Game Setan

Game Setan
bab 21


Kami melihat dari kejauhan ibu-ibu di desa sudah menunggu kami dan saat ini perjalanan kami sudah selesai dan temanku Joko juga sudah keletihan dan kami sudah kelelahan dan pengen rasanya mandi dan istirahat, aku tubuhku yang kurus dan langsing dan kurang gizi akan sangat kelihatan kurus sekali sekarang, kami berjalan pelan2 biar tidak jatuh bapak juga kelihatan lelah padahal daritadi bapak sepertinya semangat dan ketika sudah samping di pinggir desa dan benar saja tetua juga begitu, kelihatan lelah dan keriputnyapun.kelihatan karna lelah sangat, berjalan pagi subuh dan pulang sudah malam dan untung saja temanku Joko ditemukan, dan ketika Jojo ditemukan ayahnya begitu senang dan semua lelahnya hilang dan semangatnya mulai meningkat, dan kami juga penasaran apa yang terjadi dengan Joko kenapa bisa masuk hutan larangan dan kenapa bisa pingsan disana dan kenapa juga Joko bisa pingsan disana, kami masih ingin bertanya tetapi kami lelah rasanya dan Joko juga belum.sadarkan diri dan kami juga sudah lelah kata bapak, jadi kamipun.memutuskan untuk.ke balai desa dula dan untuk minum sebentar saja, aku melihat ibuku yang sudah keluar air matanya mungkin ibuku mengira kami tidak akan pulang lagi dan bahkan juga kami mungkin dimakan hewan buas, tetapi aku yakin dengan kata2 yang sering ibu katakan jika.kita baik maka baik juga yang datang ke kita dan aku percaya itu, dan hari ini kami masih selamat dan menghindarkan kata2 sombong di dalam diriku, bahwa alam juga harus di jaga Karna alam juga adalah pemberian Tuhan, itu kulihat dihutan bapak membersihkan hutan dari sampah sehingga hutan itu bisa terjaga dengan baik, aku.melihat bapak duduk di dekat ibu sambil minum.air teh manis dingin dan bapak juga mengipaskan daun yang besar, nampak sekali bapak lelah dan tak ingin kehabisan napas dan aku mulai duduk disana dan mulai juga mengantuk, tetapi tetua mengatakan kami harus mandi, takut jika racun yang ada di tubuh kami menempel, aku mengangguk dan pergi mandi dan benar saja badanku menjadi segar dan enak setelah itu aku minum kembali dan makan, sungguh aku tidak ingin kembali kesana lagi, sungguh itu membuatku lelah dan di tanah merah itu aku hampir mati dan tidak bisa berlari lagi, kami mununggu Joko untuk sadar dan menanyakan kenapa bisa sampai tanah merah dan kenapa Joko tidak takut dan semuanya menunggu Joko siuman dan kata Joko dia masuk ke hutan itu bukan karna setan atau yang lainnya, waktu itu Joko lapar dan terus masuk ke dalam disana tidak ada hewan buas yang mengganggu cuma Joko lapar dan butuh minum, dibawah sana Joko mendengar ada air dan ketika Joko lihat rupanya jalannya terjal dan sungguh jalan itu licin sekali kata Joko dan yang paling menyebalkan banyak monyet saja katanya, apa kamu tidak melihat apa gitu, ada pak, cuma kata bapak jangan takut jadi Joko berjalan saja dan tentunya Joko sangat lapar pak, dan terjatuh begitu pak, tapi kata anakku kamu bertemu dengannya di dalam mimpi dan mengatakan dimana kamu, dan dialah yang menemukan dirimu di tepi jurang didalam.goa itu dan dialah yang menunjukan jalan untuk menemukanmu disana nak Joko kata bapak, dalam tidurku aku melihatnya pak, tetapi aku tidak bisa memanggil kalian dan setelah itu kalian semuanya datang, aku sangat menyesal pak karna memang aku suka makan dan perutku lapar terus pak dan aku memakan makanan bapak hingga habis dan bapak marah mungkin karna lapar juga pak kataku, aku janji tidak akan melupakannya, apakah kamu tau siapa aja yang kamu jumpai disana Joko, tidak ada orang yang Joko jumpai pak, tetapi tulang belulang manusia banyak disana dan kayaknya di sana itu dulu tempat penguburan manusia pak, dan Joko juga tidak takut kesana dan disana juga ada emas pak tetapi sepertinya emas itu di jaman kono pak dan banyak sekali emas putih dan timah putih apalagi di bawah pak kata Joko dan kenapa kamu tidak mengambilnya jok kata tetua itu, jika Joko ambil maka kita semuanya tidak akan pulang pak, kenapa kata yang lainnya karna dibawah dan di atas gou itu ada ular yang sangat besar dan kita juga bisa jatuh seperti Joko kemarin belum aura mistiknya kuat pak, jika kita mengambilnya kita juga akan mati, kenapa begitu jok bukankah kamu suka sama uang dan kamu tidak akan lapar lagi Joko dan emas dan bisa menjadi tabunganmu kata tetua itu, tidak pak kata Joko, kami hanya diam saja dengan pikiran kami masing2 dan untuk bagaimana emas itu ada itu cuma hayalan orang lapar kata bapak, dan mana ada emas di hutan itu dan desa ini sudah lama berdiri tentu saja sudah di ambil dari dulu dan jika itupun ada tentu sadah di ambil kata bapak, Joko hanya tersenyum dan menganggukkan kepala dan mereka mulai.menyusun untuk ke hutan itu untuk mengambil emasnya, serta mengajak bapak dan tetua kampung dan tentu saja bapak tidak mau dan kalaupun tetua mau silahkan katanya dan benar saja, tetua juga tidak mau, karna disana bahaya sekali, banyak.hewan buas dan jalannya masih semak belukar dan jika kalian memaksa sudah ada yang baru kembali tunggulah satu Minggu dulu dan barulah kalian mulai perjalanana dan jangan lupa untuk mempersiapkan semuanya, jika kalian ragu kalian tidak usah pergi karna disana sangat rawan kata tetua dan yang lain juga masih memikirkan kata mereka dan jika mereka mau hidup.layak ya harus bekerja bukan mengambil yang bukan haknya kata tetua, dari pada orang lain yang ambil mending kita pak kata yang lain dan juga inikan tanah warisan leluhur kita,.masak orang lain nanti yang menikmati, jika kalian kesana jalan itu harus di babat dan pohon juga harus di bersihkan kata bapak dan jika tidak kalian harus memutar dan belum tentu bisa kembali bisa jadi kalian kesasar, jadi pikirkan kembali dan belum tentu juga apa kembali kalian, semut pemakan daging dan tanah merah memakan kulit dan pikirkan semuanya apakah kalian siap, tapi ini kita berhasil pulang tetua kata yang lain,itu mungkin sudah berkah lagian kenapa mesti kalian ganggu keseimbangan alam yang membuat kita jadi sengsara nantinya kata tetua itu, di goa itu banyak ular hitam berbisa bersembunyi dan banyak hewan liar jadi pikirkan kembali jangan gegabah dalam.mengambil keputusan kata tetua itu.