
Suasana hening dan romantis itu seketika buyar saat seekor kucing menjatuhkan sebuah pot kecil di samping teras.
Brak ...
Meong ... Meong ...
Kucing itu mengeong dan berlari lagi tanpa rasa bersalah telah merusak sebuah pot. Seketika Nirmala pun mengalihkan pandangannya dari wajah Kevin dan langsung berdiri, dia tersipu malu lalu beranjak masuk ke dalam rumahnya. Kevin merasa sedikit kesal pada diri sendiri karena untuk yang kedua kalinya dia gagal mendapatkan bibir Nirmala lagi.
Kini dia duduk sendiri di teras sambil memegang kepalanya. Sesekali dia berdiri dan berfikir keras untuk bisa melakukan aksinya lagi. Dia ingin Nirmala tahu akan hati dan perasaannya kalau dia menyayanginya bukan karena menganggapnya sebagai adik, Kevin ingin Nirmala tahu kalau dia menyukainya karena ingin menjadikannya sebagai pasangan hidup.
Kevin yang mengenal Nirmala sejak kecil dan jatuh cinta ingin mendaratkan ciuman pertamanya pada gadis itu. Walaupun Nirmala sempat mengatakan kalau dia hanya menganggap Kevin seperti kakak sendiri, itu tidak membuat niat Kevin surut untuk terus mencintai, dia masih sangat yakin akan bisa meluluhkan hati Nirmala.
Dia pun ingin menggali perasaan Nirmala lebih dalam lagi. Menurut Kevin dengan ciuman dia akan mengetahui tentang perasaan orang yang di ciumnya itu tanpa harus mengungkapkan dengan kata-kata. Namun lagi-lagi usahanya gagal.
Kevin masih berdiri dan sesekali memegang kepalanya. Tiba-tiba Nirmala keluar lagi menemuinya dan membawakan kue lidah kucing pemberian Kevin.
"Kevin mau kemana?" Tanya Nirmala.
"Tidak kemana-mana."
"Kirain mau pulang," Kata Nirmala sambil mengerucutkan bibirnya.
"Coba tebak aku bawa apa ini?" tanya Nirmala sambil menunjuk ke arah tupper ware.
Kevin hanya tersenyum, tangannya ingin sekali mencubit hidung Nirmala tapi itu hanya sebatas ke inginan saja tanpa action. Tingkah laku cewek yang berada di depannya ini memang selalu bisa membuatnya gemas. Meski sepele dan sama sekali tidak disadari Nirmala, tapi tingkahnya itu sebenarnya semakin membuat Kevin klepek-klepek.
Mereka kemudian duduk kembali di teras sambil makan kue.
"Kue nya sangat enak, besok beli lagi ya?" Pinta Nirmala.
"Tidak perlu membelinya, besok kamu bisa membuatnya sendiri sepulang sekolah." Kata Kevin.
"Sepulang sekolah besok aku mau ke rumah Anah," Kata Nirmala.
Kevin tersenyum lagi.
Dia mencoba menyuapi Nirmala makan kue, tapi Nirmala menolak. Kevin terus saja memaksanya sambil bercanda tertawa dan Nirmala menutup mulut dengan tertawa juga. Untuk menghindari suapan Kevin, Nirmala akhirnya memilih untuk berdiri tapi karena terlalu terburu-buru berdiri dia jadi kehilangan keseimbangan dan jatuh menimpa Kevin, Kevin pun kehilangan keseimbangan dan ikut roboh, tubuh Nirmala menindih tubuh Kevin, tangan Kevin bergerak reflek memeluk Nirmala.
Brukkkk ...
Tanpa sengaja Nirmala jatuh ke pelukan Kevin. Kevin tidak menyia-nyiakan hari keberuntungannya, dia menarik rapat badan Nirmala dibadannya dan memeluknya dengan erat. Wajah Nirmala menempel di dada Kevin. Seketika Nirmala mencoba melepaskan pelukan Kevin. Dia mendorong badan Kevin dan bergegas berdiri. Kevin pun melepas pelukannya dan tersenyum penuh kemenangan. Meskipun hanya sebentar, Nirmala sempat mencium aroma bau green tea di tubuh Kevin. Nirmala terlihat sangat malu.
"Maaf." Kata Nirmala.
"Tidak perlu minta maaf, aku akan selalu ada saat kamu terjatuh." Kata Kevin mulai merayu lagi.
