
Matahari telah bersinar dengan indahnya, terang dan hangat di badan. Waktu menunjukkan jam 7 pagi. Terlihat Jeff sudah tidak ada di tempat tidurnya, rupanya dia sedang pergi mencari sarapan. Dia membeli sarapan untuk dirinya sendiri dan juga untuk Nirmala barangkali Nirmala ingin makan makanan di luar dan bukan makanan yang telah di sediakan oleh pihak rumah sakit. Selesai membeli semuanya, Jeff langsung kembali ke ruangan Nirmala.
Dia tidak bisa meninggalkan Nirmala sendirian tanpa ada yang menjaga. Kakaknya juga tidak terlihat tanda-tanda kedatangannya. Jeff mulai melangkahkan kakinya, hingga langkah itu terhenti karena dia mendengar ada percakapan di ruang Nirmala. Jeff merasa penasaran sehingga dia mendekatkan dirinya di balik pintu. Jeff mengenali suara itu, itu adalah suara Kevin.
Kevin sepagi ini sudah tiba di rumah sakit dan menghibur Nirmala, sedangkan kakaknya masih belum kembali juga. Jeff tidak langsung masuk ke ruangan itu, dia masih berdiri di balik pintu mendengarkan apa yang Kevin dan Nirmala bicarakan.
"Bagaimana keadaan kamu sekarang?" Tanya Kevin kepada Nirmala.
"Alhamdulillah sudah baikan," Jawab Nirmala.
"Syukurlah, aku bawakan kamu sarapan. Oh ya, Chika mana? Apa semalam dia menjagamu dengan baik?" tanya Kevin lagi.
Jeff semakin seksama mendengarkan percakapan mereka. Apalagi Kevin menanyakan perihal kakaknya, dia ingin tahu jawaban dari Nirmala. Nirmala diam sejenak berfikir untuk menjawab pertanyaan Kevin agar bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Di sebaliknya pintu pun Jeff dag dig dug khawatir jika Nirmala mengatakan yang sebenarnya dan membuat Kevin kecewa.
Ternyata apa yang Jeff khawatirkan tidaklah terjadi. Nirmala berusaha untuk tidak membuat Kevin cemas.
"Iya, kak Chika menjagaku dengan sangat baik." ucap Nirmala.
"Lalu dimana dia sekarang? aku tidak melihatnya?" tanya Kevin penasaran.
"Dia sedang keluar membeli sarapan." Jawab Nirmala.
Kevin percaya dengan apa yang dikatakan oleh Nirmala. Dia tidak ingin memperpanjang lagi percakapannya, apalagi dia juga harus segera berangkat ke kantor. Jeff yang mendengar jawaban itu juga merasa lega. Dia tidak menyangka kalau Nirmala akan berbohong hanya demi menjaga nama baik kakaknya di hadapan Kevin.
Ternyata Nirmala memang gadis yang baik. Tidak salah jika banyak orang yang menyukainya. Terlebih Kevin, dia terlihat sangat perhatian kepada Nirmala. Batin Jeff.
"Oh, jadi Chika beli sarapan juga ya, sayang sekali padahal aku sudah membawa kan ini." Kata Kevin sambil menunjukan kotak makanan.
"Aku tahu kamu tidak akan menyukai makanan di rumah sakit, makanya aku bawakan sarapan khusus buat kamu. Makanan kesukaan kamu." Lanjut Kevin lagi.
"Terimakasih Kevin, aku jadi merepotkan mu." Ucap Nirmala.
"Tidak, sama sekali tidak merepotkan. Aku sendiri yang ingin memberikannya untukmu." Kata Kevin.
Tiba-tiba ponsel Kevin berdering. Panggilan dari sekretaris nya di kantor yang mengatakan bahwa klien dari Singapore sudah sampai di Indonesia sejak tadi malan dan sekarang sedang menuju ke kantor. Klien yang satu ini sangat tepat waktu, dia tidak mau jika pada saat sampai di kantor harus menunggu Kevin sampai datang. Itu akan membuatnya kecewa dan bisa saja membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan Kevin.
