Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Kembali ke Sekolah


Sekolah mulai aktif kembali. Rindu di antara sahabat yang lama tidak berjumpa dan kini saling bertemu seolah mereka baru saja libur selama setahun.


Mereka saling berpelukan satu sama lain. Terlihat Salsa juga memeluk Ruby dengan sangat erat. Salsa yang tidak pernah bersikap baik kepada Nirmala, bisa sangat baik ketika bersikap kepada Ruby. Walaupun tidak selalu demikian.


Anah pun tanpa basa-basi berusaha memeluk Jeff, tapi dengan gerakan yang sangat cepat Jeff menghindari pelukan itu. Anah terlihat cemberut tapi sama sekali tidak marah. Nirmala yang melihat kejadian itu seketika langsung memeluk Anah dan mencairkan suasana hati temannya.


"Sial!" Jeff bergumam kesal sambil menepuk-nepuk bahunya sendiri seperti kena debu.


Tirta tertawa melihat adegan itu dan meledeknya dengan memeluk Bharata. Matanya menatap Jeff dengan tatapan yang tidak bersahabat, Jeff pun menatap Tirta dengan tatapan yang sama.


Beberapa menit kemudian bel tanda masuk kelas berbunyi, tapi mereka masih asyik berpelukan melepas rindu satu sama lain. Hingga seorang guru datang ke kelas dan menyuruh mereka untuk mengumpulkan tugas yang diberikan sebelum waktu liburan.


Semua buku tugas di kumpulkan kepada Nirmala sebagai sekretaris kelas, sebelum itu gurunya juga meminta agar Nirmala melakukan absensi dan secepatnya menyerahkan ke meja guru sebelum jam istirahat. Setelah memberi perintah itu gurunya pergi lagi meninggalkan kelas dan terlihat menuju ke kelas yang lain.


Sebagai sekretaris di kelasnya, Nirmala memang selalu terlihat lebih sibuk jika dibandingkan dengan teman yang lainnya. Nirmala mulai melakukan absensi sekaligus mengumpulkan buku-buku tugas agar bisa secepatnya dibawa ke ruang guru.


Gubrak ...


Buku-buku yang di bawa Nirmala jatuh semua. Entah siapa orang yang menabraknya, Nirmala tidak sempat melihatnya dengan jelas karena dia berlari begitu cepat. Saat Nirmala sedang merapikan buku-buku itu, terdengar langkah kaki dari belakang dan mencemooh dia.


"Aduh kasian, jatuh semua ya bukunya?" cemooh seseorang yang kini di liat Nirmala tidak lain adalah Salsa.


Salsa memang tidak pernah berhenti mengganggu Nirmala. Bukannya membantu merapikan buku-buku itu, Salsa justru mengacak-ngacak kembali buku yang sedang di rapikan.


Tirta yang menyaksikan kejadian itu segera datang menghampiri Salsa. Sebagai ketua kelas, Tirta tidak menyukai ada keributan di antara teman-teman sekelasnya. Melihat Tirta datang, Salsa langsung pergi secepat kilat, dia tidak mau mencari masalah dengan Tirta yang sering disebut-sebut sebagai singa sekolahan. Tirta jarang sekali marah tapi kalau sudah marah, tidak ada yang bisa meredam kemarahannya.


Tirta membantu merapikan buku-buku itu dan membawa sebagian, sebagian lagi Nirmala yang membawanya. Mereka berjalan beriringan menuju ke ruang guru. Cukup jauh mereka berjalan menuju ke ruang guru.


"Terimakasih sudah membantu," Kata Nirmala.


"Itu sudah menjadi tugasku, jadi tidak usah berterimakasih," Tirta pasang senyum termanisnya.


Mereka terus berjalan beriringan menuju ke ruang guru dan kembali ke kelas bersama-sama. Beberapa menit kemudian, bel istirahat berbunyi. Nirmala meninggalkan kelas menuju ke perpustakaan bersama Anah, sahabatnya.


Teman-teman yang lainnya makan di kantin dan ada sebagian yang justru bermain bola basket di lapangan. Tapi pemandangan di lapangan kali ini sedikit berbeda, tidak banyak yang bermain basket disana. Hanya terlihat Jeff dan Tirta yang sepertinya ingin mengadu kelihaian dalam memainkan bola basket itu.


Anah memang mengikuti Nirmala ke perpustakaan tapi matanya selalu melihat-lihat keluar jendela berharap bisa menemukan Jeff sang pria pujaan. Tiba-tiba terdengar teriakan.


Jeff ...! Jeff ...! Jeff ... !


