
Tetua Dong yang melihat dan mengawasi Pertandingan sejak awal dengan cepat menggunakan Formasi Teleportasi untuk berpindah tempat dan melindungi Wu Sheng.
“Jangan menghancurkan harga diri Seorang Tetua karena menyerang Seorang Murid yang menang secara adil hanya karena kau tidak terima Muridmu kalah dalam Pertandingan!” ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.
Tetua Hu yang melihat Tetua Dong ikut campur dalam masalah itu pun menjadi sangat kesal tapi tidak bisa melakukan apapun.
Tetua Hu yang menyadari bahwa Mo Sanlang adalah prioritas utamanya pun menggendong Mo Sanlang dan berniat membawanya pergi dari Arena Pertandingan.
Namun Wu Sheng yang tidak terima dengan hasil pertandingan yang ambigu itu dengan cepat mengeluarkan pendapatnya sebelum Tetua Hu pergi.
“Tunggu! Apakah Tetua Hu akan membawanya pergi begitu saja? Mo Sanlang bertanding denganku dan membuat taruhan. Aku bahkan menjadikan Hartaku sebagai Taruhannya!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang datar.
“Apakah Mo Sanlang hanya akan pergi begitu saja seperti pengecut tanpa mengakui kekalahannya dan tidak melaksanakan kesepakatan dalam taruhan yang telah dibuat di depan Tetua Ming?” tanya Wu Sheng dengan senyum yang licik.
Tetua Hu yang mendengar perkataan Wu Sheng menjadi semakin kesal tapi hanya bisa menelan kemarahannya sendiri.
Tetua Hu yang tidak punya pilihan lain pun mengeluarkan Cincin Penyimpanan lain miliknya dan memberikannya kepada Wu Sheng.
“Itu adalah hadiah taruhanmu. Mo Sanlang terluka parah jadi dia tidak bisa melakukan seperti yang ada di dalam taruhan tapi itu adalah kompensasi yang bisa aku berikan!” ucap Tetua Hu dengan tatapan mata yang tajam.
Tetua Hu yang telah memberikan hadiah kompensasi kepada Wu Sheng pun dengan cepat pergi menghilang bersama Mo Sanlang yang tak sadarkan diri.
Yan Duxing yang melihat Wu Sheng menang pun menjadi sangat senang dan dengan cepat naik ke atas Arena Pertandingan memberikan selamat diikuti oleh dua Saudara Su dan Zhixia.
“Saudara Wu! Kau sangat keren! Aku tidak menyangka kau bisa mengalahkannya!” ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang bahagia sambil menepuk pundak Wu Sheng.
“Tuan Muda Wu, aku tau kau pasti akan berhasil menang. Kau yang terbaik!” ucap Su Jing sambil mengancungkan jempolnya ke arah Wu Sheng.
“Tuan Muda Wu Sheng, selamat atas kemenanganmu! Aku Lan’er sangat kagum padamu!” ucap Su Zhulan dengan wajah yang memerah karena malu.
“Selamat atas kemenanganmu! Ambillah ini! Ini akan memulihkan kekuatanmu secara instan!” ucap Zhixia yang tiba-tiba muncul dengan senyum yang sangat manis.
“Terima kasih Nona Xia! Semuanya terima kasih! Kalau begitu bagaimana jika kita turun ke kota dan makan-makan! Aku yang akan mentraktir semuanya!” ucap Wu Sheng dengan penuh semangat.
Wu Sheng yang mengintip isi yang ada di dalam Cincin Penyimpanan yang diberikan oleh Tetua Hu padanya pun menjadi sangat terkejut dan mengubah matanya menjadi emas karena melihat tumpukan koin emas di dalamnya.
“Uang yang ada di dalam Cincin ini sangat banyak dan itu artinya aku bisa membeli apapun yang aku inginkan dengan uang ini! Aku jadi kaya!” ucap Wu Sheng dalam hati sambil berjalan pergi bersama teman-temannya.
Wu Sheng yang pergi bersama yang lain tidak menyangka jika hari sudah malam saat kelimanya sampai di Sekte Langit.
Wu Sheng yang sangat lelah pun mengeluarkan Daging Bakar yang sengaja dipesannya secara pribadi untuk diberikan kepada Gruxiao dan Wuselong.
Wu Sheng yang berpikir dirinya dapat beristirahat menjadi penasaran saat melihat sebuah kertas kecil terjepit di bawah cangkir.
Wu Sheng yang menyadari orang yang mengirimkan surat itu untuknya pun bergegas pergi sambil membawa kedua Hewannya dan Pedang Wu miliknya.
“Gu-Guru!” ucap Wu Sheng yang telah berdiri di depan pintu Kediaman Tetua Dong dengan kepala tertunduk ke bawah.
