Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 131. Pertandingan Jujur


Xiao Jiu yang sebenarnya tidak senang berbuat curang demi mendapatkan kemenangan dan tertekan dengan keadaan mulai mempertimbangkan tawaran dari Wu Sheng.


“Apakah kau sungguh berjanji akan mengobati Keluargaku?” tanya Xiao Jiu dengan mata elang.


“Aku berjanji!” ucap Wu Sheng tegas.


Xiao Jiu yang merasakan beban berat yang ada di pundaknya telah menghilang pun berdiri dengan tegap di hadapan Wu Sheng.


“Terima kasih!”


“Kau sudah berjanji padaku Tuan Muda Wu jadi mulai sekarang aku akan bertarung denganmu secara adil!”


“Aku akan mengerahkan semua yang aku miliki untuk melawanmu!”


“Oleh karena itu, jangan kecewakan keputusan yang telah aku buat!”


Wu Sheng yang senang karena boneka yang dikirim oleh Pangeran Rong Zhou telah dijinakkannya.


Keduanya yang sepakat bertarung dengan adil pun mengerahkan semua kemampuan yang dimiliki.


“Langkah Angin! Tinju Kilatan Petir!” ucap Wu Sheng.


“Tarian Pedang Dewa Kematian! Teriakan Pedang Iblis!” teriak Xiao Jiu.


“Segel Formasi, Cangkang Kura-Kura Emas!” balas Wu Sheng.


Wu Sheng yang tak ingin pertandingannya berlangsung lama pun mempercepat serangan dan mempertajam gerakannya.


“Jurus Muslihat, Kemarahan Monyet, Lompatan Kera!”


“Jurus Muslihat, Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!”


Xiao Jiu yang kesulitan mengimbangi kecepatan serangan Wu Sheng pun terkena serangan hingga mundur ke beberapa langkah.


“Aaarrgghhh!”


Wu Sheng yang tidak diam saja saat melihat kesempatan untuk mengakhiri pertandingan itu dengan cepat pun mengeluarkan Jurus terakhir dari Jurus Muslihat.


“Jurus Muslihat, Tinju Raungan Serigala Kelabu!”


Xiao Jiu yang tidak bisa bereaksi dengan cepat pun terkena pukulan tinju Wu Sheng lalu terlempar ke luar Arena Pertandingan.


Semua orang yang melihat Wu Sheng memenangkan Pertandingan dan mempertunjukkan Pertandingan yang sangat hebat pun bersorak-sorai.


“Tuan Muda Wu, kau hebat sekali!”


“Tuan Muda Wu, aku adalah penggemar pertamamu!”


“Jadikan aku wanitamu, Tuan Muda Wu! Aku bersedia mengandung anakmu!”


Master Zuge yang melihat Pertandingan dari samping segera melompat ke Arena Pertandingan dan memberikan pengumuman.


“Pemenang dalam pertandingan ini adalah Wu Sheng dari Sekte Langit!”


Wu Sheng yang tidak merasa sombong atas kemenangannya pun melompat turun ke bawah Arena dan membantu Xiao Jiu berdiri.


“Terima kasih! Pertandingan yang sangat bagus! Kau sangat hebat Xiao Jiu!” puji Wu Sheng.


“Sama-sama! Aku hebat tapi kau lebih hebat dariku! Selamat atas kemenanganmu! Kau memang sangat kuat!” ucap Xiao Jiu dengan senyum tulus.


Wu Sheng yang melihat orang yang baik pun mengeluarkan sebuah botol yang ada di dalam cincin penyimpanannya.


“Ambillah ini! Di dalamnya ada Pil Hitam Suci tingkat tiga! Berikan ini kepada keluargamu yang sakit! Aku jamin dia pasti akan segera pulih!” ucap Wu Sheng percaya diri.


Xiao Jiu yang mengetahui bahwa Pil Hitam Suci adalah Pil yang sangat langka dengan harga yang sangat mahal menjadi sangat terkejut.


Xiao Jiu yang merasa tidak nyaman untuk menerima pemberian Wu Sheng pun menelan harga dirinya demi Keluarganya.


“Terima kasih! Terima kasih banyak Tuan Muda Wu! Aku berjanji, aku pasti akan membalas budimu di masa depan!” janji Xiao Jiu.


“Kalau begitu balas budimu pada Istri dan Anakku di masa depan!” ucap Wu Sheng.


Xiao Jiu yang merasa sangat bersyukur dengan cepat menganggukkan kepalanya menyetujui permintaan Wu Sheng lalu meninggalkan Arena Pertandingan.


Wu Sheng yang kembali ke tempatnya langsung disambut dengan senyum bahagia dan ucapan selamat dari yang lain.


“Pertandingan yang bagus, Saudara Wu!” ucap Nanggong Xuenli sambil menepuk pundak Wu Sheng.


Hua Nan yang berdiri di depan Wu Sheng pun ikut mengancungkan jempol sebagai tanda pengakuan kehebatan Wu Sheng.


