
Bai Hong yang melihat cucu laki-lakinya tiba-tiba datang bersikap tidak sopan dan menentang keputusannya menjadi sangat marah.
"Bai Zhongzi!" teriak Bai Hong.
"Apa yang kau lakukan disini? Kembalilah ke ruanganmu!" perintah Bai Hong.
Bai Zhongzi yang tidak senang diusir begitu saja berniat menolak tapi tekanan yang diarahkan Bai Hong padanya membuat Bai Zhongzi menyerah.
Bai Hong yang tak ingin Wu Sheng berubah pikiran karena penolakan dari Cucunya mencoba meyakinkan Wu Sheng kembali.
"Tuan Muda Wu, saya minta maaf untuk ketidaksopanan dan ketidakdewasaan Bai Zhongzi! Saya harap Tuan Muda Wu tidak terprovokasi!" ucap Bai Hong.
"Jangan khawatir, Tuan Bai. Saya tidak terprovokasi sama sekali!" ucap Wu sheng.
Wu Sheng yang tak ingin mengalami kerugian yang tak berarti saat Bai Hong dan orang-orang dari Kediaman Bai mengingkari janjinya memberikan sebuah saran sebagai solusi.
"Tapi untuk menghindari hal buruk terjadi bagaimana jika kita membuat sebuah perjanjian sebagai jaminan!" ucap Wu Sheng.
Bai Hong yang berpikir jika Perjanjian itu hanyalah sebagai penandatanganan sebuah perjanjian di atas kertas langsung setuju tanpa berpikir panjang.
"Saya setuju! Kita bisa membuat perjanjian itu sekarang juga!" ucap Bai Hong sambil memberikan kode kepada Pelayan untuk membawa kertas, kuas, dan tinta.
Namun Perjanjian yang dimaksud Wu sheng sangat berbeda dengan yang ada dipikiran Bai Hong membuat Wu Sheng tersenyum tipis.
"Tuan Bai, sepertinya telah terjadi sedikit kesalahpahaman disini!" ucap Wu sheng.
"Kesalahanpahaman?" tanya Bai Hong bingung.
"Perjanjian yang saya maksud adalah Perjanjian dengan menggunakan Formasi Kontrak Jiwa!" tegas Wu Sheng.
Bai Hong yang terkejut dengan pernyataan Wu Sheng membuka matanya lebar-lebar.
"Perjanjian ini tidak akan memberatkan siapapun asalkan orang yang terlibat dalam Perjanjian memenuhi janjinya!" ucap Wu sheng dengan senyum lebar.
"Bagaimana Tuan Bai? Apakah anda setuju membuat Perjanjian denganku?" tanya Wu sheng dengan wajah polos.
Bai Hong yang tak punya pilihan lain pun mengangguk setuju sambil menggigit bibir bawahnya lalu mengulurkan tangannya.
Wu Sheng yang senang karena rencananya berjalan lancar dengan cepat membuat Formasi dan mengikat Keluarga Bai dengan Formasi yang dibuatnya.
'Sekarang siapapun yang tidak setuju dan menentang aku dan Yaoyao bersatu maka darah dan tulangnya akan hancur menjadi abu!'
Bai Hong yang tidak tahan dengan rasa sakit karena racun yang telah menyebar di tubuhnya dengan sangat cepat meminta Wu sheng untuk segera menawar racunnya.
"Jangan khawatir! Aku akan menawar racun di tubuhmu sekarang tapi racun itu tak dapat hilang sepenuhnya hanya dalam satu kali perawatan!" ucap Wu Sheng.
"Aku mengerti. Asalkan aku tak menderita rasa sakit itu lagi mulai malam ini. Aku tak masalah bersabar hingga semua racunnya menghilang!" ucap Bai Hong serius.
"Jika seperti itu keputusannya maka tak ada alasan untuk menundanya!" jawab Wu sheng datar.
Wu sheng yang di antar oleh Pelayan menuju kamar Bai Hong meminta Bai Hong melepas pakaiannya dan duduk di dalam Bak besar berisi air.
Wu sheng yang mengeluarkan satu set jarum perak miliknya pun meletakkan beberapa jarum perak ke titik tubuh yang terkena racun.
"Tekhnik Dua Belas Titik Naga!"
Wu sheng yang memahami bahwa Api Pelahap memiliki kegunaan melahap apapun termasuk racun di dalam tubuh pun mengeluarkan Api Pelahap.
"Api Pelahap!"
Bai Qingyu, Bai Zhongzi, dan Guang Yao yang melihat proses penawaran racun yang dilakukan Wu sheng menjadi terkejut.
Bai Zhongzi yang menentang keputusan Bai Hong sejak awal langsung marah dan kesal pada Wu sheng karena membuat Kakeknya menderita.
"Apa yang kau lakukan pada Kakekku? Kenapa kau mengeluarkan Api Pelahapmu? Apa kau ingin membakarnya hidup-hidup?" teriak Bai Zhongzi.
Namun sebelum Wu Sheng mengatakan sesuatu Bai Hong yang masih sadar membalas Bai Zhongzi dan memberinya peringatan keras.
"Diam! Kakek tidak membutuhkan pendapatmu Zhongzi'er! Lebih baik kau diam atau tinggalkan tempat ini!"
Bai Zhongzi yang menyadari bahwa Bai Hong tidak berada di pihaknya dan Ayahnya pun sedang sekarang saat ini membuat Bai Zhongzi menahan diri.
