
Wu Sheng yang tidak memiliki hati yang cukup besar, tidak berniat untuk membantu orang lain yang tidak memberikan manfaat apapun pada dirinya.
"Aku akan mencoba membantu menemukan penawar untuk racun yang ada di tubuhnya tapi selebihnya aku akan serahkan pada Tetua!" ucap wu sheng dengan wajah yang datar.
Tetua Ming yang mendengar perkataan wu sheng pun menarik nafas panjang sambil memasang wajah kecewa karena di dalam hatinya, dirinya berharap wu sheng dapat menyembuhkan Bai Qinghua dengan Pengetahuan Pengobatan dan Alkemianya seperti semula.
Wu sheng yang memahami arti dari semua yang dilakukan Tetua Ming memilih tetap diam dan menjadi orang yang pasif tanpa terlihat mencolok sama sekali.
Wu sheng yang menyatakan kesanggupannya pun memanggil Nu Pong ke Sekte Langit lalu memeriksa kondisi Bai Qinghua di depannya.
"Bagaimana? Apakah kau bisa melakukan sesuatu?" tanya Wu sheng dengan wajah yang datar tanpa ekspresi dengan tatapan mata yang tidak peduli.
"Saya akan segera membuat penawarnya tapi saya membutuh beberapa tanaman obat." ucap Nu Pong dengan kepala tertunduk dengan sikap yang sopan.
"Baiklah. Aku akan segera mendapatkan tanaman obat yang kau butuhkan jadi jangan biarkan dia meninggal!" ucap Wu sheng yang dibalas dengan anggukan kepala sebagai tanda persetujuan.
Di saat bersamaan Master Luo yang melakukan investigasi tentang pembunuhan dan pemukulan Murid Sekte Langit pun mencoba mencari informasi tersebut mulai dari tempat dimana ditemukan keduanya dan tempat terakhit keduanya.
"Sial! Kenapa semuanya terlihat sangat rapi bahkan aku tidak menemukan jejak apapun!" ucap Master Luo dengan wajah yang kesal.
"Apa aku telah melakukan kesalahan dalam investigasi ini?" tanya Master Luo pada dirinya sendiri dengan tatapan mata yang tajam lalu berubah bingung.
"Tidak! Aku tidak boleh menyerah! Aku akan memulainya dari awal lagi. Aku yakin jika aku telah melewatkan sebuah petunjuk penting!" ucap Master Luo dalam hati dengan tekad yang kuat.
Master Luo yang sadar jika dirinya menyerah maka semuanya pun akan menjadi sia-sia meminta Murid Sekte Langit yang ada di dalam kelompoknya untuk kembali mencari bukti dari awal dan mencarinya lebih teliti lagi.
Sementara itu, Ketua Dong yang mendapatkan laporan tentang situasi yang terjadi saat ini dari Tetua Ming yang bertanggung jawab dalam pengobatan Bai Qinghua akhirnya masuk ke dalam pikirannya
"Situasi ini sungguh di luar perkiraan. Jika seperti ini maka aku harus mencari kandidat lain yang akan mengikuti Pertandingan yang akan terjadi dalam waktu dekat!" ucap Ketua Dong dengan tubuh bersandar di kursi sambil menarik nafas yang panjang.
Di tempat yang lain, Master Dang yang melaporkan semua yang dilakukan Mo Sanlong pada Ketua Ze.
“Bagus! Bagus sekali! Tidak disangka ternya penghianat itu cukup berguna juga!” ucap Ketua Ze dengan wajah yang bahagia dengan tawa yang lebar.
“Kalau begitu buat Mo Sanlong sebagai target mereka. Jangan biarkan Sekte Langit curiga bahwa kita adalah dalang dari semua ini! Biarkan dia menjadi target semuanya!” ucap Ketua Ze dengan senyum yang licik.
“Jangan khawatir. Aku akan mengurusnya dengan sangat baik. Aku tidak akan meninggalkan masalah untuk Sekte Tao!” ucap Master Dang dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Beberapa hari berlalu, Wu Sheng yang telah berhasil menghilangkan racun di dalam tubuh Bai Qinghua dengan bantuan Nu Pong pun memanggil Tetua Ming setelah Bai Qinghua sadarkan diri.
“Apa yang kau katakan itu benar? Kalau begitu kita pergi kesana sekarang! Informasikan tentang kepada Master Luo juga!” ucap Tetua Ming dengan buru-buru sambil memberikan tugas kepada Penjaga pergi menuju halaman Master Luo.
Tak butuh waktu lama, Tetua Ming dan Master Luo telah berada di ruangan dan melihat Bai Qinghua terduduk di atas tempat tidur dengan tubuh yang lemas lalu mendengarkan percakapan antara Bai Qinghua dan Wu Sheng.
“Jika kau tak bisa menyembuhkan tangan dan kaki lalu tak bisa mengembalikan meridianku yang rusak, bukankah lebih baik jika kau membiarkan mati?” tanya Bai Qinghua dengan wajah yang datar dengan ekpsresi wajah yang sedih.
“Aku memang tak bisa melakukan apapun tentang itu tapi tugasku adalah menghilangkan racun di dalam tubuhnya dan membuatmu sadarkan diri!” ucap Wu Sheng dengan suara yang dingin.
“Kau sungguh manusia yang tidak tau diri. Bukankah saat ini seharusnya kau berterima kasih karena nyawamu telah aku tolong?” sindir Wu Sheng dengan kata-kata yang pedas.
