Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 74. Wu Sheng VS Nanggong Xuenli


Wu Sheng yang telah dikenal semua Murid Luar sebagai orang yang berbakat dengan tingkat Kultivasi yang tinggi ternyata menjadikan Wu Sheng sebagai lawan yang tidak diinginkan.


“Lihatlah itu! Kenapa dia masih mengikuti Ujian ini? Kenapa dia tidak langsung menjadi Murid Dalam atau Inti saja?”


“Aku tidak tau! Aku harap aku tidak satu Arena Pertandingan dengannya dan menjadi lawannya!”


“Aku pun berharap begitu karena aku tidak tau nasib buruk apa yang akan terjadi pada kita!”


Orang-orang yang sudah melihat sendiri dan mendengar gosip tentang Wu Sheng yang menjadikan Qin Chuan yang merupakan terkuat nomor 25 cacat selamanya menjadi semakin takut.


Tak hanya itu, berita tentang Wu Sheng yang melakukan pembantaian Hewan Buas di dalam Dimensi Panlong pun tersebar begitu cepat sehingga membuat nama untuk Wu Sheng.


Wu Sheng yang terisolasi di luar Sekte karena berlatih selama waktu sebelum Ujian dimulai pun tidak tau berita yang ada dan menjadi sangat bingung saat melihat tatapan orang-orang.


“Ada apa ini? Kenapa semua orang menghindari tatapan mataku? Apakah aku terlihat sangat aneh dengan pakaian ini?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bingung.


“Kau tidak aneh sama sekali dengan pakaian itu Saudara Wu hanya saja selama kau tidak ada telah ada beberapa gosip tentangmu yang membuatmu menjadi dihindari semuanya.” Ucap Yan Duxing dengan wajah yang kebingungan menjelaskan.


“Gosip? Berita? Tentangku? Apa maksudnya itu?” tanya Wu Sheng yang menatap bingung ke arah Yan Duxing seolah sedang menunggu penjelasan.


Yan Duxing yang tak bisa menjelaskan pun membuat Su Zhulan yang juga ada di sana menjelaskan gosip yang beredar.


“Sebenarnya semua Murid Sekte Langit terutama Murid Luar sudah mengetahui tentang kondisi Qin Chuan yang pernah bertanding dengan Tuan Muda Wu sebelumnya lalu mereka juga menyatukan berita tentang Hewan Buas yang tewas di satu tempat seolah pembantaian adalah perbuatan Tuan Muda Wu!” ucap Su Zhulan dengan ekspresi wajah yang serius.


“Jadi semua orang saat ini takut kepada Tuan Muda Wu. Hmmm, mereka tidak takut seperti yang Tuan Muda Wu pikirkan, mereka takut akan kekuatan Tuan Muda Wu!” ucap Su Zhulan dengan tatapan mata yang kagum ke arah Wu Sheng.


Wu Sheng yang mendengarnya pun terdiam lalu mengalihkan pandangannya ke sekeliling dan memastikan kebenaran akan yang diucapkan oleh Su Zhulan.


Namun, Master Luo yang telah mengumumkan pertandingan dimulai dengan cepat memanggil nama-nama orang yang akan bertanding di atas Arena Pertandingan.


Wu Sheng yang diharuskan bertanding melawan sepuluh orang untuk mendapatkan satu posisi pemenang yang akan lanjut di babak selanjutnya tidak menyangka jika semua musuhnya memilih mengundurkan diri daripada harus bertarung melawannya.


“Aku menyerah! Aku juga menyerah! Aku tidak ingin bertanding dengannya! Aku memilih menyerah!” ucap beberapa peserta secara bergantian di atas Arena Pertandingan.


Wu Sheng yang menjadi pemenang pertandingan hanya dalam hitungan menit menjadi pemecah rekor sebagai pemenang tercepat selama Ujian Murid Luar dilaksanakan.


“Pemenangnya adalah Wu Sheng!” ucap Master Luo dengan ekspresi wajah yang bahagia dan terkejut di saat bersamaan.


Pertandingan Babak Pertama yang berlangsung terus menerus hingga mendapatkan 100 orang yang akan bertahan menjadi Murid Sekte Langit yang membuat Wu Sheng tidak melawan satupun musuh.


“Aku senang sekali! Aku berhasil! Bertahan dan menjadi Murid Sekte Langit sesungguhnya sekarang!” ucap Su Zhulan dengan wajah yang bahagia sambil meneteskan air mata bahagia.


“Kau benar! Aku pun ikut terharu dengan perjuangan kita selama ini!” ucap Su Jing dengan ekspresi wajah yang ingin ikut menangis.


Yan Duxing dan Wu Sheng yang melihat sikap dua saudara itu pun menjadi malu dan berpura-pura tidak kenal akan keduanya.


Master Luo yang telah mendapatkan hasil yang diinginkannya pun memberikan pengumuman lanjutan akan Ujian Murid Luar.


