Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 104. Keinginan Bertemu


Guang Yao yang merupakan Nona Muda Keluarga Bai yang telah lama menghilang dan baru saja kembali setelah tanda kelahirannya diketahui ternyata tak bisa keluar meninggalkan Kediaman Keluarga Bai.


Guang Yao yang telah melakukan berbagai cara untuk kabur tapi selalu gagal dan berkhir dengan hukuman akhirnya.


“Nona, saya mohon untuk tidak kabur lagi. Anda akan susah sendiri nantinya jika terus seperti ini. Saya mohon Nona!” ucap seorang wanita muda dengan pakaian seperti pelayan dengan ekspresi wajah yang sedih.


“Aku tidak ingin disini Bong. Aku ingin kembali bersama dengan Kakak Sheng dan Ayah Angkat serta Kakak Wu Lei!” ucap Guang Yao dengan air mata yang keluar kembali.


Bong adalah pelayan pribadi yang dimiliki Guang Yao di Kediaman Keluarga Bai. Bong bukanlah pelayan milik Kediaman Bai. Bong adalah budak yang diselamatkan oleh Guang Yao saat akan diberikan kepada Hewan Buas sebaga makanan.


Bong yang sangat berterima kasih dan menjadikan Guang Yao sebagai penyelamatnya pun mengabdiakan dirinya kepada Guang Yao.


Bong yang tulus kepada Guang Yao selalu merasa sedih dan kasihan kepada Guang Yao yang diambil paksa oleh Keluarga yang tidak pernah diketahuinya keberadaannya dari orang-orang yang telah membesarkan dan merawat Guang Yao hingga dewasa.


“Saya moho Nona jangan menangis lagi. Katakan saja pada saya apa yang bisa saya lakukan. Saya berjanji akan membantu Nona!” ucap Bong yang selalu kalah pada air mata Guang Yao.


“Aku sangat merindukan Kakak Sheng. Aku sangat penasaran dengan keadaannya!” ucap Guang Yao yang menghapus air matanya.


Guang Yao yang tiba-tiba terpikirkan sebuah cara untuknya bisa mendapatkan yang diinginkannya pun meminta bantuan dari Bong.


“Aku mohon pergilah ke pusat kota dan carilah Serikat Informan terbaik. Aku ingin kau mencari informasi tentang Wu Sheng.” Ucap Guang Yao sambil memberikan sebotol Pil Penyembuh tingkat Dua dalam jumlah lima butir kepada Bong.


“Berikan ini sebagai bayaran untuk informasi itu!” ucap Guang Yao dengan ekspresi wajah yang serius.


“Baik, nona. Serahkan semuanya padaku. Aku akan melakukannya dengan sangat baik!” ucap Bong dengan percaya diri.


Matahari yang berada di langit pun berpindah posisi dan menjadikan waktu malam tiba, Guang Yao yang khawatir telah terjadi sesuatu pada Bong saat melakukan tugas darinya membuat Guang Yao semakin gelisah.


Namun kegelisahan itu tidak berlangsung lama, Bong akhirnya datang dengan tubuh dan kepala yang tertutup jubah besar berwarna hitam.


“Bong! Apakah itu kau?” tanya Guang Yao dengan tatapan mata yang dengan waspada dengan suara yang perlahan.


"Ya, Nona. Saya telah kembali dan saya telah menyelesaikan semuanya!" ucap Bong dengan wajah yang ceria.


Guang Yao yang mendengar perkataan Bong ikut bahagia dan bergegas mengajak Bong masuk ke dalam Kediamannya.


Bong yang menyembunyikan gulungan besar di dalam pakaiannya bergegas mengeluarkannya dan memberikan gulungan tersebut kepada Guang Yao.


Guang Yao yang sangat penasaran tidak bisa menahan dirinya sehingga tanpa pikir panjang langsung mengambil gulungan tersebut dan membaca isinya.


"Kakak Sheng! Ternyata kau berhasil mewujudkan cita-citamu menjadi Pria yang kuat dan tak akan ada orang yang akan merendahkan ataupun meremehkanmu sekarang!" ucap Guang Yao dalam hati sambil memeluk gulungan yang berisikan gambar wajah Wu sheng di dalamnya.


"Kakak Sheng berencana akan mengikuti Pertandingan Dinasti Yuan maka aku harus pun datang ke Pertandingan tersebut! Karena itu, aku harus membuat Paman memberikan izinnya padaku!" ucap Guang Yao dengan tekad yang kuat.


"Tapi bagaimana aku bisa mendapatkan izinnya? Aku bahkan kesulitan untuk keluar dari Kediaman ini!" ucap Guang Yao dengan wajah yang frustasi.