Kevin memahaminya, sebagai eksekutif muda yang profesional, Kevin memang memiliki banyak klien dengan karakter yang berbeda-beda. Dan dia selalu berusaha untuk menjaga nama baik perusahaan dengan tidak mengecewakan kliennya. Tidak mau terlambat untuk pertemuan, Kevin pun akhirnya berpamitan kepada Nirmala agar bisa segera berangkat ke kantor.
"Kamu jaga diri baik-baik ya, aku berangkat dulu ke kantor." Kata Kevin.
"Iya." Jawab Nirmala singkat.
Kevin mulai meninggalkan Nirmala dan berjalan melangkah keluar ruangan itu, Jeff yang menyadari langkah kaki Kevin segera pergi dari balik pintu dan bersembunyi di tempat lain. Untunglah ada tempat persembunyian yang aman dan Kevin sama sekali tidak melihatnya.
"Gara-gara kakak aku jadi harus seperti ini. Bersembunyi seperti buronan."Gerutu Jeff.
Jeff terus mengamati langkah Kevin, memastikan Kevin benar-benar pergi dan tidak kembali. Setelah yakin bahwa Kevin telah pergi ke kantor. Jeff masuk ke ruangan Nirmala. Dia membuka pintu ruangan itu tanpa permisi, lalu menutupnya kembali. Jeff pura-pura tidak tahu kalau barusan Kevin datang. Dia datang seolah-olah dia benar-benar baru kembali dari membeli sarapan.
"Jeff, kamu kembali ke sini lagi? tidak masuk sekolah?" Tanya Nirmala.
"Tidak usah basa-basi, gara-gara kamu kan aku jadi gak bisa sekolah." Jawab Jeff.
"Aku tidak menyuruhmu untuk tetap disini kan Jeff? Kalau kamu mau ke sekolah ya sudah tinggal berangkat saja sekarang, ngapain masih disini." Kata Nirmala.
Jeff ini memang benar-benar aneh, kadang lembut kadang kasar. Susah sekali di tebak.
Pikir Nirmala.
"Kalau aku berangkat sekarang sudah terlambat. Lagipula aku sudah minta izin ke guru kita, kalau hari ini kita tidak masuk sekolah." Kata Jeff.
"Aku bilang kalau kamu pulang kampung, sedangkan aku bilang kalau kakak ku sedang sakit," Kata Jeff.
Nirmala hanya diam.
Dia berfikir, memangnya aku punya kampung apa? Jeff ini ada-ada saja. Tapi untunglah dia bilang begitu, kalau bilang sakit pasti teman-teman akan datang semua ke sini. Dan aku akan merasa tidak nyaman.
Nirmala mulai membuka sarapannya, dia hendak makan makanan yang dibawakan oleh Kevin. Sementara makanan yang Jeff beli, tidak Jeff berikan pada Nirmala dan dia bilang akan diberikan kepada orang lain. Tapi Nirmala tidak jadi memakan makanan Kevin, dia menutup kembali kotak makanan yang baru saja di buka dan meraih makanan yang Jeff belikan.
"Aku makan makananmu saja." Kata Nirmala.
Jeff terdiam dan sedikit tidak percaya. Saat mereka sedang makan, tiba-tiba Chika datang.
"Wah kalian sarapan gak menunggu kakak." Sapa Chika.
"Aku kira kakak tidak akan datang," Kata Jeff.
"Hm ... Jadi tidak ada sarapan untuk kakak ya?" tanya Chika.
"Ada, ini." Nirmala menyodorkan kotak makanan yang di bawa oleh Kevin.
"Kevin yang memberikannya tadi pagi." Lanjut Nirmala.
"Aku belum menyentuhnya, kalau kak Chika belum sarapan, kak Chika boleh memakannya. Ayo kita makan bersama." Ucap Nirmala.
Chika meraih makanan yang diberikan oleh Kevin itu dari tangan Nirmala. Dia membukanya dan mencium aroma yang sangat lezat. Tapi sejenak dia terdiam dan mulai penasaran dengan kedatangan Kevin yang menurutnya terlalu pagi, bahkan datang pada saat dia belum ada di ruangan.
"Kevin? Kevin sudah datang? Lalu dia bilang apa? Ya ampun ... Apa dia tahu kalau kakak tidak menjaga Nirmala semalam?" Chika memberi kan pertanyaan bertubi-tubi.
Jeff dan Nirmala hanya diam tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaan Chika.
