
Jeff masih tidur dengan nyaman di mobil itu. Sementara Chika asyik menata rambutnya dan sesekali dia bercermin untuk memastikan wajahnya dalam ke adaan cantik sempurna. Dia juga memakai sunblock agar kulitnya terlindung dari matahari. Ayah Jeff menyetir mobil di dampingi istrinya. Tidak terasa perjalanan sudah membawa mereka ke tempat tujuan.
Mobil sudah terparkir dengan sempurna, kedua orang tuanya pun sudah keluar dari mobil. Chika kemudian membangunkan adiknya yang masih tertidur pulas.
"Jeff, bangun ... kita sudah sampai." Chika mengusap kepala adiknya dengan lembut.
"Hoam ..." Jeff menguap seraya mengangkat kedua tangannya. Dia kemudian keluar dari mobil dengan malasnya.
Chika berlari gembira menuju ke pantai mendekati deburan ombak, dia menari-nari dan sesekali bermain air dengan menyiprat-nyipratkan ke atas. Dia tertawa dan kembali menari-nari menikmati hembusan angin, saking bahagianya tanpa sadar dia menabrak seseorang.
Brugh ...
"Maaf, maaf." Kata Chika saat menabrak orang itu.
Chika memperhatikan seseorang yang dia tabrak dan itu membuatnya kaget juga sangat senang. Itu karena tanpa sengaja dia menabrak Kevin, pria idaman hatinya.
"Kevin ... Astaga, aku gak nyangka bisa ketemu kamu disini." Ucap Chika sambil menutup mulutnya yang tersenyum lebar dengan tangan kanannya.
"Kamu sama siapa kesini?" tanya Kevin.
"Sama keluarga, Mami ,Daddy dan Jeff. Kamu sendirian?" Tanya Chika masih dengan hati yang berbunga-bunga.
"Tidak, aku bersama Nirmala. Dia sedang ke kamar mandi." Jawab Kevin.
Nirmala lagi, kenapa gadis itu bisa mencuri perhatian Kevin? Batin Chika.
Chika pura-pura tersenyum mendengar nama Nirmala keluar dari mulut Kevin.
"Oh ... sedang ke kamar mandi ya?"
Chika kemudian melanjutkan obrolannya dengan Kevin dan mengajaknya bertemu dengan kedua orang tuanya sembari menunggu Nirmala. Orang tua Chika nampak senang saat bertemu kembali dengan Kevin. Tapi di sana, Jeff tidak ikut bergabung.
"Chika, kamu bilang datang bersama Jeff. Lalu dimana dia sekarang?" tanya Kevin merasa penasaran karena dia tidak melihat adik Chika.
Chika tidak bisa menjawab pertanyaan Kevin karena saat dia baru sampai di pantai, dia langsung berlari mengejar ombak. Chika hanya diam lalu memandang kedua orang tuanya.
"Oh ... Jeff sedang ke kamar mandi, tadi dia bilang sangat mengantuk jadi Mami suruh dia untuk mencuci mukanya." Jawab Ibu nya Jeff.
"Oh begitu." Ucap Kevin.
Mereka kemudian duduk bersama di pantai itu beralaskan tikar yang sudah di siapkan oleh Ibu Chika. Kevin terlihat gelisah dan mengkhawatirkan Nirmala, sesekali dia menoleh ke arah kamar mandi. Dia khawatir Nirmala kesulitan mencarinya karena dia tidak berada di tempat semula.
Sementara itu, Nirmala sudah keluar dari kamar mandi, begitu pula dengan Jeff. Secara tidak sengaja mereka bertemu di loket pembayaran. Jeff mengucek kedua matanya, dia takut salah lihat karena dia baru saja bangun tidur. Tapi setelah memperhatikan dengan seksama, dia yakin gadis yang di depan matanya itu adalah Nirmala.
Nirmala terlihat malu-malu, sedangkan Jeff dengan percaya diri menyapa nya sambil tersenyum.
"Kamu disini juga?" Sapa Jeff.
"Iya."
Nirmala kemudian pergi meninggalkan Jeff sendiri, tapi Jeff mengikutinya. Dia pikir tidak masalah jika sebentar saja mengobrol dengan Nirmala, kedua orang tuanya tidak akan mengkhawatirkannya. Suasana di pantai sangat ramai, membuat pandangan Kevin terhalang. Kevin tidak menyadari kalau Nirmala sudah keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ke lokasi saat pertama kali mereka sampai.
