
Zhixia yang mendnegar perkataan Wu Sheng pun menjadi bingung dan penasaran di saat bersamaan.
“Apa maksud ucapanmu itu?” tanya Zhixia dengan mata yang menyipit tajam dengan sikap yang angkuh.
Wu Sheng yang tidak ingin capek menjelaskan apapun kepada Zhixia pun mengabaikannya dan memutuskan mencari titik lemah dari ilusi tersebut.
Wu Sheng yang melihat sebatang kayu tak jauh dari bebatuan itu pun menjadi sangat curiga dan menghancurkan kayu tersebut hingga berkeping-keping.
Kayu yang hancur secara tak terduga menghilangkan Kristal Energi yang ada di hadapan Zhixia dan membuka pintu tersembunyi.
“I-ini... Apakah ini Segel Formasi?” tanya Zhixia dengan ekspresi wajah yang bingung dengan mata dan mulut yang terbuka tidak percaya.
“Ini bukanlah Segel Formasi. Ini adalah Ilusi yang dibuat oleh Hewas Buas yang memiliki kekuatan di Level Surgawi Awal!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang akhirnya menemukan pintu yang telah dicarinya pun berjalan masuk ke dalam karena melihat Gruxiao sangat bersemangat memintanya untuk masuk.
Namun Zhixia yang khawatir akan keselamatan Wu Sheng setelah mendengar ada Hewan Buas dengan Level yang tinggi di dalam pun meminta Wu Sheng mengurungkan niatnya.
“Tu-tunggu! Kau mau kemana? Apakah kau berniat masuk ke dalam?” tanya Zhixia dengan ekspresi wajah yang sedikit takut.
“Tentu saja! Aku sudah susah payah menemukan jalan masuknya, bagaimana mungkin aku melewatkan kesempatan yang berharga ini?” sindir Wu Sheng yang tetap berjalan masuk ke dalam.
“Hei! Apa kau tidak takut? Seperti yang kau katakan, di dalam ada Hewan Buas Level Surgawi Awal tapi kau masih memaksa masuk?” tanya Zhixia yang tetap masuk mengikuti Wu Sheng di belakangnya.
“Kenapa harus takut? Hewan Buas itu mungkin ada di Level Surgawi Awal tapi dia mungkin saja terluka saat ini. Coba kau pikirkan, kenapa Hewan Buas dengan kemampuan yang tinggi sampai bersembunyi dan menyembunyikan dirinya?” tanya Wu Sheng dengan senyum yang licik.
Zhixia yang mendengar penjelasan Wu Sheng pun diam dan berjalan mengikuti Wu Sheng ke dalam Goa.
Wu Sheng yang berjalan di depan ternyata terus mengawasi Gruxiao yang ada di balik pakaiannya karena khawatir akan ada jebakan yang terpasang.
“Jangan khawatir! Hewan Buas ini belum mencapai evolusi sehingga tidak memiliki kecerdasan yang sama dengan manusia jadi tidak mungkin ada jebakan lain yang terpasang di sepanjang jalan ini!” ucap Wulong yang tiba-tiba muncul dan melayang di samping Wu Sheng.
“Kalau seperti itu maka lorong ini aman? Tapi Hewan apa yang bersembunyi di dalam Goa Batu ini?” tanya Wu Sheng dengan suara yang rendah karena tak ingin dipikir bicara sendiri oleh Zhixia.
“Benar, lorong ini aman dan hanya ada Satu Hewan Buas yang bisa melakukan ini adalah Rubah!” ucap Wulong dengan tatapan mata yang tajam.
“Rubah?” tanya Wu Sheng dengan suara yang rendah dengan wajah yang bingung dan penasaran seolah berniat meminta penjelasan lebih dari Wulong.
Namun sebelum Wu Sheng mendapatkan penjelasan lainnya tiba-tiba Zhixia bersuara dan mengatakan sesuatu.
“Lihatlah! Ada cahaya! Lorong ini telah menemukan ujungnya!” ucap Zhixia dengan wajah yang penuh semangat sambil mempercepat langkahnya menuju cahaya yang terang ada di ujung jalan.
Wu Sheng yang tidak bisa membiarkan Zhixia mengambil semua Harta Karun ataupun membuat masalah padanya pun ikut mempercepat langkahnya mengikuti dari belakang.
Tepat setelah cahaya terang itu ada di depan mata pemandangan yang menakjubkan mata terlihat dengan sangat jelas.
Keduanya menemukan Tambang Kristal Energi yang dipenuhi dengan Kristal Energi berwarna Merah dan Biru dengan Energi Qi Murni yang sangat banyak.
“Jadia Serigala Merah itu berada di depan mulut Goa bukan karena ingin menjaga Kristal Energi palsu tapi karena di dekatnya terdapat Energi Qi Murni yang sangat besar!” ucap Wu Sheng yang mengatakan pendapatnya.
Namu sebelum Gruxiao menyentu Kristal Energi tersebut Wu Sheng ternyata telah berhasil menangkapnya dan meletakkannya ke dalam pelukannya.
“Apa yang kau lakukan Gru? Apa kau ingin membuat Rubah Ekor Sembilan yang sedang tertidur itu bangun dengan menyentuh Kristal Energi ini sembarangan?” ucap Wu Sheng yang memberikan Gruxiao peringatan.
Namun secara tak terduga Rubah Ekor Sembilan yang tertidur tiba-tiba terbangun dan mengeluarkan suara yang sangat keras.
“Rrrroooaaarrr!” teriak Rubah Ekor Sembilan dengan wajah yang marah dengan tubuh yang tegak menampakkan kesembilan ekor putihnya.
“Ma-maaf! A-aku tidak sengaja!” ucap Zhixia dengan suara yang lembut dengan senyum yang canggung sambil memeluk Kristal Energi berwarna Merah di dalam pelukannya.
Wu Sheng yang melihat yang telah dilakukan Zhixia hanya bisa menarik nafas panjang dan memasang wajah yang kesal.
Rubah Ekor Sembilan yang merasa terancam karena ada manusia yang mencoba mencuri Kristal Energi miliknya yang digunakannya untuk menyembuhkan lukanya pun menyerang keduanya secara brutal.
Wu Sheng dan Zhixia yang masih berada di Level Langit ternyata bukan lawan yang dari Rubah Ekor Sembilan.
“Aaaarrrgghhh! Uhuk! Uhuk! Uhuk!” ucap keduanya secara bersamaan setelah menabrak dinding goa lalu memuntahkan darah yang segar.
“Sial! Hewan Buas ini terlalu kuat! Jika seperti ini, kita hanya akan menjadi makanannya saja!” ucap Zhixia dengan wajah yang kesal.
Wu Sheng yang tidak ingin berkomentar apapun karena malas berdebat dengan Zhixia pun mengepalkan kedua tangannya dengan sangat keras dan memikirkan cara untuk mengalahkan Rubah Ekor Sembilan yang ada di depannya.
“Wulong? Apakah kau bisa membantuku mengalahkan Rubah ini? Aku tidak ingin merasakan mati untuk kedua kalinya!” ucap Wu Sheng dengan nada bercanda yang membuat Wulong menatap tajam ke arahnya.
“Kekuatanku tidak cukup untuk mengalahkan Rubah jelek itu apalagi menyelamatkan nyawamu untuk kedua kalinya!” ucap Wulong dengan wajah yang marah.
“Lalu apa yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa terus seperti ini!” ucap Wu Sheng yang menyadari bahwa dirinya tidak bisa terus menghindar dan bertahan karena staminanya tidak akan cukup untuk bertahan untuk waktu yang lama.
“Hanya ada satu cara yaitu memaksa melakukan terobosan bersama Naga Kontrakmu itu dan aku akan meminjamkan kekuatanku untuk membantumu mengalahkan Rubah itu!” ucap Wulong dengan ekspresi wajah yang terlihat frustasi.
Wu Sheng yang mengerti maksu ucapan Wulong pun bergerak mendekati Zhixia dan mengatakan rencananya.
“Aku punya cara untuk mengalahkan Rubah jelek ini tapi aku membutuhkan bantuanmu! Apakah kau percaya padaku?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
“Apakah menurutmu aku punya pilihan di situasi seperti ini?” sindir Zhixia dengan ekspresi wajah yang kesal sambil terus menghindari serangan ekor dari Rubah Ekor Sembilan.
“Baiklah. Kalau begitu tolong alihkan perhatian Rubah itu dan buat dia sibuk selama satu jam!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam dan dengan cepat menghilang dari hadapan Zhixia.
Zhixia yang melihat Wu Sheng pergi dan membiarkan dirinya mengalahkan Rubah Ekor Sembilan sendirian hanya bisa menahan kekesalan dan kemarahannya sendiri.
“Sial! Awas saja jika dia kabur dan meninggalkanku! Akan aku pastikan untuk memberikannya pelajaran nanti!” ucap Zhixia dengan wajah yang kesal sambil mengarahkan pedangnya ke cakar Rubah Ekor Sembilan yang datang padanya.
“Dasar Rubah jelek! Rasakan ini! Tarian Kelopak Mawar Berdarah!” teriak Zhixia dengan suara yang keras.
#Bersambung#
Apakah Wu Sheng berhasil memaksa dirinya untuk melakukan terobosan? Akankah keduanya selamat dari serangan Rubah Ekor Sembilan? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...