
Tetua Dong yang mengenal pria yang sedang membuat kekacauan di hari Pernikahan Wu Sheng pun maju dan menghentikan semua pertikaian yang terjadi.
"Hentikan! Apakah anda tidak akan menganggap kehadiran saya dan ingin menjadi musuh dari Sekte Langit?" tanya Tetua Dong dengan suara yang lantang dan tatapan mata yang tajam.
"Tetua Dong! A-anda tidak perlu berpikir berlebihan! Saya sungguh tidak bermaksud menghina Sekte Langit! Saya datang hanya ingin menjemput Nona Mudaku kembali!" ucap Pria berjanggut putih, Bai Lang, dengan wajah yang perlahan melemah.
"Nona Muda yang kau cari sekarang adalah Menantu Keluarg ini dan Istri dari Muridku! Apakah kau sungguh akan melawanku untuk hal ini?" ucap Tetua Dong dengan percaya diri.
Bai Lang yang mendengar perkataan Tetua Dong pun menjadi kesal dan hanya bisa menggigit bibir bawahnya sebagai gantinya lalu berganti rencana lain.
"Tetua Dong harap tenang. Saya tidak bermaksud untuk menyinggung anda. Kedatangan saya hanya ingin membawa Nona Mudaku kembali!" ucap Bai Lang dengan wajah yang sedikit cemas.
"Tapi jika semuanya telah terjadi maka tak ada yang bisa aku lakukan! Maka izinkan aku menyampaikan pesan dari Tuan Besar dan Nyonya!" ucap Bai Lang yang mengeluarkan sebuah amplop berwarna merah dari dalam pakaiannya.
Guang Yao yang bingung dan penasaran dengan isi dari pesan tersebut pun berjalan maju ke depan tapi dihentikan oleh Wu sheng.
"Yaoyao, kau tak perlu kesana! Biarkan aku yang mengambil surat tersebut!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang waspada.
"Tidak! Yaoyao ingin melihat pesan itu sendiri Kakak Sheng." ucap Guang Yao dengan wajah yang memelas dan mata yang berbinar.
"Hah, kita pergi melihatnya bersama jadi kakak Sheng bisa lebih tenang." ucap Wu Sheng dengan suara yang lembut yang dibalas dengan anggukan peesetujuan dari Guang Yao.
Wu Sheng yang tidak percaya pada Bai Lang pun berdiri di samping Guang Yao dan saat Guang Yao ingin mengambil pesan tersebut sesuatu terjadi secara tak terduga.
Bai Lang yang tak bisa menerima kegagalan karena tak bisa membawa Guang Yao bersamanyana lalu memukul perut Wu Sheng dengan sangat keras.
"Aaarrrggghhhh!" teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang lalu mundur ke belakang beberapa langkah hingga terjatuh ke lantai.
“Kakak Sheng!” teriak Guang Yao dengan suara yang tak kalah keras dengan mata yang terkejut dan khawatir di saat bersamaan.
Bai Lang yang tak ingin kehilangan kesempatan emas saat semua orang memilih membantu Wu Sheng pun menculik Guang Yao.
Bai Lang yang mengaktifkan Segel Teleportasi Khusus yang tersembunyi dibalik kertas pesan yang akan diberikannya lalu menghilang dalam sekejap mata.
“Agh! Lepaskan aku!” teriak Guang Yao dengan suara yang keras saat Bai Lang memegang pinggangnya dengan sangat keras.
“Tidak! Hentikan! Yaoyao.....!” teriak Wu Sheng yang melihat dengan kedua matanya Guang Yao dibawa pergi oleh orang lain.
Wu Sheng yang mengalami luka yang sedikit serius karena pukulan dari Bai Lang pun secara tak terduga kehilangan kesadarannya hingga membuat semua orang menjadi panik dan bingung.
“Sheng’er!” teriak semua orang dengan wajah yang terkejut dengan suara yang lantang secara bersamaan.