Wu sheng yang tidak peduli dengan perdebatan antara Kakek dan Cucu itu memilih untuk berkonsentrasi dengan yang sedang dilakukannya.
Keringat yang bercampur dengan racun itu berubah warna menjadi hitam dan bersatu dengan air yang ada di dalam Bak.
Bai Qingyu dan Guang Yao yang menyaksikan racun di tubuh Bai Hong menghilang dan air yang ada di bak menjadi hitam pun terkejut.
Namun keterkejutan itu tak berhenti disana, Wu Sheng yang harus mengeluarkan racun yang mengikat di dalam tubuh pun berpindah posisi ke belakang Bai Hong lalu mengalirkan Api pelahap ke tangannya dan memukul punggung Bai Hong sangat keras.
Bai Hong yang merasakan panas yang menjalar ke seluruh tubuhnya pun memuntahkan darah hitam yang sangat banyak dan menyebabkan jarum yang masih ada di tubuh terlepas semua.
Bai Hong yang merasakan kelegaan setelah muntah darah merasa sangat senang dan dengan cepat mengucapkan terima kasih kepada Wu sheng.
"Tubuhku tidak terasa sakit lagi! Sesak yang selalu aku rasakan pun menghilang! Ini adalah sebuah keajaiban!" ucap Bai Hong dengan senyum lebar.
"Terima kasih Tuan Muda Wu. Semua berkatmu jika tidak maka rasa sakit ini akan terus aku rasakan!" ungkap Bai Hong tulus.
"Tuan Bai tak perlu bicara saperti itu! Bukankah kita adalah Keluarga sekarang?” tanya Wu Sheng.
Bai Hong yang menyadari maksud ucapan Wu Sheng yang menatap Guang Yao yang ada di sisi lain dengan tatapan mata penuh makna pun tertawa sangat keras.
“Yang kau katakan sangat benar. Aku merestui hubungan kalian dan kau adalah Cucu Menantuku sekarang!” ucap Bai Hong sambil menepuk pundak Wu Sheng beberapa kali.
Wu Sheng yang puas mendengar Bai Hong mengatakan hal itu meminta izin untuk bicara empat mata dengan Guang Yao.
“Kakak Sheng, apa kau sungguh akan menyembuhkan Kakek Bai dan Paman?” tanya Guang Yao penasaran.
“Benar karena itu adalah isi dari Perjanjian yang telah aku buat!” ungkap Wu Sheng.
“Jangan khawatir! tidak akan ada lagi masalah! Setelah ini semua selesai kita akan bersama selamanya!” jawab Wu Sheng sambil memeluk Guang Yao.
‘Meskipun telah membuat Perjanjian dengan Formasi dengan tua bangka Bai tapi aku tidak bisa percaya pada mereka begitu saja!’ pikir Wu Sheng.
‘Aku membutuhkan kekuatan mutlak untuk menekan mereka hingga tak bisa mengangkat kepalanya lagi!’ tekad Wu Sheng.
Wu Sheng yang tidak berniat untuk menyembuhkan Bai Xiu hari itu juga meminta izin kembali lagi keesokan harinya.
Siapa sangka ternyata Bai Zhongzi menghentikan Wu Sheng di tengah jalan dan menyerangnya secara diam-diam.
‘Manusia dengan darah kotor dan rendah sepertimu tidak pantas bersanding dengan anak Keluarga Bai!’ pikir Bai Zhongzi.
Wu Sheng yang memiliki kepekaan yang tinggi dapat menghindar dari serangan Bai Zhongzi dan melakukan serangan balasan.
“Langkah Angin!”
“Tinju Kilatan Petir!”
Bai Zhongzi yang tidak bisa menghindari Wu Sheng pun berteriak dengan sangat keras dan terjatuh ke tanah dengan tubuh yang terluka.
“Aaarrrgghhhhh!”
Wu Sheng yang melihat Bai Zhongzi terbaring di bawah kakinya pun memasukkan sesuatu ke mulut Bai Zhongzi dan memberikannya peringatan.
“Jangan pernah macam-macam dengan orang yang tidak banyak bicara karena orang yang seperti itu sangatlah berbahaya!”
“Jika aku tidak memandang wajah Kakekmu. Aku sudah pasti akan melenyapkan nyawamu saat ini juga!”
“Jangan memandang rendah diriku karena orang yang kau sebut memiliki darah kotor dan rendah ini bisa jadi adalah Dewa Kematianmu!”
Wu Sheng yang tidak tertarik bermain dengan Bai Zhongzi pun meninggalnya di jalan lalu kembali ke tujuannya tapi sebelumnya memberitaukan sebuah rahasia kecil kepada Bai Zhongzi.
“Jangan lupa jika aku bukan hanya Ahli Pengobatan tapi juga Ahli Racun dan Pil yang kau telan adalah bibit racun yang aku buat sendiri!”
“Kau tidak akan mati setelah menelan Pil itu tapi kau dapat dipastikan mati jika aku mengaktifkan racunnya!”
“Meskipun kau mencari orang untuk mengobatimu, tak akan ada seorangpun yang bisa karena hanya aku pembuat dan pemilik penawarnya!”
“Jadi jika kau masih sayang nyawamu dan ingin hidup lebih lama maka bersikaplah yang baik di hadapanku!”
#Bersambung#
Apakah Bai Zhongzi pada akhirnya akan menurut? Apa rencana Wu Sheng untuk mendapatkan kekuatan dan kekuasaan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya....