
Wu Sheng yang mengikuti Ujian untuk menjadi Anggota Depertemen Alkemia di Sekte Langit pun mulai membuat Pil yang diinginkan untuk lolos.
“Hmmm, ini adalah Ujian untuk diterima sebagai Anggota jadi aku tidak perlu mengeluarkan semua kemampuanku!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
“Ujian ini hanya memintaku membuat Pil Penyembuh tingkat Satu maka aku akan membuat Pil tingkat Satu seperti yang diminta!” ucap Wu Sheng dengan senyum kecil di sudut bibirnya.
Wu Sheng yang memulai mengambil tempat yang kosong pun memulai membuat Pil dengan mengambil beberapa Tanaman Obat dan memulai mengekstraknya satu per satu dan membentuknya menjadi sebuah Pil yang sempurna dengan menggunakan Pelahap Api.
Wu Sheng yang tak ingin orang berpikir jika dirinya menggunakan Api terbaik di seluruh Daratan pun hanya menggunakan Pelahap Api saat Master Alkemia yang berjaga lengah dan membentuk Pil dengan sangat cepat.
Wu Sheng yang bisa membuat Tiga buah Pil hanya dalam satu kali proses Alkemia singkat pun menyerahkan Pil yang telah dibuatnya kepada Penguji, Master Zhong.
Penguji yang melihat Pil yang dibuat Wu Sheng sangat sempurna pun menjadi sanga terkejut dan dengan cepat menerima Wu Sheng sebagai Anggotanya.
“I-ini adalah Pil yang sempurna! Kau ternyata adalah orang yang sangat berbakat! Aku tak pernah melihatmu jadi kau pasti Murid Baru!” ucap Master Zhong dengan suara yang terdengar sangat bahagia dengan senyum yang ceria.
“Selamat bergabung menjadi Anggota Departemen Alkemia! Ini adalah Token keanggotaanmu!” ucap Master Zhong dengan wajah yang sangat senang.
Wu Sheng yang telah mendapatkan Token yang dibutuhkannya untuk mendaftar lomba pun bergegas keluar dan menemui Yan Duxing.
Yan Duxing yang telah sangat cemas karena Wu Sheng sangat lama keluar dari tempat Ujian menjadi Master Alkemia pun menjadi lega setelah melihat Wu Sheng keluar.
“Saudara Wu, akhirnya kau keluar juga! Bagaimana hasilnya?” tanya Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang sangat penasaran.
“Aku berhasil lolos dan ini adalah Token milikku!” ucap Wu Sheng dengan santainya menunjukkan Token keanggotaannya.
“Bagus sekali! Sekarang kita bisa mendaftarkanmu di Lomba Alkemia!” ucap Yan Duxing yang menjadi sangat bersemangat.
Wu Sheng yang mendengarkan Yan Duxing pun mendaftarkan diri Perlombaan dan menjadi Peserta terakhir.
Wu Sheng bahwa Lomba itu akan dilaksanakan keesokan harinya pun memutuskan untuk kembali ke kamarnya dan beristirahat.
“Aku ingat setiap Murid Sekte Langit harus mendaftar minimal satu Depertemen sebelum Ujian Kedua sebagai Murid Luar dilaksanakan. Aku telah menjadi Anggota di Depertemen Alkemia lalu bagaimana denganmu Saudara Yan?” tanya Wu Sheng yang berjalan beriringan dengan Yan Duxing.
“Tentu saja aku sudah menjadi Anggota dari Sebuah Departemen! Lihat ini! Ini adalah Token keanggotaanku!” ucap Yan Duxing yang dengan berani dan percaya diri menunjukkan Token sebagai Anggota dari Depertemen Penjinak Hewan Buas.
“Hmmm, Token itu sangat cocok denganmu mengingat kemampuanmu tentang pemahaman terhadap Hewan Buas sangatlah luar biasa!” puji Wu Sheng dengan senyum yang tulus.
“Saudara Wu, kau memang teman yang sangat baik! Ingat! Kau harus menang besok karena aku pasti akan mendukungmu!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang senang lalu berjalan dengan hati yang riang menuju kamarnya.
“Tentu saja! jangan khawatir!” ucap Wu Sheng dengan percaya diri lalu pergi meninggalkan Yan Duxing yang masih dengan semangat yang membara.
Sementara itu, Zhixia yang telah pergi meninggalkan kamar Wu Sheng setelah efek dari penguncian Meridian oleh Wu Sheng pun mulai menginvestigasi tentang kajadian yang menimpanya.
“Aku pasti akan menemukan orang yang menjadi dalang dari penjebakanku semalam!” ucap Zhixia dengan tekad yang kuat.
Zhixia yang mulai mencari petunjuk pun berhasil mengurung orang yang telah memasukkan Racun Perangsang Wanita pada minumannya.
“Dasar pelayan j*lang rendahan! Beraninya kau meracuniku! Apakah kau sungguh telah bosan hidup?” tanya Zhixia dengan wajah yang sangat marah.
