
Wu Sheng yang berjalan memasuki Goa Misterius bersama Yan Duxing tiba-tiba berhenti berjalan setelah mendapatkan saran dari Wulong.
"Berhenti! Sebaiknya kau tidak melanjutkan langkahmu karena aku merasa di dalam akan ada sangat banyak jebakan!" ucap Wulong dengan tatapan mata yang tajam sambil menunju ke arah dalam Goa Misterius.
"Jika aku tidak melanjutkan langkahku lalu bagaimana aku bisa mendapatkan harta karun yang ada di dalam?" tanya Wu sheng dengan pikirannya karena tak bisa mengatakannya secara langsung khawatir Yan Duxing akan berpikir jika dirinya gila.
"Hmmm, biarkan Hewan kecil itu berjalan lebih awal. Dia bisa mendeteksi jebakan karena memiliki insting bertahan hidup yang kuat!" ucap Wulong dengan wajah yang serius.
Namun Yan Duxing yang tak mengerti apapun berdiri di belakang Wu Sheng pun memberanikan diri untuk bertanya.
"Ada apa Saudara Wu? Apakah ada sesuatu di depan?" tanya Yan Duxing yang berjalan maju dengan wajah yang bingung dan penasaran di saat bersamaan.
"Di depan ada banyak jebakan yang berbahaya. Jika kita menemui satu jebakan saja di sana maka nyawa kita akan dalam bahaya!" ucap wu Sheng dengan memberitaukan kenyataan buruk yang dihadapi jika masih nekad.
Yan Duxing yang melihatnya pun menjadi takut hingga kesulitan menelan salivanya lalu menatap lorong Goa itu sangat menakutkan pada akhirnya.
Wu sheng yang memahami maksud dari Wulong pun meletakkan Gruxiao di tanah dan membiarkan Gruxiao memimpin jalan.
"Kita akan jalan sekarang! Ikuti Gruxiao dan jangan sampai ketinggalan!" ucap Wu Sheng yang memberikan peringatan kepada Yan Duxing.
Setelah berjalan cukup lama akhirnya lorong yang sangat panjang itu pun dilalui dengan aman. Tak ada satupun perangkap yang aktif sama lalu tiba-tiba saat Yan Duxing merasa sangat lelah sesuatu terjadi.
Yan duxing yang tidak diperbolehkan menyentuh apapun di lorong itu secara tidak sengaja menempelkan tangannya ke dinding dan mengaktifkan satu jebakan tak terduga.
Sebuah lubang yang sangat besar secara tak terduga muncul di bawah kaki Yan Duxing dan membuatnya terjatuh ke dalam lubang.
"Aaarrgghhh!" teriak Yan Duxing dengan suara yang keras dengan wajah yang terkejut lalu secara tak terduga ditangkap oleh Wu Sheng.
"Ayo naik! Aku akan memegang tanganmu!" ucap Wu sheng yang mulai merasa sedikit keberatan dengan berat tubuh Yan Duxing.
Wu sheng yang tak ingin berada di tempat itu lebih lama pun mengaktifkan tubuh berlian miliknya dan memfokuskannya ke tangan hingga hanya dalam hitungan detik Yan Duxing pun terangkat ke atas.
"Hah! Hah! Hah! Aku rasa sekarang kau sudah belajar dari kesalahanmmu!" ucap Wu Sheng dengan suara nafas yang tidak beraturan.
"Bangunlah! Perjalanan kita masih panjang. Kita harus berhati-hati!" ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang menyipit di depannya.
Wu sheng yang telah melihat cahaya di depannya pun mengetahui bahwa lorong yang panjang itu telah mencapai ujungnya.
"Akhirnya kita berhasil melewati semua perangkap itu!" ucap Yan duxing dengan nada suara yang terdengar sangat lega.
"Hah! Ini sungguh menakutkan! Hanya satu perangkap yang terlihat, bagaimana jika semua perangkap terbuka?" ucap Yan Duxing dengan wajah yang ketakutan.
"Jika itu terjadi maka kamu pasti sudah berdiri di sini sekarang!" ucap Wu sheng dengan nada bercanda yang membuat Yan Duxing sedikit panik.
Namun Yan Duxing yang melihat ada dua lorong di depannya pun berhenti dan melirik ke arah Wu sheng yang sedang menatap lurus ke depan dengan wajah yang serius.
"Jalan mana yang harus kita pilih? Kanan atau kiri?" tanya Yan Duxing dengan wajah yang bingung.