“Hah! Berterima kasih? Jangan bermimpi! Apakah aku meminta bantuanmu untuk menyembuhkanku?” ucap Bai Qinghua dengan ekspresi wajah yang marah.
Wu Sheng yang ingin mengatakan sesuatu sebagai balasa segera menutup mulutnya dan menahan semua yang ingin dikatakannya saat Tetua Ming dan Master Luo datang.
“Apa yang kau katakan? Kau adalah Murid Sekte Langit. Apakah seperti itu caramu menghargai nyawamu sendiri yang telah diselamatkan orang lain?” teriak Tetua Ming dengan wajah yang marah.
Bai Qinghua yang mendengar perkataan Tetua Ming pun terdiam karena kenyataannya adalah Tetua Ming adalah Guru dari Bai Qinghua.
Tetua Ming yang mengetahui bahwa Muridnya terluka dan dalam keadaan kritis melakukan berbagai cara untuk menyembuhkannya lalu menjadi kecewa saat mendengar perkataan Muridnya itu.
“Apakah kau tidak merasa bersalah pada Gurumu yang telah melakukan berbagai cara untuk membuatmu melewati masa kritismu itu?” tanya Tetua Ming dengan ekspresi wajah yang kecewa.
Bai Qinghua yang melihat Gurunya bersedih setelah mendengar semua yang dikatakannya memilih diam dan menundukkan kepalanya.
Wu Sheng yang tidak suka situasi antara Guru dan Murid tersebut pun mengatakan kalimat yang telah ditundanya untuk dikatakan.
“Hah! Aku baru tau jika Tetua Ming adalah Guru dari orang ini. Oleh karenanya, aku baru menyadari alasan Tetua Ming sangat ingin Bai Qinghua selamat!” ucap Wu Sheng dalam hati sambil menghembuskan nafas perlahan.
“Kataka siapa kau tidak memiliki kegunaan sama sekali setelah kau sadar? Kau memiliki sebuah peran yang sangat penting tepat saat kau sadar!” ucap Wu Sheng dengan suara yang tegas dan tatapan mata yang tajam.
“Kau adalah satu-satunya orang yang menjadi saksi dari dalang dari semua kejadian ini! Kau bisa mengatakan kepada Gurumu dan yang lainnya tentang orang yang telah mencelakaimu!” ucap Wu Sheng lagi sambil berjalan maju mendekat ke arah Bai Qinghua.
“Apakah kau sungguh bersedia mati begitu saja tanpa melihat orang yang telah membuatmu seperti ini mendapatkan balasannya?” tanya Wu Sheng dengan tatapan merendahkan.
“Apakah kau tidak memiliki niat untuk membalasnya dan hanya pasrah pada kenyataan seperti seorang idiot?” sindir Wu Sheng lagi dengan ekspresi wajah yang dingin.
Bai Qinghua yang mendengar penghinaan dari setiap kata yang diucapkan Wu Sheng pun tak bisa mengatakan apapun dan hanya bisa mengepalkan tangannya dengan sangat erat.
Wu sheng yang tak ingin menghabiskan waktunya pada orang yang tidak memiliki keinginan untuk hidup lagi dan tak tau balas budi pun memilih mengurungkan niat baiknya.
“Padahal sebelumnya aku terpikirkan untuk menyembuhkan lukamu dan mengembalikan Meridianmu yang rusak tapi melihat dirimu tak merasa berterima kasih sama sekali saat aku menyelamatkan nyawamu sebaiknya aku tinggalkan saja pikiran itu!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan tatapan mata yang merendahkan.
“Tak ada gunanya menolong orang yang di masa depan bisa saja menggigitku saat taringnya tubuh kembali! Akan lebih baik dirimu seperti ini, hidup dalam kehampaan!” ucap Wu Sheng yang telah membuat keputusan.
Wu Sheng yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik pun meminta izin kepada Tetua Ming dan Master Luo untuk kembali ke halamannya lalu tiba-tiba Wulong muncul dan bertanya padanya.
“Kenapa kau tidak membantunya? Bukankah kau bisa menyelamatkannya?” tanya Wulong yang melayang di udara dengan mata yang penasaran.
“Dia adalah Murid dari Tetua Ming. Jika kau menyelamatkannya, Tetua Ming pasti akan sangat berterima kasih padamu!” ucap Wulong dengan percaya diri.
“Apakah itu berguna jika orang yang aku tolong sendiri tidak merasa berterima kasih sama sekali?” tanya Wu Sheng dengan nada menghina.
“Aku tidak mau menolong anjing terjepit! Aku tidak mau ditikam dari belakang saat aku telah melakukan kebaikan pada orang lain!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang cuek.
“Aku telah menghabiskan waktuku di dua kehidupan, yaitu kehidupan lampau dan kehidupan sekarang! Aku telah banyak melihat orang seperti itu. Aku tidak mau menghabiskan tenagaku untuk hal yang tidak berguna. Lebih baik aku fokus berlatih dan menjadi lebih kuat daripada harus menolong orang yang tidak pantas ditolong!” ucap Wu Sheng dengan tegas.
Wu sheng yang telah merasakan pahit dan manisnya kenyataan di kehidupan yang lalu pun tak ingin melakukan kesalahan yang sama. Oleh karenanya, Wu Sheng memilih fokus pada dirinya dan orang-orang yang penting bagi dirinya.
#Bersambung#