Tetua Dong yang memilih menyelamatkan Wu Sheng pun memberikan perintah untuk segera memindahkan Wu Sheng untuk mendapatkan segera mendapatkan pengobatan.
“Apa yang kalian lakukan? Menyingkirlah! Bawa dia ke tempat yang nyaman! Aku akan mengobatinya!” ucap Tetua Dong dengan nada suara yang datar dan ekspresi wajah yang serius.
Setelah beberapa hari berlalu, Wu Sheng yang terbaring tidak sadarkan diri di Kamarnya pun akhirnya membuka mata kembali.
“Yaoyao! Tidak! Dimana Yaoyao?” teriak Wu Sheng yang baru saja sadarkan diri setelah terbaring di tempat tidur selama tiga hari.
“Sheng’er! Akhirnya kau sadar juga, Nak! Ayah sangat khawatir padamu!” ucap Wu Shanghe dengan ekspresi wajah yang lega.
“Tidak, ayah! Dimana Yaoyao? Kenapa Yaoyao tidak datang menemuiku?” tanya Wu Sheng yang langsung mencari keberadaan Guang Yao tepat saat dirinya sadarkan diri.
“Yaoyao dibawa oleh orang asing yang mengaku sebagai utusan dari Keluarga Aslinya!” ucap Wu Lei dengan wajah yang sedih sambil menatap cemas pada Wu Sheng.
Wu Sheng yang berhasil mengkonfirmasi kebenaran dengan potongan ingatan terakhirnya sebelum dirinya pingsan pun bergegas bangun untuk mencari keberadaan Guang Yao.
“Aku akan pergi! Aku akan membawa Yaoyao kembali! Aku tidak akan membiarkan siapapun mengambil Yaoyao dariku!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan tekad yang kuat.
“Aarrggghhh! Uhuk! Uhuk! Uhukk!” suara teriakan kesakitan dan batuk Wu Sheng yang belum sembuh seratus persen.
“Sheng’er! Putraku!” panggil Wu Sheng dengan suara yang cemas dan tatapan mata serta wajah yang khawatir melihat kondisi Wu Sheng yang memprihatinkan.
Namun tepat saat dirinya mulai menggerakkan tubuhnya, Wu Sheng terjatuh kembali dan akhirnya diletakkan kembali ke tempat tidur.
“Kau tak akan bisa membawanya pulang dengan kondisi tubuh seperti ini! Kau hanya akan menjadi beban!” ucap Tetua Dong dengan suara yang tegas.
Wu Sheng yang mendengar perkataan Tetua Dong terdiam dan menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi.
“Aku telah gagal! Aku tidak bisa mengubah masa lalu! Aku tetap saja gagal melindungi Yaoyao di Kehidupan ini!” ucap Wu Sheng dalam hati dengan ekspresi wajah yang sedih.
Tetua Dong yang merasa kasihan dan prihatin kepada Murid satu-satunya miliknya yang menurutnya memiliki potensi yang besar pun angkat bicara.
“Bukan tidak mungkin untuk kau bisa membawa pulang Istrimu dan mempertahankannya di sisimu selamanya?” ucap Tetua Dong dengan tatapan mata yang tajam.
“Kau hanya perlu menjadi kuat! Cukup kuat untuk membuat semua orang berpikir ulang untuk mencari masalah denganmu!” ucap Tetua Dong dengan suara yang lantang.
“Ikutlah denganku ke Sekte Langit dan tingkatkanlah Kultivasimu! Jadilah orang yang terkuat!” ucap Tetua Dong dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang semangatnya terbakar karena perkataan Tetua Dong pun membuka matanya dengan lebar dan membulatkan tekadnya.
“Mohon bimbingannya Guru!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang yang bersujud di lantai karena memaksakan diri untuk memberi hormat kepada Tetua Dong.
“Kau tak perlu melakukan itu! Aku adalah Gurumu dan sudah sepantasnya aku menolong Muridku yang sedang dalam masalah!” ucap Tetua Dong yang langsung menghentikan tindakan Wu Sheng.
