
Wu Sheng yang fokus akan pembuatan Pilnya pun akhirnya berhasil membuat Pil Hitam Suci sebanyak tiga butir dalam waktu satu jam.
“Akhirnya selesai juga! Saatnya aku menunjukkan kepada mereka kemampuanku!” ucap Wu Sheng yang lalu memberikan Pil miliknya kepada Master Zhong.
Master Zhong yang melihat Pil yang dibuat Wu Sheng pun menjadi sangat terkejut karena Pil yang dibuat adalah Pil langka dengan cara pembuatan yang telah hilang puluhan tahun yang lalu.
“I-ini... Apakah ini sungguh Pil Hitam Suci yang telah hilang?” tanya Master Zhong dengan ekspresi wajah yang terkejut.
“Anak itu... Departemen Alkemia harus membuatnya tidak bertahan!” ucap Master Zhong yang ternyata telah menandai Wu Sheng sebagai salah satu Murid berbakat di bidang Alkemia.
Setelah dua jam berlalu dan Perlombaan di babak Pertama selesai, Master Zhong langsung memberikan Pengumuman tentang Perlombaan di babak kedua.
“Perlombaan di Babak Kedua akan dimulai satu jam lagi. Semua Peserta diperbolehkan untuk istirahat!” ucap Master Zhong dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Wu Sheng yang melihat bahwa orang-orang yang tereliminasi di Babak Pertama ternyata sangat banyak dengan hampir setengah dari Peserta yang gugur.
“Hmmm, Babak Pertama sungguh tidak terduga! Informasi yang beredar ternyata sangat berbeda! Aku jadi penasaran ujian apa yang akan dilakukan di Babak Kedua!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan ekspresi wajah yang penasaran.
Wu Sheng yang mendapatkan waktu istirahat segera pergi menemui Yan Duxing yang ternyata sedang berdiri menunggunya bersama dua Saudara Su.
“Tuan Muda Wu! Kami ada di sini!” teriak Su Jing dengan suara yanng lantang dengan semangat yang membara.
“Tuan Muda Wu, anda sangat hebat dan keren sekali! Aku tidak menyangka ternyata Tuan Muda juga adalah Seorang Master Alkemia!” ucap Su Zhulan dengan tatapan mata yang kagum.
“Benar! Anda hebat sekali. Aku yakin jika Tuan Muda Wu pasti akan menang di Perlombaan ini!” ucap Su Jing yang memberikan pujian kepada Wu Sheng.
“Saudara Wu, aku sudah yakin kau pasti akan lolos di Babak Pertama dan di Babak Kedua nanti kau pasti akan menjadi Pemenangnya!” ucap Yan Duxing yang ikut membenarkan pernyataan Su Jing.
Wu Sheng yang sedang berbicara dengan temannya tidak menyangka akan didatangi oleh Seorang Senior.
“Apakah namamu Wu Sheng? Master Zhong ingin bicara denganmu jadi silahkan ikuti saya!” ucap orang tersebut dengan wajah yang datar dan sikap yang tidka sopan.
Wu Sheng yang mengetahui bahwa Master Zhong adalah Juri di Perlombaan dan juga Juri saat dirinya mendaftar menjadi Anggota Departemen Alkemia pun mengikuti orang yang datang padanya.
Wu Sheng yang dibawa ke sebuah tempat pun masuk ke dalam ruangan kosong dan secara tak terduga Master Zhong muncul bersama seorang pria tua.
“Apakah kau Wu Sheng yang membuat Pil Hitam Suci ini?” tanya Tetua Ming yang menjadi Pemimpin dari Departemen Alkemia dan juga Seorang Master Alkemia tingkat Delapan.
“Benar! Namaku adalah Wu Sheng dan aku jugalah yang telah membuat Pil tersebut!” ucap Wu Sheng dengan percaya diri dengan suara yang tegas.
Tetua Ming yang melihat rasa percaya diri Wu Sheng pun tertawa sangat keras dan menjadi sangat senang.
“Bagus! Bagus sekali! Kau memiliki dua buah Harta Karun yang sangat bagus sebagai Alkemis dan juga juga memiliki pengetahuan dan kemampuan yang hebat!” ucap Tetua Ming yang memuji Wu Sheng tanpa berkedip.
“Sepertinya kau telah memiliki Seorang Guru, apakah aku boleh bertemu dengan Gurumu?” tanya Tetua Ming lagi dengan nada suara yang sangat sopan.
Wu Sheng yang dapat menyadari alasan Tetua Ming tetap tidak bisa memberikan jawaban yang akan memuaskannya.
