
"Ya ampun, ibu ku menelpon," kata Anah.
"Angkat saja," sahut Nirmala.
Ibunya Anah menelpon karena mendadak nenek Anah akan datang kerumah, Anah harus cepat-cepat kembali kerumah karena jika tidak, neneknya akan marah besar. Anah kemudian berpamitan agar bisa pulang lebih dulu, dalam hati Anah sangat sedih karena harus berpisah dengan Jeff dan harus menunggu esok hari untuk bisa bertemu lagi di sekolah.
"Tidak masalah Anah, kamu pulang dulu saja." Nirmala berusaha menenangkan Anah yang wajahnya mulai pucat.
"Ya, kamu pulanglah cepat sana, kasihan ibumu sudah menunggu." Jeff ikut berbicara agar Anah cepat pulang.
"Huft ...." Anah terlihat memajukan bibirnya kedepan tanda tidak suka dengan keadaan yang memaksanya harus pulang.
"Mala, kamu bisa pulang sendiri?" tanya Anah.
"Aku bisa naik bus atau angkot, tidak masalah, kamu tenang saja." Nirmala menjawab dengan penuh percaya diri.
"Ya sudah, aku pulang dulu. Makasih untuk traktirannya ya Jeff, bye." Anah menutup pembicaraannya dan langsung mengemasi buku-bukunya. Saat Anah keluar resto, Ibu nya terlihat keluar dari mobil. Rupanya bukan supir yang menjemput Anah, melainkan Ibunya langsung.
Anah melangkah setengah hati menuju mobil. Kini tinggallah Nirmala dan Jeff. Jeff terlihat sangat bahagia setiap kali bisa berduaan dengan Nirmala. Dia terus saja memandang wajah gadis remaja itu, sesekali Nirmala juga melihat ke arahnya membuat pria tampan itu salah tingkah.
"Kau kenapa? aneh sekali," tanya Nirmala.
"Memangnya aku kenapa?" Jeff balik bertanya.
"Aneh ... " Nirmala tidak melanjutkan ucapannya lagi, tapi dia menggelengkan kepalanya.
"Aku rasa sudah cukup untuk tugasnya," Kata Anah sambil membereskan buku-bukunya.
"Secepat inikah?" Jeff berkata hampir tidak terdengar.
"Kau bicara apa, kita sudah dari tadi di sini, cepat bayar tagihannya lalu pulang," Nirmala mulai memerintah.
"Kau tidak usah memerintah ku, anak pembantu tidak usah sok, aku tau apa yang harus aku lakukan, " Jeff mulai menghina.
"Ya sudah, lakukan saja. Aku pulang dulu, terimakasih traktirannya." Nirmala menutup pembicaraan dan mulai beranjak dari tempat duduknya.
Jeff memanggil pelayan restoran dan membayar semua tagihannya.
"Hari ini pengeluaran ku membengkak gara-gara anak pembantu itu,menyebalkan." gerutunya.
"Padahal dia paling biasa makan makanan di pinggir jalan yang harganya sepuluh ribuan, makanya begitu di ajak ke restoran langsung ke enakan." Jeff masih saja menggerutu.
Jeff mulai berjalan menuju ke parkiran motor, dia memang lebih senang memakai motor daripada menyetir mobil. Tiba-tiba dia teringat dengan Nirmala yang bilang ingin naik angkot atau bus. Kemungkinan Nirmala ada di halte, Jeff mulai melajukan motornya menuju halte.
Jarak Halte dengan restoran Aksara tidak begitu jauh, masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Jeff yang melihat Nirmala sendirian di halte langsung mengejek.
"Anak pembantu! aku duluan ya." Jeff mengejek lagi.
Baru saja Jeff mengejek Nirmala, tiba-tiba hujan turun sangat lebat. Jeff pun putar balik ke halte untuk berteduh.
"Padahal tadi matahari bersinar sangat cerah, hari-hari sekarang sulit sekali ditebak." Jeff bergumam sendiri.
Kini Jeff dan Nirmala duduk bersama di halte. Bus yang di tunggu juga tidak kunjung datang. Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang hendak menyeberang jalan raya, sementara mobil dari arah kanan terlihat melaju dengan kencang. Entah kemana orang tuanya. Di cuaca hujan begini, seorang anak dibiarkan bermain sendirian.
Secara spontan Jeff dan Nirmala berusaha untuk menyelamatkan anak kecil itu.
"Awas ... minggir." Teriak Nirmala sambil berlari menuju ke arah anak kecil tadi. Jeff berlari dan bertindak lebih cepat dari Nirmala, anak kecil itu berhasil di selamatkan ditengah derasnya hujan.
"Syukurlah." Nirmala mengatur nafasnya dan mengusap kepala anak kecil itu. Tanpa sengaja tangan Nirmala menyentuh tangan Jeff dan membuat Jeff kepedean. Seorang Ibu memakai payung keluar dari sebuah butik menuju ke arah Jeff dan Nirmala. Ibu itu adalah orang tua dari anak yang di selamatkan sekaligus pemilik butik. Pemilik butik itu terlalu sibuk sehingga tidak punya banyak waktu untuk mengawasi anaknya.
"Terimakasih sudah menolong anak saya, kalian basah kuyub, masuklah dulu ke butik, jangan menolak" ajak Ibu itu.
Jeff dan Nirmala tidak bisa menolak permintaan ibu pemilik butik itu.
"Nah ini teh hangat untuk kalian, wah baju itu cocok untuk sepasang kekasih," kata pemilik butik.