“Pertandingan Babak Pertama telah berakhir dan Babak Kedua akan dilaksanakan keesokan harinya jadi semua Murid yang berhasil lolos selamat dan yang gagal untuk segera meninggalkan Sekte Langit!” ucap Master Luo dengan tatapan mata yang tajam.


Wu sheng yang tidak merasa lelah sama sekali karena tidak mendapatkan kesempatan untuk mengeluarkan kemampuannya pun memilih kembali ke kamarnya.


“Kenapa kau kesal seperti itu? Bukankah ini adalah hal yang bagus karena kau bisa menghemat tenagamu?” ucap Wulong yang tiba-tiba muncul di hadapan Wu Sheng.


Wu Sheng yang malas berdebat ataupun bicara dengan Wulong pun memilih memejamkan matanya dan menyimpan Energinya untuk pertandingan keesokan harinya.


Wu Sheng yang melanjutkan Pertandingan Ujian di Babak Kedua secara tak terduga masih mengalami kejadian yang sama seperti sebelumnya.


Kenyataan dan harapan ternyata tidak sama, Wu Sheng yang dikatakan sebagai Kandidat terkuat yang akan menjadi Pemenang dalam Ujian tersebut nyatanya berhasil lolos menjadi dua besar.


“Hah! Apakah aku sungguh-sungguh akan sampai di Semi Final tanpa bertanding?” tanya Wu Sheng dengan suara yang rendah dengan wajah yang sedih.


Master Luo yang mendapatkan dua kandidat pemenang terakhir pun menjadi bersemangat dan pesimis di saat bersamaan.


“Wu Sheng telah berkali-kali menang tanpa bertanding karena semua musuhnya mengaku kalah daripada berhadapan dengannya, akankah akan menjadi pemenangnya?” tanya Master Luo dalam hati dengan satu alis yang naik ke atas.


“Hmmm, tapi sepertinya itu akan sedikit sulit karena Nanggong Xueli tidaklah sama dengan Murid yang lain karena Nanggong Xuenli sangat menyukai tantangan!” ucap Master Luo dengan mata yang tajam seperti elang.


Master Luo yang tidak ingin menunda kesenangannya melihat Pertandingan terakhir pun memberikan pengumuman Pertandingan dimulai.


“Pertandingan Terakhir di Ujian Murid Luar, Wu Sheng melawan Nanggong Xuenli! Pertandingan dimulai!” ucap Maste Luo dengan suara yang lantang.


Nanggong Xuenli yang berdiri di hadapan Wu sheng pun berdiri tegap dan menatap tajam ke arahnya.


"Aku tidak sama dengan orang-orang bodoh dan pengecut itu! Aku akan melawanmu dan mengalahkanmu!" ucap Nanggong Xuenli dengan tekad yang kuat.


Wu sheng yang mendengar perkataan Nanggong Xuenli menjadi sangat senang karena pada akhirnya dirinya bisa menunjukkan kemampuan dan peningkatannya di hadapan Tetua Dong dan Tetua Ming yang duduk di kursinya sambil melihat Pertandingan.


"Ini adalah sikap dan kata-kata yang ingin aku inginkan. Oleh karena itu, Tuan Muda Nanggong, tolong tunjukkan semua yang kau miliki dan aku pun akan melawanmu dengan semua yang aku miliki!" ucap Wu sheng dengan nada suara yang tinggi.


Wu Sheng dan Nanggong Xuenli yang telah sepakat akan menunjukkan mengeluarkan semya yang dimiliki menjadikan pertandingan keduanya terlihat imbang karena Wu sheng ternyata masih menekan kekuatannya.


"Tinju Petir!" ucap Wu Sheng dengan sangat keras sambil mengarahkan tinju dengan aliran petir ke arah Nanggong Xuenli.


"Perisai Angin!" ucap Nanggong Xuenli yang dengan cepat membuat udara yang ada di sekitarnya memadat dan menghalangi serangan petir Wu sheng.


Wu sheng yang tidak suka bermain-main terlebih dirinya yang telah berjanji akan menunjukkan peningkatannya kepada Tetua Dong pun mengaktifkan Tubuh Perak dan juga Langkah Anginnya.


Wu sheng yang menyerang Nanggong Xuenli pun mengeluarkan jurus muslihat yang membuatnya dapat dengan mudah mengelabui musuhnya dan menjadikannya pemenangnya.


“Kemarahan Monster, Lompatan Kera!” ucap Wu Sheng yang melompat tinggi dan menendang wajah Nanggong Xuenli.!


“Kemarahan Monster, Terjangan Harimau!” ucap Wu Sheng yang dengan cepat mengarahkan kakinya ke tubuh Nanggong Xuenli.


“Serangan terakhir! Tinju Raungan Serigala Kelabu!” ucap Wu Sheng yang tanpa memberi jeda memukul Nanggong Xuenli dengan tinjunya yang keras.


"Aaaarrggghhhh!" teriak Nanggong Xuenli dengan sangat keras hingga keluar dari Arena Pertandingan dan menjadikan Wu Sheng pemenangnya.


#Bersambung#