Nirmala kembali duduk, wajahnya memerah, terlihat jelas kalau dia merasa sangat malu. Keheningan pun tercipta kembali. Untuk memecah keheningan, Kevin mulai membuka percakapan.
"Besok aku antar kamu ke rumah Anah ya?" Ucap Kevin.
"Apa tidak merepotkan? Besok kan kamu ke kantor." Kata Nirmala.
"Besok ke kantor setengah hari." Kata Kevin.
"Iya, baiklah." Kata Nirmala.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba bi Sona dan pakde Slamet pulang.
"Pakde Slamet dan bi Sona udah pulang, kalau gitu aku pulang juga ya." Kata Kevin.
Pakde Slamet dan bi Sona turun dari mobil dan menyapa Kevin yang sedang berjalan ke luar rumah.
"Den bagus, makasih ya udah jagain Non Nirmala." Kata pakde Slamet.
"Sama-sama Pakde, saya pulang dulu ya Pakde, Bibi." Kata Kevin.
"Iya Den bagus, hati-hati Den bagus." Kata Pakde Slamet.
Melihat bi Sona dan pakde Slamet sibuk menurunkan belanjaan dari mobil. Nirmala bergegas ke mobil dan membantu mereka. Bi Sona tidak melarang karena hal itu sudah biasa di lakukan Nirmala.
Selesai membantu bi Sona membawakan belanjaan, Nirmala bergegas mandi.
Matahari sudah hampir tenggelam, menandakan kalau hari mulai malam. Selesai mandi, Nirmala sholat maghrib dan di lanjutkan dengan mengaji sampai waktu isya datang. Tak terasa, azan waktu sholat isya berkumandang, Nirmala menutup ngajinya dan bersiap untuk sholat isya.
Selesai sholat isya, dia turun dari kamar menuju ke ruang makan. Makan malam sudah tersedia di meja dan seperti biasa, dia makan sendirian. Makan malam hari ini bi Sona memasak ayam goreng di lengkapi sambal terasi dan lalapan timun serta selada. Tempe dan tahu goreng juga tersaji. Nirmala sangat menikmati makan malamnya.
Selesai makan malam, dia naik tangga menuju ke kamar, bukan untuk tidur melainkan menonton film romantis. Dia juga menyiapkan minuman segar serta kudapan untuk menemaninya bersantai. Saat dia sedang menikmati tontonannya tiba-tiba ponselnya berdering.
Telepon dari Jeff. Setiap malam Jeff selalu menerorku. Biarkan saja, tidak usah di angkat.
Nirmala mengabaikan panggilan dari Jeff dan lebih memilih untuk fokus dengan film yang sedang ia tonton. Ponselnya berdering lagi, masih panggilan dari orang yang sama, Jeff.
Nirmala kemudian teringat sesuatu dan buru-buru mengangkat telepon dari Jeff.
"Hallo, assalamua'laikum." Kata Nirmala.
"Wa'alaikumussalam," Jawab Jeff.
"Masih belum tidur ya?" Tanya Jeff.
"Iya, ada apa Jeff?" Tanya Nirmala.
"Tidak ada apa-apa, hanya ingin dengar suara kamu saja." Kata Jeff.
"Hm ... Jeff dapat undangan dari Anah." Kata Nirmala.
"Undangan apa?"
Jangan-jangan yang tadi itu. Batin Jeff.
"Dia meminta agar kamu kerumahnya besok sepulang sekolah." Kata Nirmala.
"Udah ya, bye." Nirmala mematikan ponselnya dan kembali menonton sambil mengunyah kudapan.
Jeff belum sempat menjawabnya, tiba-tiba Nirmala menutup teleponnya.
*Kebiasaan buruk yang sangat tidak sopan, selalu saja di tutup buru-buru. Aku menelpon karena ingin mengobrol. Menyebalkan, aku kira dia sudah berubah dan mulai membuka hati ternyata masih sama saja jutek.
Huft* ...
Jeff mencoba menelpon lagi.
Maaf, nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.
Berkali-kali Jeff menelpon dan jawaban operator tetap sama.
Setelah menutup telepon dari Jeff, Nirmala memang langsung menonaktifkan ponselnya agar Jeff tidak bisa mengganggunya lagi. Nirmala kembali menonton tv sambil menikmati kudapan dan air segar. Tidak terasa matanya mulai mengantuk padahal filmnya belum habis. Dia lalu memutuskan untuk gosok gigi dan cuci muka lalu bersiap-siap untuk tidur.