Getaran Hati Nirmala

Getaran Hati Nirmala
Ngajak Ketemuan Tapi Bohong


Aku tidak mau mengalaminya, aku tidak mau Anah membenciku dan salah paham. Jika memang tidak ada cara lain, mungkin aku harus menerimanya. Jika nanti Jeff marah dan merasa di bohongi biarlah, tidak masalah bagiku. Yang penting Anah mau menjadi temanku lagi. Batinnya.


Setelah diam beberapa saat kemudian Nirmala setuju dengan rencana itu.


"Iya, aku setuju." Kata Nirmala dengan wajah lesu.


Anah dan Salsa begitu senang mendengar persetujuan dari Nirmala. Namun Ruby tidak begitu, Ruby terlihat khawatir dan tidak yakin rencana itu akan berjalan lancar.


Anah kemudian mulai memilih-milih baju terbaik untuk ia pakai nanti malam saat bertemu dengan Jeff. Dia lalu membawa sebuah baju berwarna merah dan masuk ke ruang ganti. Saat dia keluar dari ruang ganti itu, ketiga temannya melihat dengan penuh takjub. Anah terlihat lebih cantik dari biasanya.


Dia memilih dan memakai dress casual berwarna merah cabe yang menampakkan kemolekan serta ke seksiannya dengan bagian dada sedikit terbuka. Membuat orang yang melihatnya tidak akan bisa berpaling. Dia berfikir Jeff juga pasti akan sangat senang dan tertarik saat melihatnya.


Ketiga temannya benar-benar tercengang melihatnya. Tapi Nirmala sedikit protes, menurutnya pakaian itu terlalu vulgar dan terbuka. Anah tidak mendengarkan nasehat temannya, dia justru mengabaikan Nirmala dan menuduhnya kalau Nirmala iri dan tidak suka melihat Anah terlihat lebih cantik.


"Bukan karena itu Anah, tapi bajunya memang terlalu terbuka, aku hanya ingin kamu memilih baju yang lainnya." Kata Nirmala.


"Nirmala benar Anah, bajunya terlalu terbuka dan seksi, maaf belahan dada kamu juga kelihatan." Kata Ruby menambahkan.


Tapi Salsa malah mendukung baju pilihan Anah dan akhirnya Anah pun tetap pada pilihannya untuk mengenakan baju itu saat bertemu dengan Jeff.


"Kamu cocok banget pake baju itu Anah." Kata Salsa sambil mengacungkan jempol.


Anah terlihat tersenyum bahagia mendapat dukungan dari Salsa. Selanjutnya dia ingin membeli sepatu hight heels, karena Jeff begitu tinggi dia ingin menyeimbangkan tinggi badannya. Setelah selesai belanja di butik, mereka melanjutkan shoping nya di salah satu mall terbesar di Jakarta.


Salsa terlihat begitu dekat dengan Anah. Sedangkan Ruby berjalan berdampingan bersama dengan Nirmala. Saat mereka sedang asyik jalan-jalan, tiba-tiba ada seseorang yang menyapa.


"Sepertinya ada yang ganti pasangan nih." Ledek orang itu yang tak lain adalah Tirta.


"Tapi formasi seperti ini terlihat lebih menarik." Kata Tirta lagi sambil menyentuh dagunya sendiri.


Tirta tidak sendirian, dia datang bersama dengan Bharata. Tapi Bharata sedang mencoba merayu Anah.


"Please ... Bharata kamu jangan dekat-dekat dengan aku." Kata Anah sambil mendorong Bharata dan menyuruhnya menjauh.


"Tau nih ...." Salsa juga ikut-ikutan mendorong Bharata.


Bharata tidak bergeming, dia tetap mengikuti kemana pun Anah pergi. Sementara itu Tirta dengan gaya khasnya yang kalem mengobrol dengan Nirmala dan juga Ruby. Tirta tidak lupa dengan janjinya untuk menjauhi Nirmala, tapi persetan dengan janji itu. Tirta sama sekali tidak peduli. Lagipula Jeff juga tidak akan tahu.


Mereka akhirnya jalan berenam, Anah terus saja di ganggu oleh Bharata dan itu membuatnya kesal serta marah berkali-kali. Sementara Nirmala dan Ruby justru terlihat sangat menikmati jalan-jalan di mall itu di tambah lagi dengan kehadiran Tirta. Membuat suasana semakin menyenangkan.


