
Jeff kembali dan memberinya minuman, Nirmala menatap tajam. Dia mengucapkan terimakasih lalu meminum seteguk demi seteguk. Nirmala masih saja menatap Jeff, tatapan mata curiga.
"Jangan menatap ku seperti itu," Jeff mulai membuka percakapannya.
Nirmala masih tetap menatap waspada. Jangan sampai Jeff menyentuhnya. Begitu pikir Nirmala. Selesai minum, Nirmala beranjak dari tempat duduknya menuju keluar, dia ingin segera pulang kerumah.
"Baru juga sebentar." Kata Jeff
Jeff tahu Nirmala merasa tidak nyaman berada dirumah hanya berdua dengannya, apalagi hari juga sudah malam. Jeff masuk ke kamarnya mengambil jaket, memakainya sambil berjalan menuju ke luar rumah. Dia mulai menyalakan motornya dan menawarkan tumpangan. Nirmala tidak menolak.
Saat baru beberapa menit motor melaju, mendadak Jeff menghentikan motornya. Di tempat gelap dan sunyi. Dia membuka jaketnya membuat Nirmala ketakutan, Jeff mulai mendekati Nirmala.
"Kamu mau ngapain Jeff, jangan mendekat," Nirmala merasa ketakutan.
"Pakai jaketku," Kata Jeff seraya memberikan jaketnya kepada Nirmala.
Nirmala kemudian memakai jaket Jeff. Hari itu Nirmala hanya memakai kaos pendek dan celana jeans hotpants atau yang lebih sering di sebut celana gemes. Jeff khawatir kalau Nirmala masuk angin, maka dari itu dia melepas jaketnya dan memberikannya untuk Nirmala. Tapi Nirmala malah berfikir yang bukan-bukan.
"Tidak usah berfikir macam-macam," Jeff tersenyum sambil menyentuh dahi Nirmala dengan 2 jarinya, jari telunjuk dan jari tengah sambil membungkukan badan karena dia jauh lebih tinggi dari Nirmala.
Mereka melanjutkan perjalanannya, Nirmala yang seharian bermain pasir dan air di pantai merasakan badannya begitu lelah dan matanya mengantuk. Jeff memperhatikan lewat kaca spion motornya.
"Pegangan," Perintah Jeff.
Nirmala memegang pinggang Jeff, hanya memegang sedikit saja.
"Pegangan yang erat, peluk aku tuan putri," Jeff memberi perintah yang lebih jelas.
"Aku akan melajukan motornya lebih cepat agar kamu bisa lebih cepat juga sampai ke rumah," Jeff melanjutkan kalimatnya.
Nirmala yang memang sudah ingin cepat-cepat sampai kerumah akhirnya mau memeluk Jeff dari belakang. Seketika Jeff langsung menambah kecepatan motornya. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka. Jeff hanya fokus mengendarai motor.
Nirmala menyandarkan seluruh badannya ke bagian belakang Jeff dengan posisi menempel. Kedua tangannya dia taruh melingkar ke bagian bawah pinggang Jeff dan memegang erat-erat. Sesekali Nirmala menaruh kedua tangannya ke paha Jeff.
Mereka terus melaju hingga lampu merah membuat Jeff mengerem mendadak membuat helm mereka saling berbenturan. Tidak keras tapi terasa sedikit sakit. Tanpa sengaja, saat motor mereka berhenti ada motor lain yang berhenti tepat di sampingnya, Jeff seperti mengenal motor itu, benar saja itu motor milik Tirta.
Tirta menatap ke arah Jeff dan membuka helmnya, Tirta tahu kalau pengendara motor yang berhenti di sampingnya itu adalah Jeff. Tapi Tirta tidak tahu siapa gadis yang duduk dibelakang memeluk Jeff. Tirta mencoba mengamati gadis itu, Nirmala terlihat malu-malu dan tidak berani menoleh ke arah Tirta, dia menyembunyikan wajahnya.
Lampu hijau menyala, Tirta seolah mengajak Jeff untuk balapan. Kali ini, pelukan Nirmala lebih erat lagi karena Jeff melajukan motornya lebih cepat. Jeff merasa tertantang oleh Tirta. Namun sejenak Jeff berfikir khawatir jika terjadi sesuatu maka Nirmala juga akan jadi korban. Dia menyadari akan hal itu dan mengurungkan niatnya untuk mengejar Tirta. Tirta yang melaju semakin kencang di depan memberikan jempol terbalik ke arah Jeff seolah mengisyaratkan kalau Jeff kalah.
"Sudahlah Jeff, biarkan saja." Nirmala mencoba menghibur Jeff.
Jeff hanya diam. Kali ini dia boleh saja kalah dari Tirta, tapi lain waktu dia yang akan mengalahkannya. Jeff memang senang balapan liar dan dia tidak pernah kalah dari siapapun termasuk Tirta. Walau di sekolah nilai Tirta selalu lebih bagus dari Jeff tapi di balapan motor, Jeff adalah panglima nya. Dia selalu menjadi juara pada saat balapan.
Nirmala merasa Jeff tidak terima di remehkan oleh Tirta. Tiba-tiba dia merasa khawatir kalau suatu hari Jeff akan balas dendam untuk mengalahkan Tirta. Tapi buat apa dia mengkhawatirkan Jeff, pikirannya berkecamuk.