"Kami bukan sepasang kekasih," Jeff dan Nirmala berkata bersama-sama.
"Tidak usah malu-malu, ibu juga pernah muda," pemilik butik justru semakin meledek.
Bi Sona, Nirmala pulang terlambat. Tapi Bibi tidak usah khawatir, Nirmala baik-baik saja dan akan segera pulang.
Bi Sona kini bisa bernafas lega setelah membaca pesan singkat dari Nirmala.
Hujan sudah berhenti, hari juga sudah mulai gelap. Nirmala berpamitan dan mengucapkan terimakasih kepada pemilik butik. Jeff ikut berpamitan juga dan mengikuti Nirmala dari belakang.
"Aku akan mengantarmu pulang," Jeff menawarkan tumpangan.
"Tidak usah," jawab Nirmala.
"Aku tidak suka penolakan," Jeff mulai memaksa.
"Hari sudah gelap, ibu mu pasti khawatir, aku tidak mau membuat ibumu khawatir," lanjut Jeff.
"Aku mau naik bus saja," Nirmala masih menolak.
Jeff menarik paksa tas Nirmala.
"Mana ada bus jam segini, cepat naik, lagipula kalau tas kamu aku bawa bagaimana? kamu mau bayar pake apa? cepat naik." Jeff mulai memaksa dan mengancam.
Jeff membuka bagasi motornya dan menaruh tas Nirmala. Nirmala terpaksa membonceng agar Jeff mengembalikan tasnya. Perjalanan cukup jauh, Jeff sangat menikmati perjalanannya. Nirmala merasa canggung dan terlihat gugup.
"Kamu pasti sedang memikirkan betapa bahagianya bisa berboncengan dengan pria tampan sepertiku, iya kan?" Jeff mengawali pembicaraan.
"Langit yang tinggi tidak perlu menjelaskan kalau ia tinggi, laki-laki yang tampan tidak perlu mengatakan dirinya tampan," jawab Nirmala.
"Akui saja, tidak usah malu-malu," Jeff semakin kegirangan.
"Kenapa naik motornya pelan sekali," Nirmala berkata dalam hati.
Malam ini Jeff dan Nirmala untuk pertama kalinya naik motor bersama. Tiba-tiba Jeff menghentikan motornya, ia melihat ada penjual keychan. Dari kecil, Jeff sudah hobby mengkoleksi gantungan kunci, dia ingin membeli beberapa. Dia juga membelikan sebuah gantungan kunci untuk Nirmala. Jeff membelikan gantungan kunci berbentuk hati untuk Nirmala.
"Terima ini sebagai hadiah," Jeff memberikan hadiah kepada Nirmala.
"Iya aku terima, terimakasih," kata Nirmala.
Setelah membeli beberapa gantungan kunci, Jeff dan Nirmala melanjutkan perjalanan. Tak berapa lama mereka tiba di depan pintu gerbang rumah Nirmala. Jeff membuka bagasi motornya dan memberikan tas Nirmala, setelah itu dia langsung berpamitan untuk pulang, Nirmala pun masuk ke gerbang pintu rumahnya.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 wib. Saat sampai di dalam rumah, ternyata sedang ada tamu, Kevin. Dia sedang mengobrol dan bercanda dengan pakde Slamet. Sedangkan orang tua Nirmala sendiri masih belum pulang.
"Kak Kevin" Sapa Nirmala.
"Sudah di bilangin jangan panggil kakak, panggil Kevin saja" ucap Kevin.
"Kakak kan lebih tua, oh ya maaf kak, Nirmala capek, ngantuk juga pingin istirahat." Nirmala berbicara sambil berjalan menuju ke kamar melewati tangga.
Kevin sedikit kecewa, padahal dia berharap bisa bertemu dengan Nirmala dan mengobrol. Dia bahkan tidak pernah berlama-lama berada di kantor agar bisa pulang cepat dan bertemu dengan Nirmala. Biarpun kecewa, Kevin berusaha untuk menyembunyikan perasaannya itu.
"Ok, selamat beristirahat," sahut Kevin.
"Kalo begitu, Kevin pamit pulang ya pakde" Kevin berpamitan kepada pakde slamet.
Nirmala mandi dengan air hangat, tidak biasanya dia mandi malam-malam. Tapi jika tidak mandi, badannya akan gatal-gatal karena di perjalanan tadi banyak debu. Selesai mandi, Nirmala mengambil keychan pemberian Jeff dan memasangnya di tas sekolah.
Sementara itu, Jeff yang baru sampai rumah langsung di sambut hangat oleh kakak tersayang nya, Chika.
"Adik kakak yang tampan sudah pulang," Chika menyambut kedatangan Jeff.
"Kakak tumben dirumah," ujar Jeff.
"Ya, kakak sedang males keluar, di rumah saja lebih santai," jawab kakaknya.
Jeff merasa ada yang aneh dengan kakaknya akhir-akhir ini. Kakaknya yang biasanya suka shopping dan pergi ke club, sekarang justru lebih sering berada di rumah dan terkadang senyum-senyum sendiri.
Sambil sedikit memikirkan kebiasaan kakaknya yang mulai banyak berubah, Jeff berjalan menuju ke kamarnya, dia meletakan gantungan kunci di kotak khusus, kotak yang memang dia sediakan untuk menaruh gantungan kunci. Kemudian pergi bersiap untuk mandi dan tidur.
Hari ini adalah hari yang sangat istimewa. Jeff terus membayangkan kejadian-kejadian saat berdua dengan Nirmala hingga tak terasa kantuk yang menyerang membuatnya tertidur.