
Aku tidak melihat Begu ganjang itu lagi berkeliaran di sekitar desa kami dan si Lusifer berkelana lagi mencari pengikutnya tetapi aku masih binggung tentang manusia yang meminta pertolongan kepada si Lusifer ini, bukan karna si Lusifer ini yang memintanya tetapi Lusifer sendiri mengatakan bahwa manusia yang datang kepadanya, aku masih binggung di kampung kami ini banyak penyembahan yang di fungsikan sebagai cagar budaya dan tentu saja karna masih kecil aku kurang mengetahuinya dan letaknya di mana yang paling sering di kunjungi dan di berikan sesajen dan Lusifer juga mengatakan bahwa dia tidak perlu bunga - bunga itu dan kemeyan itu yang dia perlukan hanya hati manusia yang benar - benar akan menyembah kepadanya saja dan untuk semuanya sesajen itu hanya untuk makanan setan bahkan tidak diperlukan.
Tidak ada orang yang mau melakukan dosa dan melewati jauh dari jalan Tuhan dan mungkin kemiskinan dan perasaan tidak di hargailah yang membuat manusia melakukan jalur yang salah dan mungkin juga manusia mau di cintai dan di hargai tanpa harus bekerja keras dan bisa mendapatkan uang dengan cepat sehingga melakukan pesugihan dengan Iblis dan Lucifer disana menjadi tuannya dan akan membagikan semuanya apa.yanh di minta kepadanya dan akan menjadi miliknya ketika kontrak kematian itu sudah selesai.
Dan Begu ganjang ini adalah suruhan seseorang untuk membunuh dan mencekik leher seseorang bisa jadi karna dia dendam, hitam dan sangat menakutkan dan ketika itu semuanya pasti kembali lagi kepadanya karna di dunia ini tidak yang abadi.
Aku masuk ke rumah dan bapak sudah ada disana sambil minum, pak masih ke balai desa kah pak?
Nanti saja dulu nak, bapak mau ke belakang mencangkul dulu capek badan bapak hanya duduk di balai desa, lagian anak - anak mereka yang di kota sudah kembali kemari dan biarlah mereka yang membantu orang tuanya dan banyak sekali juga bantuan yang balai desa, jadi kamu tidak usah bawa makanan lagi nak, bukan bapak melarang takutnya nanti tidak ada yang makan karna disana sudah ada yang lebih enak di bandingkan dengan masakan kampung kata bapak kepadaku.
Baiklah pak, mungkin anak - anak mereka orang kaya dan tidak membutuhkan makanan kampung yang ibu buat dan mungkin pizza bisa membuat warga kampung kita senang nak dan itu makan pizza itu disana kata ibu kepadaku, tetapi mandu dan bersihkan badan ya supaya badannya segar kata ibuku.
Setelah mandi dan aku duduk di meja bersama bapak, kenapa rasa pizza-nya gak enak ya pak, sepertinya sudah basi dan sudah berjamur, aku tidak usah makan dulu pak, mau makan pakai sambel teri saja dan sayur bayam yang ibu masak, akupun memakan makanan ibu dan pizza itu rasanya tidak enak sama sekali dan tidak ada yang memakannya mungkin adik dan kakakku suka jika mereka mau jadi itu makanan masih di meja dan kami ke belakang untuk menanam singkong karna di balai desa sudah banyak mobil yang berdatangan dan warga yang tidak mempunyai keluarga yang terkena musibah di suruh pulang karna balai desa sudah sempit belum lagi ikut juga menampung tukang dan peralatan bangunan.
Kami sudah menanam ubi dan jagung di belakanh, jagung hitam yang sangat di minati di kota dan memang tanah belakang bapak lebat dan masih bisa di tanami untuk sayur - sayuran dan lumayanlah ibu tidak harus ke warung membeli lauk ataupun sayur, makanya sering kami di bilang orang miskin dan tidak punya uang serta dan dulu kami di anggap sebelah mata, apalagi oleh keluarga ibuku yang memang rata - rata punya uang dan ketika susuh pasti larinya ke bapak untuk minta pertolongan jika senang saja pasti lupa dengan saudara.
Aku belakangan aja ya Bu,masih banyak yang harus ku tanam, nanti kalau sudah selesai, aku akan menyusul ibu dan bapak ke rumah dan sayurannya ibu tinggalkan saja biar aja aku 6ang bawa pulang , tidak usah nak, nanti bawa aja kelapa yang disana ya, ibu mau masak santan, jangan pulang kemalaman nanti kamu sakit.
Ibu sudah pulang dan mengikuti bapak ke rumah dan aku masih mengerjakan semuanya, sebentar selesai pikirku dan tak terasa malam sudah mulai turun dan lihatlah bunga sorga itu menerangi seperti kunang - kunang yang terang sekali dan wanginya melebihi wangi bunga melati yang harum semerbak mewangi dan akupun pulang ke rumah.
Sampai di rumah kulihat bapak dan ibu sudah tidak ada, kak kemana ibu dan bapak tadi , di bawa paman sama bibi ke rumahnya katanya mau melihat orang tua mereka yang sakit di kampung sebelah, ibu dan bapak naik mobil mereka tadi dan mungkin nanti malam baru pulang atau mungkin besok
Ada apa kak, kenapa ibu dan bapak yang harus di bawa ke sana, kita juga kan butuh ibu sama bapak, besok juga sekolah, kata ibu nanti kalau ibu tidak pulang biar kak masak buat kita dan rumah harus di kunci rapat, karna anaknya bibi tidak ada yang merawat paman makanya ibu dan bapak di suruh ke kampung sebelah, kak kenapa kak tidak melarang tadi seharusnya besok saja ibu kesana bukan harus malam ini, sudahlah kalau besok ibu dan bapak gak pulang nanti biar aja aku duduk kesana .
Bagaimana kamu kesana dek, jalan kaki itu sangat jauh sekali dan kamu capek di jalan kita tunggu saja ibu sama bapak di rumah, besok pulang sekolah kamu cepat pulang jangan main di jalan ya, karna besok kakak masuk sore dan kita gantian jaga adik, jangan lupa dek soalnya mungkin ibu dan bapak pulangnya lama bisa jadi seminggu kita harus bergantian dan sekarang ayo mandi dan makan dulu, Kaka sudah siapkan nasi soto disana.
Heran saja lihat keluarga ibu ini, jika sakit pasti ibu sama bapak yang harus jaga padahal mereka juga punya keluarga ada anak dan juga keluarga yang lainnya, tetapi tetap aja ibu dan bapak yang di repotkan, kasihan ibu dan bapak daridulu selalu siap jika di panggil.