
Wu sheng yang telah menghabiskan malamnya dengan mengingat jurus yang diberikan Wulong kepadanya pun berdiri dengan tegak.
"Hah! Aku sudah menguasai teorinya dan aku pun harus memulai latihan yang sesungguhnya untuk bisa menguasai jurus ini dengan baik!" ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
"Tekadmu sudah bagus tapi kau harus mempelajari jurus yang aku berikan secara bertahap!" ucap Wulong dengan wajah yang cuek dengan tangan terlipat di depan Wu Sheng.
"Aku tau dan aku akan mengatakan seperti yang kau ajarkan karena ini adalah Jurus milik Keluarga Wu dan hanya Keturunan Keluarga Wu langsung yang bisa menggunakannya!" ucap Wu Sheng dengan sangat bangga
Wu sheng yang lah sudah sangat siap pun berniat keluar dan meninggalkan Gruxiao sendirian di kamarnya lagi tapi langsung dihentikan oleh Wulong.
"Hmmm, tentu saja! Apakah kau ingin keluar dan mencari jurus lain di Paviliun Pengetahuan sekarang?" tanya Wulong dengan tatapan mata yang tajam.
"Jangan lupakan si kecil itu! Kau harus membawanya bersamamu kemanapun kau pergi! Jangan lupakan jika si kecil ini memiliki insting terhadap harta karun dan benda berharga lainnya yang sangat tinggi!" ucap Wulong sambil menunjuk ke arah Gruxiao.
"Gruuuu! Gruuu! Gruuuuu!" ucap Gruxiao dengan suara yang pelan dan wajah yang memohon dan tatapan mata yang berbinar penuh harap.
"Baiklah! Sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain membawamu bersamaku!" ucap Wu sheng sambil menarik nafas yang pajang lalu meletakkan Gruxiao ke dalam bajunyu.
"Ingatlah ini! Jangan pernah menunjukkan dirimu di hadapan orang lain apapun yang terjadi karena aku masih belum cukup kuat untuk mempertahankanmu di sisiku!" ucap Wu Sheng yang memberikan peringatan kepada Gruxiao.
"Gruuuu.... Grrruuuu.....!" ucap Gruxiao dengan suara dan wajah yang bahagia lalu sembunyi ke dalam baju Wu sheng saat wu sheng meletakkan Pedang Wu yang telah kembali ke wujudnya semula belakang punggungnya.
Wu sheng yang telah meminta bantuan Yan Duxing untuk memberitaunya jalan menuju ke Paviliun Pengetahuan sebelum kembali ke kamarnya.
"Hmmmm, akhirnya sampai! Apakah ini sunggu Paviliun Pengetahuan?" tanya Wu Sheng dengan wajah yang bingung dan mata yang terbuka lebar karena kagum.
"Benar sekali! Ini adalah Paviliun Pengetahuan, Tuan Muda Wu!" ucap Su Jing yang muncul secara tiba-tiba dari belakang dengan wajah yang ramah.
"Tapi Paviliun Pengetahuan ini bukanlah Paviliun biasa karena di dalamnya tidak hanya ada Buku Jurus tapi juga Buku tentang Alkemia dan Formasi!" ucap Su Jing dengan senyum yang lembut.
Wu sheng yang mendengar hal itu pun menjadi penasaran tentang isi buku yang ada di dalam Paviliun Pengetahuan.
"Aku ingin melihat Buku Alkemia dan Buku Formasi yang ada di dalam Paviliun ini tapi sepertinya memilih Buku Jurus lebih penting saat ini!” ucap Laura dengan ekspresi wajah yang serius dan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang masuk ke dalam Paviliun Pengetahuan pun bertemu dengan Master Senior Panhai yang sedang duduk santai.
“Kau anak muda yang berhasil mengalahkan Hou dan juga berhasil memecahkan rekor menaiki tangga ke seribu!” ucap Master Senior Panhai dengan wajah yang bahagia sambil mengubah caranya duduk.
“Apakah datang ingin mengambil hadiahmu?” tanya Master Senior Panhai dengan wajah yang penasaran dan tatapan mata yang tajam.
“Benar, Master. Namaku adalah Wu Sheng dan aku datang untuk mendapatkan Buku Jurus yang menjadi hadiah dari keberhasilanku!” ucap Wu Sheng dengan sangat sopan.
“Baiklah. Kau boleh masuk ke dalam tapi kau hanya bisa berada di lantai satu jika kau ingin mengambil hadiahmu karena lantai tiga hanya untuk Murid Dalam dan Lantai Tiga hanya bisa dimasuki oleh Murid Inti!” ucap Master Senior Panhai dengan tatapan mata yang tajam.
