Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Malam Minggu


"Yes, sepertinya aku berhasil pdkt sama Nirmala," Jeff terlihat senyum-senyum sendiri setelah keluar dari butik.


"Dari tadi aku perhatikan kamu senyum-senyum sendiri," Kata Nirmala.


"Kamu memperhatikan aku ya, so sweet ...." Jeff nampak kegirangan.


Nirmala terdiam sejenak.


"Aku harus buru-buru pulang kerumah, bisa kan kita langsung pulang tanpa mampir-mampir lagi, pak supir?" Nirmala sengaja meledek Jeff dengan menyebutnya supir.


"Siap Nona." Jeff membalas.


Mereka tertawa kecil bersama.


Awalnya Nirmala berfikir Jeff akan marah, tapi ternyata Jeff justru senang.


Sesampainya dirumah Nirmala. Jeff berjanji akan menjemputnya nanti malam.


***


Malam pun tiba, Nirmala bersiap dengan gaun yang tadi siang di belikan oleh Jeff. Sambil menunggu, Nirmala mengobrol santai bersama pakde Slamet dan Bi Sona.


2 Jam berselang, Jeff tak juga datang. Nirmala mencoba menghubunginya melalui telepon genggam tapi tak ada jawaban.


Nirmala melihat Kevin keluar dari rumahnya, menyetir mobil dengan kecepatan tinggi. Biasanya dia selalu menyapa Nirmala, tapi kenapa malam ini dia seperti tidak melihat keberadaannya.


Mungkin Kevin ada urusan yang sangat penting. Nirmala mencoba positif thinking.


"Kevin, untung kamu cepat datang. Aku khawatir sekali," Chika memeluk Kevin yang baru saja sampai dirumah sakit.


"Apa yang sebenarnya terjadi?" Tanya Kevin.


"Jeff mengalami kecelakaan tunggal di jalan raya, mobilnya menabrak pagar pembatas,"


"Rem nya rusak? apa sebelumnya sudah di cek mobilnya? atau Jeff masih belum mahir menyetir?" Kevin merasa penasaran.


"Sebelumnya mobil ini di rumah Om Candra,"


"Siapa om Candra?"


"Kakak ayahku,"


"Jeff sepulang sekolah, memintaku untuk mengambil mobilnya di rumah om candra karena dia ingin memakainya, tapi karena aku sibuk, aku menyuruh Tirta sepupuku untuk mengantarkan mobilnya,"


"Aku tidak menyangka kalau kejadiannya bakal seperti ini," Chika terisak, menangisi kecelakaan yang menimpa adiknya.


"Orang tua mu tahu tentang ini?" Tanya Kevin.


"Tidak." Chika menggelengkan kepala.


Dokter keluar dari ruang vip tempat Jeff di rawat, belum sempat Chika menanyakan keadaan adiknya. Dokter sudah lebih dulu bicara dan menanyakan "apakah di antara kalian ada yang namanya Nirmala?".


Chika menggeleng dengan cepat tanda tidak tahu. Sedangkan Kevin merasa jantungnya seperti tertusuk saat mendengar nama itu.


"Pasien terus menyebut nama Nirmala, mungkin dia orang yang sangat penting, saya permisi dulu." Dokter menutup pembicaraan nya.


Kevin terus memikirkan kata-kata dokter. Chika yang mengkhawatirkan keadaan adiknya langsung masuk ke ruangan.


Jeff terus saja menyebut nama Nirmala tanpa sadar. Kevin yang mendengarnya semakin merasakan kesakitan di dalam hati. Sakit yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


Sementara itu, Nirmala masih terus menunggu kehadiran Jeff. Detik demi detik, waktu demi waktu berputar tanpa henti, tapi Jeff masih tidak nampak juga. Nirmala mulai berfikir kalau Jeff hanya mempermainkannya saja. Tapi dia mencoba untuk tetap tenang dan tidak berfikir terlalu jauh.


"Untuk apa merasa sedih dan kecewa, memangnya siapa jeff itu," Nirmala mulai mengacau sendiri.


Dia terus memikirkan Jeff tapi dia juga merasa kesal. Tapi untuk apa dia kesal. Tidak akan merubah keadaan juga. Jeff tidak akan datang.


Jeff yang terbaring dirumah sakit mulai sadar, awalnya dia berfikir untuk menghubungi Nirmala. Tapi di sisi lain, dia tidak ingin Nirmala tahu perihal kecelakaan yang menimpanya, dia tidak ingin Nirmala mengkhawatirkannya.


"Tapi tidak mungkin Nirmala khawatir padaku, memangnya aku ini siapa?" Jeff berbicara dalam hati.