Wu Sheng yang mendengar pertanyaan itu pun diam dan melihat ke arah Wulong dan Gruxiao secara bergantian beberapa kali.
"Gruuuu! Grrrruuuu!" ucap Gruxiao dengan suara yang keras sambil menatap Wu sheng yang ada di belakangnya.
"Jika seperti itu, aku ingin harta yang bisa membuatku menjadi lebih kuat! Aku ingin menjadi semakin kuat untuk bisa menyelamatkan Yaoyao!" ucap Wu sheng yang ternyata masih memikirkan Guang Yao.
Wu sheng yang melihat Gruxiao telah memberikan petunjuknya pun mengalihkan pandangannya ke Yan Duxing.
"Kedua lorong ini memiliki akhir yang sama dan di setiap lorong memiliki harta karun tersendiri!" ucap Wu sheng dengan suara yang tegas.
"Kita akan berpisah di sini. Kau dan aku akan berusaha mendapatkan harta karun di masing-masing ujung lorong ini dan bertemu di pintu keluar!" ucap. Wu sheng dengan tatapan mata yang tajam.
Wu sheng yang tidak lagi membiarkan Yan Duxing menanggapi ucapannya pun langsung berlari menuju ke arah lorong yang dikatakan Gruxiao padanya.
Wu Sheng yang terus berjalan masuk ke dalam secara tak terduga menemukan kolam yang dipenuhi dengan tanaman obat di sekelilingnya.
"Apakah ini harta karun yang ada di ujung lorong ini?" tanya Wu sheng sambil menunjuk ke arah kolam yang keluar Energi Qi Murni yang sama dengan saat dirinya melewati tangga ujian Murid Sekte Langit tapi jauh lebih murni.
Gruxiao yang sangat penasaran langsung berlari dan berniat memasuki kolam tersebut segera tapi tiba-tiba Seekor Ular Raksasa muncul di hadapan Gruxiao dan berusaha untuk menelannya hidup-hidup.
"Gruxiao hati-hati! Awas!" teriak Wu sheng dengan suara yang lantang lalu berlari menangkap Gruxiao yang dalam bahaya.
"Kau sebaiknya tetap berada di sini. Aku yang akan mengalahkan Ular itu!" ucap Wu sheng yang meletakkan Gruxiao ke dalam pakaiannya.
Ular Raksasa yang kesal karena makanan pembukanya telah menghilang dari hadapannya pun menyerang Wu sheng dengan taringnya yang tajam dan panjang.
"Hah! Kau ingin memakanku! Jangan pernah bermimpi! Dasar ular jelek!" ucap Wu Sheng yang langsung mengaktifkan Langkah Awan yang hanya dalam hitungan detik telah berpindah tempat dengan sangat cepat.
"Hmmm, taring itu sangat tajam dan memiliki bisa yang sangat kuat bahkan batu pun menjadi meleleh karenanya! Sebaiknya aku berhati-hati!" ucap Wu sheng dengan wajah yang waspada.
Wu Sheng yang tau dirinya tak akan bisa menang jika hanya mengandalkan Jurus Langkah Awan pun memutuskan menggunakan Jurus Muslihat.
"Rasakan seranganku ini! Kemarahan Monster, Lompatan Kera!" ucap Wu sheng dengan sangat keras sambil mengkombinasikan Jurus tersebut dengan Langkah awan.
Wu Sheng yang berpura-pura ingin menghajar Ular Raksasa langsung berpindah posisi setelah Ular tersebut bergerak ke arahnya dan menghajar bagian tubuh Ular yang lain.
Wu Sheng yang tak berhenti di sana saja pun menghajar Ular Raksasa dengan cara yang sama sebanyak dua kali hingga membuat Ular Raksasa terjatuh dan membunuhnya.
"Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!"
"Tinju Raungan Serigala Kelabu!"
"Sekarang adalah akhirnya! Wulong! Ini adalah giliranmu menghabisi Ular Raksasa itu!" ucap Wu sheng yang dengan cepat yang membuat Wulong masuk ke dalam Pedang Wu dan menebas kepala Ular Raksasa.
Ular Raksasa yang telah kehilangan nyawanya itu langsung terbaring ke tanah yang membuat Wu Sheng dapat menggunakan Kolam Tanaman Obat dengan bebas.
#Bersambung#
Manfaat apa yang akan dirasakan oleh Wu sheng saat memasuki Kolam Tanaman Obat? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..