“To-tolong! Mohon a-ampuni saya!” ucap seorang Pelayan yang sedang terduduk dengan berlutut dengan tubuh yang bergetar ketakutan.
“Aku bisa saja mengampuni nyawamu asalkan kau mau mengatakan siapa yang menyuruhmu melakukan ini padaku!” ucap Zhixia yang mulai mengendalikan dirinya.
Pelayan yang sangat ketakutan akan kehilangan nyawanya itu pun bergegas menganggukkan kepalanya dan siap untuk mengatakan semua yang ingin diketahuinya.
Namun sebelum pelayan itu berhasil mengeluarkan sepatah kata tiba-tiba sebuah pisau angin tajam datang mengarah ke jantung pelayan.
Pelayan yang terkena serangan mendadak di bagian jantung pun mengeluarkan darah segar dan akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya.
“Tidak! Aarrggghhhhh!” teriak Zhixia dengan suara yang lantang dengan eksperesi wajah yang terkejut lalu marah dan kesal.
Zhixia yang tidak bisa menerima kenyataan bahwa satu-satunya saksi mata yang bisa memberitaunya orang yang telah mencoba menyakirinya meninggal pun bergegas memeriksanya.
Namun kenyataan bahwa Pelayan itu tak bernafas lagi membuat Zhixia sangat marah dan berlari ke sumber pisau angin datang.
Zhixia yang mencoba mengejar pelakunya pun kehilangan jejaknya dan saat dirinya kembali bahkan mayat pelayan yang meninggal itu pun telah menghilang.
“Aaaarrggghhhh! Sial! Aku sungguh tidak akan menyerah! Aku pasti akan menemukanmu br*ngsek!” ucap Zhixia dengan suara yang keras dengan wajah yang kesal.
Zhixia yang berniat meninggalkan tempat sepi itu pun melihat sesuatu yang bergerak-gerak dari kejauhan dan mendekat lalu menemukan sebuah bukti kecil.
“Hah! Tidak disangka ternyata salah satu orang yang membunuh pelayan itu teryata meninggalkan sebuah bukti!” ucap Zhixia yang mengangkat ke atas potongan pakaian yang tersangkut di dedaunan.
Zhixia yang menganalisis potongan pakian yang tersangkut pun menemukan sebuah kenyataan yang sangat pasti.
“Kain ini tidak bisa dimiliki oleh orang biasa! Aku sangat yakin hanya orang yang memiliki status Keluarga yang tinggi yang bisa memakai pakaian dengan kain ini!” ucap Zhixia dengan ekspresi wajah yang serius.
“Aku tidak peduli siapa kau karena kau telah mencoba mencelakaiku maka aku akan membalasmu!” ucap Zhixia dengan tatapan mata yang tajam.
Di sisi lain, seorang pria tidak menyadari bahwa pakaiannya telah sobek pun datang menemui seorang pria dengan umur yang masih sangat muda dengan sikap yang sangat sopan.
“Bagaimana dengan hasil dari tugas yang aku berikan kepadamu?” tanya Mo Sanlang yang merupakan Putra Tertua dari Keluarga Mo yang juga Murid Utama dari Tetua Hu serta orang terkuat nomor tiga di Sekte Langit.
“Jangan khawatir, Bos. Aku telah berhasil membunuh pelayan bodoh itu sebelum dia mengatakan sesuatu tentang bos. Aku pun telah mengambil mayatnya agar tak yang bisa mendapatkan bukti apapun.” Ucap Zu Gong dengan percaya diri.
“Bagus! Ini adalah hadiahmu dan pergilah dari sini!” ucap Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang dingin sambil melemparkan sekantong Inti Kristal berwarna Merah kepada Zu Gong.
“Terima kasih, Bos! Kau memang yang terbaik!” ucap Zu Gong dengan wajah yang sangat senang dan senyum yang lebar.
Mo Sanlang yang melihat Pelayan yang terbaring di hadapannya dengan tubuh yang telah kehilangan jiwanya.
“Orang yang tidak berguna tidak pantas hidup!” ucap Mo Sanlang dengan tatapan mata yang tajam sambil mengeluarkan Api dan membakar tubuh Pelayan wanita itu hingga sehelai rambut pun tak bersisa.
Mo Sanlang yang menginginkan Zhixia menjadi wanitanya menjadi sangat kesal saat dirinya gagal akan rencananya yang telah dibuat sangat matang.
“Kau mungkin bisa lolos kemarin tapi jangan lengah Zhixia sayangku! Cepat atau lambat kau pasti akan menyerah di antara kedua kakiku! Akan aku pastikan bahwa kau terbaring lemah di atas ranjangku!” ucap Mo Sanlang dengan senyum yang licik.
#Bersambung#
Siapa Mo Sanlang? Apakah ada yang bisa menebaknya? Bagaimana hasil dari Lomba Alkemia Wu Sheng keesokan harinya? Berhasilkah Wu Sheng menjadi juara pertama? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...