Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 21. Energi Panas dan Energi Dingin


Wu Sheng yang menyetujui pertandingan dengan Roh yang menjaga tempat itu pun mengeluarkan sebuah botol yang telah dipersiapkannya untuk hal tak terduga dalam perjalanan.


"Aku tau kau adalah orang yang kuat dan aku tak akan bisa membuatmu bergerak satu inci pun jika menggunakan cara biasa jadi aku memilih untuk menggunakan cara yang tak biasa!" ucap Wu Sheng dengan percaya diri.


"Hahaha... Cara apa yang akan kau gunakan? Aku telah berbentuk Roh tanpa tubuh saat ini jadi bagaimana kau bisa melakukan sesuatu padaku!" ucap Roh itu dengan sangat sombong.


Wu Sheng yang tau jika kesempatannya untuk menang tidak banyak pun menggunakan semua yang bisa dilakukan.


Wu sheng yang mengeluarkan sebuah jurus pun mengarahkan kekuatan dari Energi Qi-nya ke Roh dan menyerangnya dengan kekuatan lima puluh persen.


"Rasakan ini! Tinju Kilatan Petir!" ucap Wu sheng dengan suara yang lantang dengan kilatan petir berwarna biru tua bersinar lalu menyerang Roh tersebut.


Meskipun Wu sheng meningkatkan kekuatan serangnya menjadi tujuh puluh persen ternyata Roh tersebut bisa menahan serangan Wu Sheng dengan satu tangannya dan dalam waktu singkat kekuatan yang dikeluarkan Wu sheng hancur.


Wu sheng yang memanfaatkan momen itu pun menaburkan bubuk putih ke tubuh roh lalu bergerak mundur dengan cepat.


Roh yang sangat percaya diri pada kemampuannya itu secara tak sadar merasakan gatal di seluruh tubuhnya sehingga membuat Roh tersebut menggaruk tubuhnya tanpa henti.


"Dasar manusia sialan! Apa yang telah kau lakukan padaku? Kenapa seluruh tubuhku menjadi sangat gatal?" teriak Roh itu yang sangat kesal.


Wu sheng yang tak menyia-nyiakan kesempatan itu pun menyerang Roh itu kembali denhan jurus yang sama sehingga tanpa disadari Roh itu bergerak satu langkah dari tempatnya semula.


"Aku menang dan kau kalah! Pelahap Api itu adalah hadiahku!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang bahagia dengan senyum yang lebar.


"Kau memang manusia yang sangat licik! Aku akan memberikan semua yang telah aku janjikan!" ucap Roh itu sambil mengeluarkan sesuatu dan menyerahkannya kepada Wu sheng.


Wu sheng yang akhirnya memiliki Pelahap Api yang merupakan Api terpanas dan beberapa hadiah lain yang bisa meningkatkan kemampuannya lebih cepat menjadi sangat senang.


Wu Sheng yang tau jika tempatnya berada saat ini memiliki Energi Qi yang lebih banyak dari tempatnya tinggal memutuskan untuk melakukan kultivasi di tempat tersebut.


“Senior, tempat ini memiliki aliran Energi Qi yang sangat banyak. Bolehkah aku meminta izinmu untuk berlatih di sini?” tanya Wu Sheng dengan sangat sopan karena sadar jika dirinya tak akan bisa mendapatkan kesempatan ini dua kali jika tidak meminta sekarang.


“Hmmm, kau sangat cermat! Tempat ini memang memiliki aliran Energi Qi yang murni dan bisa meningkatkan kultivasi seseorang dua kali lipat daripada di dunia nyata!” ucap Roh itu dengan nada suara yang sombong.


“Aku bukanlah orang yang pelit yang tidak mau membantu Juniornya. Aku akan mengizinkanmu berada di sini tapi hanya selama satu minggu di dunia nyata yang artinya dua minggu di tempat ini!”ucap Tuan Roh dengan ekspresi wajah yang serius.


“Setelahnya kau harus keluar dari sini karena jika kau berada di sini lebih lama dari itu maka tubuhmu akan meledak karena meneriam terlalu banyak aliran Energi Qi Murni!” ucap Tuan Roh dengan tatapan mata yang tajam.


“Jangan khawatir. Junior ini mengerti dan sangat berterima kasih untuk bantuan dari Senior!” ucap Wu Sheng sambil menangkupkan tangannya dengan kepala tertunduk memberikan penghormatannya yang tulus.


