Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Anah Menghilang


Selesai makan bakso, mereka melanjutkan jalan-jalan di kawasan Lawang Sewu. Tidak terasa hari sudah sore, para guru menyuruh anak-anak untuk kembali ke hotel dan mandi. Nanti malam akan ada acara yang khusus di selenggarakan pihak sekolah di hotel pada jam makan malam.


***


Jam makan malam sudah di mulai, anak-anak menuju ke ruangan khusus yang sudah dipersiapkan. Di iringi musik-musik yang romantis menambah suasana makin menyenangkan. Anak-anak SMA yang sedang di mabuk asmara terasa melayang-layang di udara. Hanyut dalam setiap lirik-lirik lagu yang di bawakan oleh para penyanyi.


Nirmala sedang duduk santai menyaksikan pertunjukan musik dan menikmati makanannya. Tapi dia tidak melihat Anah, di samping Jeff pun tidak ada. Nirmala kemudian keluar untuk mencari sahabatnya itu. Tidak di temukan juga, Jeff yang melihat Nirmala keluar dari ruangan mencoba mengikuti dari belakang.


Nirmala lalu menelpon Anah, tapi tidak ada jawaban. Dia terus mencari berkeliling hotel, masih tidak bisa di temukan. Jeff yang melihat Nirmala dalam kebingungan langsung berlari dan mendekat.


"Ada apa Nirmala? kamu terlihat seperti kebingungan?" tanya Jeff.


"Dari tadi aku tidak melihat Anah," jawab Nirmala.


"Itu bagus," kata Jeff.


"Apa?"


"Tidak apa-apa." jawab Jeff.


"Aku akan mencari Anah," Kata Nirmala.


"Aku temani," Kata Jeff menawarkan diri.


Nirmala sulit menebak Jeff, terkadang dia baik dan peduli terkadang dia sangat kasar.


"Iya, ayo kita cari bersama-sama," Nirmala menerima tawaran Jeff.


"Malam yang indah." Kata Jeff dalam hati.


Mereka mencari di setiap sudut hotel, dari lantai bawah hingga ke lantai atas. Tapi masih belum di temukan juga. Akhirnya mereka putus asa dan mengadukan masalah hilangnya Anah ke guru pengawas.


Guru pengawas yang panik mendengar berita itu, langsung menghubungi pihak keamanan hotel agar mereka ikut mencari dan menemukan keberadaan Anah.


Tirta dan Bharata datang.


"Ada masalah?" Tanya Tirta


"Anah menghilang." Jawab Nirmala.


"Sudah ku bilang, sahabat mu itu selalu merepotkan,"


Nirmala terdiam.


"Lalu kenapa masih diam disini?" tanya Tirta


"Ayo kita cari bersama," tambah Bharata.


"Sebaiknya kita berpencar," Kata Jeff


"Bilang saja kau ingin bersama Nirmala," serang Tirta.


"Dalam kondisi seperti ini kalian masih saja bertengkar," Nirmala sedikit kesal.


"Kita cari di luar hotel," Jeff menarik tangan Nirmala berjalan menuju keluar hotel.


Tirta nampak tersenyum sinis, dia mulai mencari bersama Bharata ke arah yang berbeda.


Mereka berteriak-teriak memanggil nama Anah. Berkali-kali Nirmala juga menghubungi telepon Anah ,tersambung tapi tidak ada jawaban.


***


Di tempat lain.


"Siapa kalian?" Anah tersadar kalo dia berada di tempat yang berbeda. Tangannya terikat ke belakang.


Tak lama kemudian muncul seorang wanita bertopeng, Anah tidak bisa mengenali wajahnya. Tapi suaranya seperti tidak asing.


"Siapa kau?" tanya Anah sedikit ketakutan.


"Aku akan melepaskanmu kalau kamu mau membantu aku, bagaimana?"


"Apa yang kau inginkan, tidak usah berbelit-belit. Mau uang berapa juta?"


Penculik itu tertawa.


"Aku tidak menginginkan uangmu." Jawab wanita bertopeng itu


"Kamu hanya perlu mencampurkan ini di minuman Nirmala,"


"Apa itu?"


"Racun." Jawab si penculik dengan senyum sadis nya.


"Lepaskan aku dari sini, aku tidak mau!" Anah membantah.


Tamparan keras mendarat di pipi Anah.


"Kalau kau menolak, aku akan memaksa mu untuk meminumnya," Penculik itu mulai mengancam.


"Oh ya, jika kamu mau bekerjasama denganku, aku akan membantumu untuk mendapatkan Jeff, keputusan di tanganmu," Penculik pergi meninggalkan Anah di ruang gelap dan berantakan seperti gudang yang sudah lama tidak di bersihkan.


Dalam ketakutan Anah terus berfikir dan akhirnya Anah setuju untuk menerima perintah dari wanita bertopeng itu.


"Lepaskan aku ...!!!" teriak Anah.


"Aku akan melepaskan mu kalau kamu setuju ...!" Wanita penculik itu pun menjawab dengan teriakan.


Anah yang merasa terancam akhirnya setuju dengan tawaran penculik itu, apalagi dia bilang akan membantu untuk menyatukan dirinya dengan Jeff.


"Bawa dia kembali ke hotel." Wanita bertopeng menyuruh anak buahnya untuk melepaskan Anah dan mengembalikannya ke hotel.


