Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 24. Sekte Langit


Tetua Dong yang akhirnya sadarkan diri menjadi sangat bingung saat melihat dirinya telah berada di sebuah tempat yang berbeda.


“Agh! Dimana aku? Kenapa aku bisa ada di sini?” tanya Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang bingung dengan tatapan mata yang melihat ke sekeliling.


Gruxiao yang mendapatkan tugas dari Wu Sheng untuk menjaga dan memberikan Tetua Dong makanan pun mengambil ikan bakar dengan mulutnya lalu memberikan Tetua Dong ikan tersebut.


Tetua Dong yang awalnya bingung dengan yang terjadi pun tersenyum lembut saat melihat Gruxiao dan mengambil ikan bakar yang diletakkan di hadapannya.


Tetua Dong yang merasakan rasa lapar pun mencoba mencicipi ikan bakar yang dimasak olehWu Sheng.


“Hmmm, ikan bakar ini enak sekali? Apakah Tuanmu yang membakarnya?” tanya Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang penasaran tapi tak mendapatkan balasan apapun dari Gruxiao.


Gruxiao yang juga masih lapar pun mengambil ikan bakar bagiannya dan memakannya juga bersama dengan Tetua Dong.


Tetua Dong yang tau jika dirinya terluka pun mencoba memeriksa kondisinya dan menjadi sangat terkejut saat mengetahui bahwa tujuh puluh persen lukanya telah sembuh.


“Sepertinya Tuan dari hewan ini yang telah menyelamatkanku dan menyembuhkan lukaku tapi kemana orang itu pergi?” tanya Tetua Dong dalam hati dengan ekspresi wajah yang bingung.


Tetua Dong yang berniat berdiri dan menyusuri Gua yang ditempatinya itu pun mendengar seseorang bicara padanya.


“Guru, di luar tidak aman. Anda tidak boleh keluar sekarang!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


Tetua Dong yang melihat wajah Wu Sheng pun menjadi bingung karena dirinya tak pernah memiliki murid seperti Wu Sheng.


“Siapa dirimu? Kenapa kau memanggilku Guru?” tanya Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang waspada dan tatapan mata yang tajam.


Wu Sheng yang sadar jika dirinya telah melakukan kesalahan karena salah bicara di hadapan Tetua Dong pun mencoba mencari alasan yang masuk akal.


“Apakah itu kata yang harus diucapkan kepada orang yang telah menyelamatkan anda? Hmmm, tolong jangan bersikap dan menatapku seperti itu. Aku bukanlah orang jahat!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lembut sambil berjalan mendekat.


Tetua Dong yang tau akan kesalahannya bergegas meminta maaf atas ketidaksopannanya dan membuat Wu Sheng menjelaskan alasannya memanggil Tetua Dong Guru.


“Anda tidak perlu meminta maaf sampai seperti itu. Sejujurnya aku pernah bertemu dengan anda di dalam mimpi dan di dalam mimpi itu anda adalah Guruku. Oleh karena itu, aku nekat menyelamatkan anda dan membawa anda kemari!” ucap Wu Sheng yang mengatakan kebohongan tanpa berkedip.


“Guru?” tanya Tetua Dong yang bingung dengan penjelasan Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Benar. Di dalam mimpiku, anda adalah Guruku dan saat aku memuttuskan untuk ke Gunung Tianghe, aku bertemu seorang Taoist dan dia berkata bahwa aku akan bertemu dengan Guruku di sini!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


“Maafkan aku yang telah melakukan kesalahan dengan membuat Tuan merasa tidak nyaman dengan panggilanku sebagai Guru pertama kali!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang berubah menyesal dengan sangat cepat sambil membungkukkan tubuhnya.


“Mungkin pertemuan ini adalah takdir dari Dewa. Petunjuk-petunjuk yang ditunjukkan kepadamu sudah menjelaskan semuanya. Aku mungkin sudah ditakdirkan untuk menjadi Gurumu. Oleh karena itu, aku akan mengangkatmu menjadi Muridku!” ucap Tetua Dong setelah menarik nafas yang panjang.


Wu Sheng yang merasa sangat senang karena bisa menjadikan Tetua Dong sebagai Gurunya lagi di kehidupan kali ini langsung berlutut dan memberi hormta.


“Murid memberi hormat kepada Guru!” ucap Wu Sheng dengan sungguh-sungguh dengan wajah yang bahagia.


Tetua Dong yang melihat kesopanan dan kebaktian Wu Sheng pun menjadi sangat tersentuh lalu menyerahkan sesuatu kepada Wu Sheng.


“Sepertinya kau memiliki bakat pada bidang Alkemia dan Pengobatan. Oleh karena itu, aku akan memberiknmu dua puluh empat jaum perak ini kepadamu!” ucap Tetua Dong sebagai hadiah pertamanya sebagai Guru.


Wu Sheng yang melihat jarum perak yang digunakannya di kehidupan sebelumnya yang merupakan hadiah pertamanya sebagai murid menjadi sangat bahagia dan senang senang hati menyimpan jarum perak tersebut.


Wu Sheng dan Tetua Dong yang tak bisa keluar karena khawatir Tetua Hu masih mencari keduanya pun menghabiskan waktu di dalam Goa dimana Wu Sheng menceritakan tentang dirinya.


“Kau harus menang dalam Pertandingan Hidup dan Mati itu! Aku sebagai Gurumu akan membantumu di sisa waktumu!” ucap Tetua Dong dengan tekad yang kuat.


Tetua Dong yang masih berada di dalam Goa dengan sesekali keluar mencari udara segar lalu kembali masuk ke dalam Goa untuk memulihkan kekuatannya seratus persen sambil melatih Wu Sheng.


Dua minggu berlalu, Tetua Dong yang telah berhasil pulih kembali seperti sepenuhnya memutuskan untuk kembali ke Sekte Langit.


Sekte Langit adalah Sekte yang sangat misterius yang tempat berlatihnya ada di atas puncak Gunung tertinggi di Daratan Yuan. Orang yang tidak memiliki izin atau akses tak akan pernah bisa sampai ke Sekte Langit.


Meskipun begitu, Sekte Langit tetap menjadi Sekte yang menjadi tujuan utama Kultivator muda berlatih dan menjadi kuat.


Sekte Langit yang berada di puncak Gunung tertinggi ternyata memiliki Energi Qi yang sangat banyak bahkan tiga kali lipat daripada tempat lain di Daratan Yuan.


Tetua Dong yang ingin sekali melihat pertandingan Wu Sheng terpaksa menunda keinginannya lalu pergi meninggalkan Wu Sheng bersama Gruxiao yang harus kembali ke Kediaman Wu.


“Aku sangat ingin menyemangatimu, Sheng’er tapi Guru tidak bisa karena masih ada hal lain yang harus diselesaikan!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang kecewa.


“Ini adalah token milik Guru. Kau bisa menggunakannya saat kau dalam bahaya dan masalah!” ucap Tetua Dong yang terbang menjauh tinggi ke atas setelah menyerahkan sebuah token yang terbuat dari Giok Kaca kepada Wu Sheng.


“Terima kasih banyak, Guru!” ucap Wu Sheng sungguh-sungguh dengan ekspresi wajah yang serius dengan penuh kepercayaan diri.


#Bersambung#


Apa yang akan dilakukan Tetua Dong setelah kembali ke Sekte Langit? Apakah Wu Shneg akan kembali tepat waktu? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..