Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Rencana Jahat


Chika masih duduk di sofa dan terus memegang majalah serta membuka lembaran demi lembaran agar terlihat seperti orang yang sedang membaca. Hatinya yang gelisah sangat terlihat dari matanya, dia duduk dengan gelisah sehingga mengganggu konsentrasi Kevin.


"Apa kamu baik-baik saja Chik?" Tanya Kevin dari tempat duduknya.


"Iya, aku baik-baik saja." Jawab Chika.


"Kevin, aku harus segera pulang. Tidak masalah kan?" Kata Chika seraya berdiri dan menutup majalahnya.


"Tentu saja, silahkan." Kata Kevin datar.


Chika kemudian pergi keluar dari ruang kerja Kevin. Dia melangkah keluar sambil bergumam.


Tentu saja tidak masalah, aku sudah tahu jawabannya. Lagipula aku sudah lama mengenalmu. Keinginanmu sangat kuat, pendirianmu tidak mudah berubah, jika kamu ingin sesuatu pasti kamu akan berusaha untuk mendapatkannya. Aku tahu kamu menginginkan gadis itu. Liat saja apa yang akan aku perbuat.


Chika berjalan menuju ke parkiran mobil, tadi dia datang menyetir mobil sendiri. Setelah menemukan mobilnya, dia menekan kunci mobilnya untuk membuka kunci mobilnya. Membuka pintu mobil itu, masuk dan duduk lalu menutupnya kembali.


Dia tidak segera pergi, hanya menyalakan mobilnya dan menghidupkan ac di dalam mobil itu agar tidak merasa gerah. Dia lalu meraih tasnya, mencari ponsel dan menghubungi seseorang.


"Hallo, temui saya di lokasi xxxxx." Kata Chika setelah nomor yang di tuju berhasil di telepon.


Chika kemudian mulai menyetir dan menuju ke tempat yang dia janjikan dengan orang yang di teleponnya itu. Tidak lama kemudian, Chika sampai di lokasi dan orang yang di ajak nya janjian sudah menunggu di sana.


Mereka tidak banyak bicara.


"Aku ingin kalian membantuku lagi." Kata Chika sambil menyodorkan amplop tebal berisi uang puluhan juta.


"Ini baru DPnya." Lanjut Chika lagi.


"Jika kalian berhasil, aku akan menambahnya."


"Beres bos." Kata orang yang di temui Chika di lokasi itu sambil menghitung uang yang baru saja dia dapatkan dari Chika.


Orang itu sudah terbiasa melakukan kejahatan, dia tidak berperikemanusiaan dan bisa melakukan apa saja demi uang. Chika menyuruhnya untuk melenyapkan Nirmala.


"Ini foto gadis itu, dia bersekolah di SMA itu, lenyapkan dia hari ini juga." Perintah Chika.


"Siap bos." Kata orang itu.


Chika lalu pergi sembari memakai kaca mata hitamnya berjalan menuju ke mobil. Tanpa Chika sadari, Tirta yang hobby membolos sekolah tapi berprestasi itu mendengar semua percakapannya. Tapi Tirta tidak tahu, siapa gadis yang di maksud Chika karena Chika hanya menunjukan foto kepada orang yang di temui nya tanpa menyebut namanya. Tirta juga tidak bisa melihat foto siapa yang di tunjukkan oleh Chika itu kepada orang itu.


***


Tak terasa hari sudah siang. Kevin yang sedari tadi fokus dengan segudang tumpukan kertas kini mulai mengakhiri aktivitasnya.


"Jam pulang sekolah Nirmala, aku akan mengejutkannya dengan menjemputnya di sekolah." Batin Kevin.


***


Di sekolah Nirmala, para siswa mulai berhamburan keluar kelas tak terkecuali Nirmala dan Jeff. Hari ini Tirta tidak masuk kelas karena membolos, sedangkan Anah masih sakit. Nirmala masih membujuk Jeff supaya mau datang ke rumah Anah, tapi Jeff masih menolaknya.


"Ayo lah Jeff, kita main ke rumah Anah, please." Pinta Nirmala sambil memohon kepada Jeff.


"Tidak mau, tidak mau, tidak mau." Kata Jeff.


"Lalu kenapa kamu mengikuti aku?" Tanya Nirmala.


"Bukankah motor kamu parkir di sebelah sana?" Tanya Nirmala lagi sambil menunjuk ke tempat parkir.


Mereka berjalan hingga ke depan pintu gerbang sekolah, jalan raya di depan pintu gerbang sekolah itu tidak pernah terlihat sepi. Kendaraan dari arah kiri dan kanan selalu bergantian lewat.


