Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 102. Eksekusi


Keesokan paginya, Tetua Hu dan seluruh orang yang terlibat dalam pemberontakan itu dibawa ke atas panggung dengan tubuh yang meridian dan kultivasinya telah dihancurkan.


Semua Murid Sekte Langit yang hadir pada Eksekusi itu pun tanpa menyaring ucapannya dengan kasar menghina Tetua Hu dan yang lainnya.


Ketua Dong bersama Tetua dan Master Sekte Langit yang melihat itu dari atas podium hanya diam dan menatap dengan penuh kebencian.


"Lakukan eksekusinya sekarang!" ucap Ketua Dong suara yang lantang sambil berdiri di tempatnya dengan wajah yang datar.


Wu Sheng yang melihat Pengeksekusi mengangkat kapaknya dan memotong leher pemberontak satu per satu dengan cipratan darah dimana-dimana pun tersenyum puas.


"Sekarang musuh utama telah disingkirkan dengan pasti! Hanya tinggal kecoa kecil yang melarikan diri yang cepat atau lambat akan segera muncul untuk dibasmi!" ucap Wu Sheng dengan senyum licik.


Beberapa hari berlalu setelah pemenggalan semua orang pemborantak dan akhirnya kabar itu pun sampai di telinga Mo Sanlong yang datang memenuhi panggilan Master Dang.


"Aku memanggilmu kemari karena aku ingin memberikanmu informasi yang sangat penting!" ucap Master Dang dengan ekspresi wajah yang datar.


"Semua orang yang terlibat dalam pemberontakan telah dieksekusi! Tubuh mereka telah dibuang ke Hutan di bawah Gunung Songchi dan kepala semua pemberontak di gantung di gerbang Sekte Langit sebagai pengingat bahwa itu adalah hukuman bagi semua pemberontak!" ucap Master Dang dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


Mo sanlong yang mendengar perkataan Master Dang merasa sangat marah dan kesal hingga membuat darahnya mendidih.


"Aku tidak akan pernah memaafkan mereka semua! Aku akan membalas semuanya!" ucap Mo sanlong dengan suara yang rendah yang masih dapat didengar oleh Master Dang dengan jelas.


Master Dang yang tidak menerima Mo Sanlong sebagai Muridnya begitu saja tanpa ada keuntungan pasti untuknya pun membuat rencana untuk menggunakan Mo Sanlong hingga tetes darahnya yang terakhir.


Master Dang yang ingin menjadikan Mo Sanlong sebagai pionnya yang seutuhnya dengan sengaja memprovokasi Mo Sanlong.


"Aku akan membantumu membalaskan dendam tapi kau tak boleh mengecewakanku!" ucsp Master Dang dengan senyum yang licik.


"Aku akan memberimu kesempatan untuk ikut dalam Perlombaan Daratan Yuan yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Saat itu kau akan melawan semua Murid Sekte Langit dan kau bisa membalaskan dendammu!" ucap Master Dang dengan wajah yang berubah datar.


"Tapi mengalahkan semua Murid Sekte Langit tidak akan mudah karena aku dengar Wu Sheng, Murid Langsung Tetua Dong yang saat ini telah menjadi Ketua Sekte Langit yang baru akan ikut dalam Perlombaan ini!" ucap Master Dang sambil mengamati reaksi Mo sanlong.


Master Dang yang tau jika Mo Sanlong sangat baik dalam mengendalikan dirinya akhirnya menyadari sesaat kebencian pada mata Mo Sanlong saat nama Wu sheng disebutkan.


"Jika kau mengikuti Perlombaan itu, aku khawatir kau tak akan pernah bisa menang melawannya karena aku dengar kau pernah dikalahkan olehnya di atas Arena Pertandingan!" ucap Master Dang dengan tatapan merendahkan.


Mo Sanlong yang tidak terima direndahkan lagi dan dibandingkan dengan wu Sheng mencoba meyakinkan Master Dang bahwa kali ini dirinya pasti akan menang.


Namun Master Dang yang sengaja ingin membuat Mo Sanlong marah dan masuk ke dalam perangkapnya pun memasang wajah tak percaya.


"Hahaha... Apakah kau bisa mempertaruhkan nyawamu jika kau pasti akan menang?" sindir Master Dang dengan tawa yang sangat keras.


"Aku dengar Wu sheng adalah kultivator yang sangat berbakat dengan talenta di bidang alkemia dan formasi. Kau yang hanya seorang kultivator tinggal langit akhir tak akan bisa menang jika hanya mengandalkan itu!" sindir Master Dang dengan tatapan mata yang tajam.


