
Guang Yao yang akhirnya menyadari bahwa orang yang datang adalah Wu Sheng segera berlari memeluk Wu Sheng dengan wajah yang sangat bahagia. Kerinduan dan keinginan untuk bertemu yang tertahan selama berbulan-bulan akhirnya bisa terlepaskan.
“Kakak Sheng!”
“Yaoyao! Aku merindukanmu!”
Di saat keduanya sedang bersuka cita tiba-tiba terdengar suara dari luar yang membuat Wu Sheng membisikkan sesuatu di telinga Guang Yao.
“Nona Muda, saya adalah Kepala Pelayan. Apakah saya boleh masuk?”
“Biarkan dia masuk! Aku akan bersembunyi dan jaga ketenanganmu!”
“Masuklah!”
Guang Yao yang tak ingin Wu Sheng yang bersembunyi di dalam kamarnya ketahuan pun mengambil sikap dingin.
“Ada apa? Apakah ada sesuatu?”
“Nona, Tuan Besar memanggilmu di ruangannya!”
“Aku mengerti. Aku akan segera kesana setelah berganti pakaian!”
Kepala Pelayan yang mendapatkan persetujuan bergegas pergi meninggalkan Guang Yao saat menyadari ketidaksenangan pada sikapnya.
“Saya akan menyampaikan pesan Nona!”
Guang Yao yang bingung karena dirinya tiba-tiba dipanggil pun mendapatkan jawabannya saat Wu Sheng memberikannya petunjuk.
“Jangan cemas! Orangtua itu memanggilmu untuk menanyakan tentangku!”
“Menanyakan tentang Kakak Sheng?”
“Benar! Saat ini Keluarga Bai dalam situasi yang sulit dan aku menawarkan bantuan dengan syarat mengembalikanmu padamu!”
“Orangtua itu pasti sedang bingung saat ini. Itulah sebabnya dia memanggilmu!”
“Jika seperti itu maka aku menyelesaikan yang telah Kakak Sheng lakukan!”
Guang Yao yang telah membuat keputusan pun pergi menemui Bai Hong setelah berpamitan dengan Wu Sheng.
“Kakek, ini aku Guang Yao. Apakah aku boleh masuk?”
“Masuklah!”
Guang Yao yang mendengar gosip yang beredar dari Bong dan melihat kerutan mencolok di wajah Bai Hong ketika sampai membuat Guang Yao menyadari bahwa yang dikatakan oleh Wu Sheng kebenarannya.
‘Saat ini Kakek terkena racun dan Paman terluka parah hingga tak sadarkan diri!’
‘Ancaman serangan dari Keluarga lain yang serakah ada di depan mata dan Kakak Sheng datang menawarkan tawaran yang menggiurkan!’
‘Hmmm, Wajar saja Kakek memasang wajah seperti ini!’
“Ada apa Kakek memanggilku kemari?”
Bai Hong yang merasa bersalah atas kematian orangtua Guang Yao sangat ingin memberikan yang terbaik untuk Guang Yao sebagai balasannya.
Bai Hong yang tidak pernah berpikir untuk membuat Guang Yao sebagai alat untuk mendapatkan keuntungan seperti yang dilakukan Keluarga lain kepada keturunannya seperti berada dalam dilema yang berat.
“Apakah kau yakin Keluarga angkatmu dan pria yang menikahimu itu akan datang menjemputmu?”
“Kakek! Paman Wu telah membesarkanku selama ini dengan memberikan kasih sayang dan juga semua hal yang baik padaku!”
“Suamiku pun adalah orang yang telah bersamaku sejak kecil dan dia sangat mencintaiku!”
“Jika Kekek tanya apakah Paman Wu dan Kakak Sheng akan datang menjemputku maka jawabannya sudah pasti Ya!”
“Itulah sebabnya aku bertahan di Keluarga ini, Keluarga yang asing bagiku meskipun ini adalah Keluarga kandungku, Kakek!”
Bai Hong yang mendengar perkataan Guang Yao merasa seluruh tubuhnya terasa sangat lemas lalu menarik nafas yang panjang dan mengatakan kebenarannya.
“Jika seperti itu berarti Kakak Sheng sungguh telah menjadi kuat dan menepati janjinya padaku!”
“Lalu apakah Kakek akan menolak tawaran dari Kakak Sheng?”
Bai Hong yang mendengar pertanyaan Guang Yao hanya diam dan tidak memberikan jawaban apapun lalu meminta Kepala Pelayan untuk membawa Guang Yao kembali ke halamannya.
Bai Hong yang merasakan sakit kembali pada lengannya yang terkena racun pun terjatuh ke lantai sambil bertahan di meja kerjanya dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
“Hah! Aku aku harus menemukan solusi untuk masalah ini! Jika tidak, aku tidak tau berapa lama aku dapat bertahan!”