Bong yang sejak awal hanya diam dan mengamati perubahan wajah Guang Yao menjadi khawatir saat Guang Yao memasang wajah bingung.


"Nona ada apa? Apakah terjadi masalah pada Tuan Muda?" ucap Bong dengan wajah yang penasaran dengan pikiran bahwa kesedihan Guang Yao selalu terdapat pada Wu sheng.


"Tidak! Kakak Sheng baik-baik saja bahkan sekarang dia telah menjadi pria yang kuat. Aku ingin bertemu dengannya tapi aku tak tau caranya bagaimana bisa keluar dari kediaman ini. Paman pasti tidak akan mengizinkannya!" ucap Guang Yao dengan kepala tertekuk ke bawah.


"Nona jangan bersedih. Meskipun Tuan Besar Bai tidak mengizinkan bukankah Nona bisa meminta bantuan seseorang yang tidak mungkin perkataannya akan dibantah!" ucap Bong yang seketika membuat wajah Guang Yao yang murung menjadi ceria kembali.


"Kau benar sekali! Aku akan menemui Kakek besok pagi dan memintanya membawaku ke Pertandingan Dinasti jadi aku bisa bertemu dengan Kakak Sheng" ucap Guang Yao dengan semangat yang membara.


"Kalau begitu aku harus tidur lebih cepat karena ada yang harus persiapkan keesokan paginya sebelum matahari terbit." ucap Guang Yao yang langsung berdiri dan berjalan menuju ke tempat tidurnya yang membuat Bong ikut senang melihat Guang Yao tersenyum kembali.


Keesokan harinya, Guang Yao yang telah berpakaian dengan sangat rapi dengan riasan tipis di wajahnya pun berdiri dengan wajah yang bahagia di depan cermin.


"Apakah semuanya sudah dipersiapkan dengan baik?" tanya Guang Yao yang berbalik arah menatap Bong yang berdiri di depannya dengan senyum yang lebar.


"Tentu saja, Nona. Saya telah mempersiapkan semuanya sesuai perkataan Nona." ucap Bong dengan sikap yang sopan di hadapan beberapa pelayan lain yang membantu Guang Yao mempersiapkan diri.


Guang Yao yang berjalan ke sebuah Paviliun yang sangat besar pun memasukinya bersama Bong yang membawa Sup Gingseng yang telah dimasak khusus oleh Guang Yao menggunakan Gingseng Seribu Tahun yang diberikan Wu sheng padanya sebelum pernikahan.


"Maafkan aku Kakak Sheng. Aku tidak menggunakan Gingseng ini sendiri karena aku terpaksa harus memberikannya kepada orang lain demi mencapai tujuanku! Aku harap Kakak sheng akan mengerti!" ucap Guang Yao yang berjalan memasuki sebuah ruang yang ternyata sudah dipenuhi orang-orang padahal masih pagi.


Guang Yao yang dapat mengenali semua orang yang ada disana dengan sekali lihat karena dirinya telah tinggal di Kediaman Keluarga Bai selama beberapa beberapa bulan mengubah ekspresi wajah dengan senyum ramah pada semua orang.


“Cucu memberi hormat kepada Kakek!” ucap Guang Yao dengan kepala tertunduk dengan tubuh yang merendah.


“Yao’er! Masuklah! Kakek senang melihatmu datang!” ucap seorang pria tua dengan rambut dan jenggot yang telah memutih dengan senyum yang lembut dan tatapan mata yang penuh kasih sayang.


“Terima kasih, Kakek!” ucap Guang Yao yang dengan cepat mengangkat kepalanya lalu memberikan kode kepada Bong untuk menyerahkan Sup Gingseng yang telah dimasaknya kepada Kakeknya.


Bai Hong adalah Kepala Keluarga Bai yang menjabat kembali setelah kematian Ayah Guang Yao karena sebuah kecelakaan yang menyebabkan baik anak mau menantunya meninggal serta cucuk perempuannya menghilang tanpa jejak.


Bai Hong yang merasa sangat bersalah karena kematian Anak dan Menantunya melakukan berbagai cara untuk menemukan Guang Yao hingga akhirnya mendapatkan petunjuk saat Guang Yao mengaktifkan kultivasinya.


Bai Hong yang tau jika Guang Yao telah menikah dan dipisahkan dari Keluarga yang menyelamatkannya terpaksa menutup mata karena tak ingin Guang Yao bersama Pria yang tidak layak.


Guang Yao yang tidak tau tentang tujuan lain dari Bai Hong selalu menganggap Bai Hong sama seperti orang lain yang ada di Keluarga Bai.


