Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Rencana Gagal


Akhirnya Tirta keluar juga dari kamar mandi. Jeff secepat kilat langsung masuk ke kamar mandi, mandi dengan terburu-buru agar bisa secepatnya ke kamar Nirmala.


Tirta yang memperhatikan tingkah pola Jeff nampak tidak peduli. Dia bersantai dan menyeduh kopi ke sukaannya sambil menunggu Bharata datang.


Jeff berlari menuju ke kamar Nirmala, hari masih sangat pagi, matahari pun belum menampakan sinarnya.


Tok tok tok ...


Jeff mengetuk pintu kamar Anah dan Nirmala.


"Anah, ini aku Jeff,"


"Buka pintunya, cepat!"


Jeff mengetuk pintu dengan kasar dan berteriak memanggil Anah.


"Sebentar Jeff,"


Anah membuka pintu dan belum juga dipersilahkan masuk, Jeff sudah menyerobot ke dalam dan meraih gelas yang hampir saja di minum Nirmala. Lalu Jeff membuang air minum Nirmala ke wastafel.


"Jeff selalu mengganggu ku," Pikir Nirmala


Jeff berbalik arah menuju ke tempat Anah. Anah terlihat sangat kaget dan sedikit ketakutan karena Jeff terlihat sangat marah.


"Apa yang kau masukan kedalam minuman Nirmala?" Jeff dengan nada yang tidak keras tapi mata yang bengis menatap ke arah Anah.


"Anah jawab!"


"Itu air teh biasa," Jawab Anah


"Kamu tidak usah bohong, aku sudah tau semuanya," Kata Jeff.


"Aku tidak bohong," Anah mulai berkaca-kaca.


"Jawab Anah!" Jeff mulai bertindak kasar, dia mengguncang pundak Anah dan memaksanya untuk berkata jujur.


"Aku berkata ju ... jur." Anah mulai terbata-bata menangis sesegukan.


"Hentikan Jeff," Kata Nirmala.


Jeff tidak pedulikan ucapan Nirmala.


"Kau tega sekali Anah, kau mau meracuni temanmu sendiri, teman yang selalu membelamu, teman yang selalu mengkhawatirkan mu, kau tega Anah," Jeff melanjut kan caci maki nya.


"A ... aku tidak melakukan apa-apa, a ... aku tidak melakukannya," Anah semakin terisak.


Melihat Jeff memperlakukan Anah seperti itu. Nirmala tidak tinggal diam. Dia mengusir Jeff dari kamarnya.


"Keluar kamu dari sini, keluaaar ... !!!" Nirmala berteriak menyuruh Jeff keluar.


Jeff hanya menatap mata Nirmala, Nirmala mendorong Jeff keluar kamar dan segera menguncinya.


"Anah," Nirmala memeluk sahabatnya.


Anah masih menangis terisak. Nirmala masih penasaran dengan apa yang Jeff katakan. Tapi Nirmala tidak mempercayai nya, Nirmala lebih mempercayai sahabatnya.


"Anah, tenanglah," Nirmala mencoba menenangkan Anah kembali.


"Jeff benar," Sambil terisak Anah mencoba untuk bicara.


"Apa maksudmu?" Nirmala penasaran.


Anah lalu menceritakan hal yang sebenarnya. Tentang kejadian semalam yang menimpanya. Anah menceritakan semua bahkan tentang rencana pembunuhan terhadap Nirmala.


"Tapi aku tidak menaruh racun itu di minuman mu Mala, aku sudah membuangnya," dalam ke adaan terisak, Anah mencoba bercerita.


Nirmala memeluk Anah dan meminta untuk tidak melanjutkan ceritanya. Tapi Nirmala berfikir tentang Jeff, darimana Jeff tahu tentang hal ini.


"Aku tidak tahu kenapa Jeff bisa tahu soal ini, Mala Jeff pasti sangat membenciku," Anah merasa sangat takut kalau Jeff akan membencinya.


Nirmala terus memeluk sahabatnya dan menenangkan nya.


"Anah, kamu tunggu di sini, aku akan keluar sebentar," Kata Nirmala.


Nirmala keluar menuju ke kamar guru walinya. Dia menceritakan kronologi tentang menghilangnya Anah tadi malam. Guru wali nya merasa sangat khawatir dan langsung menemui Anah. Akhirnya di putuskan bahwa wisatanya cukup sampai hari itu saja.


