Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Apa itu Cinta?


Bel tanda pulang sekolah berbunyi. Tanda yang paling di tunggu-tunggu anak-anak sekolah. Pulang sekolah merupakan waktu yang paling istimewa. Sebagai murid teladan di sekolahnya, Nirmala selalu pulang sekolah tepat waktu. Paling kalaupun mampir, dia akan mampir ke kantor Kevin. Namun hari ini sedikit berbeda, Nirmala ingin mampir ke sebuah toko buku tidak jauh dari sekolahan.


Hanya sebentar membeli buku saja dan pulang. Anah mengajak pergi juga tapi itu setelah pulang sekolah dan biasanya Anah butuh waktu lama untuk berdandan, jadi tidak masalah mampir dulu ke toko buku.


Dia tidak mengajak seorang pun untuk pergi kesana. Seorang diri berjalan kaki di teriknya matahari, tanpa dia sadari seorang siswa yang sedang mencari motornya di parkiran menatapnya dari kejauhan.


"Nirmala mau pergi kemana? Bukankah seharusnya dia pulang ke arah utara? Kenapa dia berjalan ke selatan." Pikir Jeff yang mulai menemukan motornya.


Dia dengan segera mengeluarkan motor itu dan mengejar Nirmala. Pelan-pelan dia mengikuti dari jarak yang agak jauh supaya Nirmala tidak merasa sedang di ikuti.


Dia masuk ke toko buku.


Jeff menyusul menuju ke toko buku itu, dia memarkirkan motornya tepat di depan toko. Segera setelah urusan parkir selesai, dia mengejar Nirmala ke dalam. Masih mengikuti diam-diam dan belum berani menampakan wajah di hadapan Nirmala. Hingga Nirmala melihat keberadaannya.


"Jeff, sedang mencari buku juga?" Tanya Nirmala.


"Mau tahu aja." Kata Jeff sambil pura-pura mencari sebuah buku.


"Ya sudah, aku mau ke kasir dulu ya?" Kata Nirmala


"Astaga, kasir?secepat itukah?" Kata Jeff dalam hatinya.


Jeff buru-buru mencari buku, buku apa saja. Dan dia mengambil sebuah novel, padahal itu tanpa di sengaja. Segera Jeff ikut mengantri di kasir. Dia berdiri tepat di belakang Nirmala, tanpa kata pura-pura bersikap acuh walaupun dalam hatinya ingin sekali mengajak berkomunikasi. Nirmala sesekali menoleh ke arahnya.


"Apa liat-liat? Aku tampan sekali, iya kan?" Jeff memuji diri sendiri.


"Ngaco kamu." Kata Nirmala.


Tiba saat giliran Nirmala untuk membayar, tiba-tiba Jeff nyelonong tidak sopan. Dia mengatakan kalau dia yang akan membayar buku belanjaan Nirmala, jadi di satukan saja pembayarannya.


"Tidak usah Jeff."


"Tidak apa-apa Juliet." Jeff mulai mengacau lagi.


"Gak usah, aku bisa bayar sendiri." kata Nirmala.


Perdebatan Jeff dan Nirmala di depan kasir itu jelas membuat orang yang mengantri di belakangnya merasa terganggu dan itu juga membuat kerja kasir jadi terhambat.


"Maaf kak, silahkan pindah ke kasir sebelah dulu." Kata pelayan toko penjaga kasir.


Nirmala mulai merasa terganggu dengan sikap Jeff.


Setiap kali bertemu dengannya, pasti ada kejadian yang tidak menyenangkan.


Nirmala berjalan mencari kasir lainnya. Dia mengancam Jeff supaya tidak membuntutinya lagi.


"Kamu ke kasir sebelah sana, aku di sini." Kata Nirmala.


"Oke-oke." Kata Jeff sambil mengangkat kedua tangannya dan melangkah pergi menuju ke kasir lain.


Nirmala sudah selesai membayar, begitu pun dengan Jeff.


