
Wu Sheng yang telah mendapatkan hadiah yang diharapkannya dari tempat taruhan pun kembali ke Penginapan dan berlatih.
"Hmmm, seperti yang dikatakan oleh Wulong. Aku belum cukup kuat untuk bisa mengalahkan semua orang yang ikut dalam Pertandingan ini!"
"Oleh karena itu, satu-satunya cara untuk membuktikan kepada semua orang akan kemampuanku adalah dengan terus berlatih dan menjadi lebih kuat!"
Namun Wu sheng yang baru saja sampai di Penginapan tiba-tiba ada seorang wanita muda datang menemuinya yang ternyata adalah Bong, Pelayan Pribadi Guang Yao.
"Apakah anda adalah Tuan Muda Wu Sheng?" tanya Bong sopan.
“Benar!” jawab Wu Sheng singkat.
Bong yang mengetahui bahwa pria yang berdiri di depannya adalah pria yang selalu ditunggu oleh Nonanya menjadi sangat senang.
Bong yang mendapatkan pesan dari Guang Yao untuk membawa Wu Sheng menemuinya pun memberikan sebuah sapu tangan kepada Wu Sheng.
Wu Sheng yang menerima sapu tangan itu langsung mengetahui orang yang menjadi pemiliknya sehingga tatapan mata penasaran pun tak bisa disembunyikan Wu Sheng.
“Silahkan ikuti saya, Tuan Muda!” ucap Bong singkat.
Wu Sheng yang tak banyak bertanya mengangguk setuju dan berjalan mengikuti yang tanpa disadari Zhixia melihat keduanya.
Zhixia yang penasaran pun mengikuti kepergian Wu Sheng yang pergi ke sebuah Restoran yang cukup mewah.
“Selamat datang!” ucap seorang pelayan wanita.
Zhixia yang terus mengikuti pun berjalan menaiki tangga menuju lantai dua sampai terus menjaga jarak.
Wu Sheng yang sudah tau sejak awal jika Zhixia mengikutinya pun memutuskan untuk membiarkan Zhixia.
‘Hah! Sangat sulit menolak seorang wanita! Aku harap setelah ini Nona Xia akan berhenti!’ pikir Wu Sheng.
Wu Sheng yang memasuki ruangan pun melihat seorang wanita dengan cadar putih yang sedang duduk menatap ke luar jendela.
Wu Sheng yang tau jika Bong ingin menutup pintu tersebut pun menghentikannya dan mengusir Bong keluar.
Bong yang awalnya bingung pun akhirnya patuh setelah Guang Yao mengangguk pelan padanya.
“Biarkan saja! Tinggalkan kami!” perintah Wu Sheng.
Wu Sheng yang sangat merindukan Guang Yao pun memeluk Guang Yao dengan sangat erat lalu melepas cadarnya kemudian menc*um bibirnya dengan lembut dan perlahan menjadi semakin agresif.
Zhixia yang sampai di ruangan tersebut dan melihat yang dilakukan Wu Sheng dengan Guang Yao menjadi sangat terkejut.
Air mata kesedihan dan rasa sakit di hatinya membuat Zhixia berbalik arah dan berlari sangat cepat meninggalkan Restoran tersebut.
“Ka-Kakak Wu Sheng.....! Ka-Kau.....!”
Wu Sheng yang tiba-tiba didorong oleh Guang Yao secara tiba-tiba menjadi terkejut tapi setelah melihat Guang Yao yang panik membuat Wu Sheng bahagia.
Wu Sheng yang melihat Guang Yao salah tingkah dengan wajah yang memerah karena malu pun semakin ingin menggodanya.
‘Wajah malunya terlihat sangat lucu!’
Wu Sheng yang tak membiarkan Guang Yao tenang pun mengucapkan beberapa kalimat yang membuat jantung Guang Yao berdegup sangat cepat.
“Makanan pembuka ini cukup lezat setelah sekian lama menunggu dan bersabar!”
“Kakak Sheng sungguh tidak sabar untuk menghabisi menu utama dan penutupnya!”
Guang Yao merasa sedang digoda oleh Wu Sheng pun menjadi sangat kesal sehingga tak sengaja mengungkapkan emosinya yang tanpa disadari hal itu membuat Wu Sheng sangat bahagia.
“Apakah Yaoyao cemburu?” tanya Wu Sheng dengan senyum jahil.
Wu Sheng yang tak ingin Guang Yao marah padanya dan salah paham di saat keduanya baru bertemu setelah sekian lama terpisah pun menjelaskan semuanya.