"Namun jangan khawatir meskipun sulit bagimu untuk menang tapi aku akan membantumu karena kau telah menjadi muridku!" ucap Master Dang dengan senyum yang licik.


Mo Sanlong yang masih ragu akan ucapan Master Dang tak punya pilihan lain selain percaya karena situasinya yang tidak memungkinkan.


Di sisi lain, Wu Sheng yang akhirnya memiliki waktu luang pun pergi ke Kediaman Keluarga Mo yang ternyata telah hancur diserbu oleh masyarakat yang marah.


"Hmmm, tempat ini sangat berantakan! Tak ada lagi yang tersisa!" ucap Wu Sheng yang berjalan masuk ke dalam lalu tiba-tiba Gruxiao yang tersembunyi di dalam baju Wu sheng keluar.


"Gruxiao! Tunggu!" teriak Wu sheng dengan suara yang keras dengan wajah yang terkejut sambil berlari mengejar Gruxiao yang berlari menjauh.


Wu Sheng yang terus mengejar Gruxiao hingga akhirnya sampai di sebuah rumah yang terlihat sangat usang dan hampir hancur.


"Kenapa kau membawaku kemari? Apakah ada sesuatu di dalam?" tanya Wu sheng yang dengan cepat mengambil Gruxiao dan meletakkannya di pangkuannya dan Wuselong terbang di sampingnya.


"Ayo kita masuk dan cari tau apa yang ada di dalam!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran dan tatapan mata yang menyipit.


Wu Sheng yang membuka pintu rumah secara perlahan pun mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat tapi tak menemukan apapun kecuali sebuah ruangan kosong dengan perabotan yang usang.


Gruxiao yang sangat bersemangat pun memberikan kode kepada Wu sheng untuk pergi menuju rak yang penuh dengan buku.


"Hmmm, tempat yang sangat buruk ini menyimpan sangat banyak bulu di rak sungguh membingungkan. Seperti yang diingin Gruxiao sepertinya ada sebuah rahasia tersembunyi di sini!" ucap Wu Sheng yang tanpa ragu memindahkan beberapa buku.


Di saat wu sheng memindahkan buku-buku tersebut tiba-tiba lantai di hadapannya bergerak dan menunjukkan sebuah lubang kosong dengan tangga yang berjalan lurus ke bawah.


Wu sheng yang menemukan sebuah ruangan rahasia pun berjalan masuk ke dalam dan mengeluarkan Api Pelahap untuk menerangi jalan dan penjagaan jika ada sesuatu yang muncul yang akan mengancam nyawa.


"Aku telah berjalan selama dua jam tapi lorong ini tidak menunjukkan ujungnya! Apa yang sebenarnya tersembunyi di balik ini?" ucap Wu sheng dengan wajah penasaran.


Wu Sheng yang terus masuk ke dalam dan berjalan selama enam jam akhirnya melihat cahaya terang di ujung lorong yang gelap.


Wu sheng yang mempercepat langkah kakinya akhirnya berhenti di sebuah tempat yang kosong dengan pintu besar berwarna emas di depannya.


Wu sheng yang mencoba membuka pintu tersebut menyadari bahwa pintu itu terkunci dengan sangat rapat bahkan tak dapat dipaksa untuk dibuka karena ada Formasi tingkat Sepuluh yang tersegel.


"Hmmm, pintu ini tak bisa dipaksa untuk dibuka. Jika aku memaksanya maka pintu ini akan hancur begitupula dengan yang ada di dalamnya!" ucap Wu sheng yang bicara pada dirinya sendiri.


Wulong yang sejak awal ada di dalam pedang tiba-tiba keluar dan memberikan Wu sheng petunjuk untuk membuka pintu tersebut.


"Apakah kunci yang kau dapatkan dari bocah Mo itu adalah kunci untuk membuka pintu ini?" tanya Wulong dengan wajah yang cuek.


Wu sheng yang terpikirkan hal itu langsung mengambil kunci yang disimpannya lalu mencoba membuka pintu tersebut kemudian terdengar suara "klik" yang menandakan pintu tersebut tidak terkunci lagi.


"Aku sudah menduganya! Ayo buka pintunya! Aku penasan apa yang ada di balik pintu itu!" ucap Wulong dengan mata yang terarah ke pintu yang masih tertutup.


#Bersambung#


Apa yang sebenarnya ada di dalam pintu tersebut? Apakah akan ada rahasia tersembunyi yang terbongkar? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..