
Wu Sheng yang melihat kenaikan tingkat Wu Fang yang hanya satu atau dua tingkat selama satu bulan pun tersenyum kecil.
"Apakah kau hanya bisa naik satu atau dua tingkat selama satu bulan Wu Fang? Hmmm, sungguh mengecewakan!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang kecewa sambil menggelengkan kepala.
“Apa maksud ucapanmu? Kau menghinaku sementara kau hanya berada di Level Bumi tingkat Menengah!” ucap Wu Fang dengan ekspresi wajah yang menghina.
“Hmmm, benarkah? Jika kau benar-benar merasa lebih baik dariku maka seranglah aku dan kalahkan aku! Jangan hanya bisa bicara besar tanpa ada isi!” sindir Wu Sheng dengan nada suara yang menyindir.
Wu Fang yang tak terima direndahkan oleh Wu Sheng pun menjadi marah dan mengeluarkan salah satu jurus terbaiknya lalu menyerang wu sheng.
"Pukulan Petir!" teriak Wu Fang dengan suara yang keras lalu mengarahkan pukulan dengan kekuatan petir ke arah Wu Sheng.
Wu sheng yang berniat menguji Kekuatan Tubuh Perak yang baru saja di dapatkannya pun memutuskan untuk menahan serangan yang dikeluarkan Wu Fang dengan tubuhnya.
“Inilah saatnya menguji Tubuh Perak ini! Aku yang telah bertahan selama berjam-jam untuk bisa mendapatkan tubuh ini dan tak akan aku sia-siakan kesempatan bagus ini! Inilah saatnya menguji Tubuh Perak ini!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan senyum yang licik.
Wu Sheng yang berdiri dengan tegap pun mengalirkan seluruh Kekuatan Qi-nya ke seluruh bagian tubuhnya untuk mengaktifkan Tubuh Perak.
Namun, Wu Shanghe dan Wu Lei yang tak tau dengan yang direncanakan oleh Wu Sheng pun menjadi sangat khawatir karena Wu Sheng yang tidak menghindari serangan wu Fang sama sekali.
"Tidak! Sheng'er....! hati-hati....! Awas di depanmu!" teriak Wu Shanghe dan Wu lei secara bergantian dengan tatapan mata yang cemas.
Serangan petir yang diarahkan itu pun meledak menyentuh tubuh wu sheng hingga mengeluarkan suara yang sangat keras dan asap yang cukup tebal.
Wu Fang yang berpikir jika serangannya yang mengenai tubuh Wu Sheng pasti akan berhasil membuat Wu Sheng terluka parah menjadi sangat senang.
Namun kenyataan mempermainkan Wu Fang, Wu sheng yang terkena serangan ternyata tak terluka sama sekali sehingga membuat Wu fang yang tak percaya dengan yang terlihat di depan matanya setelah asap yang menyelimuti Arena Pertandingan perlahan menghilang.
Wu Sheng yang sangat puas dengan Tubuh Perak yang dimilikinya saat ini pun mulai menghina balik Wu Sheng yang pada akhirnya hanya menyulut emosi Wu Fang yang tidak stabil sejak awal Pertandingan.
"Siapa yang bodoh dan siapa yang terluka? Apakah kau telah menjadi buta hanya dalam hitungan menit?" sindir Wu Sheng dengan suara yang pelan sambil berdiri tegap di tempatnya semula.
"Apakah itu jurus yang kau pelajari dari Gurumu? Kenapa aku tak merasakan sakit atau apapun itu? Apakah kau tidak sungguh-sungguh melatih jurus ini?" tanya Wu Sheng dengan nada suara yang terdengar sangat sombong dengan tatapan mata yang tajam.
“Kau....! Beraninya kau menghina Guruku! Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Jika aku tidak bisa membunuh di atas Arena Pertandingan ini maka aku akan selamanya mengejarmu bahkan hingga ke neraka sekalipun!” ucap Wu Fang dengan ekspresi wajah yang kesal.
Wu fang yang tak terima jika dirinya dan Gurunya dihina pun melancarkan serangan tiap serangan kepada Wu Sheng tapi sayang tak ada yang berhasil mengenai Wu Sheng.
“Aaaarrggghhh! Pukulan Petir!” ucap Wu Fang sekali lagi dengan mengerahkan semua Energi Qi-nya pun mengarahkannya ke tubuh Wu Sheng namun sayang serangan itupun tak bisa menghancurkan pertahanan yang dimiliki WU Sheng.
Wu Sheng yang merasa sudah sangat cukup bermain-main dengan Wu Fang pun memutuskan untuk menyelesaikan Pertandingan itu secepatnya.
“Waktumu untuk menyerangku sudah habis dan sekarang adalah gilitanku untuk menyerangmu!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang licik.
#Bersambung#
Bagaimana cara Wu Sheng menyelesaikan Wu Fang? Bagaimana nasib Wu Fang setelah Wu Sheng telah serius? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..