
Matahari telah menampakan sinarnya, udara pagi begitu dingin masuk hingga menusuk ke tulang. Nirmala sudah selesai mandi dan dia sedang membuat teh hangat, untuk dirinya dan juga untuk Anah. Sambil menunggu sarapan datang, Nirmala duduk di dekat jendela membaca buku novel cerita cinta.
Sementara itu, Anah masih bersembunyi di balik selimut tebal. Saat sedang asyik membaca novel, teleponnya bergetar tanda panggilan masuk. Kevin menelepon.
"Selamat pagi putri cantik," sapa Kevin memulai percakapannya.
"Selamat pagi Kevin,"
"Sudah sarapan belum?"
"Belum, kamu sendiri?"
"Aku juga belum."
Anah terbangun dari tidurnya, melihat Nirmala sedang berbicara dengan seseorang telepon. Anah mulai menggoda lagi. Anah tahu itu pasti Kevin yang menelepon. Nirmala meminta Kevin untuk mematikan telepon dan menghubungi lain waktu lagi. Kevin mengerti dan mematikan panggilannya.
Hari ini Kevin sedang tidak ada pekerjaan di kantor, dia tidak berencana untuk masuk kerja. Dia ingin berlibur menyusul Nirmala ke Semarang. Tapi jika dia pergi sendirian, Nirmala akan langsung tahu kalau tujuannya adalah untuk bisa bertemu dengannya. Maka Kevin mencari cara agar bisa memberi alasan yang tepat untuk Nirmala nanti.
Chika, Chika mungkin bisa membantunya. Kevin bergegas mandi dan sarapan. Setelah siap, dia langsung menuju ke rumah chika. Dia pun menelpon Chika terlebih dahulu, sambil menyetir mobil dia mencoba menghubungi Chika dan sudah tersambung.
"Hallo Chika, sekarang aku menuju kerumahmu. Apa kamu ada waktu?" tanya Kevin.
Chika bengong karena tidak biasanya Kevin menelponnya. Biasanya dia yang menelpon duluan.
"I ... iya Kevin, i ... iya bisa-bisa," Chika sedikit terbata-bata.
Chika yang sebelumnya masih santai di kamarnya langsung mandi dan berdandan secantik mungkin. Dia sangat senang karena pujaan hatinya akan datang kerumah.
"Itu mobil Kevin." Chika mengintip dari jendela dan segera bersiap menyambut Kevin di depan pintu.
Kevin sudah sampai di hadapan Chika, Chika lalu mempersilahkan Kevin untuk masuk dan duduk untuk membicarakan keperluan atas kedatangan Kevin.
"Tumben kamu datang kesini mendadak," Chika memulai percakapan.
"Chik, kamu ada acara gak?" tanya Kevin.
"Tidak ada, emang nya kenapa Vin?"
"Ke Semarang yuk?"
"Mau ngapain ke Semarang?" Chika sedikit penasaran.
"Jalan-jalan, kita sudah lama sejak lulus SMA tidak pernah jalan bersama," ajak Kevin.
"Iya, tapi kenapa harus ke Semarang? di sini kan banyak tempat-tempat yang bagus," kata Chika yang masih keheranan dengan ajakan Kevin.
"Iya kalau kamu gak mau gak apa-apa, ya sudah ...." Belum selesai Kevin bicara, Chika langsung menyerobot bilang mau.
"Mau, mau. Aku mau Kevin, kapan kita berangkat?" tanya Chika.
Dalam hati chika asal bisa bersama mu kemana pun aku mau Kevin. Chika terlihat sangat sumringah. Dia naik tangga menuju ke kamar untuk mempersiapkan bawaanya, sementara itu Kevin menunggu di mobil. Selang beberapa menit Chika sudah terlihat membawa kopernya, Kevin turun dari mobil dan membantu Chika.
"Kita pergi naik pesawat, aku sudah pesan tiketnya," Kata Kevin.
"Ok, bos," Chika menyahut dengan semangat.
***
Sesampainya di kota Semarang. Kevin mengajak Chika mencicipi beberapa kuliner yang menjadi daya tarik kota atlas itu. Ada lumpia dan tahu pong yang bisa memanjakan lidah. Chika terlihat bahagia, begitupun dengan Kevin.
"Kita akan menginap di Gumaya," kata Kevin.
Gumaya? bukankah Jeff juga menginap disana? ada apa ini sebenarnya. Kenapa Kevin mengajak ke Semarang dan menginap di Gumaya. Chika mulai berfikir yang tidak-tidak. Apa jangan-jangan karena Nirmala? Chika mulai berfikir seperti itu.
Setelah puas mencicipi hidangan khas Semarang. Mereka melanjutkan perjalanan menuju ke hotel.
"Ini kunci kamar kamu, kita sebelahan. Barang-barang kamu biar aku saja yang membawanya," Kevin berjalan menuju ke kamarnya sambil membawa barang-barang bawaannya.
Ruby tanpa sengaja melihat Kevin dan Chika. Dia mengucek-ngucek kedua matanya untuk memastikan apa yang sudah dilihat. Benar itu Kevin dan Chika kakak Jeff. Apa mungkin mereka pacaran? Pikir Ruby.
