Game Setan

Game Setan
Bab 52


Hari ini aku tidak bersemangat karna ibuku lagi sakit, jarang ibu sakit tetapi ketika ibu sakit kami sedih sekali untuk ke sekolah saja kami tidak semangat dan bahkan saat ini ibu sudah sangat lemah sekali dan aku juga tidak bisa meninggalkan ibu dan bapak di rumah, entah mengapa aku melihat ibu pergi dan menjadi tawanan seorang iblis dan ibuku di ikat di sebuah batu dan tangannya di pasang besi tangan dan menjadi budak iblis dan entah apa yang dilakukan oleh ibuku dan aku ingin bertanya ke ibuku sebelum aku berangkat ke sekolah dan kebetulan ada bapak juga, ibu aku hanya ingin bertanya apakah ada yang ibu sembunyikan kepada kami karna aku melihat ibu di bawa oleh setan dan ikat di batu dengan rantai besi dan bukan hanya ibu saja dan ada kakek dan nenek juga disana dan mereka tidak bisa melupakan diri lagi dari sana tetapi ibu masih bisa pergi ke surga ibu dan ibu itu belum waktunya bukan ibu yang pergi tetapi orang lain yang mengantikan ibu karna ibu sudah memakan makanan yang di berikannya yaitu ayam hitam cemani, apakah ibu pernah memakannya dan sekarang coba ibu ceritakan kepada kami ibu, sungguh aku takut sekali ibu karna siang ibu akan di jemput makhluk itu ibu, tolonglah ibu ceritakan dan mari kita berdoa kataku kepada ibuku. Ibuku yang sangat ku kasihi dan kucintai.


Pak, maafkan ibu ya sudah tidak mendengarkan apa kata bapak, karna waktu itu ibu memakan ayam gulai itu dan sudah lama sekali ibu mau dan rasanya kalau tidak ibu makan ibu kehilangan selera makan pada apapun dan bibimu memberikan ayam cemani hitam itu dan memasaknya dan kemudian ibu makan di rumah bibimu dan tidak memberikan kepada kalian dan sungguh saat itu ibu bahagia sekali dan bisa memakan ayam gulai utuh yang selama ini mau sejak dari ibu gadis dan entah kenapa ibu pengen sekali makan ayam itu dan beserta darahnya dan bibimu yang mengerjakan semuanya dengan senang hati dan bapak hanya menghela napas dan segera memberikan air kelapa hijau dan segera mengajak ibu berdoa dan memaafkan serta mengiklankan semuanya dan akupun menaggis mendengarkan ibu dan mencium ibuku dan aku tidak mau ke sekolah ibu kataku kepada ibuku karna aku takut ketika aku tidak di rumah ibu akan meninggalkanku karna kulihat ibu semakin pucat saja, ibu mengatakan ibu akan baik saja dan pergilah ke sekolah katanya ibu akan selalu bersama kalian, akupun.oergi.kesekolah padahal sudah terlambat sebelum berangkat kamipun berdoa dan akupun mengatakan Tuhan jangan ambil ibuku dan jangan biarkan dia bersama 8blis sehingga dia tidak bisa ke surga mu kataku dan sungguh akupun tidak bisa menghakimi mu Tuhan, karna kaulah yang maha sempurna kataku dan akupun berangkat ke sekolah.


Di jalan aku bertemu dengan si Lusi dan sepertinya si Lusi mencoba berbicara denganku dan aku mengacuhkannya dan aku sangat sedih sekali, bagaimana kalau ibu meninggalkanku dan aku belum sanggup begitu kata hatiku dan si.lusi selalu saja menggangguku dan tidak bisa diam dan selalu saja membuat kegaduhan dengan setan lainnya, sabarlah ibumu tidak akan meninggal katanya dan lagi ibumu adalah orang baik mana mungkin dia cepat di panggil Tuhan, sudahlah Lusi kamu adalah raja setan di antara sekian setan jangan mempengaruhiku kataku dan juga pasti kamu yang menginginkan kematian ibuku bukan, bukankah kamu ingin semua manusia menjadi budakmu dan untuk apa kamu datang menghiburku Lusi dan aku juga sudah tidak peduli padamu, kamu jaha yg Lusi kataku kepadanya dan benar saja si Lusi marah dan mengatakan dengan keras bahwa ibuku tidak akan mati katanya dan aku tidak percaya dan dia hanyalah setan dan kamu Lusifer bukan malaikat bahkan kamu adalah malaikat pencabut nyawa manusia kataku marah kepadanya, dan bila aku mengatakan ibumu sudah sembuh kamu juga tidak percaya, tidak lusi.kataku dan aku hanya percaya Tuhan dan hanya Tuhan saja. Yang menyembuhkan manusia bukan setan seperti kamu, pergi sana kataku kepada Lusi yang masih terus mempengaruhiku, sering sekali setan mempengaruhi kita dan kadang setan itu berbuat baik agar kita bersekutu dengannya bahkan bisa menyembuhkan penyakit tetapi bukan karna itu kita menyembahnya tetapi karna Tuhan saja dan akupun sampai di sekolah.


Di dalam kelas aku tidak konsentrasi sama.sekaki dan aku mengatakan kepada ibu guru bahwa ibuku sakit dan aku tidak bisa tidak memikirkannya kataku kepada ibu guruku yang baik hati itu tentu saja aku juga harus menunggu bel berbunyi agar kami bisa pulang dan entah kenapa juga si lusi tidak ada mengikutiku dan tentu saja aku juga sedang marah kepadanya katanya aku temannya tetapi dia selalu menyerumuskanku ke lautan neraka kataku kepadanya dan dia hanya selalu tertawa seperti seorang kakek saja .


Sesampainya di rumah akupun langsung ke kamar ibuku dan kulihat kamarnya ibuku kosong dan kemana ibuku di bawa di dalam hatiku dan akupun ke dapur karna sudah sangat haus sekali dan ibuku lagi menggoreng ikan dan dalam keadaan sehat dan sudah sembuh.


Aku memeluk ibuku dengan sangat erat sekali dan akupun menanyakan kemana ayahku dan orang - orang di rumah. Bapak sedang berduka karna bibimu meninggal kata bapak dan kini bapak serta adikku lagi di rumah bibiku dan ibuku di larang oleh bapak kesana karna ibu juga sedang sakit jadi karna ibu bosan di kamar dan pengen masak katanya ibu dan aku juga sudah lapar kataku kepada ibuku dan ganti baju dulu dan cuci tangannya dan setelah itu pergilah makan, akupun melaksanakan seperti yang ibuku katakan.