"Juliet, tunggu dulu." Kata Jeff sambil berlari mengejar Nirmala.


"Berhenti memanggilku Juliet karena kamu bukan Romeo."


"Oh ya baiklah, jadi siapa Romeo nya? Apakah lelaki buaya darat itu? Siapa namanya? Kevin, iya Kevin." Kata Jeff.


Nirmala hanya diam.


Tidak terasa mereka berjalan dari dalam toko hingga sampai ke jalan raya. Jeff terus berbicara, padahal sebelumnya dia terlihat sangat cuek. Sedangkan Nirmala mulai diam tidak menanggapinya. Nirmala sudah berdiri di pinggir jalan raya, mencoba menghentikan sebuah taxi dan dapat. Sebuah taxi berhenti tepat di sampingnya. Nirmala masuk kedalam mobil taxi tersebut dan Jeff tidak bisa menghentikannya.


Nirmala duduk di dalam mobil sambil melihat sisi kanan dan kiri jalan, terlihat lalu lintas yang begitu padat tapi lancar. Tidak terlihat adanya kemacetan.


Jeff itu memang sangat aneh, dia selalu saja mengganggu ku. Terkadang bersikap dingin, terkadang banyak bicara. Kadang-kadang dia lembut dan terkadang dia sangat kasar. Ah ... untuk apa aku memikirkannya.


Tidak lama kemudian dia sampai di depan rumahnya. Ternyata Jeff sudah lebih dulu sampai dirumahnya dan sedang duduk di atas motor.


Setelah membayar taxi, Nirmala menghampiri Jeff.


"Ada perlu apa?" Tanya Nirmala.


"Kau masuk saja dulu, makan siang dan ganti baju, aku tunggu disini." Jeff mengatakan sesuatu dengan sangat percaya diri tanpa menjelaskan maksud kedatangannya.


"Tentu saja aku akan masuk, tapi mungkin aku tidak akan makan siang dirumah." Kata Nirmala.


Jeff sedikit bingung mendengar jawaban dari Nirmala.


"Kamu ada perlu apa kesini?" Nirmala mengulangi pertanyaannya.


"Oh begitu, kalau begitu maaf ya aku masuk dulu." Kata Nirmala sembari melangkahkan kakinya ke dalam rumah.


Siang ini Nirmala tidak makan siang dirumah karena sebelum pulang sekolah tadi, dia ada rencana pergi bersama Anah untuk mencari kado buat hadiah ulang tahun temannya. Anah ingin mengajaknya makan siang di suatu tempat sebelum mulai pencarian kadonya. Jeff masih berada di luar pagar rumah Nirmala. Dia tidak tahu kalau Nirmala akan pergi ke suatu tempat bertemu dengan Anah.


Beberapa menit kemudian, Nirmala sudah berganti pakaian. Terlihat sederhana namun tetap sangat cantik dengan bando berwarna ungu di rambutnya.


"Jeff." Nirmala mengagetkan Jeff yang sedang asyik bermain ponsel di atas motor.


"Kau sudah siap? Ternyata tanpa aku bicara pun kamu sudah tahu kan maksud kedatangan aku kemari." Kata Jeff penuh percaya diri.


"Kamu kalau bicara selalu saja ngaco, aku janjian sama Anah calon istri kamu." Nirmala memulai meledek Jeff dengan mimik setengah tertawa.


"Hah?Calon istri? Mana mungkin, dia bukan tipe ku." Kata Jeff.


"Baiklah, karena sudah terlanjur, biar aku antar saja kamu ke lokasi." Kata Jeff


Mereka kemudian naik motor menuju ke lokasi, Anah mengajak pertemuannya di sebuah pusat perbelanjaan. Sesampainya di sana, Nirmala dan Jeff berjalan bersama menuju ke food court, sesuai dengan perjanjian awal dengan Anah.


"Sudah 30 menit tapi Anah masih belum kelihatan juga." Kata Nirmala.


"Coba kamu telepon saja." Kata Jeff.


