
Hari ini ada pengumuman mengenai acara wisata yang akan berlangsung selama satu minggu di daerah Jawa Tengah, Semarang. Semua murid sangat antusias dan terlihat bahagia. Selama satu minggu mereka tidak akan di pusingkan dengan tugas-tugas sekolah.
Terlihat Anah begitu gembira menyambutnya, dia bisa melihat Jeff setiap saat. Tidak perlu harus menunggu jam pagi seperti sekolah, Anah berfikir sangat menyenangkan bisa melihat Jeff bahkan sampai malam sebelum dia tidur.
Jeff juga terlihat sangat bahagia, dia punya banyak rencana agar bisa dekat dengan Nirmala. Tapi dia juga harus menyingkirkan Tirta yang di anggapnya sebagai pengganggu.
"Waktu keberangkatan nanti malam, sekarang kalian boleh pulang, sampe jumpa." Bu guru menutup kelas hari ini.
Tirta yang sedari tadi memperhatikan Nirmala, langsung berjalan di samping Nirmala. Tirta mengikuti Nirmala dan ingin naik bus bersama. Jeff yang melihat kejadian itu sangat cemburu dan ingin sekali memukul Tirta.
Tapi dia masih bisa mengendalikan diri.
"Hari ini kau boleh menang, Tirta. Tapi besok aku tidak akan membiarkan mu dekat-dekat dengan Nirmala." Jeff mulai menyalakan motornya.
"Tirta, kamu yakin mau naik bus?" tanya Nirmala.
"Iya," Tirta dengan senyuman termanisnya menjawab pertanyaan Nirmala.
"Bus nya sudah datang, ayo naik," Ajak Nirmala.
"Iya." Jawab Tirta Singkat.
Tirta naik dan duduk di sebelah Nirmala, mereka bercerita banyak hal. Nirmala sesekali tertawa mendengar cerita-cerita dari Tirta. Tirta sangat berbeda dengan Jeff yang selalu membuat Nirmala menahan amarah.
"Aku turun dulu ya, sampai jumpa nanti malam." Nirmala turun dari bus lebih dulu.
Tirta masih harus melanjutkan perjalanan.
Bintang malam, katakan padanya
Aku ingin melukis sinarmu di hatinya
Terdengar lagu rindu dari Kerispatih, itu nada panggilan masuk telepon genggam Nirmala.
"Telepon dari Jeff," Bisik Nirmala.
"Hallo Jeff, ada apa?" Tanya Nirmala
"Kenapa tadi pulang bersama Tirta?" Jeff dengan nada sedikit kesal menahan cemburu.
"Memangnya kenapa, ada masalah dengan Tirta?" tanya Nirmala agak heran.
"Lain kali kalau mau pulang sekolah jangan sama Tirta, aku tidak suka melihatnya."
"Kalau kamu ada masalah dengan Tirta, selesaikan sendiri masalah mu, jangan bawa-bawa aku." Nirmala mematikan teleponnya.
"Dasar anak pembantu, tidak tahu sopan santun." Jeff menggerutu.
Jeff menunggu malam berharap segera tiba, dia ingin acara wisata segera terlaksana dan bisa duduk di samping Nirmala selama perjalanan.
"Tapi bagaimana aku bisa duduk di sebelah Nirmala kalau Anah selalu mengganggu ku, menyebalkan." Jeff masih saja menggerutu.
"Sudahlah, tidak usah dipikirkan. Sebaiknya aku menyiapkan beberapa keperluan yang harus aku bawa."
Jeff mulai menyiapkan beberapa baju dan perlengkapan lainnya.
Nirmala dan Anah juga anak-anak murid lainnya sama, mereka sedang menyiapkan semua keperluan yang akan di bawa.
"Di sana nanti menginap di hotel selama seminggu, aku akan berenang nanti. Bawa baju renang," Anah berharap bisa berenang di hotel dan bisa bersantai di pantai Marina.