Ya ampun, Kevin sudah datang pada saat aku belum kembali. Bagaimana ini? Chika terlihat sangat cemas.
Chika terlihat seperti orang yang sedang kebingungan, dia menggigit jarinya dan sesekali memegang kepalanya dengan tangan kanannya. Dia berdiri dan mulai berjalan ke kanan dan ke kiri, sangat khawatir. Khawatir kalau Kevin akan marah kepadanya karena tidak menjaga Nirmala dengan baik. Sementara itu Nirmala dan Jeff masih terus makan hingga makanannya habis tak bersisa.
Selesai makan, Nirmala yang melihat kepanikan di wajah Chika mencoba menenangkannya.
"Kak Chika tidak usah khawatir, Kevin tidak tahu soal ini." Kata Nirmala mencoba untuk menenangkan Chika.
"Apa itu benar Nirmala sayang?" tanya Chika sembari menghampiri Nirmala dan duduk di sampingnya sambil memegang wajah Nirmala.
"Iya kak, Kevin tidak tahu." Ucap Nirmala lebih menegaskan lagi.
Chika merasa lega setelah mendengar kalimat itu dari Nirmala. Saat mereka sedang berbincang-bincang, dokter datang menemui Nirmala.
Kata dokter, Nirmala sudah tidak perlu di rawat lagi, lukanya sangat ringan dan tidak perlu berlama-lama di rumah sakit. Kemarin dia pingsan hanya karena kaget saja bukan karena ada luka yang serius. Tinggal urus soal administrasi nya dan sudah boleh pulang setelah itu.
"Biar kak Chika yang urus ya, kalian diam saja disini." Kata Chika.
"Tidak usah repot-repot kak, Nirmala bisa urus sendiri." Kata Nirmala
"Sudah lah kamu diam saja di sini, biar kak Chika yang urus, lagipula memangnya kamu punya uang?" Kata Jeff
Chika terlihat senyum-senyum. Dia melakukan itu semua tentu saja untuk mendapatkan hatinya Kevin. Chika pergi menuju ke ruang administrasi dan mengurus semuanya.
Nirmala merasa badannya sudah sangat segar, hanya tinggal menunggu bekas tamparan itu memudar.
"Di tutup dengan make-up, maka tidak ada yang perlu di khawatirkan."
Nirmala memandang wajahnya di depan sebuah cermin kecil yang biasa dia bawa ke sekolah sambil berbicara di dalam hati.
Dia mengusap-usap wajahnya sendiri, Jeff terus memperhatikannya.
"Tidak usah di pikirkan, wajahmu itu baik-baik saja tidak perlu memikirkan operasi plastik," Kata Jeff
"Lagi pula, kamu habis ngapain sampai bisa masuk kerumah sakit ini, apa jangan-jangan kamu habis berkelahi ya? tapi tidak mungkin, kamu kan tidak suka ribut ya? apa Salsa yang melakukannya, tapi tidak mungkin. " Jeff mulai banyak pertanyaan.
Nirmala hanya diam mendengar pertanyaan-pertanyaan Jeff. Tapi dalam hati dia berkata :" Siapa juga yang mau operasi plastik, gak jelas banget si Jeff ini kalau bicara."
Beberapa jam kemudian, Chika datang.
"Semuanya sudah beres, antriannya sangat panjang jadi lama." Kata Chika sembari melempar senyum palsu nya.
"Apa Nirmala sudah bisa pulang sekarang?" Tanya Jeff.
"Sabar Jeff, kan baru di proses." Kata Chika
Mereka masih menunggu proses administrasi nya, tak terasa hari sudah siang. Kevin juga sudah selesai urusan dengan kliennya. Dia memutuskan untuk membesuk Nirmala di rumah sakit. Kevin masih belum tahu kalau Nirmala sudah diperbolehkan pulang hari ini. Dalam perjalanan dia terus memikirkan kondisi Nirmala dan terkadang dia mengingat kejadian buruk beberapa waktu lalu di kantornya yang mengakibatkan Nirmala cedera.
"Nirmala pasti tidak mau lagi main ke kantor," Kevin menyetir mobilnya menuju kerumah sakit sambil memegang kepalanya dan berkata dalam hati.