Nirmala mencoba mengubungi Anah, tersambung tapi tidak ada jawaban. Berulang kali dicoba tapi hasilnya sama saja, tidak ada jawaban. Nirmala lalu mencoba untuk menulis pesan singkat saja, tetapi sebelum Nirmala mengetik pesan, Anah sudah lebih dulu mengirim pesan bahkan 30 menit sebelumnya. Nirmala tidak menyadarinya kalau sahabatnya itu mengirim pesan.


Nirmala, maaf hari ini aku tidak jadi pergi bersama karena mendadak aku sakit perut, sepertinya aku salah makan. Maaf ya


Begitu isi pesan yang di kirim oleh Anah.


"Ada apa?" Tanya Jeff penasaran.


"Anah tidak jadi datang." Jawab Nirmala.


"Itukan bagus." Gumam Jeff.


"Tidak usah khawatir, aku akan menemanimu untuk mencari kado, tapi sebelumnya kita makan dulu." Kata Jeff.


Mereka kemudian memesan ayam goreng dan sop jagung. Mereka mulai makan bersama, sesekali Jeff melihat ke arah Nirmala. Selesai makan, mereka berjalan-jalan santai menuju ke toko hadiah.


"Nirmala, boleh aku bertanya sesuatu?" Tanya Jeff.


"Tanyakan saja." Jawab Nirmala singkat.


"Menurutmu kalau remaja seusia kita jatuh cinta itu wajar gak?" Tanya Jeff.


"Wajar."


"Tapi masa depan masih lama, masih panjang. Apa boleh menyatakan cinta?"


"Tentu saja boleh." Jawab Nirmala.


"Kalau di tolak bagaimana?"


"Ya di terima, maksud aku kalau di tolak ya udah gak apa-apa, gak masalah."


"Menurut kamu, cinta itu apa?" Tanya Jeff.


"Cinta itu anugerah terindah yang mencakup segala kebaikan dan kasih sayang, akan selalu memberi, memperhatikan, menyayangi, gak gampang marah, dan gak memaksa, seperti itu yang pernah Kevin katakan padaku." Kata Nirmala.


"Laki-laki buaya itu lagi."Gumam Jeff lagi.


Nirmala menghentikan langkahnya.


"Kalau kamu mencintai seseorang, kamu harus bisa menjaga hati dan perasaannya." Kata Nirmala lagi sambil menunjuk ke arah hati Jeff.


"Itu yang pernah Kevin katakan." Nirmala menambahkan.


Astaga, buaya darat bisa mengatakan hal seperti itu, dia saja punya banyaj wanita. Bagaimana mungkin dia akan menjaga perasaan orang yang dia cintai. Sangat membual.


Tiba-tiba Jeff diam terpaku dan hanya duduk di toko hadiah itu, sementara Nirmala berkeliling mencari hadiah yang pas intuk kado temannya. Jeff merasakan jantungnya berdetak sangat kencang dan aliran darahnya pun dia rasakan dengan sangat deras. Dia mulai mempertanyakan pada dirinya sendiri yang terkadang suka marah-marah tidak menentu. Sedangkan marahnya itu menurutnya karena dia mencintai Nirmala. Dia tidak suka jika Nirmala terlalu dekat dengan Kevin.


Tapi kata Nirmala, cinta itu tidak boleh marah. Lalu perasaan aku ini perasaan apa? Aku marah karena aku cemburu, bukankah cemburu itu tanda cinta? Aku semakin tidak mengerti. Cinta itu sulit untuk di pahami. Atau mungkin karena usiaku belum cukup untuk memahaminya?


Jeff masih saja diam dan termenung, sementara Nirmala sudah menemukan hadiah untuk teman sekelasnya dan bergegas untuk pulang. Nirmala mulai memperhatikan Jeff yang sedari tadi seperti sedang bingung dan mengajaknya untuk pulang bersama.


"Sebelum pulang, bagaimana kalau kita kerumah Anah." Kata Nirmala kepada Jeff.