Semarang adalah ibu kota Provinsi Jawa Tengah dan merupakan kota terbesar di Jawa Tengah. Wisatawan paling sering berkunjung ke sana. Disana terdapat tempat wisata alam yang indah, tempat wisata bersejarah dan kuliner khas semarangan yang sayang jika di lewatkan.
Nirmala juga antusias untuk pergi kesana, karena ayahnya Wicaksana adalah kelahiran dari kota yang di juluki sebagai kota Kota Atlas singkatan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri dan Sehat. Tapi Nirmala sudah tidak punya keluarga di sana.
Selesai sholat maghrib, Nirmala mulai bersiap untuk menuju ke Sekolah. Kali ini dia ke sekolah di antar oleh Kevin, Kevin akan sangat merindukan gadis kecil itu.
"Nanti disana kamu harus bisa jaga diri," Kevin mulai memberi nasehat untuk Nirmala.
"Kak Kevin jadi seperti ayah," Nirmala sambil tersenyum mengejek.
"Sudah di bilangin berapa kali, jangan panggil kakak, panggil aja Kevin atau sayang," Kevin mulai menggoda Nirmala.
"Iya." Jawab Nirmala singkat.
"Nah, sudah sampai disekolah, biar aku saja yang membawa bawaan kamu," Kata Kevin.
Anah sudah sampai lebih dulu di sekolah, melihat Nirmala datang bersama seorang laki-laki, Anah langsung saja menghampiri.
"Cie ... siapa tuh?" Anah menggoda Nirmala.
"Bukan siapa-siapa," Jawab Nirmala.
"Jujur saja, jangan disembunyikan," Anah terus saja menggoda.
"Bukan siapa-siapa Anah, Kevin kenalin dia Anah teman sekelas aku," Nirmala memperkenalkan Kevin kepada Anah.
"Anah."
"Kevin."
Mereka berjabatan tangan.
"Jeff ... !!" Anah melihat Jeff dan berteriak sambil melambaikan tangannya.
Jef terlihat cuek walaupun dia melihat ada Nirmala di samping Anah. Chika yang melihat ke arah Anah, jadi melihat Kevin. Chika pun mengajak Jeff untuk bergabung bersama seseorang yang memanggilnya itu.
"Hai, kamu Nirmala kan? kamu terlihat sangat cantik," Chika memuji Nirmala.
"Terimakasih."
"Kamu mengantar Nirmala?" tanya Chika kepada Kevin.
"Iya," Jawab Kevin singkat.
Chika berbincang-bincang dengan Kevin. Sementara itu Anah terlihat mencoba menggandeng Jeff tapi Jeff selalu menepis. Jeff memperhatikan Nirmala dari ujung kaki hingga ujung rambut. Jeff semakin tidak bisa mengendalikan perasaannya, dia benar-benar terpesona oleh kecantikan Nirmala.
Tapi Jeff masih bingung bagaimana cara mengungkapkannya dan dia juga khawatir Nirmala akan menolaknya.
Anak-anak ayo kumpul kesini, berbaris dan mulai absen.
Terdengar panggilan dari pengeras suara. Nirmala mengucapkan terimakasih kepada Kevin dan berjalan menuju ke tempat yang sudah ditentukan oleh pihak sekolah untuk berbaris dan absen.
Saat baris berbaris, Tirta tiba-tiba berada di barisan Nirmala. Dia berdiri tepat disamping Nirmala. Tirta hanya tersenyum manis saat Nirmala menengok ke arahnya. Bharata yang berbadan besar juga ikut berbaris tepat di belakang Nirmala.
Jeff yang sedari tadi di gandeng terus oleh Anah, tidak bisa berbuat apa-apa. Walaupun berkali-kali Jeff menepis pegangan Anah, Anah tetap saja tidak melepaskannya. Hingga Salsa dan Ruby datang, Jeff merasa Salsa bisa membantunya lepas dari Anah.
"Salsa," Jeff memanggil Salsa agar berbaris di sampingnya.
Salsa langsung datang dan melepas tangan Anah dari Jeff. Jeff merasa lega akhirnya bisa terbebas dari Anah.
"Apa-apain sih, baru datang udah mengganggu," Anah merasa kesal.