Pikirannya tidak fokus sampai hampir-hampir dia menabrak orang yang hendak menyeberang jalan. Untunglah tidak sampai terjadi kecelakaan, dia masih bisa mengendalikan mobilnya. Dia hanya mendapat omelan dari ibu-ibu yang menyeberang dan hampir tertabrak olehnya.
Kevin segera menghentikan mobilnya dan turun untuk minta maaf.
"Kalau nyetir hati-hati dong Mas, kalau saya tertabrak apa Mas mau tanggung jawab?" Kata ibu itu ngomel-ngomel memarahi Kevin.
"Iya, iya maaf bu, maaf ." Kevin mengucapkan kata-kata maaf berulang kali.
Ibu itu lalu pergi dengan muka yang masih masam, Kevin masuk kembali ke dalam mobil dan melanjutkan perjalanannya ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, dia melihat Chika, Jeff dan Nirmala sedang bersiap untuk pulang.
"Kevin sudah datang," kata Nirmala kepada Chika yang tidak menyadari kedatangan Kevin.
"Ya ampun Kevin, kamu datang. Nirmala udah boleh pulang loh?" Kata Chika
"Apa benar begitu?" Tanya Kevin
"Iya, kak Chika sudah mengurus semua biaya administrasinya." Kata Nirmala
Chika terlihat senang sekali, dia merasa Kevin pasti akan memuji nya dan merasa berhutang budi. Apa yang di pikirkan Chika memang benar.
"Makasih ya Chik, kamu memang sahabat terbaik aku." Kata Kevin
"Jadi sekarang sudah boleh pulang? Ayo kita pulang. " Ajak Kevin.
"Maaf ya Chik, kamu bisa pulang dengan Jeff kan, aku tidak bisa mengantarmu pulang karena aku harus mengantar Nirmala." Kata Kevin
"Oh, iya Kevin tidak apa-apa." Kata Chika dengan senyuman yang biasa ia tebarkan.
Tapi dalam hatinya dia sangat kesal karena Kevin ah nya mengucapkan kata terimakasih saja.
Mereka mulai pulang kerumah masing-masing. Setelah mengantar Nirmala pulang kerumah, Kevin ingin segera kembali ke kantornya. Tapi bi Sona menyuruhnya untuk makan siang terlebih dahulu bersama di rumah. Kevin tidak bisa menolak, mereka pun makan siang dirumah Nirmala.
"Terimakasih makan siangnya ya Bi," Kata Kevin.
"Aku balik ke kantor ya Nirmala," Kata Kevin.
Nirmala menganggukkan kepala dan memberi senyum untuk Kevin.
Mendadak Kevin mulai melayang lagi pikirannya, dia berfikir kalau saja keadaannya dia sudah menikah dengan Nirmala. Mungkin suasananya akan lebih romantis. Kevin tersenyum bahagia sambil melangkah menuju ke mobilnya.
"Hati-hati." Kata Nirmala.
"Oke." Kevin menjawab singkat dan mulai menghilang dari pandangan Nirmala.
Nirmala masuk ke kamarnya dan membiarkan dirinya bersantai tanpa memikirkan apa-apa. Dia masih sangat trauma jika ingat akan kejadian yang di alaminya. Tapi dia juga mulai berfikir bagaimana dengan nasib karyawan kecil dan anak magang jika di kantor tersebut ada tikus-tikus yang tidak berperikemanusiaan.
Tiba-tiba dia teringat dengan kantor ayahnya, satu kalipun dia tidak pernah datang ke kantor ayahnya. Ayahnya juga tidak pernah mengajaknya untuk ke kantor. Dia ingin melihat keadaan di kantor ayahnya. Tanpa berfikir panjang, dia menelepon ayahnya yang masih berada di luar negri.
Tersambung ...
"Hallo papa," Kata Nirmala
"Hallo sayang, anak gadis papa ada apa ya? tumben sekali menelepon papa?" Kata sang ayah.
"Papa, kapan papa pulang?" tanya Nirmala.
"Mungkin minggu depan. Ada apa? kamu ingin papa belikan sesuatu?"
"Tidak Pa, tidak. Nirmala hanya kangen." Kata Nirmala
Tidak biasanya Nirmala meneleponnya dan mengatakan kalau dia kangen. Pasti ada sesuatu yang dia sembunyikan.
Pikir sang ayah.