“Kau harus segera sembuh lalu pergi denganku ke Sekte Langit dan berlatihlah dengan sangat keras untuk menjadi kuat!” ucap Tetua Dong dengan rasa percaya diri yang kuat.
Di saat Wu Sheng menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Tetua Dong, Gruxiao yang bersembunyi di balik selimut Wu Sheng pun keluar dan muncul di hadapan Wu Sheng.
“Gruuuu! Gruuu!” ucap Guxiao yang mencoba memberikan semangat kepada Wu Sheng yang sedang sedih sambil meminta izin untuk ikut bersamanya ke Sekte Langit.
Waktu pun berlalu, Wu Sheng yang telah sembuh sepenuhnya dari luka pun melakukan persiapan sebelum kepergiannya ke Sekte Langit.
“Besok aku akan pergi ke Sekte Langit dan aku tidak tau tanggapan orang-orang tentangku tapi aku akan membuat Guru malu!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
“Aku akan menjadi lebih kuat dan membawa Yaoyao pulang! Yaoyao tunggu aku!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang telah berlatih Alkemia pun mencoba membuat Pil dari tanaman obat yang dibelinya di Menara Alkemia dan tanaman obat yang didapatnya di Gunung Tianghe.
Setelah membuat Pil semalaman akhirnya matahari pun menunjukkan cahayanya yang menandakan bahwa waktu baginya untuk meninggalkan Kediaman Wu.
“Ayah! Anak sungguh tidak berbakti dan mohon maafkan anakmu ini!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang sedih sambil memberikan hormat dengan membungkukkan tubuhnya di hadapan Wu Shanghe.
“Berlatihlah dengan keras dan menjadi pria yang kuat! Bawa Yaoyao kembali!” ucap Wu Shanghe dengan senyum yang pilu.
“Ambil ini! Ini adalah satu-satunya Giok yang ditinggalkan Ibumu sebelum dirinya pergi!” ucap Wu Shanghe sambil menyerahkan Giok berwarna merah darah kepada Wu Sheng.
“Ayah, jangan khawatir. Wu Sheng pasti akan kembali bersama Ibu dan Yaoyao!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat yang dibalas dengan anggukan kepercayaan dari Wu Shanghe.
Wu Lei yang hanya diam melihat Wu Sheng dan Wu Shanghe berpelukan pun akhirnya angkat bicara saat gilirannya tiba.
“Kau tidak akan sendirian! Kakak akan berlatih keras dan menjadi Murid dari Sekte Tao! Lalu saat Kakak menjadi kuat, Kakak akan membantumu mencari Ibu dan membawa Yaoyao kembali ke rumah ini!” ucap Wu Lei dengan tekad yang kuat.
“Aku akan menunggu hingga saat itu tiba Kak! Kita akan sama-sama berjuang menjadi lebih kuat!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar.
Tetua Dong yang tidak tahan menunggu terlalu lama pun kehilangan kesabarannya dan menghentikan drama keluarga saat melepas Wu Sheng.
“Waktu kita tidak banyak! Kita harus pergi sekarang!” ucap Tetua Dong yang membuat pedang miliknya besar kembali lalu berdiri di atasnya sambil menuggu WU Sheng ikut naik di belakangnya.
Wu Sheng yang tak ingin membuat Tetua Dong marah pun bergegas pergi dan menguatkan tekadnya.
“Aku akan menjadi Pria terkuat dan melampaui pencapaianku di masa lalu!” ucap Wu Sheng dengan tatapan lurus ke depan dengan Pedang Keluarga Wu yang terikat erat di belakang punggungnya dan Gruxiao yang bersembunyi di dalam pakaian Wu Sheng.
#Bersambung#
Bagaimana kelanjutan kisah Wu Sheng? Apa yang akan ditemui Wu Sheng di Sekte Langit? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
*Note*
Maaf Author tidak update selama beberapa hari terakhir disebabkan Laptop Author rusak jadi baru selesai diperbaiki. Diusakan kedepannya akan lancar update dengan durasi minimal 1 BAB per hari. Terima kasih.