Nirmala yang merasa kehilangan jejak Kevin kemudian mengambil handphone nya didalam tas. Dia menelpon Kevin, sambil menempelkan ponsel di telinganya, matanya menyelinap ke segala penjuru arah berharap bisa menemukannya. Jeff terus memperhatikan Nirmala yang seperti orang sedang kebingungan.
"Kamu mencari seseorang?" tanya Jeff.
"Bukan urusanmu." Jawab Nirmala ketus.
Kevin tidak mengangkat teleponnya. Mungkin dia tidak mendengarnya. Nirmala kemudian mencari Kevin lagi dan masih di ikuti oleh Jeff. Dia mengikuti kemana pun Nirmala melangkah. Mendadak Nirmala berhenti dan menyuruh Jeff agar berhenti mengikutinya.
"Bisa gak Jeff? Kita jalan sendiri-sendiri. Jangan mengikuti aku terus." Pinta Nirmala.
"Aku tidak bisa berhenti untuk mengikutimu." Jawab Jeff.
Asal kamu tahu, aku juga ingin berhenti mengejarmu tapi itu terlalu menyakitkan. Sudah pernah aku coba tapi tidak bisa, aku tidak bisa jauh apalagi jika harus pergi meninggalkanmu. Batin Jeff.
Seketika Jeff terdiam dan berhenti mengikuti Nirmala karena dia melihat raut wajah Nirmala yang sepertinya merasa terganggu dengan kehadirannya. Kini mereka terpisah dan jalan sendiri-sendiri. Jeff tidak tahu kalau Nirmala datang ke pantai bersama dengan Kevin. Nirmala kembali mencari Kevin dan tiba-tiba teleponnya berdering. Ada panggilan masuk dari Kevin.
Nirmala segera mengangkatnya, dia meletakan ponsel di telinganya dan lagi-lagi matanya menyelinap ke segala arah. Kevin melihatnya dan memanggil namanya. Kemudian Nirmala menutup teleponnya saat sudah menemukan Kevin. Dia pergi menghampiri Kevin, saat sudah dekat tiba-tiba Chika muncul dan berdiri persis di samping Kevin.
"Hai Nirmala," Sapa Chika sambil melambaikan tangan kanannya sedangkan tangan kirinya memegang lengan Kevin dan menyandarkan badannya.
Kevin berusaha melepas pegangan Chika, tapi Chika justru semakin kuat memegangnya. Nirmala terlihat tenang dan membalas sapaan Chika dengan lembut.
"Hai ... Kak Chika, apa kabar?"
"Oh ... Aku baik-baik saja." Kata Chika sambil tersenyum dan masih berusaha memegang erat lengan Kevin.
Akhirnya Kevin berhasil melepas genggaman Chika dan mengajak Nirmala pergi dari sana.
"Maaf Chika, kami harus pergi."
"Permisi."
Chika yang merasa di abaikan itu menjadi semakin marah dan bukannya membenci Kevin, dia justru membenci gadis yang bersama dengan Kevin. Kevin merangkul bahu Nirmala dan mengajaknya pergi dari hadapan Chika. Chika tidak bisa berbuat apa-apa selain pasrah menyaksikan orang yang di cintanya itu memperlakukan orang lain dengan penuh perhatian sedangkan dirinya selalu di abaikan.
Nirmala, kamu benar-benar membuatku muak. Batin Chika yang sedari tadi masih menyaksikan Kevin merangkul bahu Nirmala dan meninggalkannya. Saat Kevin sudah pergi, kedua orang tuanya datang menghampiri dan menanyakan Kevin.
"Kevin kemana?"
"Sedang ada urusan Daddy ... Tidak perlu di pikirkan, ayo kita lanjutkan pikniknya." Ucap Chika sambil tersenyum dan mengajak orang tuanya duduk kembali.
***
Nirmala masih terdiam, Kevin mencoba menghiburnya karena takut salah paham dengan apa yang di lakukan Chika.
"Apa kamu cemburu?" tanya Kevin tiba-tiba.
"Ah ... Tidak, mana mungkin aku cemburu." Ucap Nirmala.
"Lalu kenapa kamu diam?"
"Biasanya apakah aku cerewet?" Nirmala balik bertanya.
Kevin tidak bisa menjawabnya karena memang biasanya Nirmala juga diam. Dia bukan seorang gadis yang banyak bicara.