Setelah puas jalan-jalan di mall. Mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing. Anah mengingatkan agar Nirmala tidak lupa dengan tugasnya. Nirmala mengangguk pelan. Tirta memperhatikannya dan mencurigai ada sesuatu yang tidak beres. Dia mencoba menggali informasi tapi Salsa dan Anah justru mengejeknya.


"Mau tau aja atau mau tau banget?" Ejek Anah dan Salsa kepada Tirta. Kemudian mereka tertawa bersama sambil mencari taksi.


Tirta terdiam dan terus memperhatikan Nirmala, dia ingin bertanya kepada Ruby tapi pasti Ruby tidak akan mau memberi tahunya juga.


Setelah taksi itu datang, mereka lalu masuk ke dalam taksi kecuali Nirmala. Salsa tidak mengijinkannya untuk pulang bersama. Anah juga membuang pandangannya tidak ingin beramah-ramah dengan Nirmala.


"Anak pembantu, siapa yang nyuruh kamu ikut bersama kami." Kata Salsa sambil mendorong Nirmala dan menutup pintu taksi.


"Jalan Pak." Kata Salsa.


"Baik Neng." Ucap supir taksi itu.


Mereka pun berlalu dari pandangan. Bharata dan Tirta yang menyaksikan kejadian itu jadi merasa iba dengan Nirmala, Bharata berusaha menghiburnya.


"Aku tidak apa-apa kok." Kata Nirmala sambil tersenyum dan pergi meninggalkan Tirta juga Bharata.


Tirta hanya diam saja melihat Nirmala. Dia terus memandang Nirmala hingga hilang dari pandangannya.


Sesampainya di rumah, Nirmala menelpon Jeff dan meminta agar nanti malam bisa bertemu di restoran aksara. Tentu saja Jeff tidak menolak, bahkan sangat tidak sabar menunggu malam.


***


Malam pun tiba.


Nirmala duduk termenung di dalam kamarnya. Sementara Jeff terlihat sangat antusias dan bersemangat menuju ke restoran. Kakaknya yang melihat adiknya berdandan sangat rapi tidak seperti biasanya itu pun menggoda.


"Ehem ... Tampan sekali adik kak Chika, mau kemana?" Tanya Chika sambil mencubit pipi adiknya.


Dia tidak menjawab pertanyaan kakaknya dan langsung memakai helmnya lalu menstarter motornya. Dalam perjalanan menuju restoran itu dia nampak sangat berbunga-bunga. Tidak menyangka kalau Nirmala akan mengajaknya makan malam berdua. Tidak butuh waktu lama, kini dia sudah sampai di restoran.


Sementara itu Anah masih berada di rumahnya, dia benar-benar gugup dan merasa sangat senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan Jeff dan makan malam romantis berdua dengannya. Wajahnya dia poles secantik mungkin, dia juga menggunakan dress seksi yang baru di belinya dari butik tadi siang, dia membawa tas cantiknya berwarna hitam glamour berisi dompet dan ponsel. Kemudian dia pergi naik taksi. Dia naik taksi karena berharap saat pulang nanti Jeff yang akan mengantarnya.


"Mau kemana Neng?" tanya supir taksi itu kepada Anah.


Dengan semangat Anah menjawab ke restoran yang ia maksud. Sayangnya malam itu lalu lintas sangat padat dan terjadi kemacetan di jalan. Anah menjadi sangat gelisah.


Sedangkan Jeff yang sudah lebih dulu sampai di restoran kemudian memesan secangkir coklat hangat sambil menunggu kedatangan Nirmala. Dia menikmati secangkir coklat hangat di iringi musik romantis, senyumnya nampak lebar seperti sedang merasakan bahagia yang tiada tara.


Setelah cukup lama menunggu Nirmala tak kunjung datang juga, membuat senyumnya kini menghilang. Dia merasa sangat lelah menunggu dan mulai merasa kesal. Berkali-kali dia menelpon Nirmala tapi tidak ada jawaban. Sms nya pun tidak ada yang di balas. Hatinya mulai kepanasan menahan kesal karena sudah lebih dari 1 jam menunggu tapi Nirmala tidak datang-datang.


Jeff melirik jam tangannya, tadi dia sengaja datang jam setengah delapan, tiga puluh menit lebih awal dari jam yang sudah di tentukan Nirmala yaitu jam 8. Sedangkan sekarang sudah jam 9 lebih. Sudah puluhan kali dia menghubungi Nirmala tapi tidak di angkat.