“Masuklah! Aku sudah menunggumu!” ucap Tetua Dong dengan suara yang datar sambil duduk santai menikmati teh hangat.
“Angkat kepalamu! Guru tidak marah padamu!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang berubah serius.
Tetua Dong yang mengetahui bahwa situasi yang dihadapi oleh Wu Sheng akan sulit di masa depan karena tindakannya yang sebelumnya pun membuat keputusan untuk Wu Sheng.
“Jangan sembunyikan lagi fakta bahwa kau adalah Muridku! Kau boleh menunjukkan identitasmu sebagai Murid Intiku!” ucap Tetua Dong yang meletakkan cangkir tehnya ke meja.
“Tetua Hu telah menjadikanmu target utamanya. Jika kau terus menyembunyikannya maka nyawamu akan bahaya. Guru tidak ingin kehilangan Murid yang sangat berharga jadi Guru memberimu izin untuk menunjukkannya pada semua orang!” ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.
Tetua Dong yang tidak ingin Wu Sheng tergoyahkan karena masalah hubungan pertemanan yang rumit pun memberitau Wu Sheng kemungkinan terburuk.
“Target Tetua Hu tidak akan hanya berhenti padamu! Saat kau menyatakan bahwa kau adalah Muridku,Tetua Hu akan mengubah targetnya dengan orang di sekitarmu!” ucap Tetua Dong yang dengan cepat mengubah ekspresi di wajah Wu Sheng.
“Jangan khawatir! Guru akan membantumu! Kau akan mengetahuinya keesokan harinya! Jadi kembalilah sekarang!” ucap Tetua Dong dengan senyum yang lembut yang membuat Wu Sheng berdiri dan menundukkan kepala memberi hormat lalu pergi.
Keesokan paginya, Wu Sheng yang memakai Plakat sebegai Murid Tetua Dong dengan cepat memutuskan pindah ke Halaman yang telah diberikan oleh Tetua Dong padanya.
Yan Duxing, dua Saudara Su dan Zhixia yang mengetahui itu pun datang berkunjung ke tempat tinggal Wu Sheng yang baru.
“Saudara Wu, apakah ini tempat tinggalmu selanjutnya? Tempat ini sangat besar dan bagus!” ucap Yan Duxing dengan tatapan mata yang kagum.
“Benar! Tempat ini memiliki Energi Qi yang sangat banyak! Itu sangat mengesankan sebagai Murid dari Seorang Tetua Sekte!” ucap Zhixia dengan pandangan mata yang bergerak ke sekeliling tempat.
Keempatnya yang datang tak hanya berkunjung pun mengatakan tujuan lainnya yang dimiliki mereka kepada Wu Sheng.
“Saudara Wu, apakah kau yang meminta Tetua Dong untuk memberikan surat rekomendasi kami kepada Master Sekte?” tanya Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang berubah serius.
“Surat Rekomendasi? Apa maksudmu?” ucap Wu Sheng yang tidak memahami maksud ucapan Yan Duxing.
“Tu-tunggu....!” ucap Wu Sheng yang terdiam saat lalu mengingat kembali yang dikatakan oleh Tetua Dong kepadanya semalam.
“Apakah ini yang dimaksud oleh Guru padaku semalam?” tanya Wu Sheng pada dirinya sendiri dengan suara yang rendah.
Wu Sheng yang tidak ingin teman-temannya salah paham akan niat baik dari Tetua Dong pun memberikan penjelasan kepada semuanya yang ternyata dapat diterima dengan sangat baik.
“Jika itu makud tujuan dari Tetua Dong maka tidak ada alasan bagi kami untuk menolak kesempatan bagus ini!” ucap Yan Duxing dengan semangat yang membara.
“Yang kau katakan itu sangat benar Tuan Muda Yan! Kita tidak boleh menjadi kelemahan bagi Tuan Muda Wu! Kita harus berlatih dengan sangat keras dan menjadi lebih kuat untuk bisa membantu Tuan Muda Wu di masa depan!” ucap Su Jinng dengan tangan terkepal erat.
“Aku pun akan berusaha keras untuk menjadi Master Alkemia! Meskipun aku tidak sekuat Tuan Muda Wu tapi aku akan berusaha mempersempit jarak itu!” ucap Su Zhulan dengan tekad yang kuat.
“Sepertinya semua telah membuat keputusannya jadi sebaiknya semua berlatih dengan sangat keras untuk bisa melindungi diri dari target Tetua Hu!” ucap Zhixia yang mengingatkan semua tentang musuh sebenarnya mereka.
#Bersambung#
Akankah yang lain akan menjadi kuat seperti yang diharapkan? Apa rencana Tetua Hu untuk membalas Wu Sheng? Akankah Mo Sanlang sembuh dari lukanya yang parah? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...