"Biarkan saja motorku di dalam, dia akan aman di sana." Kata Jeff.


"Bilang saja kalau kamu mau mengikuti aku ke rumah Anah, iya kan? Mau naik bus?" Ucap Nirmala.


"Tidak." Jawab Jeff.


"Kalau begitu jangan ikuti aku." Kata Nirmala sambil sedikit mendorong Jeff.


Posisi Nirmala kini menghadap ke arah Jeff. Sedangkan Jeff melihat ke arah Nirmala dan tepat ke arah jalan raya. Tiba-tiba sebuah motor berjalan sangat cepat dan hampir menabrak Nirmala.


"Nirmala ... Awas !" Jeff memeluk Nirmala untuk menghindarkan dari motor yang melaju kencang itu.


Berniat menyelamatkan Nirmala, Jeff terlambat menghindar. Dia berhasil menyelamatkan Nirmala tapi dia belum sempat menyelamatkan dirinya sendiri. Tangan dan kakinya terserempet motor membuat badannya terguling ke aspal dan kepalanya terbentur.


Teman-teman di sekolahnya yang menyaksikan pun berkerumun. Dan berteriak histeris.


"Cepat panggil taksi, cepat." Kata mereka histeris.


"Nirmala, apa kamu baik-baik saja?" Jeff terkapar tapi masih bisa bicara dan tersenyum.


"Diam kau Jeff, aku akan membawamu ke rumah sakit." Kata Nirmala sambil terus memegang Jeff yang berlumuran darah sambil menunggu taksi yang di panggil oleh teman-temannya.


Tidak lama kemudian, taksi itu datang dan segera mengantar Jeff ke rumah sakit terdekat di temani Nirmala. Baru saja Nirmala pergi, Kevin sampai di jalan raya depan sekolah dan melihat ada keramaian di sana. Dia menghentikan mobilnya di tepi jalan dan menyeberang jalan raya itu ke tempat keramaian.


"Ada apa ini." Batin Kevin.


Tidak lama kemudian, polisi pun datang ke lokasi kecelakaan tersebut. Kevin semakin penasaran.


"Apa yang terjadi?" tanya Kevin kepada salah seorang murid.


"Ada kecelakaan kak." Kata murid itu.


Kevin terlihat panik, dia lalu menanyakan keberadaan Nirmala.


"Apa kalian lihat Nirmala?" Tanya Kevin.


"Nirmala ke rumah sakit menemani Jeff, Jeff di srempet motor orang tak di kenal." Jawab murid itu lagi.


Jeff di serempet motor. Batin Kevin lagi.


"Oke, terimakasih." Kata Kevin lalu berlalu pergi menuju ke arah mobilnya.


Dia buru-buru menyetir menuju ke rumah sakit terdekat. Sementara itu, Nirmala dan Jeff sudah sampai di rumah sakit, Jeff langsung mendapatkan perawatan. Nirmala terlihat panik berharap Jeff baik-baik saja. Dalam keadaan panik itu, tiba-tiba ponselnya berdering.


"Hallo Nirmala, aku dengar dari teman sekolah kita Jeff kecelakaan. Apa itu benar?" Tanya Anah.


"Iya Anah, tapi kamu jangan khawatir, dia sedang di tangani dokter." Kata Nirmala.


Anah menangis di balik telepon itu. Terdengar sesegukan.


"Anah, jangan menangis, Jeff akan baik-baik saja." Kata Nirmala mencoba menenangkan Anah.


"Aku menangis karena aku tidak bisa menemani Jeff di sana, aku tidak di izinkan keluar rumah." Kata Anah sambil sesegukan.


"Keluarga Jeff." Tiba-tiba terdengar seorang petugas medis memanggil Nirmala.


Nirmala pun mengakhiri panggilan dari Anah.


"Anah, nanti telepon lagi ya?" Kata Nirmala.


"Iya, bye." Jawab Anah.


"Bye." Kata Nirmala menutup panggilan dari Anah dan menaruh ponselnya ke dalam tas.


Saat Nirmala mau menemui petugas medis yang memanggilnya itu, tiba-tiba Kevin datang.


"Nirmala ....!" Teriak Kevin sambil berjalan ke arahnya.


"Kevin." Gumam Nirmala dan lagi-lagi dia teringat akan mimpi buruknya.


Kevin mendekat.


"Apa Jeff baik-baik saja?" tanya Kevin.


"Aku masih belum tahu, petugas medis baru saja memanggil, aku akan menemuinya." Kata Nirmala.