Tepat setelah kepergian Bai Hong, Wu Sheng yang bersembunyi pun menyelinap masuk ke dalam ruang kerja dan mencari sebuah petunjuk.
“Orangtua itu sepertinya menyembunyikan sesuatu! Aku harus mencaritau dan menyelesaikan masalah ini jika ingin Yaoyao berada di sisiku!”
Bai Hong yang terus mencari ternyata tidak menemukan apapun lalu melihat sebuah lukisan yang terpajang di dinding dan menyingkirkannya lalu menemukan sebuah ruang rahasia kecil.
“Gulungan? Gulungan apa ini?”
Rasa penasaran itu membuat Wu Sheng membuka isi gulungan dan membacanya lalu menemukan sebuah rahasia yang mengejutkan.
“Hah! Sial! Dasar Keluarga Bai br*ngsek!”
“Mereka berkata seolah menyayangi dan mengharta karunkan kembalinya Yaoyao tapi ternyata mereka ingin mengambil keuntungan besar saat Yaoyao kembali!”
“Orang-orang serakah yang menginginkan kedudukan dan kekuasaan dengan menjual keturunan mereka dan mengorbankan kebahagiaan mereka sungguh menyebalkan!”
Wu Sheng yang sangat marah dan kesal saat mengetahui Guang Yao ternyata telah ditunangkan dengan Pangeran Ketiga dari Dinasti Yuan pun mengubah strateginya.
“Sepertinya bicara baik-baik tidak akan membuat orang-orang serakah ini menyerah!”
“Hah! Tidak ada cara lain!”
“Sepertinya hanya Kekuatan yang akan membuat orang-orang ini menyerah!”
Beberapa hari berlalu, Hari Pertandingan Dinasti Yuan segera dilaksanakan. Semua orang yang telibat dan berpartisipasi dalam Pertandingan pun berkumpul di Arena Pertandingan.
Wu Sheng dan yang lain yang telah berkumpul di daerah sekitar Arena Pertandingan pun menjadi sangat kagum dengan kemeriahan dan yang ada di depan matanya.
“Apakah Pertandingan Dinasti Yuan sungguh akan segera dibuka?”
“Tempat ini sangat hidup dan juga meriah!”
“Aku sampai tidak bisa melepaskan pandangan mataku pada kemewahan dan kemeriahan ini!”
Wu Sheng yang diam saja sejak awal dan hanya berdiri menatap podium tempat beberapa orang besar dari berbagai Kota berkumpul membuat Zhixia cemas dan kecewa di saat bersamaan.
“Kakak Wu Sheng! Apakah kau sungguh tidak bisa melepaskan pandangan matamu dari sosoknya?”
Tiga hari sebelum Pertandingan, Zhixia yang tidak sengaja menguping pembicaraan Wu Sheng dan Master Luo menjadi semakin sedih.
“Master Luo! Maafkan kelancanganku tapi kumohon izinkan aku meninggalkan rombongan sementara waktu. Aku berjanji akan kembali sebelum Pertandingan Dinasti Yuan!”
“Aku harus menyelesaikan masalah pribadi yang menjadi alasanku bergabung dalam Pertandingan ini!”
“Apakah urusan pribadimu adalah wanitamu yang dibawa pergi oleh Keluarga Bai secara paksa?”
“Maafkan aku! Aku tidak bermaksud ikut campur atau menyelidikimu tapi aku harap kau tidak akan terpaku pada masa lalu dan menyia-nyiakan bakat yang kau miliki!”
“Terima kasih untuk sarannya Master Luo dan aku akan menganggap itu sebagai niat baikmu dan izin darimu!”
“Aku pamit!”
Master Luo yang sudah mengetahui keberadaan Zhixia begitupula dengan Wu Sheng akhirnya menyadari bahwa Wu Sheng sungguh tidak akan pernah bisa membuka hatinya untuk Zhixia dan merasa kasihan pada cinta bertepuk sebelah tangan Muridnya itu.
“Zhixia! Aku tau kau bersembunyi disana! Keluarlah!”
“Ma-Maafkan aku Guru! A-aku sungguh tidak bermaksud untuk menguping!”
“Tidak masalah lagipula Tuan Muda Wu pun telah mengabaikan keberadaanmu meskipun dirinya tau sedang menguping!”
“Guru tidak ingin kau terluka lebih jauh jadi Guru harap kau dapat melupakan perasaanmu karena Tuan Muda Wu tidak akan pernah berhenti dengan mudah!”
Master Luo yang tau jika Zhixia butuh waktu sendiri dan saat dirinya sendiri tangis yang terus ditahannya seketika pecah.
#Bersambung#
Kemana Wu Sheng pergi selama tiga hari sebelumnya? Apa yang direncanakan oleh Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...