
Yan Duxing, Su Jing dan Zhixia yang memutuskan meninggalkan Dimensi Panlong dan menunggu Wu Sheng di Lapangan Utama.
“Dimana Saudara Wu? Kenapa dia masih belum sampai juga?” tanya Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang cemas.
“Jangan khawatir. Tuan Muda Wu pasti akan segera sampai!” ucap Su Jing dengan ekspresi wajah yang menunjukkan kepercayaan diri yang tinggi kepada kekuatan Wu Sheng.
“Tuan Muda Wu, kenapa kau belum datang juga? Apakah terjadi sesuatu di dalam?” tanya Zhixia dalam hati dengan ekspresi wajah cemas sambil memandang kesal ke arah Mo Sanlang.
Sementara itu, Mo Sanlang yang telah memutuskan keluar dari Dimensi Panlong ternyata langsung disambut dengan sorak gembira Murid yang lain.
“Lihatlah itu! Tuan Muda Mo telah keluar dari Dimensi Panlong!”
“Aaarrgghhh, kenapa Tuan Muda Mo terlihat semakin tampan dan keren?”
Mo Sanlang yang sangat senang menjadi pusat perhatian sangat menikmati pujian-pujian yang diberikan kepadanya.
“Teruskan! Puji aku dan kagumi aku! Hahaha!” ucap Mo Sanlang dalam hati dengan sikap yang angkuh dan kepala terangkat ke atas.
Mo Sanlang yang ingin terus menjadi pusat perhatian dengan cepat pergi menemui Tetua Hu yang merupakan Gurunya untuk memberikan penghormatan.
“Guru, aku telah kembali!” ucap Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang percaya diri sambil berlutut dengan satu kaki di hadapan Tetua Hu.
“Bagus! Kau telah mencapai Level Surgawi Awal sekarang! Guru bangga sekali padamu!” ucap Tetua Hu dengan wajah yang sangat puas.
Tetua Hu yang berambisi menjadi Kepala Sekte Langit menggantikan Kepala Sekte yang kosong selama beberapa tahun karena Ketua yang lama hanya fokus pada Pelatihannya ternyata telah menyusun rencana untuk mengambil alih semua.
“Saat Muridku menjadi orang terkuat di Sekte Langit maka aku pasti akan bisa mendapatkan posisi Ketua Sekte Langit dalam sekejap mata!” ucap Tetua Hu dalam hati dengan pandangan lurus ke depan.
Tetua Dong dan Tetua Ming yang sudah curiga akan niat buruk dari Tetua Hu menjadi semakin cemas.
“Ketua Ming masih belum keluar dari Pelatihan Tertutup selama bertahun-tahun jika hal ini terus berlangsung maka Sekte Langit akan dipimpin oleh orang yang serakah!” ucap Tetua Ming dengan wajah yang tidak senang.
“Wu Sheng! Dimana kau? Kau harus keluar dan menjadi lebih kuat untuk bisa menghentikan hal buruk terjadi di masa depan!” ucap Tetua Dong dalam hati dengan ekpsresi wajah yang khawatir.
Tetua Hu yang mengetahui bahwa Muridnya, Mo Sanlang, menjadikan Wu Sheng sebagai target pun tidak bisa menutup mata dan diam-diam membantu Mo Sanlang.
“Murid baru itu memiliki potensi menjadi orang yang kuat di masa depan dan bisa saja menjadi lawan yang cukup merepotkan untuk Mo Sanlang jika dia tidak berada di pihak yang sama!” ucap Tetua Hu dengan ekspresi wajah yang dingin.
“Sebaiknya aku mempercepat waktu penutupan Dimensi Panlong dan membantu Muridku menyingkirkan masalah di masa depan!” ucap Tetua Hu dengan tatapan mata yang tajam.
Sementara itu, Su Zhulan yang melihat Gerbang Dimensi Panlong telah mengecil pun menjadi panik.
“Tu-tunggu! Kenapa Gerbang itu perlahan menjadi semakin kecil? Bukankah waktu penutupan masih satu jam lagi?” tanya Su Zhulan dengan ekspresi wajah yang panik.
“A-apa? Bagaimana bisa mereka menutup Gerbang saat masih ada Murid Sekte Langit di dalam? Apakah mereka ingin mengurung semuanya?” tanya Yan Duxing dengan wajah yang kesal.
“Bagaimana ini Tuan muda Wu masih belum keluar juga? Apakah Tuan Muda Wu akan terkurung di dalam sana?” tanya Su Zhulan dengan wajah yang cemas.
“Jangan bicara yang sembarangan! Tuan Muda Wu adalah orang yang hebat, aku yakin dia pasti akan keluar tepat waktu!” ucap Zhixia dengan ekspresi wajah yang dingin.
Zhixia yang melihat Mo Sanlang tersenyum lebar dengan wajah yang bahagia menjadi sangat yakin bahwa Mo Sanlang telah melakukan sesuatu kepada Wu Sheng.
“Aku tidak akan mengampunimu Mo Sanlang! Jika terjadi sesuatu pada Tuan Muda Wu maka aku akan memberikanmu pelajaran yang sangat berharga nantinya!” ucap Zhixia dengan tangan terkepal erat menahan emosinya.
Sementara itu, Wu Sheng yang telah bergerak tanpa henti agar bisa sampai di Gerbang Dimensi Panlong satu jam sebelum Gerbang ditutup menjadi sangat terkejut saat melihat Gerbang menjadi semakin mengecil.
“Sial! Apakah mereka berniat ingin mengurungku di dalam sini?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kesal.
“Dimensi ini memang memiliki Energi Qi yang lebih banyak daripada di luar tapi di dalam sini memiliki bahaya yang lebih besar!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
“Tidak ada yang bisa menjamin bahwa aku akan bisa selamat dan bertahan di sini hingga satu tahun ke depan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kesal.
Wu Sheng yang tak ingin dikurung di dalam Dimensi Panlong pun berjalan dengan menggunakan Langkah Angin dan pada akhirnya dapat keluar dari Dimensi Panlong tepat waktu.
“Tuan Muda Wu! Tuan Muda Wu telah keluar!” ucap Su Zhulan dengan wajah yang bahagia sambil menunjuk ke arah Wu Sheng.
“Saudara Wu! Apakah terjadi sesuatu di dalam? Kenapa kau keluar sangat lama?” tanya Yan Duxing yang langsung berlari menghampiri Wu Sheng dengan wajah yang cemas.
“Di dalam aku mendapatkan sedikit gangguan dari serangga kecil tapi jangan khawatir serangga itu telah aku singkirkan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang dingin sambil menatap tajam ke arah Mo Sanlang.
Mo Sanlang yang memahami maksud ucapan Wu Sheng pun menjadi sangat kesal terutama saat menyadari bahwa dirinya telah kehilangan beberapa pionnya.
“Sial! Aku pasti akan membalasmu! Jangan harap kau akan bisa bebas begitu saja!” ucap Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang tidak senang sambil berbalik arah meninggalkan Lapangan Utama.
#Bersambung#
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apa yang direncanakan Mo Sanlang selanjutnya? Tunggu jawabannya di BAB selanjutnya ya..