“Namun jika kau menunjukkan Tanda Pengenal sebagai Murid Inti dari Tetua Dong, maka kau bisa menaiki lantai berapapun di Paviliun Pengetahuan ini!” ucap Master Senior Panhai dengan senyum yang licik.
Wu Sheng yang terkejut dengan yang dikatakan oleh Master Senior Panhai pun terdiam sesaat lalu menyadarkan kembali dirinya dari lamunannya.
Wu Sheng yang memilih pergi sebelum dirinya tak bisa menahan diri dan melanggar janjinya kepada Tetua Dong memasuki Ruang Jurus di lantai satu.
“Hmmm, apakah ini Ruangan Jurus? Tempat ini cukup besar tapi tidak terawat!” gumam Wu Sheng dengan wajah yang penasaran.
“Tempat ini sangat jarang dikunjungi orang-orang karena memang tidak mudah bagi Murid Baru mendapatkan kesempatan memasuki Ruang Jurus untuk mendapatkan Jurus yang baru!” ucap Wu Sheng sambil berjalan mengelilingi setiap tempat.
Wu Sheng yang baru mendapatkan informasi baru dari Su Jing bahwa Murid Baru hanya akan mendapatkan keuntungan yang sedikit mulai memikirkan cara lain.
“Hmmm, aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak bisa hanya menunggu pembagian sumber daya yang hanya terdiri dari satu buah Pil Terobosan tingkat Dua dan sebuah Inti Kristal berwarna Biru setiap bulannya!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang bingung.
“Aku pun tidak bisa memasuki Paviliun Senjata, Paviliun Pengetahuan, dan Paviliun Pelatihan jika tidak memiliki poin!” ucap Wu Sheng lagi dengan wajah yang sedang berpikir.
“Sepertinya aku harus pergi ke Papan Pengumuman Tugas untuk bisa menadapatkan poin yang bisa ditukarkan dengan semua sumber daya dan keuntungan lainnya!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
“Kalau begitu, aku akan mendapatkan Jurus yang bagus lalu pergi mengerjakan tugas!” ucap Wu Sheng dengan semangat yang membara.
Namun keinginan itu tidak berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Wu Sheng yang telah berada di dalam Ruang Jurus hingga menjelang sore ternyata tidak menemukan Buku Jurus yang bagus.
“Hah! Tempat ini seperti sampah! Aku tidak menemukan Jurus yang cocok ataupun cukup bagus untuk dimiliki! Setiap Jurus yang ada memiliki efek samping dan titik kelemahan yang sangat mudah dibaca!” gumam Wu Sheng dengan wajah yang kesal.
Di saat Wu Sheng sedang bingung, Wulong pun keluar dan muncul di hadapan Wu Sheng memberikan petunjuk.
“Kenapa kau terlihat sangat kesulitan seperti itu? Tak ada yang perlu kau bingungkan!” ucap Wulong dengan tatapan mata yang tajam di dalam tubuh bayi umur dua tahun.
“Apa maksud ucapanmu?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang bingung dengan mata yang menyipit tajam.
“Kau memiliki Hewan Buas Mistis yang bisa membantumu mendapatkan harta karun yang berharga. Kenapa kau menjadi bingung sendiri? Kenapa tidak kau minta Gruxiao untuk mencari Buku Jurus yang kau inginkan?” tanya Wulong dengan senyum yang kecil di sudut bibirnya.
“Apakah itu bisa dilakukan? Jika seperti itu maka aku akan mencobanya!” ucap Wu Sheng yang telah kembali bersemangat kembali.
Wu Sheng yang kembali optimis meskipun matahari sudah mulai turun pun memanggil Gruxiao dan memberikannya tugas penting.
“Gruxiao!” panggil Wu Sheng dengan suara yang pelan setelah memastikan tidak ada yang berada di dalam Ruang Jurus tersebut.
“Grrruuuu! Grrruuu!” ucap Gruxiao yang mengeluarkan kepalanya dan melompat lalu berdiri di hadapan Wu Sheng.
“Aku membutuhkan bantuanmu! Apakah kau bisa mencarikanku Buku Jurus yang bisa membuatku bisa melarikan diri dengan sangat cepat saat terdesak dan bisa mengimbangi kecepatan orang yang berada di Level di atasku!” ucap Wu Sheng dengan suara yang tegas.
“Gruuuu! Gruuu! Gruuuu!” ucap Gruxiao yang langsung menganggukkan kepalanya lalu bergerak pergi meninggalkan Wu Sheng.
#Bersambung#
Apakah Gruxiao akan berhasil mendapatkan Buku Jurus yang dicari oleh Wu Sheng? Apakah Buku Jurus itu sesuai dengan yang diinginkan Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...