Mereka kemudian melanjutkan liburannya, berjalan berdua menyusuri pantai. Menikmati keindahan alamnya dan makanan-makanan yang di sajikan di sana. Kevin kemudian mengajaknya duduk, dia lalu menceritakan tentang kondisi di pantai itu bahwa dulunya belum seperti sekarang yang ramai pengunjung dan dia juga menceritakan kehidupan nelayan di sekitarnya. Dia menceritakannya dengan detail sambil menikmati hidangan laut dan air kelapa muda. Duduk bersantai di kursi dibawah naungan payung pantai.
"Apa itu benar?" tanya Nirmala tiba-tiba.
"Aku tidak bisa berbohong." Jawab Kevin dengan perasaan senang.
"Kamu ini pandai berbohong, kamu bahkan membohongi perasaanmu sendiri. Kamu menyukai kak Chika bukan?" Nirmala tersenyum dan menggoda Kevin.
"Kamu ini bicara apa? Mana mungkin aku menyukai Chika." Kata Kevin sembari mencubit hidung Nirmala.
"Aw ...." Ucap Nirmala sambil menggosok hidungnya bekas cubitan Kevin.
"Kami hanya berteman biasa saja." Kata Kevin lagi sambil menggigit cumi bakar.
Selama ini, Kevin memang sering terlihat bersama dengan Chika. Nirmala mengira kalau Kevin menyimpan perasaannya untuk Chika. Padahal yang sebenarnya adalah perasaan Kevin untuk dirinya. Tapi Kevin masih belum berani mengungkapkannya. Kevin masih belum yakin dan khawatir jika Nirmala mengetahui perasaannya dan justru akan menghindarinya.
Mereka terlihat saling bercanda, sesekali Kevin melakukan sentuhan-sentuhan yang sangat romantis menciptakan kemesraan-kemesraan di bawah naungan payung pantai. Bukan kemesraan layaknya suami istri, hanya sekedar kemesraan biasa seperti sesekali menatap wajah Nirmala tanpa berkedip, atau yang tiba-tiba saja dia sengaja memegang tangan Nirmala di atas meja. Itu membuat gadis remaja yang berada di sampingnya menjadi tersipu malu dan sering mengelak.
Mereka masih asyik bercanda sampai lupa waktu, bahkan makanan yang mereka makan juga sudah lama habis. Kini mereka terdiam, hanya terdengar suara deburan ombak yang seolah menjadi backsound alam merdu yang menambah suasana menjadi semakin romantis. Di iringi hembusan angin yang menyibak, sangat menambah gairah hati Kevin. Dia sangat tidak bisa berhenti memandang wajah gadis di sebelahnya itu.
Saat mereka sedang duduk santai berdua. Tiba-tiba perut mereka berbunyi, tanda lapar. Padahal mereka merasa baru saja selesai makan. Nirmala tersenyum tipis memandang ke arah Kevin, Kevin mengerti maksud tatapannya. Tanpa basa basi Kevin menawarkan ikan bakar yang akan dia bakar sendiri. Dia meminta Nirmala agar tetap duduk di kursinya dan menunggu ikan bakar hasil racikan Kevin matang.
"Kamu tunggu di sini, aku akan membuatkan ikan bakar spesial." Kata Kevin yang mulai berdiri dari tempat duduknya.
"Tidak mau mengajakku?" tanya Nirmala.
"Bukan begitu, kamu bisa melihatku dari sini. Aku akan ke sana." Kevin menunjukan sebuah tempat dimana dia akan membakar ikan itu.
"Baik lah." Kata Nirmala sambil topang dagu dan tersenyum menggoda.
Kevin kemudian pergi, sedangkan Nirmala menatapnya dari kejauhan. Saat Kevin sudah sampai di tempat pembakaran ikan, dia melambaikan tangan ke arah Nirmala, Nirmala membalas lambaiannya. Kevin kemudian melanjutkan membakar ikan itu.
Jangan lupa tambahkan bumbu cinta agar rasanya lebih nikmat. Batin Kevin sambil senyum-senyum sendiri.
Setelah ikannya matang, Kevin mengoleskan sambal kecap. Suasana menjadi semakin romantis saat Kevin datang membawa ikan bakar itu dan mereka menyantap makanan bersama.