Jeff melihat Kevin ada di samping kakaknya.


"Kau, kau orang yang waktu itu di restoran kan?" tanya Jeff kepada Kevin.


"Iya," aku orang yang kemarin.


"Senang bertemu kembali, tapi seharusnya kita bisa bertemu di suasana yang bukan seperti ini" lanjut Kevin


"Jadi kau teman kakakku?" Tanya Jeff.


"Kami berteman dari SMP, saat kamu masih kecil, aku juga pernah menggendongmu, apa kamu lupa?"


"Aku sama sekali tidak ingat,"


"Ya sudah, itu tidak penting. Yang penting sekarang kamu bisa cepat pulih, semangat ...." Ucap Kevin memberi semangat.


"Tadi kamu mengigau, menyebut nama seseorang, siapa dia?" tanya Chika.


"Siapa?" Jeff merasa bingung.


"Nirmala." Kevin menyahut.


Jantung Jeff langsung berdetak kencang begitu mendengar nama itu, tapi Jeff juga melihat ada sesuatu di mata Kevin. Sesuatu yang berkaitan dengan Nirmala. Kenapa Kevin menyebut nama Nirmala dengan sorotan mata yang berbeda. Jeff seorang laki-laki, dia paham apa yang di ucapkan Kevin tadi bukan sekedar nama.


Sejenak Kevin terdiam. Begitu pun dengan Jeff.


"Kalian kenapa?" Chika merasa agak heran melihat keduanya.


"Tidak apa-apa, ini sudah malam, kakak pulang saja," Jeff meminta agar Chika pulang saja.


"Kakak akan menjagamu disini,"


"Disini ada suster dan dokter kak, udah kakak pulang saja,"


"Gara-gara kecelakaan ini, kak Chika dan kak Kevin batal malam mingguan, iya kan?" Sesal Jeff.


"Kami tidak pacaran," Kevin mengatakannya dengan sangat cepat dan tegas.


"I ... iya Kevin bukan pacar kakak," Chika gugup mengatakannya.


Jeff semakin curiga kalau Kevin mengenal Nirmala, tapi itu tidak mungkin. Nirmala hanya seorang anak pembantu sedangkan Kevin adalah Presdir, tidak mungkin mereka saling kenal.


"Chika, aku pulang dulu ya, apa kamu mau ikut pulang saja, adikmu tidak ingin kamu ada disini," ajak Kevin.


"Kamu pulang saja dulu Kevin, aku disini menjaga adikku. Kami sudah terbiasa berdua karena orang tua kami masih di luar negri, mereka jarang pulang,"


"Kalau begitu, aku permisi. Jeff ... good luck, semoga lekas sembuh,"


Kevin keluar dari ruangan Jeff dan masih saja memikirkan Jeff, memikirkan Jeff dan Nirmala tepatnya. Sementara itu, Jeff juga menebak-nebak kalau Kevin mengenal Nirmala.


"Tapi itu juga tidak mungkin, tidak mungkin Kevin mengenal Nirmala anak pembantu itu." Jeff terus mengulang kata-kata itu dalam hati.


"Kakak, Kevin sekarang tinggal dimana?"


"Kevin punya banyak rumah, memangnya kenapa Jeff?"


"Tidak apa-apa, kenapa kakak gak jadian saja sama dia?"


"Kakak sudah berusaha bertahun-tahun, tapi Kevin tidak pernah mengungkapkan perasaannya kepada kakak,"


"Apa dia sudah punya pacar?"


"Setahu kakak sih belum,"


Jeff terdiam, dia mulai memikirkan Nirmala lagi. Malam minggu yang dia pikir akan jadi malam terindah justru sebaliknya. Mobil yang dia naiki mendadak tidak bisa direm.


"Kak, polisi sudah tahu tentang ini?"


"Polisi masih menyelidiki, dugaan sementara karena rem nya blong. Tapi masih belum tahu mengapa remnya bisa blong, kita juga tidak boleh sembarangan menuduh."


"Iya." Jawab Jeff singkat menutup percakapan malam itu.


Jeff mulai mengantuk, dia berpesan kepada kakaknya agar jangan memberi tahu siapa pun kalau dia di rumah sakit. Jeff tidak ingin teman-teman sekolahnya tahu karena pasti akan sangat mengganggu istirahatnya. Dia hanya berharap bisa segera pulih dan bisa segera bertemu dengan Nirmala lagi. Nirmala pasti sangat kecewa karena Jeff tidak menepati janji untuk mengajaknya jalan-jalan.