Zhixia yang hanya diam saja karena malu mengatakan sesuatu pun mempertanyakan sikap Wu Sheng kepada lawannya.


“Saudara Wu, kau sangat baik! Kau bahkan menolong lawanmu yang telah berbuat curang padamu!” ucap Zhixia bingung.


“Aku hanya melakukan yang benar! Dia melakukan itu karena terpaksa dan bukan karena memiliki dendam pribadi padaku!” jawab Wu Sheng.


Master Luo yang melihat Wu Sheng yang terlihat semakin dewasa dan menjadi pria yang kuat menjadi senang.


“Bagus! Wu Sheng sudah memenangkan Pertandingan pertama dan yang lainnya harus berusaha lebih keras untuk bisa menyusulnya. Apa semua mengerti?” tanya Master Luo.


“Ya, Master!” jawab semuanya bersamaan.


Sementara itu, Pangeran Rong Zhou yang sangat marah karena Xiao Jiu menghancurkan rencananya dengan ideologinya yang menurutnya murahan pun menampar wajah Xiao Jiu.


“Br*ngsek! Beraninya kau melanggar perkataanku!”


“Apa kau lupa siapa aku? Aku bisa saja membunuh seluruh keluargamu dalam satu malam!”


Xiao Jiu yang berpikir jika kesalahan yang dibuatnya karena melanggar perkataan Pangeran Rong Zhou hanya akan diterima olehnya sendiri tapi ternyata tidak pun bergegas meminta ampun.


“Mohon ampuni hamba, Yang Mulia! Ampuni hamba, Yang Mulia!”


“Ini semua salah saya, tolong hukum saya saja, Yang Mulia! Jangan libatkan keluarga hamba, Yang Mulia!”


Pangeran Rong Zhou yang menjadi semakin kesal saat melihat Xiao Jiu berlutut di hadapannya untuk melindungi keluarganya pun menendang Xiao Jiu ke belakang.


“Dasar manusia rendahan! Kau tidak pantas memohon ampun! Aku tidak akan pernah mengampunimu!”


Pangeran Rong Zhou yang tidak akan bisa tenang jika orang yang menentangnya tidak musnah atau menghilang dari pandangannya pun memberikan kode kepada kesatria bayangannya.


“Seret orang ini keluar dan cambuk dia lima puluh kali lalu buang dia ke jalan!”


“Bunuh semua keluarganya dan jangan biarkan satu pun hidup!”


“Aku ingin menjadikan ini sebagai pelajaran kepada orang-orang yang tidak bisa mengetahui siapa Tuannya!”


Xiao Jiu yang mendengar keluarganya dalam bahaya menolak untuk dibawa dan berniat melarikan diri.


“Tidak! Tolong jangan bunuh keluargaku, Yang Mulia!”


Xiao Jiu yang masih memiliki beberapa racun yang disiapkannya untuk melawan Wu Sheng bergegas menggunakan itu untuk melarikan diri.


Xiao Jiu yang melemparkan gas beracun ke arah Pangeran Rong Zhou membuat Kesatria Bayangan terpaksa memilih untuk menyelamatakan Pangeran Rong Zhou.


Asap beracun yang langsung menyebar dengan cepat ke seluruh tempat membuat Xiao Jiu memiliki kesempatan untuk melarikan diri.


Pangeran Rong Zhou yang mengetahui Xiao Jiu melarikan diri menjadi semakin kesal dan marah.


“Br*ngsek! Aku tidak akan mengampunimu Xiao Jiu!”


“Cepat kejar dia dan bawa dia ke hadapanku! Aku sendiri yang akan mencambuknya hingga mati!”


Kesatria Bayangan yang telah gagal satu kali menangkap Xiao Jiu bergegas mengejar Xiao Jiu dengan kecepatan penuh.


Xiao Jiu yang staminanya belum kembali pulih setelah pertandingan dengan Wu Sheng ternyata tidak bisa belari dengan cepat.


Xiao Jiu yang menemukan jalan buntu karena Kesatria Bayangan berhasil mengejarnya menjadi sangat kesal.


“Gawat! Aku tidak boleh tertangkap! Aku harus bisa lari dari sini dan menyelamatkan keluargaku!” gumam Xiao Jiyu.


“Kau tak akan bisa melarikan diri lagi dari kami! Kau harus ikut kami menemui Yang Mulia Pangeran!” ucap salah satu dari ketiga Kesatria Bayangan yang mengejar.


“Tidak! Aku tidak akan pernah ikut dengan kalian! Aku akan bertarung dengan kalian hingga akhir!” tegas Xiao Jiu.


Xiao Jiu yang tidak punya pilihan lain selain bertarung untuk bisa lewat dari kepungan pun mengeluarkan jurusnya.


“Tarian Pedang Dewa Kematian!”


#Bersambung#


Apakah Xiao Jiu akan berhasil melarikan diri dari serangan? Apakah keluarganya akan berhasil selamat dari tangan Pangeran Rong Zhou? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...