"Pergi dari sini atau aku acak-acak rambut kamu," Salsa menakut-nakuti Anah.
Jeff hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah katapun.
"Syukurlah kamu datang tepat waktu, walau sedikit terlambat," kata Jeff.
"Jeff, kamu punya rencana apa untuk memberi pelajaran pada anak pembantu dan temannya itu?" tanya Salsa.
"Kalian tidak boleh berbuat jahat," Kata Ruby.
"Ruby sayang ... kamu diem aja, oke?" Salsa menyuruh Ruby untuk diam saja.
"Sini," Jeff menyuruh Salsa mendekat.
Jeff berbisik di telinga Salsa membicarakan rencananya. Sengaja berbisik supaya tidak ada orang yang mendengar.
Salsa tertawa.
"Kalian tidak boleh berencana untuk menyakiti orang lain," kata Ruby.
"Diam lah Ruby," Gertak Salsa.
Sekarang kalian bisa duduk di bangku bus masing-masing sesuai dengan nomor yang sudah di bagikan, cari bus dan kursi masing-masing agar kita bisa segera berangkat.
Suara dari pengeras suara itu terdengar lagi. Semua murid mulai membubarkan barisan dan mencari kursi sesuai dengan nomor yang diterima.
"Jadi kita belum tentu satu kursi ya?" tanya Anah kepada Nirmala.
"Iya, ayo kita cari tempat duduknya. Yang penting kita masih satu bus. Iya kan?" Nirmala mencoba menghibur Anah yang sudah mulai khawatir karena takut terpisah dari sahabatnya.
Nirmala menemukan kursinya, ternyata dia satu bangku dengan Ruby. Anah juga menemukan tempat duduknya dan dia satu bangku dengan Salsa. Anah tidak menyukainya, Salsa begitu buruk perangainya dan juga berpenampilan tomboy berbeda dengan Anah yang feminim. Tapi mau bagaimana lagi, Anah harus menerimanya. Itu keputusan peraturan dari sekolah.
Bus mulai berjalan, kebanyakan dari mereka tertidur. Nirmala, Anah, Salsa, Ruby dan yang lainnya juga tidur. Jeff juga berada dalam bus yang sama dengan Nirmala, di dalam bus itu tidak terlihat Tirta juga Bharata, mereka berada dalam bus yang berbeda.
Saat semuanya tertidur, Jeff justru masih terjaga. Diam-diam dia mendekati Nirmala.
"Ruby, Ruby .... "Jeff membangunkan Ruby dengan pelan.
"Pindah." Jeff menyuruh Ruby untuk pindah.
Nirmala duduk di samping jendela, sehingga memudahkan Ruby untuk pindah. Jeff menggantikan posisi duduk Ruby tanpa ada yang tahu, kecuali Ruby dan supir busnya. Jeff terus memandangi wajah Nirmala. Dia benar-benar tidak bisa memejamkan matanya.
"Sangat menyihir," bisik Jeff saat melihat wajah Nirmala dari dekat.
Jeff merasa sangat bahagia. Dia mulai memikirkan hal yang aneh-aneh yang seharusnya tidak boleh terlintas di pikiran anak seusianya.
"Tidak boleh berfikiran kotor," Jeff mengingat kan diri sendiri.
Dia berdiri dan mulai berjalan menuju ke kursinya kembali. Ruby kembali di bangunkan dan disuruh pindah.
"Kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini Jeff," Kata Ruby yang terlihat sangat mengantuk.
"Ssst ... diam, udah cepetan sana kembali ke kursimu," Jeff bicara berbisik-bisik.
Saat Ruby duduk kembali, Nirmala terbangun.
"Ruby, kamu terganggu ya?" tanya Nirmala.
"Iya," Jawab Ruby.
"Maaf ya,"
"Bukan kamu yang mengganggu ku, tapi ..." Ruby belum selesai melanjutkan perkataannya, tapi Jeff dengan cepat memberi kode.
"Uhuk ... uhuk ...." Jeff pura-pura memejamkan mata sambil batuk-batuk.