Wu sheng yang tak hanya mendapatkan Pelahap Api tapi juga Jurus tingkat Bumi level Atas dan beberapa Pil Penyembuh dan Peningkat Kekuatan serta dua buah Inti Kristal Merah dan Kristal Kuning.


Wu sheng yang tau jika waktunya untuk mempersiapkan diri melawan Wu Fang kurang dari satu bulan menggunakan segala cara untuk meningkatkan kultivasinya termasuk jika harus menahan segala rasa sakit saat berkultivasi.


Wu Sheng yang menelan semua Pil Luanzi yang dimilikinya dan juga menyerap Energi yang ada di dalam Inti Kristal Merah dan Kuning di saat bersamaan pun menyatukan semuanya dengan Energi Qi Murni yang ada di sekitarnya.


Wu Sheng yang tau jika Pil Luanzi yang merupakan Pil Peningkat Kekuatan memiliki sifat yang berbeda dengan Inti Kristal Merah dan Kuning memaksakan tubuhnya untuk bisa bertahan dari semua rasa sakit.


Wu Sheng yang merasakan adanya tanda-tanda akan melakukan terobosan pun menyerap semua Energi yang ada di dalam Inti Kristal Merah dan Kuning lebih cepat serta menghisap semua Energi Qi Murni yang ada di sekitarnya sebanyak mungkin.


Dua Energi yang berbeda berada dalam satu tubuh membuat Wu Sheng merasakan Energi Panas dan Energi Dingin secara bersamaan.


Kedua Energi itu pun menyebar ke seluruh tubuh Wu Sheng mengambil tubuh bagian kanan dan kiri dan siap meledak kapanpun.


“Aaarrghh! Gawat! Aku terlalu banyak menyerap Energi ini! Jika terus seperti ini tidak hanya semua usahaku akan sia-sia tapi aku juga akan kehilangan semua yang aku miliki saat ini” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kesal.


Di saat semua Energi itu telah memenuhi semua bagian tubuh dan bersiap menyerang Inti Meridian tiba-tiba Pelahap Api yang ada di dalam tubuh Wu Sheng bereaksi.


Pelahap Api itu pun menelan semua Energi yang berlebih di dalam tubuh Wu Sheng lalu mengembalikan kondisi tubuh Wu Sheng menjadi stabil kembali dan di saat bersamaan membuat Wu Sheng naik ke tahap Akhir tingkat Menengah.


“Uwaaahhh! Aaaarrgghhh!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dan hembusan angin yang sangat kencang dikarenakan luapan Energi yang sangat banyak.


Wu Sheng yang berhasil naik tingkat hanya dalam waktu dua minggu di dalam Dimensi Asing menjadi sangat senang.


Tuan Roh yang terus mengawasi Wu Sheng dari jauh pun muncul langsung menepukkan tangannya beberapa kali dan memberikan selamat.


“Terima kasih untuk pujian, Senior. Ini semua karena kebaikan hati Senior yang telah memberikan Junior kesempatan!” ucap Wu Sheng yang menunjukkan rasa hormatnya sekali lagi.


“Aku senang kau telah berhasil tapi waktumu telah habis. Kau harus kembali ke dunia nyata!” ucap Tuan Roh dengan ekspresi wajah yang serius dan dalam waktu singkat sebuah portal muncul di hadapan Wu Sheng.


Wu Sheng yang tau jika dirinya harus segera keluar pun keluar dari Dimensi Asing dan kembali ke tempatnya semula.


Gruxiao yang telah menunggu Wu Sheng selama satu minggu langsung berlari ke arahnya dan menjilati wajah Wu Sheng dengan wajah yang gembira.


“Gruu! Gruuu! Gruuu!” ucap Gruxiao dengan nada suara yang penuh semangat dan tatapan mata yang bahagia.


Wu Sheng yang melihat Gruxiao ternyata masih menunggunya pun menjadi sangat bahagia lalu membawa Gruxiao keluar dan meninggalkan Hutan Berkabut.


Namun di saat Wu Sheng memutuskan untuk melatih kemampuannya bertarung dengan melawan Hewan Buas di Gunung Tianghe. Wu Sheng bertemu dengan seseorang yang menjadi salah satu penyesalan terbesarnya dalam masalah.


#Bersambung#


Siapa orang yang ditemui oleh Wu Sheng di Gunung Tianghe? Apa yang terjadi pada orang tersebut? Apakah Wu Sheng bisa menolongnya? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..