Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 25. Restu


Wu Sheng yang telah kembali setelah berlatih bersama Tetua Dong di Gunung Tianghe selama beberapa minggu pun memutuskan untuk bertemy dengan semuanya.


Wu Sheng yang mengetahui bahwa Wu Shanghe dan Wu Lei ada di ruang kerja Wu Shanghe pun memutuskan untuk pergi ke sana.


"Ayah! Kakak! Aku telah kembali!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar dan ekspresi wajah yang bahagia serta senyum yang lebar.


"Adik, senang bisa melihat kembali sangat cepat!" ucap Wu Lei yang langsung memeluk Wu Sheng dengan sangat erat dan wajah yang ceria.


"Ayah senang kau bisa kembali dengan selamat dan tak memiliki kekurangan apapun!" ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang bangga.


Guang Yao yang mendapatkan kabar dari Penjaga Gerbang bahwa Wu Sheng telah kembali pun bergegas menemui Wu Sheng.


"Kakak Sheng!" panggil Guang Yao dengan suara yang pelan dan wajah yang memerah karena malu sambil bersembunyi di balik pintu masuk.


Wu Sheng yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh dan melihat Guang Yao sedang berdiri dengan malu-malu.


"Yaoyao! Kenapa kau hanya berdiri di sana? Duduklah di sini!" ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar dan nada suara yang ramah.


"Benar, Yaoyao! Kemarilah. Kau pasti merindukan Sheng'er jadi masuklah!" ucap Wu Shanghe dengan nada suara yang ramah.


Guang Yao yang dipanggil ke dalam ruang kerja pun masuk dengan perlahan dengan kepala tertunduk ke bawah menghindari tatapan Wu Sheng.


Wu Sheng yang ingat jika dikehidupannya yang lalu ada orang yang datang ke Kediaman Wu untuk membawa Guang Yao pergi karena menyatakan bahwa Guang Yao adalah Nona Muda mereka yang hilang memutuskan tak ingin melepaskan Guang Yao lagi di kehidupan ini.


"Ayah, aku mohon berikanlah restumu. Aku ingin segera menikahi Yaoyao setelah Pertandingan Hidup dan Matiku dengan Wu Fang!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang lantang dan tegas serta tatapan mata yang tajam.


Guang Yao yang tidak menyangka jika Wu sheng akan mengatakan hal itu kepada Wu shanghe pun menjadi terkejut dan sangat malu.


Guang yao yang berniat melarikan diri dari tempat itu langsung dihentikan oleh Wu sheng yang tak ingin kehilangan kesempatan yang berharga seperti ini.


"Ti-tidak! Tidak seperti itu. Yaoyao tidak membenci kakak Sheng hanya saja yaoyao..." ucap Guang Yao yang tak bisa melanjutkan perkataannya lalu menundukkan kepalanya dengan wajah yang memerah.


"Hmmm, Adik Yaoyao tidak membenciku. Apakah Yaoyao juga memiliki perasaan yang sama?" tanya Wu Sheng yang menggoda Guang Yao.


Wu shanghe yang melihat hubungan antara Putranya dan juga Putri angkatnya itu pun tersenyum gembira lalu memberikan pengumuman tepat saat Guang Yao ingin melarikan diri.


"Ayah akan mengabulkan permintaanmu. Ayah merestui Pernikahan kalian!" ucap Wu Shanghe dengan suara yang lantang dengan wajah yang bahagia.


"Yaoyao! Jangan malu-malu seperti itu. Kita akan segera menikah jadi biasakan dirimu untuk bersikap biasa saja padaku di hadapan orang lain!" ucap Wu Sheng dengan nada suara yang menggoda.


Sementara itu, Wu Fang yang sedang berlatih di lapangan Kediamannya dengan ditemani Lu Fuqin secara tiba-tiba mendapatkan kabar baik yang sangat ditunggu-tunggu darinya.


"Tuan Muda! Tuan Muda! Ada kabar baik. Tuan Muda Wu Sheng telah kembali dan saat ini beliau sedang berkumpul bersama Kepala Keluarga dan Tuan Muda Wu Lei Aula Utama!" ucap Yan'e denhan terburu-buru dan nafas yang tak beraturan.


"Apa yang kau bilang? Si payah itu telah kembali! Hah, ternyata si payah itu masih punya nyali untuk kembali!" ucap Wu Fang dengan tatapan mata yang merendahkan.


Lu fuqin yang ikut mendengar kabar yang sangat mengejutkan itu pun ikut tersenyum bahagia dan memberikan teh hangat kepada Wu fang.


"Bukankah hal itu sangat baik, Kakak fang? Jika si bodoh itu datang dan mengikuti Pertandingan, bukankah kita bisa melenyapkannya dan menjadikan Kakak Fang sebagai Kepala Keluarga Wu di masa depan!" ucap Lu Fuqin yang berpindah posisi di dalam pelukan Wu Fang.


"Yang kau katakan itu sangat benar! Hahahha...." ucap Wu Fang dengan suara yang keras dengan ekspresi wajah yang bahagan dan senyum licik di wajah Lu Fuqin.


#Bersambung#


Siapakah orang yang akan menang dalam Pertandingan Hidup dan Mati nantinya? Tebak jawabanmu di kolom komentar ya.