Rumor yang beredar yang mengatakan kalau Nirmala berpacaran dengan Kevin, itu memang tidak benar. Kemarin Nirmala pasti berbohong, Ruby semakin yakin dengan pemikirannya itu. Nirmala memang susah di tebak.
Ruby yang melihat kehadiran Kevin di Semarang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk melapor kepada Salsa, Ruby tahu Salsa akan sangat senang mendengar berita ini.
"Salsa, aku punya berita bagus untukmu," kata Ruby.
"Apa?"
"Kevin ada disini," Kata Ruby.
"Serius? Jadi benar kalau anak pembantu itu pacaran dengan Kevin dan sekarang Kevin ingin menemui kekasihnya itu?!" Salsa sangat cemburu.
"Apa? serius?," Salsa semakin tidak percaya.
"Kalau kamu tidak percaya, ayo ikut aku." Ruby mengajak Salsa menuju ke kamar Kevin.
"Itu mereka di sana." Ruby menunjuk sebuah kamar.
Salsa yang tidak sabar ingin melihat Kevin langsung mengetuk pintu kamar itu.
Tok ... tok ... tok ...
"Siapa?" tanya Kevin dari dalam.
Salsa tidak berani menjawabnya dan mulai mengetuk pintu lagi. Akhirnya Kevin membuka pintu nya.
"Owh kamu, kamu temannya Nirmala kan?" tanya Kevin sambil tersenyum.
Nirmala lagi, Nirmala lagi. Salsa mulai mengumpat.
"Bisa gak sih, kalian itu berhenti membicarakan anak pembantu itu," Salsa mulai gerah.
Kevin kebingungan dengan sikap anak SMA yg dia temui ini.
"Jadi, ada perlu apa anak manis?" Kevin bersikap ramah.
Salsa hanya tersenyum, saat mereka sedang mengobrol, Chika tiba-tiba saja muncul.
"Ada apa Vin?" Tanya Chika kepada Kevin.
"Tidak ada apa-apa, kamu udah siap?"
"Udah, ayo berangkat." Chika mengajak Kevin pergi dan menutup percakapan mereka.
"Kami pergi dulu ya gadis kecil." Kevin memperlakukan Salsa layaknya anak kecil.
Salsa tidak suka diperlakukan seperti itu. Dia membuntuti Kevin dari belakang.
"Astaga anak itu mengikuti kita," Kata Chika.
"Udah biarin aja," Kata Kevin.
"Tunggu, tunggu Kevin, biar aku bicara dulu sama anak itu." kata Chika sambil membalikkan badan ke arah Salsa.
Chika menyuruh Salsa untuk mendekat dan menanyakan apa perlunya, kenapa daritadi mengikuti dia dan Kevin.
"Ada perlu apa?" Tanya Chika
"Apa benar Kevin pacarnya Nirmala?" Tanya Salsa.
Jantung Chika terasa mau copot mendengar pertanyaan Salsa.
"Nirmala sendiri yang bilang begitu," Lanjut Salsa.
Kevin yang mendengar percakapan mereka terlihat sangat senang sekaligus kaget. Rasanya seperti mimpi. Chika merasa hancur, pertama karena apa yang dia pikirkan itu benar dan yang kedua Chika tahu kalau Jeff adik semata wayangnya sangat mencintai Nirmala tapi tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya.
Chika merasa sangat terpukul, dia juga tidak rela kalau Jeff adik satu-satunya di sakiti oleh gadis ingusan seperti Nirmala.
"Kevin, aku mau kembali ke Jakarta sekarang," Chika merasa hanya di peralat oleh Kevin.
Kevin tidak ingin memperkeruh suasana, walaupun dia belum sempat bertemu dengan Nirmala sebagai tujuan awal dia datang ke Semarang. Dia mau kembali ke Jakarta bersama Chika, sahabat baiknya.
Saat Kevin dan Chika keluar dari hotel, tanpa sengaja mereka bertemu dengan Jeff. Tanpa basa-basi Jeff langsung mendorong Kevin dan menarik kerahnya hendak melayangkan pukulan. Chika dengan cepat mencegahnya.
"Kakak ... orang ini buaya!" teriak Jeff.
Jeff masih menarik kerah Kevin sampai Chika berhasil menenangkannya. Keributan itu mengundang banyak orang untuk datang melihat tak terkecuali Nirmala. Jeff pun melihat ke arah Nirmala dan kembali mendorong Kevin. Tidak lama kemudian petugas keamanan datang dan menyuruh semua orang untuk bubar.
Tirta juga menyaksikan kejadian itu.
"Dasar Jeff selalu bertingkah ceroboh." Gumamnya.
Kevin dan Chika kembali ke Jakarta, sepanjang perjalanan Chika hanya diam. Begitu pun dengan Kevin.
***
"Apakah ini semua karena kesalahan ku? Ya Tuhan aku harus bagaimana?" Nirmala merasa bersalah.
Nirmala benar-benar sangat bingung. Kevin tidak pernah cerita kalau dia berpacaran dengan kak Chika. Nirmala jadi serba salah, dia bingung harus bagaimana menyelesaikan kesalah pahaman ini.