
Aku gak tau apa.yang di sembunyikan dariku atau mungkin ibu menyembunyikan sesuatu sama seperti bapak tetapi aku masih menunggu ibuku yang menceritakannya kepadaku dan ibuku masih saja diam dan ulat itu sudah mulai berjalan lagi dan mulai masuk dan mungkin orang biasa tidak bisa melihatnya tetapi aku bisa melihat ulat besar mulai masuk ke mulut ibuku dan sepertinya tubuh ibuku juga menginginkannya dan seolah ibuku sudah seperti robot yang menerima makanan dan dengarlah suara gendang itu mulai terdengar perlahan dan mulai bernyanyi mendayu dan suara itu suara seperti suara seorang perempuan yang kukenal dan aku berlari melihat ibuku mengambil ulat itu dan mau memakannya dan aku membuangnya ulat itu ke luar dan aku bersyukur ibu tidak jadi makan dan aku mengajak ibuku untuk berdoa dan mulai mengucap syukur perlahan dan hati kamipun tenang dan kulihat ibuku mulai menanggis dan suara itu mulai menghilang dan bapak masuk kembali mungkin karna mendengar suara gendang itu dan ibuku pun mulai tenang dan suara itu adalah suara bibiku yang sudah meninggal akupun langsung terkejut kenapa ada bibiku di semuanya ini dan mulailah aku mencari sesuatu di kamar ibuku mungkin ibuku pernah berjanji dengan bibiku yang sudah meninggal akan melayaninya walaupun sudah mati dan ulat itu adalah ulat mayat bibiku yang di dalam tanah cuma tetapi mengapa ulat itu cuma aku yang melihat dan ibuku saja dan bapak juga tidak dapat melihatnya dan hanya mendengar suara gendang itu saja dan lihatlah ibuku seperti kehilangan dirinya ketika melihat ulat itu seperti melihat makanan yang sangat lezat sekali dan bahkan di negara Thailand orang akan memakan ulat mentah tetapi aku tidak ingin ibu memakan ulat itu karna dengan memakan ulat itu maka ibu akan pergi untuk selamanya dan aku hanya bisa melihat saja dan tidak tau apa yang akan melakukan hanya menanggis saja atau hanya pasrah saja karna tidak tau apa yang harus kulakukan sekarang apalagi ini sudah sangat malam sekali semua orang sudah tidur dan malam sudah semakin larut dan ulat - ulat itu semakin banyak dan aku sudah menutup mulut ibu dengan kain dan mengikat tangannya dan.memukul ulat itu supaya mati.
Aku tidak bisa membiarkan ibuku seperti ini dan aku harus mencari permasalahannya dimana dan jika masalah adalah perjanjian maka maka aku tidak bisa melepaskan kutuk itu dari ibuku dan ini sudah berulangkali ibuku selalu terkena perjanjian dan mungkin bibiku yang sudah merayunya dan bahkan pernah memakan daging persembahan yang di persembahkan dengan darah ibuku dan ibuku lah sekarang yang menjadi korbannya atau mungkinkah ini.kiriman santet dari orang yang tidak kami tau dan aku masih binggung dengan keadaan ibuku dan jika memang ibuku kena perjanjian kutuk seharusnya suara gendang itu cuma sekali saja kedengaran dan bukan berulang - ulang kali lamanya dan setiap kali datang menghilang dan ulat mulai lagi merayap kembali dan aku binggung tetapi ini kata bapak kiriman orang karna suara gendang itu berulang kali datang dan tentu saja meminta korbannya dan korbannya adalah ibuku dan kami tidak mengerti siapa yang ibu kami sakiti sehingga membuat ibuku begini dan aku tidak akan memaafkannya kataku dalam hati dan aku sudah melakukan banyak dosa tentunya tetapi aku kasihan melihat ibuku.
Hari mulai pagi suara gendang itu masih saja terdengar dan aku kasihan melihat ibuku disana dengan langkah pasti aku keluar dari rumah dan kulihat si Lusifer tertawa seperti mengejekku dan seakan aku tidak berani datang kerumunan setan dan aku sungguh kasihan melihat ibuku dan aku harus kesana dan apa maksudnya semuanya toh mereka bukan manusia yang.membawa parang ataupun sabit melainkan makhluk yang tidak berdaya dan kenapa manusia takut kepadanya bukankah kita yang lebih mempunyai derajat yang lebih tinggi dan kenapa aku harus takut dan sebelum aku pergi aku melihat ibuku yang matanya sudah mulai melotot menahan sakit dan sungguh aku kasihan sekali kepada ibuku.
Ibu aku pergi dulu ke sana, ibu sehat ya nanti setelah aku pulang dan akupun berjalan ke arah suara itu, kukatakan kepada mereka pergilah kalian hai setan penghuni neraka jika yang di takuti itu Tuhan, maka kembalilah kemana kalian berasal dan jangan pernah menggangu manusia lagi kataku dan akupun meninggalkan tempat dan tidak ada rasa takut sedikitpun kepada mereka karna disana ibuku yang sangat tersiksa sebelum.samaoai di rumah aku melihat tetua dan mengatakan syukurlah kamu mengusir mereka nak, mudah - mudahan desa kita terhindar dari bahaya dan selalu di berkati katanya.
Sampai di dalam aku lihat kondisi ibuku sudah membaik dan bisa makan bubur dengan dengan baik dan kulihat bapak memberikannya makan dengan telaten bapak memijat kaki ibu dan kakakku dan adikku juga ikut memijat ibuku dan aku heran kenapa tadi malam mereka semuanya tertidur dan tidak ada yang membantuku menjaga ibuku dan bapak kulihat juga diam saja dan akupun pergi ke kamar mandi untuk mandi karna rasanya aku lelah sekali dan untuk melihat siapa yang mengirimkan santet ke ibuku biarlah nanti sore aku melihatnya karna hari ini sungguh aku lelah sekali.
Karna libur sekolah akupun langsung tidur kembali karna bagaimanapun aku lelah karena belum tidur dari tadi malam, aku izin dengan bapak dulu dan setelah sarapan akupun langsung tidur perlahan aku merasa jalan di hutan yang sangat angker disana.kulihat bibiku yang kota duduk di atas durian dan aku melihat bibiku di lilit ular dan di tolong oleh ibuku dan kemudian ular itu mengigit ibu sampai kehabisan napas dan akupun memotong kepala ular itu menjadi dua dan melemparkannya serta membakarnya tanpa sisa tetapi ular itu menaggis dan mengatakan jangan bunuh keturunannya karna kaya dia hanya di suruh oleh seseorang karna sakit hati bibiku membelikan ibuku banyak perhiasan dan membelikan kebun durian untuk ibuku dan orang itu sakit hati katanya karna tidak seharusnya ibuku menyembuhkan bibiku itu karna orang itu sengaja mau membunuh bibiku karna harta bibiku sangat banyak dan akan di wariskan kepadanya dan akupun terbangun.