Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Permintaan Maaf Jeff


Setelah Anah pulang, Nirmala terlihat tertawa sendiri. Bi Sona geleng-geleng kepala di dapur, tahu apa yang di lakukan oleh Nona besarnya itu sungguh tidak patut untuk di tiru. Bi Sona mulai menasehati Nirmala agar tidak mengerjai temannya lagi, kasihan.


"Biarin aja Bi," Nirmala masih terus tertawa


Haha ... haha ....


"Bi .... Mama dan Papa hari ini pulang jam berapa?"


"Mungkin habis isya, tapi Non tumben nanyain mereka." Bi Sona penasaran karena Nirmala biasanya cuek dengan kedua orang tuanya.


Nirmala menunggu kedua orang tuanya pulang, dia sudah tidak sabar ingin menceritakan kejadian tadi siang bersama Anah.


Nirmala menunggu orang tuanya di depan pintu, dia sangat tidak sabar.


Akhirnya mereka pulang juga.


Nirmala langsung berlari menyambut kepulangan orang tuanya. Dia menceritakan tentang vas bunganya yang pecah, bercerita dengan penuh semangat dan membuat kedua orang tuanya tertawa terbahak-bahak.


Mereka lalu menyuruh Nirmala untuk segera tidur.


"Nirmala," Mamah Nirmala, Wulandari memanggilnya saat Nirmala baru melangkah kan kaki menuju ke kamar.


"Besok Mama sama Papa mau ke Singapore, untuk 1 bulan, kamu mau oleh-oleh apa?" Tanya Mama Nirmala.


Ayah Nirmala terlihat sedang serius berbicara di telepon genggamnya. Nirmala sejenak menatap Ibunya dan berkata tidak minta oleh-oleh apapun. Nirmala juga memperhatikan ayahnya yang sedari tadi sibuk dengan ponselnya tanpa menoleh ke arahnya sedikit pun.


Nirmala ke kamarnya, tidak seperti dulu saat masih kecil. Nirmala kini lebih santai walaupun orang tuanya selalu seperti tidak memperdulikannya. Dia sudah terbiasa sehingga perasaannya pun tidak terlukai.


Aku sudah terbiasa tanpa mereka, jadi tidak masalah.


Pagi pun tiba, hari ini sekolah libur. Nirmala bangun pagi-pagi sekali agar bisa mengantar kedua orang tuanya ke bandara. Terlambat, kedua orang tuanya sudah berangkat satu jam yang lalu sebelum Nirmala bangun. Nirmala sangat kecewa tapi dia berusaha untuk menerimanya.


Bi Sona sudah menyiapkan sarapan untuk Nona besarnya. Nirmala makan sambil berbicara.


Dia menanyakan kepada Bi Sona tentang orang tuanya, apakah mereka tidak menyayanginya? Dari dulu selalu tidak pernah punya waktu untuk anaknya. Yang di urusin hanyalah bisnis, bisnis dan bisnis juga arisan dan shopping. Bi Sona mengingatkan agar Nirmala melanjutkan makannya dan tidak berfikir yang macam-macam.


Nirmala melanjutkan makannya, tiba-tiba seseorang mengetuk pintu. Rupanya Kevin datang, orang tua Nirmala sempat meminta tolong agar Kevin mengajak Nirmala berbelanja karena hari ini dia berulang tahun. Genap 18 tahun. Kevin dengan senang hati memenuhi permintaan tetangganya itu, ya kedua orang tua Nirmala adalah tetangga terdekatnya.


"Selamat Ulang Tahun ...." Kevin mengucapkan selamat ulang tahun dan memberi kejutan hadiah. Lagi-lagi Kevin memberinya boneka barbie.


Nirmala bahkan lupa dengan hari ulang tahunnya sendiri. Orang tuanya memang tidak pernah merayakannya dan selalu saja menyuruh Kevin untuk menemani saat ulang tahunnya tiba. Hari ini Kevin masih banyak pekerjaan di kantor, jadi dia berharap Nirmala mau menemaninya di kantor. Setelah itu baru jalan-jalan.


Nirmala setuju untuk ikut bersama Kevin ke kantornya. Selesai makan, mereka berdua menuju ke kantor. Di kantor Kevin, Nirmala hanya duduk sedangkan Kevin terlihat sibuk dengan setumpuk berkas perusahaan.


Tiba-tiba telepon Nirmala berdering.


"Hallo?" Anah menyapa Nirmala


"Hallo Anah,"


"Nirmala, kamu dirumah gak?"


"Enggak, aku lagi dikantor Kevin,"


"Cie ... kamu ngapain disana?"


"Hanya main saja," Nirmala menatap Kevin bersamaan dengan Kevin yang tersenyum menatap Nirmala.


"Kamu gak lupa kan Mala? sama tugas kamu, Jeff. Kamu gak lupakan kan?"


"Iya aku ingat." Jawab Nirmala


Anah lalu menutup teleponnya. Mengakhiri percakapannya dengan Nirmala.


Berkali-kali aku coba menghubungi Jeff tapi tidak ada jawaban. Aku sms pun tidak di balas. Juga dia memblokir wa ku. Aku benar-benar tersiksa dan sudah tidak sabar lagi. Mudah-mudahan Nirmala berhasil untuk membujuk Jeff hari ini.