Kevin dan Nirmala kemudian menuju ke ruang petugas medis, rupanya mereka ingin membicarakan perihal administrasi. Kevin dengan cepat mengurus semuanya. Kemudian mereka kembali ke ruang perawatan. Mereka masih belum bisa masuk jadi menunggu di luar ruangan.


"Apa keluarga Jeff sudah tahu?" Tanya Kevin.


"Belum." Jawab Nirmala.


Kevin menghela nafas lalu mencoba menelpon Chika. Tanpa menunggu lama teleponnya tersambung.


"Hallo Kevin, ada apa?" Tanya Chika.


"Jeff kecelakaan, dia di rawat di rumah sakit tidak jauh dari sekolahnya." Jawab Kevin.


Chika kaget dan panik.


"Aku kesana sekarang juga." Kata Chika mengakhiri teleponnya.


Sebelum Chika ke rumah sakit, dia menelpon orang bayarannya. Dia menanyakan apakah pekerjaan sudah beres atau belum. Orang itu mengatakan gagal karena ada murid laki-laki yang menolongnya dan akhirnya murid laki-laki itu yang tersrempet.


"Bodoh ...!" teriak Chika dari balik telepon.


"Bagitu saja tidak becus ...!" teriaknya lagi lalu mematikan teleponnya.


Dia meraih kunci mobil di meja kerjanya dan bergegas ke rumah sakit. Di rumah sakit, Nirmala dan Kevin sudah bisa melihat keadaan Jeff. Meskipun banyak mengeluarkan darah, Jeff masih terlihat segar. Kata dokter, tidak perlu khawatir karena lukanya tidak begitu parah.


Jeff terlihat tersenyum melihat Nirmala ada di sampingnya walaupun di sebelah Nirmala juga ada Kevin, orang yang tidak dia sukai.


"Terimakasih Jeff, aku berhutang budi padamu." Kata Nirmala.


"Aku tidak apa-apa." Kata Jeff sambil memandang wajah Nirmala dan melirik ke arah Kevin.


"Apa maksud kamu berhutang budi?" tanya Kevin kepada Nirmala.


Nirmala kemudian menceritakan kronologinya. Jeff mendengarkan penjelasan Nirmala juga dan merasa bangga karena bisa menyelamatkannya dari kecelakaan itu. Tidak lama kemudian Chika datang, dia pura-pura menangis dan mencari simpati Kevin.


Kevin mencoba menenangkan Chika yang menangisi adiknya.


"Tenang Chik, kamu harus bisa mengendalikan dirimu." Kata Kevin sambil menepuk pundaknya.


Chika kemudian berbalik badan ke arah Kevin dan memeluknya tanpa canggung.


"Kevin," Kata Chika sambil memeluk Kevin di iringi air mata buaya nya.


Nirmala memperhatikan mereka, sedangkan Jeff memperhatikan Nirmala.


"Sudah jangan menangis lagi kak, aku baik-baik saja kok." Kata Jeff.


Kevin mencoba melepas pelukan Chika dengan pelan agar Chika tidak tersinggung.


"Karena Chika sudah datang, aku dan Nirmala pamit pulang." Kata Kevin.


"Terimakasih Kevin, terimakasih Nirmala sayang." Kata Chika.


"Harusnya aku yang berterimakasih, karena ...." Belum selesai Nirmala mengatakannya, Jeff sudah menyuruhnya berhenti bicara.


"Nirmala, sudah hentikan. Pulang sana." Kata Jeff sambil memalingkan pandangannya.


"Ada apa ini?" Chika pura-pura tidak tahu atas apa yang terjadi.


"Permisi." Kata Kevin sambil mengajak Nirmala keluar dari ruangan itu.


Nirmala dan Kevin pulang kerumah, acara main kerumah Anah jadi batal karena insiden kecelakaan itu. Di dalam mobil Nirmala terdiam, sementara Kevin memikirkannya.


Sepertinya ada orang yang ingin mencelakai Nirmala. Tapi siapa orang itu, mungkinkah rekan bisnis ayahnya? Tapi paman orang yang baik, dia tidak punya musuh. Lalu siapa yang ingin mencelakai nya.


Kevin masih terus memikirnya sambil sesekali melihat Nirmala yang duduk di sampingnya dan menunduk. Nirmala masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi dan merasa berhutang budi kepada Jeff karena telah menyelamatkan nyawanya.


Bagaimana jika nanti Jeff meminta balasan yang aneh-aneh dan aku tidak bisa memenuhinya. Batin Nirmala penuh kecemasan.