"Baik." Jawab mereka singkat.


Anah di kembalikan ke hotel. Sesampainya di hotel, Anah tidak bercerita sepatah kata pun tentang yang baru saja dia alami. Dia hanya bilang tersesat di suatu tempat. Dia menyembunyikan pipinya yang sedikit memar akibat tamparan.


Sementara itu Jeff dan Nirmala masih terus mencari. Hingga Tirta datang menghampiri mereka, memberi tahu kalau Anah sudah kembali. Mendengar itu, Nirmala langsung berlari menuju ke hotel.


"Anah," Nirmala memeluk Anah.


Nirmala tidak bertanya apapun, dia hanya mengucapkan syukur karena Anah sudah kembali. Anah tidak menyambut pelukan Nirmala, dia terdiam dan hanya bilang lelah.


Anah berbaring di kasur nya dan menutupi seluruh badannya dengan selimut, menutup hingga ke bagian kepala. Dia masih memikirkan ucapan penculik itu, jika dia tidak menuruti perintah untuk membunuh Nirmala, maka dia yang akan di bunuh. Anah mencoba memejamkan matanya tapi tidak bisa tertidur.


Nirmala mulai mematikan lampu di kamarnya dan ikut berbaring.


Di lain tempat, Ruby yang tanpa sengaja melihat kejadian saat Anah di kembalikan ke hotel itu mulai menaruh curiga. Ruby melihat Anah di keluarkan dari dalam mobil dengan kasar, tapi Ruby tidak bisa melihat siapa orang-orang itu. Ruby berfikir dan terdiam.


"Ruby," Salsa mengagetkan lamunan Ruby.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Salsa.


"Anah, telah terjadi sesuatu pada Anah," kata Ruby.


"Tidak usah memikirkan teman pembantu itu," Salsa ingin agar Ruby tidak memikirkan Anah.


Tetapi Ruby yang memang memiliki perasaan tulus dan setia kawan itu tidak bisa berhenti begitu saja memikirkan Anah. Dia yakin telah terjadi sesuatu yang buruk pada Anah.


Pagi-pagi sekali Ruby terbangun, dia memutuskan untuk keluar jalan-jalan. Salsa masih terlelap. Ruby berkeliling hotel, suasana masih sangat sepi. Tapi dia melihat ada seseorang di depan sana. Dia mencoba mendekati orang tersebut, ternyata itu Anah. Anah tidak menyadari kehadiran Ruby.


"Bagaimana aku akan melakukannya, tidak mungkin aku meracuni sahabatku sendiri." Anah berbisik di tengah kesunyian fajar.


Ruby tidak sengaja mendengar ucapannya, karena kaget Ruby menjatuhkan sebuah pot bunga dan membuat Anah spontan menoleh kebelakang. Ruby langsung bersembunyi.


Seekor kucing berjalan dan mengeong tepat di hadapan Anah.


"Ternyata hanya seekor kucing." Anah mengelus dada nya.


Anah lalu kembali ke kamarnya, tidak biasanya Anah bangun sepagi ini. Bahkan Nirmala masih terlelap. Tidak, Anah sama sekali belum tidur, itu lebih tepatnya. Anah memandangi wajah temannya.


"Nirmala memang sangat cantik, meskipun dia bilang dia berpacaran dengan Kevin, tapi tetap saja aku khawatir dia akan merebut Jeff," bisik Anah dalam hati.


Ruby yang mendengar ucapan Anah tadi segera menuju ke kamar Jeff. Jika dia bercerita kepada Salsa hanya akan sia-sia belaka, hanya Jeff yang bisa menghentikan Anah.


Ruby menghubungi Jeff dengan telepon genggamnya.


"Ayo angkat Jeff, angkat ...." Ruby berharap Jeff mau mengangkat teleponnya.


Berkali-kali telepon Jeff berdering tapi dia tidak mendengarnya. Tirta yang satu kamar dengan Jeff merasa terganggu. Dia melihat panggilan itu dari Ruby.


Tirta mengangkat teleponnya.


"Hallo Ruby, Jeff masih tidur." Tirta langsung menutup teleponnya.


Jeff berfikir Ruby sama seperti Anah, selalu mengejar-ngejar Jeff dan cari perhatian.


Ruby mencoba menelpon ulang, Tirta tidak peduli dan berjalan menuju ke kamar mandi. Dia membanting pintunya hingga Jeff terbangun dan melihat ada panggilan dari Ruby. Akhirnya Jeff mengangkat teleponnya.


Tirta menyalakan air di kamar mandi sehingga tidak mendengar pembicaraan Jeff dan Ruby.


"Jika tidak ada kaitannya dengan Nirmala, jangan menghubungi aku." Jeff memulai percakapan.


"Ya Jeff, ini ada hubungannya dengan Nirmala."


Ruby lalu menceritakan apa yang dia dengar tadi pagi. Ruby menceritakan dengan detail tanpa mengurangi satu kata pun, bahkan kemunculan seekor kucing pada saat kejadian pun dia ceritakan. Ruby menutup teleponnya. Jeff yang panik, segera menggedor pintu kamar mandi, meminta Tirta untuk segera keluar.


Tirta tidak peduli, dia malah bernyanyi di dalam kamar mandi. Jeff yang terlihat gelisah hanya bisa menunggu. Dia harus segera menemui Nirmala.