Anah sangat berharap hari ini bisa bertemu dengan Jeff, berharap Jeff akan datang membawa setangkai bunga mawar dan berlutut di hadapannya seraya memohon agar mendapat maaf dari nya. Anah juga berfikir pada saat Jeff berlutut, maka dia akan berpura-pura jual mahal. Sampai Jeff memohon-mohon.


Anah tertawa dalam khayalannya.


"Nirmala, sudah siap?" Kevin mengagetkan Nirmala yang sedang melamun di ruangan Kevin.


"Kita mau kemana?" Tanya Nirmala.


Ketempat yang menyenangkan. Kevin mengajak Nirmala ke sebuah pusat perbelanjaan, dia menawarkan baju, kalung emas, cincin berlian dan lain-lain tapi Nirmala menggelengkan kepalanya sebagai tanda tidak suka.


"Kamu seperti anak kecil," Kevin mengusap rambut Nirmala dengan lembut.


Walaupun tidak suka dengan filmnya, Kevin mau menuruti keinginan Nirmala. Film pun selesai, tidak terasa hari sudah mulai sore. Nirmala lupa kalau dia harusnya mengadakan pertemuan dengan Jeff di Taman.


"Ya ampun aku lupa sesuatu," dia menepuk dahinya sendiri.


Kevin yang melihatnya menebarkan senyum seraya berkata.


"Kamu ada janji dengan seseorang?" Kevin seperti sudah tahu saja isi hati Nirmala.


"Iya,"


"Ya sudah, ayo aku antar," Kevin menawarkan diri.


Kevin mengantar Nirmala ketempat yang ingin Nirmala tuju. Telepon Nirmala berdering lagi, Anah menerornya kembali. Kevin berfikir, Nirmala ada janji dengan Anah, padahal bukan dengan Anah melainkan dengan Jeff.


"Berhenti di sini saja Kevin," Kata Nirmala menyuruh Kevin menghentikan mobilnya.


"Terimakasih untuk hari ini." Nirmala mengucapkan terimakasih dan segera berlari menuju ke sebuah tempat.


"Jeff, maaf aku terlambat,"


"Tidak masalah, jadi bagaimana dengan syarat yang aku ajukan kemarin," Tanya Jeff.


"Iya aku setuju, cepatlah kamu minta maaf ke Anah".


"Baik," jawab Jeff singkat.


Jeff mencari nama Anah di teleponnya, tidak lama kemudian.


Langsung di angkat, cepat sekali.


"Hallo Anah, aku minta maaf atas perbuatan aku kemarin. Kamu mau kan maafin aku?."


"Iya, aku mau ...." belum selesai Anah melanjutkan kata-katanya, Jeff sudah mematikan teleponnya.


"Kamu dengar sendiri kan? Anah sudah memaafkan ku." Kata Jeff


Nirmala sedikit bengong, bukan seperti itu cara minta maaf yang benar. Dan bukan seperti itu pula permintaan maaf yang di harapkan oleh Anah.


"Tidak bisa, minta maaf dengan cara seperti itu namanya tidak sopan." Nirmala sekarang yang mulai mengatur.


"Kamu ini bicara apa? sudah jelas-jelas aku minta maaf," Jeff mulai mendekatkan wajahnya ke dekat wajah Nirmala.


Nirmala langsung mendorong wajah Jeff agar menjauh dari wajahnya.


"Tidak, bukan begitu caranya, kamu harus mendatangi Anah dan minta maaf langsung kerumahnya,"


Dirumahnya, Anah terlihat sangat girang. Dia menari-nari bergembira meloncat-loncat di kamarnya. Hanya karena dia mendapatkan telepon dari seorang Jeff, rasanya sudah sebahagia itu.


Sementara itu di Taman, Nirmala masih bernegosiasi agar Jeff mau meminta maaf secara langsung, jika tidak maka Nirmala akan membatalkan perjanjiannya.


"Kau ini licik dan menyebalkan sekali," Kata Jeff.


"Kalo kamu menolak, aku akan batalkan perjanjian ini ..."


"Lagi pula, aku juga belum menanda tanganinya," Nirmala merasa senang karena bisa memenangkan permainan Jeff.


"Sialan, kenapa aku bisa seceroboh ini," Jeff mulai kesal.


Dia lalu memaksa Nirmala untuk tanda tangan, Nirmala menolak dan segera pergi berlalu meninggalkan Jeff.


Awas kau Nirmala.


Nirmala terus berlari dan mencari taxi. Dia masih membawa surat perjanjian itu. Di dalam mobil taxi, Nirmala tertawa sangat puas. Dia puas karena ternyata Jeff yang angkuh itu bisa dengan mudah di bodohi olehnya.


Jeff tidak tinggal diam, dia mengejar Nirmala dengan motor kesayangannya itu dan berhenti tepat di mobil taxi Nirmala. Supir yang ketakutan, akhirnya memilih untuk menurunkan Nirmala di jalan.


Berani-beraninya anak pembantu itu membodohiku. Liat saja, akan aku balas dia sekarang.


Nirmala mulai sedikit ketakutan saat Jeff mulai mendekatinya, tapi dia mencoba untuk terlihat kuat dan berani.


Kini Jeff berada tepat di hadapan Nirmala, mereka bertatapan mata. Sama-sama tatapan tajam, tidak ada rasa takut sedikitpun di mata Nirmala. Jeff mulai memegang pundak Nirmala, Nirmala sedikit gemetaran tapi tetap mencoba agar terlihat tidak ketakutan.