“Aku pernah mendengar dari gosip yang beredar di masa lalu bahwa Tetua Ming adalah orang yang hebat dan mendedikasikan hidupnya pada Alkemia!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
“Jadi aku sangat yakin bahwa tujuan utama dari Tetua Ming ingin bertemu dengan Guru adalah ingin berbagi Ilmu tentang Alkemia!” ucap Wu Sheng lagi dengan ekspresi wajah yang datar.
Tetua Ming yang sudah bisa menduga jawaban dari Wu Sheng hanya bisa menghela nafas panjang dan memahami situasi Wu Sheng.
“Aku bisa mengerti karena Master Alkemia memiliki watak yang berbeda! Aku tidak akan memaksamu karena aku pun tak ingin membuat Gurumu tersinggung!” ucap Tetua Ming dengan wajah yang pasrah.
“Namun bisakah kau katakan padaku tentang cara pembuatan Pil Hitam Suci ini? Aku tidak ingin mempelajarinya!” ucap Tetua Ming yang menatap Wu Sheng dengan penuh harap.
Wu Sheng yang mendengar perkataan Tetua Ming pun tersenyum puas dan dengan senang hati menulis semua yang diketahuinya lalu memberiakannya kepada Tetua Ming.
“Tetua Ming adalah orang yang baik dan juga hebat. Menjadikan Tetua Ming berada di pihakku akan memberikan keuntungan tersendiri untukku di masa depan!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan wajah yang senang.
Tetua Ming yang mendapatkan yang diinginkannya tidak bisa menahan rasa senangnya sehingga tanpa pikir panjang memberikan Wu Sheng sesuatu yang sangat bagus sebagai imbalannya.
“Aku senang kau memberikan aku gulungan ini. Isi yang ada di dalam gulungan ini sangatlah berharga dan tak bisa dinilai dengan apapun!” ucap Tetua Ming dengan ekspresi wajah yang senang lalu menyimpan Gulungan berisi informasi tentang Pil Hitam Suci di tempat yang aman.
“Aku tidak bisa menerima gulungan itu dengan percuma jadi aku harap kau mau menerima ini!” ucap Tetua Ming yang memberikan Wu Sheng Token miliknya.
“Ini adalah Token milikku. Kau bisa menggunakan Token ini saat kau dalam masalah dan kau akan terlindungi atas namaku tapi kau hanya bisa menggunakannya satu kali!” ucap Tetua Ming dengan percaya diri.
Wu Sheng yang memahami maksud dari Tetua Ming pun merasa sangat senang dan mengambil Token tersebut lalu menyimpannya.
“Token ini akan sangat berguna di masa depan karena tidak akan ada Seorangpun yang mau menjadi musuh dari Master Alkemia tingkat Delapan!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar.
Wu Sheng yang sangat memahami kenyataan itu karena dirinya pernah mengalami hal itu di masa lalu karena di saat kau sedang sakit dan membutuhkan obat untuk kesembuhanmu hanya Master Alkemia yang akan bisa menyelamatkan nyawamu.
Wu Sheng yang merasa sangat canggung karena tak tau harus mengatakan apa lagi di hadapan Tetua Ming pun mencari cara untuk pergi.
“Terima kasih banyak Tetua. Aku harus kembali sekarang karena sebentar lagi Perlombaan akan segera dimulai!” ucap Wu Sheng yang mencoba mencari alasan untuk keluar dari situasi yang sangat canggung itu.
“Baiklah. Aku tidak akan menahanmu jadi pergilah. Tunjukkan kemampuan terbaikmu dan jadilah pemenangnya. Aku berjanji akan memberikanmu hadiah tambahan jika kau berhasil menang di Perlombaan Alkemia ini!” ucap Tetua Ming dengan wajah yang ramah.
Wu Sheng yang berjalan pergi dan meninggalkan ruangan tersebut pun pergi menuju tempat temannya yang lain tapi secara tak terduga dirinya bertemu dengan seseorang yang tak terduga.
“Kau harus berhati-hati di Perlombaan Babak Kedua karena Perlombaan ini tidak akan mudah bagimu!” ucap orang tersebut dengan tatapan mata yang tajam.
“Hmmm, kau datang kemari secara pribadi dan memperingatkanku. Apakah sekarang kau megkhawatirkanku?” tanya Wu Sheng dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
#Bersambung#
Siapa orang yang datang menemui Wu Sheng sebenarnya? Apa yang akan terjadi di Perlombaan Babak Kedua? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..