Murid-murid banyak yang kecewa tapi demi keamanan semua mentaati keputusan yang dibuat oleh pihak sekolah. Tidak menunggu waktu lama, pagi itu juga rombongan wisata kembali ke Jakarta.


Anah masih tidak berani menatap Jeff. Padahal biasanya Anah ingin selalu berada di sampingnya, ketakutannya lebih besar dari perasaan cintanya.


Nirmala memohon kepada guru wali agar di bus nanti di perbolehkan duduk bersama Anah dan bukan dengan Ruby. Pihak sekolah menyetujuinya.


"Ternyata Anah lebih gila dari aku," Kata Salsa.


"Berani sekali dia ingin meracuni sahabatnya sendiri," lanjut Salsa.


"Tapi ... darimana Jeff tahu soal ini ya?" Salsa mulai berfikir.


Ruby pura-pura tidak mendengar semua ucapan Salsa. Dia juga tidak cerita kalau soal itu dia yang awal mulanya mengetahui.


Semua murid sekarang sudah memasuki bus dan duduk dengan tenang. Anah masih mencoba untuk menenangkan diri. Sementara itu Nirmala melihat-lihat keluar jendela menikmati perjalanan.


Tak terasa akhirnya mereka sampai di sekolah. Semua siswa saling berpamitan sebelum kembali kerumah masing-masing. Nirmala menghentikan langkah Jeff, dia memohon agar Jeff mau minta maaf kepada Anah karena telah berbuat kasar.


Jeff tidak mau melakukan itu. Anah pantas mendapatkan hukumannya. Anah masih saja ketakutan, dia sangat takut kalau Jeff akan membencinya.


"Aku mohon Jeff," Pinta Nirmala


"Tidak, sekali aku bilang tidak ya tidak," Jeff menatap ke arah Anah dan membuat Anah semakin ketakutan.


Jeff berfikir sejenak. Dia lalu mengajukan persyaratan jika mau Anah di maafkan. Nirmala berjanji akan menyetujui persyaratan yang di ajukan oleh Jeff asal dia mau berteman kembali dengan Anah.


Jeff terasa seperti mendapat angin surga dalam penderitaan Anah. Dia memikirkan syarat yang harus Nirmala penuhi. Jeff akan mengatakan syarat itu di suatu tempat. Jika Nirmala setuju, maka pada waktu itu juga Jeff akan menemui Anah untuk minta maaf. Tapi jika tidak, selamanya Jeff tidak akan pernah memaafkan Anah.


Jeff lalu pergi meninggalkan Anah dan Nirmala. Anah dalam keputus asaan mengejar cinta nya Jeff hanya bisa meneteskan air mata. Nirmala mencoba menghiburnya dan berjanji akan membuat Jeff minta maaf.


Anah merasa tidak berdaya, dia bahkan kini merasa sangat yakin kalau Jeff menyukai Nirmala. Jeff sampai membencinya karena tahu Anah berniat membunuh Nirmala, walau niat itu tidak di lakukan nya. Tapi Anah tidak mau menyerah begitu saja, dia tetap ingin agar Jeff bisa menjadi miliknya. Sifat egoisnya itu masih saja merajai nafsunya.


Jika memang ada syarat khusus untuk Nirmala, biarlah itu menjadi urusan Nirmala. Yang penting Jeff tidak membenciku lagi. Begitu pikir Anah.


"Anah, mobilmu sudah datang, ayo masuklah," Nirmala membukakan pintu mobil Anah.


"Terimakasih," kata Anah.


"Bye Anah," Nirmala melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian pakde Slamet dan bi Sona juga datang menjemput. Semua mata tertuju kepada Nirmala, tidak sedikit dari mereka yang berbisik-bisik.


Ayahnya supir dan ibunya adalah pembantu di rumah mewah itu.


Begitulah bisikan-bisikan mereka. Nirmala mendengarnya tapi tidak mau menanggapi cibiran mereka. Nirmala duduk di kursi tengah, sementara barang-barang nya di kursi paling belakang dan sebagian ada di bagasi. Bi Sona duduk di depan di samping pakde slamet.


Nirmala memainkan hp nya, ternyata ada pesan masuk dari Jeff.


Temui aku di Taman besok sore, pake baju yang pernah aku belikan.


Begitulah isi pesan singkat yang dikirim oleh Jeff. Nirmala membalas dengan mengatakan iya.