*Apa dia balas dendam karena aku dulu pernah mengingkari janjiku? Batin Jeff.


Tapi tidak mungkin, Nirmala bukan orang yang seperti itu. Batinnya lagi*.


Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan di otaknya. Jeff masih bertahan untuk menunggu, tapi kini dia mulai khawatir jangan-jangan terjadi sesuatu yang buruk pada gadis idaman nya itu. Dia lalu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja dan mencoba untuk menelponnya lagi. Aktif tapi tetap saja tidak di angkat. Dia kemudian mengirim pesan lagi.


Nirmala kamu dimana? Aku sudah lama menunggu, cepat datang.


Nirmala kemudian membuka pesan masuk itu, tentu saja dia menjadi bingung juga. Bagaimana mungkin Jeff masih belum tau kalau yang mau bertemu dengannya bukanlah dirinya, melainkan Anah. Apa Anah tidak datang? Batin Nirmala.


Nirmala kemudian menelpon Anah, dengan segera Anah mengangkat teleponnya.


"Hallo Anah, kamu dimana?" tanya Nirmala.


"Aku terjebak macet, tapi sebentar lagi sampai kok. Apa Jeff sudah datang?"


"Iya Jeff sudah di sana dari tadi."


" Ya sudah, ya sudah, ini aku udah sampai kok. Bye." Kata Anah menutup teleponnya.


"Bye." Jawab Nirmala.


Jeff meletakan kembali ponselnya di meja. Dia merasa putus asa dan menelungkupkan wajahnya di antara lipatan kedua tangannya di atas meja. Mata dan hatinya mulai panas dan merasa kesal juga sedikit pusing.


Kalau emang gak jadi datang kan gak apa-apa Nirmala, tapi kasih kabar biar aku juga bisa pulang dengan tenang. Gumamnya pelan agar tidak ada pengunjung atau pelayan yang mendengarnya.


"Jeff." Panggil seseorang yang kini duduk di hadapannya.


Jeff mengira Nirmala sudah datang, tapi saat dia mengangkat wajahnya yang datang bukan Nirmala, melainkan Anah.


Barangkali Nirmala datang bersama Anah, Jeff masih berfikir positif dan mencari sosok yang ingin dia jumpai. Di tatapnya Anah yang diam di depannya, matanya menyipit, nafasnya mulai tidak teratur menahan marah yang amat sangat. Ingin berusaha berfikir positif tapi tidak bisa. Dia penasaran kenapa Nirmala tidak datang dan membuatnya menunggu begitu lama.


"Sorry Nirmala gak bisa datang." Kata Anah.


"Kenapa?"


"Ada urusan mendadak yang tidak bisa di omongkan, mungkin ada hubungannya dengan Kevin." Kata Anah sengaja memancing kemarahan Jeff.


"Segitunya ya." Jeff nampak benar-benar marah.


Anah sempat berfikir kalau Jeff akan senang bertemu dengannya, tapi di lihat dari raut wajahnya sepertinya Jeff sama sekali tidak tertarik dengan kehadirannya dan itu membuat Anah merasa terabaikan sehingga dia mencari cara supaya Jeff sekalian saja marah dan kesal terhadap Nirmala.


"Sampai ngirim satu pesan saja dia gak bisa, walaupun hanya kata 'maaf' setidaknya aku akan tahu kalau dia tidak bisa datang. Aku pasti akan mengerti." Kata Jeff dengan nada kesal.


Anah terdiam, dia memperhatikan Jeff yang malam ini tampak sangat tampan. Sedangkan Jeff sedikitpun tidak memperdulikan Anah yang sudah tampil maksimal.


"Aku mau pulang." Kata Jeff mulai bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Anah yang baru saja datang.


Kini Anah yang merasa sangat kesal. Dia sudah menyiapkan semuanya dengan maksimal tapi ini yang dia dapatkan. Jeff meliriknya nya pun tidak. Anah berusaha mengejar Jeff tapi terlambat, Jeff sudah meluncur pergi lebih dulu.


Dalam perjalanan pulang, Jeff terus memikirkan Nirmala, mengapa dia tega membohonginya dan mengapa pula dia menyuruh Anah untuk datang. Bukankah mengetik pesan itu lebih mudah daripada mengirim Anah untuk menggantikannya? Batin Jeff sambil menyetir motornya dengan kecepatan super.