Para siswi berteriak-teriak memanggil nama Jeff membuat Anah penasaran dan keluar dari perpustakaan menuju ke arah suara itu berasal. Ternyata Jeff dan Tirta sedang mengadakan adu skill. Terlihat mereka sangat antusias saling sikut dan jegal.


Masih saja para gadis remaja itu berteriak histeris setiap kali Jeff berhasil mencetak poin. Hanya seorang saja yang memberi dukungan untuk Tirta yaitu Bharata.


Tirta ... Tirta ... Tirta ...


Terdengar Bharata seorang diri memberi dukungan untuk sahabatnya. Suara Bharata mengusik ketenangan Nirmala dan membuatnya terpancing untuk keluar dari perpustakaan menuju ke lapangan. Kini Nirmala ikut menyaksikan pertandingan itu.


Poin mereka terlihat sama sampai Jeff kehilangan konsentrasi karena melihat kedatangan Nirmala. Saat itu, Tirta langsung mengambil kesempatan dan mengakhiri permainan dengan kemenangan.


"Tidak semua apa yang kita inginkan bisa terwujud dan tidak semua yang kita takuti bakalan terjadi. Lebih baik mengejar kemenangan daripada mengejar Nirmala yang tidak pasti." Tirta mengatakan itu kepada Jeff ditambah senyuman sinisnya lalu pergi dari lapangan membawa kemenangan.


Bharata menyambut hangat sahabatnya yang baru saja memenangkan pertandingan tanpa selebrasi. Tirta terlihat biasa-biasa saja, sedangkan Jeff terlihat sangat marah. Biarpun Jeff kalah, tapi para gadis itu tetap memberinya semangat dan masih saja memujinya, tak terkecuali Anah yang dengan cekatan menghampiri Jeff ketengah lapangan memberikan air minum mineral.


"Tidak apa-apa Jeff, kalah menang dalam sebuah kompetisi itu hal biasa," Anah mencoba menyemangati dan menghibur Jeff sambil memberikan air minum mineral.


Jeff hanya sekilas melihat ke arah Anah, lalu pergi meninggalkannya tanpa sepatah kata pun, dia juga tidak menerima air minum pemberian Anah dan lebih memilih untuk pergi ke kantin. Saat sampai di kantin, Tirta sudah lebih dulu ada di sana bersama Bharata dan seorang murid perempuan, Nirmala.


Hatinya yang masih remuk karena kalah bertanding tadi, bertambah hancur berkeping-keping menyaksikan Bharata, Tirta dan Nirmala terlihat makan di meja yang sama. Tirta menyadari kehadiran Jeff sementara Nirmala tidak melihatnya sama sekali. Tirta kembali memberinya jempol mengarah ke bawah untuk Jeff. Tirta terlihat sangat senang, sementara Jeff terlihat sangat muak dan marah.


Anah berlari mengejar Jeff dan berteriak memanggilnya.


"Jeff ...! Tunggu aku Jeff," Anah berteriak sambil berlari mengejar sang pujaan hati.


Jeff sama sekali tidak menoleh.


Teriakan Anah membuat Nirmala menoleh ke belakang dan melihat Jeff tidak jauh dari pandangannya. Nirmala terlihat tidak peduli sama sekali dan melanjutkan makannya.


Jeff duduk ditemani Anah, Anah tetap saja memberikan perhatian untuk lelaki yang bahkan tidak pernah mau menatapnya sama sekali. Baru sebentar Anah duduk di samping Jeff, tiba-tiba seseorang menyuruhnya untuk pindah, terlihat bahwa orang itu adalah Salsa. Kini Salsa dan Ruby duduk satu meja dengan Jeff.


Bharata yang melihat Anah di usir oleh Salsa lalu memanggilnya dan menyuruh untuk bergabung dengannya, Anah pun bergabung dengan mereka.


"Sudah lah Anah, berhenti kamu mengejar Jeff," Kata Bharata.


"Diam kau Bharata, makan saja makananmu tidak usah ikut campur urusanku," Ucap Anah.


"Makanan ini tidak usah kamu suruh juga pasti aku makan," Jawab Bharata sambil memasukan makanan kedalam mulutnya.


Berbeda dengan Baharata, Tirta justru menyuruh agar Anah lebih semangat lagi dalam mengejar Jeff. Tentu saja Tirta tidak bermaksud untuk memberi semangat kepada Anah, tapi ada maksud lainnya. Semakin Anah mengejar Jeff, maka peluang dia untuk mendapatkan Nirmala semakin besar karena Tirta yakin selama Anah masih mengejar Jeff, Jeff tidak akan bisa mendapatkan perhatian Nirmala.


Nirmala akan selalu berusaha menjaga perasaan sahabatnya dengan tidak mempedulikan Jeff walaupun Jeff setengah mati mengejar cintanya.