tidak bisa melupakan kejadian memalukan saat dirinya terbangun di kamar Wu Sheng.


Wu Sheng yang mendapatkan pujian sekaligus penghinaan di saat bersamaan pun mengangkat satu alisnya dan menghembuskan nafas pelan.


“Aku anggap itu sebagai pujian Nona Zhixia!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kaku dan senyum yang canggung.


Zhixia yang tiba-tiba malu dan bingung dengan alasannya datang menemui Wu Sheng lalu memberikannya selamat untuk kemenangan pun buru-buru pergi tanpa berpamitan dengan wajah yang memerah seperti tomat.


“Hah! Sungguh wanita yang aneh! Pertama kali dia datang memberikanku peringatan lalu marah-marah dan kedua kalinya dia memberiku selamat dan menghinaku di saat bersamaan lalu pergi begitu saja!” gumam Wu Sheng dengan wajah yang bingung.


Wu Sheng yang tak pengerti perasaan wanita dan memiliki tingkat kepekaan yang rendah kecuali terhadap Guang Yao pun pergi dengan wajah yang datar.


Di sisi lain, Mo Sanlang yang mendengar dan melihat sendiri bahwa Wu Sheng dinyatakan menang pun menjadi sangat kesal lalu pergi begitu saja tanpa kata.


“Hah! Tidak disangka ternyata anak itu memiliki bakat di bidang Alkemia! Hmmm, apa yang harus aku lakukan padanya? Memanfaatkan bakatnya atau menghancurkan bakat yang baru ingin berkembang itu?” ucap Mo Sanlang dengan wajah yang dingin dan aura yang menintimidasi sekitarnya.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Wu Sheng dengan semua hadiah yang didapatkannya? Apakah Mo Sanlang akan berhenti mengganggu Wu Sheng setelah gagal satu kali? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..