Namun Guang Yao yang memiliki tujuan untuk bisa berkumpul bersama Wu Sheng memutuskan menahan emosinya dan berpura-pura menyayangi Bai Hong.


“Kakek, aku dengar jika Kakek selalu tidur larut malam karena terlalu banyak bekerja. Yao’er tidak ingin Kakek jatuh sakit jadi Yao’er buatkan Sup Gingseng ini untuk Kakek!” ucap Guang Yao dengan suara yang lembut.


Bai Hong yang melihat dan mendengar Guang Yao sengaja membuatkan Sup Gingseng karena khawatir akan kesehatannya menjadi sangat senang dan menerimanya dengan hati bahagia.


Namun Bai Xiu yang merupakan Adik dari Ayah Guang Yao dan orang terdekat akan Kepala Keluarga Bai setelah meninggalnya Bai Hong merasa tidak senang akan kehadiran Guang Yao begitu pula dengan Putrinya, Bai Qingyu.


“Yao’er sangat baik membuatkan Ayah Sup Gingseng tapi darimana kau mendapatkan Gingseng tersebut dan melihat dari warnanya sepertinya Gingseng tersebut berumur ribuan tahun! Apakah kau mencurinya dari Ruang Harta Keluarga Bai?” tanya Bai Xiu dengan ekspresi wajah yang polos.


“Apa yang Paman katakan? Yao’er tidak mengerti sama sekali. Yao’er tidak mencuri apapun!” ucap Guang Yao dengan wajah yang datar dengan tatapan mata yang lurus ke depan.


“Benarkah? Lalu darimana kau mendapatkannya? Bukankah selama ini kau hanya tinggal di Keluarga Bangsawan kecil di Kota yang kecil?” sindir Bai Qingyu dengan tatapan mata yang tajam.


Guang Yao yang tidak senang Bai Xiu dan Bai Qingyu menghina orang-orang di Keluarga Wu pun membalas dengannya elegan.


“Gingseng ini benar berumur ribuan tahun dan Gingseng diberikan oleh Kakak Sheng padaku tepat beberapa hari sebelum aku dibawa paksa kemari!” ucap Guang Yao yang menekankan beberapa kata terakhir dalam kalimatnya yang membuat Bai Hong menatap Guang Yao.


“Kakak Sheng memang berasal dari Keluarga Bangsawan kecil dan tidak sebanding dengan Kediaman Bai tapi Kakak Sheng bukanlah pria biasa!” ucap Guang Yao dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


“Kakek, Yao’er dengar jika Kakek membutuhkan Pil Penyembuh. Yao’er hanya punya ini, Yao’er harap dapat membantu Kakek!” ucap Guang Yao sambil menyerahkan lima butir Pil Penyembuh tingkat Tiga kepada Bai Xiu.


Guang Yao yang telah menebarkan jaringnya dengan sempurna pun meminta izin untuk pergi dan meninggalkan tempat tersebut sesegera mungkin.


Satu jam berlalu, Guang Yao yang duduk di kamarnya menunggu umpannya dimakan pun tersenyum lebar saat dipanggil Bai Hong ke ruang kerjanya.


“Yao’er sangat perhatian pada Kakek dengan memberikan banyak hal. Kakek merasa tidak nyaman jika tidak membalasnya. Sekarang katakan pada Kakek apa ada sesuatu yang Yao’er inginkan? Kakek berjanji akan mengabulkannya!” ucap Bai Hong dengan senyum lembut tapi tatapan matanya begitu dingin.


“Izinkan Yao’er datang ke Pertandingan Dinasi Yuan yang akan diadakan sebentar lagi, Kakek!” ucap Guang Yao dengan ekspresi wajah yang serius dengan tatapan mata lurus ke depan.


“Baiklah! Kakek berjanji akan membawamu kesana nantinya!” ucap Bai Hong yang dengan cepat mengubah ekspresi wajah Guang Yao menjadi bahagia.


“Kakak Sheng! Tunggu aku! Kita pasti akan bertemu nanti!” ucap Guang Yao dalam hati sambil membungkukkan tubuhnya memberi hormat sebagai ucapan terima kasih.


Di saat bersamaan, Wu Sheng yang terus berlatih tanpa henti demi menjadi lebih kuat ternyata dirinya juga tak pernah berhenti memikirkan Guang Yao.


“Yaoyao! Tunggu aku! Kita pasti akan bertermu sebentar lagi!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penuh harap dengan tatapan mata ke langit dengan tatapan kerinduan.


#Bersambung#


Apakah Guang Yao dan Wu Sheng akan bertemu pada akhirnya? Apakah Bai Xiu dan Bai Qingyu akan diam saja? tebak jawabannya di kolom komentar.