Tidak terasa mereka sudah sampai di rumah. Nirmala mengucapkan terimakasih dan mulai melangkah masuk kedalam rumahnya. Ada sesuatu yang Nirmala lupakan, jaket yang menempel di tubuhnya tidak dia lepaskan. Jeff yang melihatnya masuk ke dalam rumah memakai jaketnya itu juga tidak mengingatkan, sepertinya Jeff sengaja agar bisa punya alasan untuk bisa bertemu dengan Nirmala kembali.
Nirmala masuk ke kamarnya dan melepas jaketnya. Dia baru sadar kalau jaket yang dipakainya adalah milik Jeff, dia mencoba kembali keluar dari kamarnya sembari berlari. Sayangnya, Jeff sudah lebih dulu pergi.
***
"Jadi kapan bro, kalian mau menikah?" Celetuk salah seorang temannya.
"Iya kapan nih dapat undangannya," Teman yang lain menimpali.
Chika mulai terlihat canggung dan malu-malu, sementara Kevin masih tetap diam dan hanya melempar senyuman.
"Kalian aja dulu yang pada nikah," Kevin membalas ucapan teman-temannya.
Teman-temannya tertawa bersamaan.
Kevin di suasana reuni bersama teman-teman SMA nya justru memikirkan Nirmala. Paras cantik gadis remaja itu selalu membayangi nya di setiap waktu dan tidak pernah mengenal tempat. Padahal di pertemuan reuni itu, semua teman-teman wanita memuji ketampanan dan betapa manis senyumannya itu.
Banyak juga yang mencoba mendekati mengingat Kevin merupakan seorang presdir di sebuah perusahaan. Tampan dan sukses menjadi alasan utama mereka mendekati Kevin. Tapi mereka tidak ada yang bisa mendekatinya walau hanya sejengkal karena Chika tidak akan pernah membiarkan siapapun dekat dengan Kevin kecuali dirinya.
"Jangan dekat-dekat, sana-sana cari tempat lain saja," begitu yang selalu Chika ucapkan jika ada teman wanita yang mencoba mendekati Kevin.
Chika merasa sangat beruntung karena bisa dekat dengan Kevin. Kevin bukanlah tipe laki-laki yang mudah dekat dengan seorang wanita. Dia tidak punya teman wanita kecuali Chika, dari dulu kemana pun dia pergi tidak pernah berganti pasangan melainkan Chika sahabatnya. Biarpun selalu bersama, Kevin tidak pernah merasakan perasaan cinta seperti yang dia rasakan saat bersama Nirmala.
Chika yang sedari dulu berharap akan cinta Kevin selalu bersabar menunggu Kevin menyatakan cintanya lebih dulu. Tapi masih saja Kevin tidak pernah menyatakan cinta padanya. Kevin memang tidak pernah mencintainya, Kevin hanya menganggap Chika sebagai sahabat terbaiknya.
Padahal Chika selalu menunggu-nunggu masa itu tiba, masa dimana Kevin akan menyatakan cinta padanya. Dia tidak mau mengutarakan perasaannya lebih dulu dan berusaha menyimpannya rapat-rapat karena dia khawatir di tolak dan malu.
Walaupun mereka menjalin hubungan tanpa status, Chika tetap menikmati dan bahagia. Namun, kebahagiaan nya kini sedikit pudar sejak kehadiran Nirmala di tengah-tengah perjuangan cintanya. Apa yang Chika khawatirkan itu memang benar.
Kevin sejak melihat Nirmala tumbuh menjadi gadis remaja dia mulai jatuh cinta, rasa yang tidak pernah ada saat bersama Chika malah muncul saat dia bersama dengan Nirmala. Saat itu dia mulai sedikit mengurangi waktunya untuk Chika. Kevin justru lebih sering menghabiskan waktunya bersama gadis yang menjadi pujaan di hatinya.
***
Nirmala kini sedang bersantai di kamar, tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan masuk dari Jeff.
Jeff pasti mau menanyakan jaketnya, salah sendiri tadi dia langsung pulang. Aku mana ingat kalau memakai jaketnya.
Nirmala mengangkat teleponnya.
"Hallo Jeff, kamu mau menanyakan jaket kamu ya, tenang saja besok aku kembalikan," Kata Nirmala.
Jeff tersenyum. Dia tidak berbicara sepatah kata pun.
"Hallo Jeff," Nirmala memanggil namanya berulang kali tapi Jeff masih tetap diam.
"Jeff, kalau kamu hanya ingin mengganggu ku ,aku tutup teleponnya," Nirmala menutup teleponnya.
Yah di tutup.
Jeff masih senyum-senyum sendiri dan terus membayangkan Nirmala.
Hm ... aku sudah berubah, dulu aku begitu cuek dengan para gadis. Aku berfikir mereka itu sangat merepotkan. Tapi sejak bertemu dengan Nirmala. Dia begitu berbeda, walaupun dia anak seorang pembantu tapi itu tidak masalah bagiku. Dia sangat baik, dia juga seorang yang mandiri. Terlebih lagi parasnya yang begitu mempesona. Ah ... tapi dia sudah menjadi milik Kevin. Namun, tidak ada salahnya jika aku merebutnya dari lelaki buaya itu. Kevin tidak pantas untuknya.
Jeff yang semakin hari merasa semakin jatuh cinta dengan Nirmala terus melamun dan membayangkan paras elok gadis itu. Malam semakin larut, tapi Jeff belum mencoba memejam kan matanya. Dia masih terus membayangkan Nirmala, di samping itu dia juga masih menunggu kakaknya yang belum pulang dari acara reuni.