Kini matahari telah masuk ke peraduannya, tenggelam menyapa waktu malam. Jadwal liburan minggu itu pun terasa berbeda dari biasanya. Karena biasanya mereka akan bersiap untuk pulang saat matahari sudah mulai bersembunyi. Tetapi sampai matahari tenggelam sore itu, mereka masih berada di sana.
Berbeda dengan Kevin dan Nirmala yang masih bersantai menikmati waktunya, Chika dan keluarganya justru sudah kembali ke rumah sejak sore tadi. Mereka pulang lebih awal karena besoknya kedua orang tua Chika harus kembali ke luar negri mengurus bisnisnya di sana. Dalam perjalanan pulang, Chika terlihat sangat kesal, sedangkan Jeff terlihat biasa-biasa saja karena dia tidak menyaksikan kemesraan Kevin dan Nirmala.
***
Kevin dan Nirmala menikmati makan malamnya di pantai. Ini kali pertama Nirmala tidak meminta cepat-cepat kembali ke rumah dan itu membuat Kevin merasa sangat senang karena bisa berlama-lama dengan gadis impiannya. Nirmala tidak ingin segera kembali ke rumah karena di rumah sepi, bi Sona sedang pulang kampung di temani pakde Slamet karena mereka berdua bersaudara. Setiap bi Sona pulang, pakde akan ikut mengantar dan menemani. Sementara Nirmala hanya sendirian di rumah karena orang tuanya selalu sibuk di luar kota.
Sering berada sendirian di rumah mewah tidak pernah membuat Nirmala merasa takut karena perumahannya memiliki penjagaan yang sangat ketat demi ke amanan warga.
Saat ini Nirmala sedang fokus memakan ikan bakarnya, dia memilih daging ikan itu dan memasukan ke mulutnya, memastikan yang dia makan benar-benar daging tanpa ada duri-durinya. Kevin memperhatikan makannya yang begitu fokus.
"Enak banget ya?" tanya Kevin dengan sedikit menggoda.
"Hehehe ... Maaf ya? ini sangat enak sampai aku tidak bisa berhenti memakannya." Nirmala tertawa tipis dan minta maaf karena mengabaikan Kevin dan lebih fokus menyantap ikannya.
Selesai makan mereka bergegas untuk pulang. Tidak terasa waktu menunjukan pukul 9 malam. Sesampainya di depan pagar rumah Nirmala, Kevin turun dan membuka gerbangnya.
"Kenapa selebar itu? Aku kan nggak gemuk?" tanya Nirmala keheranan karena Kevin membuka pintu pagar rumahnya sangat lebar.
"Aku mau memasukan mobilku di rumahmu, bolehkan?"
Nirmala terdiam sejenak lalu mengangguk.
"Iya."
Nirmala kemudian berjalan masuk kerumahnya, sedangkan Kevin sibuk memasukan mobilnya dan kembali menutup pintu pagar lalu menyusul Nirmala ke rumahnya.
"Malam ini aku menginap di rumahmu, boleh?" Tanya Kevin sambil menatap Nirmala.
Tiba-tiba Nirmala teringat akan mimpi buruknya beberapa waktu lalu. Tapi dia tidak bisa menolak permintaan Kevin.
"Iya, boleh. Kamar tamu ada di sini. Kamu bisa beristirahat di sini." Nirmala mengantar Kevin ke kamar tamu lalu segera berlalu pergi ke kamarnya di atas.
Kevin sengaja menginap di rumah Nirmala karena dia khawatir kalau terjadi sesuatu padanya tidak ada orang yang tahu karena rumah sedang kosong. Setelah membersihkan diri, Kevin beristirahat di kasurnya sambil menonton tv.
Nirmala juga sudah mulai merasa lelah setelah seharian berada di pantai. Dalam sisa-sisa tenaganya, dia melihat jadwal pelajaran di sekolah besok. Nirmala memang sudah terbiasa menyiapkan buku mata pelajaran pada malam harinya. Selesai memasukan semua buku ke dalam tas, dia mulai naik ke kasurnya dan bersiap untuk tidur. Sebelum tidur, dia melihat handphonenya. Seharian tidak membuka ponsel, terlihat banyak sekali pesan masuk dan beberapa panggilan terabaikan. Dia kemudian meletakkan ponselnya di meja kecil samping tempat tidurnya. Merasa sangat lelah, tidak terasa mata Nirmala terpejam dan dia tidur dengan pulasnya.