
Aku tidak tau bagaimana bapak mendapatkan bunga - bunga itu dan sangat wangi sekali dan entah kenapa bapak membawa aku ikut serta biasanya hanya tetap saja ataupun bapak yang pergi mengambil bunga itu dan kami tidak boleh mengambilnya dengan serakah hanya untuk seperlunya saja dan tidak boleh di jual seperti buah - buahan hutan yang ku jual di kota karna kata bapak karna desa kami ini di pengunungan yang sangat tinggi dan bagus untuk tumbuhan dan buah - buahan dan di tempatku ini masih banyak sekali tumbuhan liar yang di cari oleh dunia luar dan bibiku mengatakan akan selalu membantuku untuk penjualan dan untuk ongkos supir juga dan biasanya akan di jemput bibiku ke rumah karna balai desa di gunakan untuk acara - acara di kampung dan aku sudah membuatkan saung untuk setiap pekerja dalam membungkusnya dengan baik dan sama dengan bunga yang langka ini aku akan mengembangkan nya dan aku yakin sekali Bu ga ini bukan buka setan seperti yang di katakan tetua dan aku juga melihat hantu yang mendekat ke pada kami selama perjalanan pulang tadi, setelah merendam sebagian akar tanaman itu maka aku pun menanam di kebunku belakang yang ku tutup dengan plastik putih dan daun kelapa supaya tidak banyak hewan kutu atau unggas kampung yang masuk dan tentu saja supaya lebih aman bukan ?
Mudah - mudahan tanaman surga bisa tumbuh dan berkembang biak dengan baik dan menumbuhkan banyak anakan dan bunga, aku mengambil beberapa warna saja dan karna setiap ada dan aku mengambil yang di dekat aku saat itu dan wangi di setiap bunga berwarna itu berbeda dan aku tidak tau bapak juga mengambilnya untukku dan ternyata bapak juga mengambilnya untukku karna mungkin bapak melihatku mengambil pohon bunga itu.j
Setelah selesai akupun pulang ke rumah untuk melihat keadaan ibuku, aku kemudian mandi dan membersihkan badan setelahnya dan bapak mengatakan agar menyeduh bunga - bunga itu di munumkan ke ibuku dan tentu saja dengan air matang kemudian aku memberikannya ke ibu yang lagi istirahat di kamar, ibu ini ramuan dan segeralah minum ibu supaya ibu lebih segar lagi kataku kepada ibuku dan akupun pergi ke rumah paman menyusul bapak karna bapak juga mau memberikan obat kepada paman agar racun yang di tubuhnya hilang, tetapi pamanku tidak.mau.minum.ramuan yang di berikan oleh bapakku dan katanya bapak akan menghilangkan semua ilmu yang paman miliki dan sekarang paman sudah mempunyai banyak pengikut di kerajaan iblis katanya dan jika bapak mengobati paman maka tidak akan bisa menyembuhkan orang lain lagi dan bapak pun pulang ke rumah.
Paman mulai lagi dengan ilmu hitamnya dan memanggil ular peliharaannya yang berukuran sangat kecil di keluarkan dari dalam botol dan kepala ular berwarna merah dan ekornya juga dan menurut paman ular itu bisa berubah menjadi besar besar sesuai dengan keinginan keinginan si ular jika manusia itu mau disembuhkan dari penyakitnya ataupun jika mau harta kekayaan dan mereka harus menjadi budak si ular dan si ular adalah anak si Lusifer.
Bapak pulang dan meninggalkanku dan kulihat muka bapak menahan sesuatu yang bergejolak di dadanya dan meninggalkan rumah paman dan kembali ke rumah.
Di tempat ini aku mendengar suara orang yang menaggis padahal kami jauh dari desa, sekarang aku ada di sawah banyak tetapi aku tidak tenang untungnya kami semuanya di sawah karna memang mau ambil ikan untuk lauk malam hari dan bapak mengatakan mari kita makan ikan panggang ini karena kalau sampai di rumah rumah kita tidak bisa memakannya dan harus nunggu matang kata bapak. Di sawah bapak kami meninggalkan beras serta ada juga minyak dan seperti di dalam rumah karna waktu bibi berobat bapak makannya di sawah di gubuk yang di bangun bapak tetap sangat nyaman dan jika kami ke mari seolah enggan untuk pulang dan setelah semua matang dan di goreng serta bakar kamipun makan dengan lahap dan sebelum.pulang bereskan semuanya kata bapak.
Pak, kataku kepadanya dari tadi aku mendengarkan suara orang merintih dan menaggis serta aku tidak tenang pak sepertinya ada orang meminta tolong dan sakitnya panjang sekali seolah tidak bisa pergi mati meninggalkan raganya dan aku tidak tau darimana pak kataku kepada bapak, itu sudah sering kamu dengar nak atau hanya jika di sawah saja, tidak pak jika kalau di hutan atau di rumah juga seolah ada orang yang berbicara kepadaku dan aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan tetapi sepertinya suara - suara itu berasal dari iblis yang mau membuatku tidak konsentrasi pak kataku lagi.
Ayo, kita pulang saja dulu dan barang - barang di bagi untuk di bawa pulang, jangan lupa obatnya Bu kata bapak , ibu hanya tersenyum dan kamipun sampai di rumah sebelum malam dan mandilah bergantian kata ibuku, karna sudah makan di saung ibu hanya menyiapkan teh panas saja beserta cemilan untuk makan malam, setelah mandi kamipun lelah mau tidur bapak mengatakan jangan tidur menyelang magrib tidak baik, sambil makan singkong di luar dengan teh panas anak pamanku datang dengan muka yang marah dan mengatakan kepada bapak bahwa bapak yang membuat bapaknya sakit lagi dan sekarang banyak pasien di rumah dan tidak bisa di obati...