“Yaoyao tak perlu cemburu padanya karena tak pernah terjadi apapun di antara kami!” tegas Wu Sheng.
“Nona Xia adalah Murid Inti dari Master Luo dan Kakak Sheng sudah mengetahui sejak awal Nona Xia mengikuti!” ucap Wu Sheng jujur yang membuat Guang Yao menatap bingung.
“Kakak Sheng membiarkannya dan memerintahkan Pelayanmu keluar dengan pintu terbuka untuk membuatnya sadar akan kenyataan!” ucap Wu Sheng datar.
“Kakak Sheng sudah menolak perasaannya sejak awal tapi sepertinya itu tidak berhasil. Oleh karena itu, Kakak Sheng melakukan ini!” ucap Wu Sheng dingin.
“Ini adalah pilihan terbaik untuk semuanya karena sejak awal posisi itu telah ditempati oleh Yaoyao!” tegas Wu Sheng.
Guang Yao yang cemburu dan kesal pada Wu Sheng pun merasa malu pada dirinya sendiri karena tidak percaya pada Wu Sheng.
‘Kenapa aku bodoh sekali?’
‘Kenapa aku tidak bisa percaya pada Kakak Sheng?’
‘Kenapa aku terlalu mudah percaya dengan yang aku lihat padahal Kakak Sheng sengaja pergi sejauh ini hanya untukku!’
‘Aku malu!’
Wu Sheng yang dapat menebak yang ada di dalam pikiran Guang Yao pun menariknya ke dalam pelukannya dan menenangkannya.
“Maafkan Kakak Sheng yang membuat Yaoyao menunggu terlalu lama!” ucap Wu Sheng lembut.
“Kumohon bersabarlah sedikit lagi! Setelah ini kita akan selalu bersama dan tak akan terpisahkan lagi!” ucap Wu Sheng lagi yang dibalas dengan anggukan kecil.
Malam pun tiba, Wu Sheng yang kembali ke Penginapan pun mengunci dirinya di dalam kamar dan melakukan latihan tertutup untuk meningkatkan kultivasinya.
“Menjadi kuat di antara semua orang adalah satu-satunya cara untuk dapat bersama orang yang aku cintai!” ucap wu Sheng.
Wu Sheng yang sadar jika menjadi kuat tak bisa dilakukan sendirian pun memutuskan untuk membantu Wuselong meningkatkan kultivasinya dengan memberikan sepuluh kantong Inti Kristal Cyan.
“Kau harus menjadi lebh kuat karena kau akan menjadi salah satu Kartu As saat aku menghadapi musuh yang sulit!” ucap Wu Sheng.
Wu Sheng yang tidak melupakan Gruxiao dan Wulong pun memberikan bagian keduanya secara adil.
Wu Sheng yang tau jika Gruxiao menyukai Harta Karun dan barang berharga pun memberikan sepuluh botol Pil Hitam Suci yang ternyata langsung ditelan Gruxiao.
Wu Sheng yang belum bisa menepati janjinya saat di dalam Portal pun memberikan Harta Karun yang didapatkannya saat merampok Peserta lain di Pertandingan Dinasti Yuan kepada Wulong.
“Ini adalah beberapa Senjata tingkat Langit Awal. Meskipun ini tidak memiliki efek yang besar untukmu tapi aku harap ini bisa mengembalikan sedikit Kekuatanmu!”
“Aku tidak akan melupakan janjiku! Aku pasti akan mencari Harta Karun tingkat Surgawi untuk di Acara Pelelangan nanti!”
Wu Sheng yang tak ingin diganggu oleh siapapun memutuskan membuat Formasi Perlindungan dan Formasi Ilusi untuk mengecoh musuh yang berniat menyerangnya secara diam-diam.
Wu Sheng yang merasa semua persiapannya telah selesai pun duduk bersilah di atas tempat tidur sambil memejamkan mata lalu kmenelan setengah Pil yang didapatkan di dalam Portal dan menyerap semua Inti Kristal Cyan yang tersisa.
Wu Sheng yang menyadari bahwa menaikan Kultivasi secara mendadak dengan kecepatan yang tinggi akan menyebabkannya menjadi orang yang cacat ternyata telah memutuskan untuk mengambil resiko tersebut.
“Sekecil apapun kesempatan dan sebesar apapun resikonya. Aku akan tetap mengambilnya! Kesempatan kedua ini tak akan pernah aku sia-siakan!” ucap Wu Sheng dengan tekad kuat.
#Bersambung#
Apakah Wu Sheng akan berhasil meningkatkan kultivasinya? Apa yang akan terjadi pada Wu Sheng di Pelelangan nantinya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...