Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Mengantuk


Setelah Salsa pergi, Nirmala dan Jeff kembali ke meja makan dan melanjutkan makanannya. Sesekali Jeff melirik ke arah Nirmala.


"Ternyata, Mala berani juga. Sepertinya sekarang dia banyak berubah." Batin Jeff.


"Kamu lihat apa Jeff?" Kata-kata Nirmala membuat Jeff kaget.


"Ah tidak, bukan apa-apa kok." Jawab Jeff lalu melanjutkan makannya.


Seharusnya fotonya tidak perlu di hapus, Mala. Itu kan foto yang indah. Katanya dalam hati.


Dia masih terus memperhatikan Nirmala. Setelah selesai makan, mereka langsung pulang kerumah.


Nirmala merasa malam ini begitu sunyi, tidak terjadi kemacetan yang berarti seperti biasanya. Jeff juga tidak mengajaknya melewati gang-gang sempit. Jeff terus fokus menyetir motornya. Dia begitu senang setiap kali berada di samping Nirmala.


"Kalau bisa seperti ini terus pasti rasanya akan sangat menyenangkan." Batin Jeff.


Dia membayangkan betapa hidupnya menjadi lebih berwarna jika bisa terus bersama dengan Nirmala. Tapi dia merasa memiliki saingan yang berat, tapi kadang terasa ringan. Kevin yang paling dekat dengan Nirmala itu non muslim, jadi nggak mungkin Nirmala akan bersamanya. Pikir Jeff.


Tapi kak Chika juga aneh, Salsa pun demikian. Mereka ngejar-ngejar Kevin yang Konghucu, hmmm .... Jeff membatin dan menghela napas panjang.


Tak lama kemudian mereka sampai dirumah Nirmala.


"Mala, aku istirahat sejenak di rumah mu ya, aku haus." Kata Jeff sambil nyengir.


"Ya udah, ayo masuk."


Nirmala membuka gerbang rumahnya, Jeff kemudian masuk menaiki motor.


"Aku ambilkan minum dulu ya, kamu mau duduk di teras atau di dalam?"


"Di teras aja."


Nirmala kemudian masuk ke rumahnya dan mengambilkan Jeff segelas air putih. Dia kemudian duduk di samping Jeff dan menyodorkan minuman.


"Ini minum"


"Makasih ya." Ucap Jeff.


"Sama-sama."


Mereka duduk di teras berdua sambil ngobrol ke kanan dan ke kiri.


"Mala, setelah lulus kamu mau kuliah dimana?"


"Aku pinginnya ke tanah jawa, kamu sendiri? Mau balik ke luar negri?" tanya Nirmala.


"Tidak, aku hanya ingin selalu berada di samping mu." Jawab Jeff merayu.


"Kamu ini pandai sekali menggombal."


Mereka masih terus bercanda hingga larut malam. Jeff benar-benar tidak mengerti aturan, seharusnya dia pulang dan membiarkan Nirmala beristirahat. Tapi dia masih saja di sana sampai jam 11 malam.


"Jeff, ini sudah tengah malam. Kamu nggak mau pulang?"


"Nginep boleh nggak?"


"Ya nggak boleh lah."


Dasar tidak waras. Kata Nirmala dari dalam hati.


"Hah, ya sudahlah aku pulang sekarang. Selamat malam, jangan lupa mimpiin aku ya."


"Hati-hati, Jeff."


Nirmala kemudian masuk ke dalam rumahnya dan menyiapkan buku-buku untuk pelajaran esok hari. Setelah itu dia mulai membersihkan diri dan tidur.


Pagi harinya, dia sudah mulai bersiap untuk berangkat ke sekolah. Dan sesampainya di sekolah, dia segera duduk di bangkunya menunggu bel masuk berbunyi. Namanya sudah bersih, jadi dia tidak perlu khawatir lagi.


Pelajaran pertama telah usai, mereka masih harus mengikuti pelajaran kedua sebelum beristirahat. Di pelajaran kedua ini, mereka menghadapi ulangan matematika. Kelas menjadi sangat hening, mereka fokus mengerjakan soal-soal di bawah pengawasan guru.


Akhirnya waktu istirahat yang di tunggu-tunggu datang juga. Anah langsung menuju ke kantin bersama dengan Nirmala. Sedangkan Jeff, masih merasakan pusing kepala setelah mengerjakan soal ulangan, di tambah lagi tadi malam dia kurang tidur. Dia pun memilih diam di kelas dan tidur.


"Bharata ...." Panggil Jeff pada Bharata yang sedang mengobrol dengan Tirta di belakangnya.


"Apa?"


"Bangunkan aku kalau sudah masuk ya."


"Siap." Kata Bharata.


Jeff kemudian tidur dengan lelapnya. Tirta hanya menggelengkan kepalanya. Lalu kembali mengobrol dengan Bharata.


"Tirta, tadi nomor tiga susah sekali. Aku sampai pusing." Bharata mengeluhkan soal ulangan.


"Makanya kamu belajar, jangan makan terus." Jawab Tirta lalu tertawa, "Hahahaha ...."


"Kalau tidak ada makanan, aku tidak bisa belajar." Bharata membela diri.


"Tapi kalau makan terus, kamu jadi gak belajar-belajar. Sebentar lagi ujian. Kamu harus rajin belajar Bharata." Bujuk Tirta.


"Ya ampun, Jeff tidurnya lelap sekali." Kata Bharata.


"Tentu saja, semalaman dia pacaran dengan Nirmala." Cetus Salsa.


"Mereka bermesra-mesraan di restoran, bukan begitu Ruby?" Lanjut Salsa.


"Ruby ...!" Teriak Salsa.


"I ... Iya." Jawab Ruby gugup.


"Kamu yakin dengan ucapan kamu Salsa, tapi kalau Ruby sudah bilang iya. Bisa jadi itu memang benar." Ucap Tirta.


"Jadi begitu." Ucap Bharata.


Obrolan mereka terhenti saat Jeff mulai bergerak. Dia yang tadinya seperti patung, sekarang mulai berjalan, dia menuju ke kamar mandi dan membasuh wajahnya.


Setelah membasuh wajahnya, Jeff merasa lebih fresh. Kemudian dia menuju ke kantin untuk membeli minuman. Saat baru tiba di kantin, Anah memanggil namanya dengan keras.


"Jeff ...!" teriak Anah sambil melambaikan tangan.


Jeff menoleh dan menghampiri Anah, itu karena di sampingnya ada Nirmala. Jika tidak ada, dia tidak akan mau mendekat.


"Mala, tumben kamu ada di sini." Sapa Jeff.


Nirmala hanya terdiam, dia tidak mau menyahut kata-kata Jeff karena khawatir akan membuat Anah cemburu.


Jeff kemudian memesan lemon tea, dia berharap bisa lebih fresh setelah meminumnya. Setelah minumannya datang, Nirmala berdiri dan meninggalkan Jeff juga Anah.


"Aku, ke kelas dulu ya?" Ucap Nirmala.


Jeff menghela napas, baru saja dia ingin mengajaknya ngobrol, tapi sudah pergi duluan. Akhirnya mau tidak mau, Jeff terpaksa mengobrol dengan Anah.


"Jeff, setelah kelulusan mau kuliah dimana?" tanya Anah.


"Tanah Jawa." Jawab Jeff dengan tegas.


Dia sebenarnya masih belum kepikiran, tapi dia mengikuti jawaban Nirmala.