Game Setan

Game Setan
Bab 53


Betapa senang hatiku ibuku masih keadaan sehat dan sekarang sudah benar - benar pulih dari sakitnya dan akupun sangat bahagia sekali dan mengucapakan puji syukurku kepada Tuhan dan yang meninggal adalah bibiku adik bapakku yang sekarang sudah terkenal kemanapun, tetapi kenapa bibiku bisa meninggal bukankah keadaan bibiku sehat aja dan tidak kekurangan apapun dan mengapa tiba - tiba saja bibiku itu pergi dan mungkin saja seperti kemarin bibiku meninggal dan hidup kembali dan aku juga agak malas ke rumah bibiku karna mungkin saja bibiku akan hidup lagi dan tidak akan mati dan bibiku hanya mati suri saja dan aku begitu mengkhawatirkan keadaan ibuku dan tidak untuk yang lain sekarang karna mungkin saja itu cuma suri dan bibiku pasti akan di tunggu untuk hidup lagi dan sudahlah nanti sore aku melihatnya dan aku pengen tidur dulu saja karna hatiku begitu lelah memikirkan ibuku dan akupun tidur dengan lelap di kamarku ini.


Aku sampai lupa makan karna tertidur dan ibuku sudah pergi ke rumah bibiku dan kini bapakku juga sudah di rumah dan aku melihat bapak sedih dan tentunya ada permasalah disana, bapak tidak mengatakan apapun kepadaku hanya diam saja seolah memikirkan banyak hal yang menjadi beban pikirannya dan juga karna mungkin bapak juga memikirkan ibu yang dari kemarin sakit dan tidak bisa bangkit untuk berdiri dan deman sepanjang malam dan aku juga tau bapak bisa melihat masa depan depan sering sekali bapak mengatakan semaunya kehendak Tuhan dan bapak tidak pernah mau mengatakan kepada siapapun dan kadang kepadaku bapak sering mengatakan jangan kesana di situ saja ada muka jelek disitu dan sering kali bapak juga mengatakan kepadaku bahwa orang itu ada setan' di punggungnya yang menempel mungkin dia ini orangnya sudah menyerahkan hidupnya kepada setan dan seringkali bapak menasehati bibiku agar tidak salah jalan tetapi bibiku selalu mengatakan bahwa dia hanya melakukan saja dan iblis lah yang menanggungnya untuk setiap disa yang di perbuatanya dan bapak selalu menghela napas untuk itu dan tentu saja bibiku itu sangat bandel sekali dan merasa bibiku ini yan g paling pintar, dan tentu saja merasa hebat apalagi setelah bibiku bangkit dari kubur bibiku menjadi terkenal dan kaya dan banyak orang mencarinya dan bibiku menjadi sombong sekali, terkadang bibiku sering memberikan makanan ataupun barang untuk ibuku dan katanya makanya jangan mau jadi miskin dan sekarang lihatlah aku sudah kaya dan abangku ini tetap aja miskin dan setiap makanan itu datang bapakku membuangnya dan tidak pernah memakannya dan barang di kasih juga pasti tidak bertahan lama dan rusak dalam sehari.


Sore hari akupun pergi ke rumah bibiku dan mayat bibiku belum di bawa ke balai desa karna menunggu saudaranya juga yang datang dari pulau Jawa dan pesawatnya juga terlambat datangnya mungkin besok malam akan di kuburkan kata bapak kepadaku jadi bapak pun menunggu di rumah saja dulu dan bapak lelah sekali dan sebentar bapak istirahat dan setelah itu mau mengambil peti mati bibimu dan segeralah bantu ibumu karna ibumu juga kurang sehat kata bapak dan seringlah melihat ibumu karna kakak dan adikmu sibuk di dapur, iya pak jawab jawabku kepada bapak dan akupun segera ke rumah bibiku untuk melihat ibuk.


Aku mulai membuka mayat bibiku dan baunya seperti mayat yang sudah lama di kuburkan dan badan bibiku hitam semuanya mulai muka dan bibirnya serta seluruh kulitnya menghitam sepertinya bibiku ini di awetkan dan kulitnya pun keras dan badannya seperti papan yang sudah lama mati dan kulihat si Lusi tersenyum kembali dan berbau busuk keluar dari mulutnya dan banyak sekali belatung yang keluar dari mulutnya bibiku serta belatung itu mulai naik ke atas permukaan dan ini harus segera di kebumikan dan bibiku ini tidak akan mungkin bangkit lagi dari kematian karna tubuhnya sudah membusuk dan bau sekali padahal bibiku baru tadi siang meninggal dan entah mengapa badannya bisa berbau busuk dan seperti sudah lama mati dan aku paham kenapa bapak lesu dan terdiam di rumah ternyata bapak juga sudah tau dan dimana pamanku lari dari tanggung jawabnya hingga untuk peti mati saja harus bapak juga yang mengurusnya dan benar saja peti mayat itu sudah sampai di rumah dan bapak minta tolong kepada warga untuk mengangkat mayat bibiku untuk di masukkan ke peti mati itu dan sekalian saja dengan kasurnya kata bapak supaya mungkin.hewan - hewan kecil itu tidak berjatuhan dan mayat itupun di masukkan ke dalam peti mati itu dan lihatlah orang - orang tak sanggup dan banyak yang muntah dan langsung lari dan benar saja hewan - hewan kecil itu sudah banyak di lantai berkeliaran dan semua orang pada lari bahkan anaknya juga lari dan hanya ibuku lagi dan bapak yang membersihkan nya.


Kemudian bapakku menyemporkan racun kedalam peti mati itu agar semua belatung itu mati dan semua rumah bibiku juga di semprotkan racun hama khusus untuk belatung dan bapak ada stok di rumah hingga semua belatung itu mati dan rumah bibiku berubah menjadi batu pestisida dan kamipun pulang ke rumah.