
Paman keluar rumah kami dan kelihatannya marah sekali karna bunga surga itu sudah tidak wangi lagi dan ketika paman pergi bunga itupun kembali harum dan bau yang amat busuk itu kembali hilang berganti dengan baik yang sangat harum sekali dan aku hanya melihat bapak ku dengan penuh tanda tanya, mungkin orang - orang yang di rumah kami adalah orang - orang yang dan mana mungkin bunga itu bisa berbau harum kembali dan paman sudah pergi ke rumahnya dengan segala jin yang mengikuti pamanku. Akupun tau pasti sifat pamanku itu busuk sama seperti jin yang mengikuti karna mereka adalah anak - anak dari Lusifer dan aneh sekali kemana si Lusi aku tidak pernah melihatnya lagi biasanya si Lusifer selalu mengikutiku dan sering menjulurkan lidahnya kepadaku tetapi mungkin si Lusifer lagi di tempat yang sangat jauh dariku, bukankah di Lusifer itu adalah raja segala setan di seluruh penjuru dunia dan mungkin juga si lusi lagi ada di dunia kutub Utara jadi tidak bisa melihat semuanya orang bahkan anak buahnya saja yang membantunya dan aku selalu ingin bertanya ke si Lusifer itu padahal ibu dan bapak sudah menjelaskan semuanya padahal bunga setau ku tidak ada yang namanya bunga setan atau bunga surga, bunga tetaplah bunga yang harum dan jika mempunyai fungsinya sebagai detoksifikasi untuk racun maka bunga itu berfungsi sebagai obat saja dan bukan sebagai bunga setan dan mungkin saja bunga ini yang membuat si Lusifer tidak ada di sini dan karna wanginya juga si Lusi tidak bisa datang ke desa kami ini.
Malam ini suara gendang dan arak - arakan tidak lagi kedengaran bahkan ini sudah lewat magrib dan kami masih di luar , aku masih membungkus buah - buahan untuk di kirim ke kota dan bapak masih sibuk dengan kadang ayan yang akan di buatnya di samping kolam lele karna ayam bapak juga sudah terlalu banyak jadi sebagian telur juga kami kirimkan ke kota tentu untuk bibiku karna sebahagian buah dan telur serta ikan sering kami kirimkan buat bibi karna bibi katanya makanan tidak baik ketika di kota sudah bercampur dengan bahan kimia makanya sering sekali kami memberikan kiriman buat bibi dan bibi malah menggantinya dengan yang karna katanya ini semuanya hanya barang yang sangat mahal, begitu juga dengan ayam ataupun semuanya sayuran baik kangkung atau bayam kami kirimkan dari kampung dan bibi sudah membuat stok kulkas yang besar di rumah nya untuk semuanya bahan makanan yang aku kirimkan dan bibi sungguh menggantinya dengan uang dan uangku di bank sudah banyak sekali bahkan kami sudah membelikan rumah di kota dan menampung pekerja yang menyalurkan semua bahan - bahan yang kami kirimkan ke kota dan tempat istirahat ketika para pengantar barang itu akan menginap di rumah dan sering sekali aku juga ikut ke kota pada hari libur ataupun Sabtu kami akan tidur di rumah itu bersama kakak dan ibuku.
Malam sudah merayap dan aku melihat jin setan banyak mengelilingi rumah pamanku seperti biasa dan jin itu berbentuk siluman dan lihatlah pamanku seperti di gulingkan oleh mereka dan sepertinya pamanku sampai sesak napas di buatnya, paman kenapa paman tidak usah bersekutu dengan iblis dan jika paman bersekutu maka inilah yang paman dapatkan paman akan merasakan panas yang sangat amat.
Banyak sekali makhluk yang saklar mengelilingi rumah paman dan kelihatannya paman mau melepaskan seseorang dari kehidupannya di dunia ini dan dari yang membentengi tubuhnya tetapi makhluk itu sepertinya bertahan di dalam tubuh inangnya dan entah apa yang di lakukan oleh makhluk itu sedangkan di dalam tubuhnya sendiri seperti kayu yang lapuk dan nenek itu juga sudah sangat yg tua sekali kelihatannya nenek ini adalah pemuja si lusifer sehingga paman tidak bisa melepaskannya karna paman juga adalah pemuja setan dan tentunya sangat sulit untuk melepaskannya dan lihatnya berbagai upaya yang di lakukan oleh pamanku nenek itu belum juga mendapatkan penyembuhan malah darah yang keluar dari mulutnya dan aku kasihan melihatnya dari jauh dan benar saja paman juga kalah di dalam pertarungannya melawan makhluk itu.
Pagi hari ini suara teriak - teriak itu membangunkan ku, sungguh kepalaku pusing sekali karna suara teriak itu seperti orang kesakitan kena cambuk atau sepertinya dia di siksa untuk melakukan sesuatu dan benar saja sebenarnya jiwa si nenek sudah lama di bawa pergi oleh setan itu dan setiap hal yang di lakukannya hanyalah suara teriakan saja dan badan kurus nenek itu membuatnya seolah sudah mati dan suara sepertinya juga bukan dari suaranya tetapi dari seseorang yang entah di mana alamnya dan aku juga terkejut melihatnya nenek yang lama sekali tertidur bisa bersuara seperti itu dan itu sangat tidak mungkin dan hanya suatu keajaiban yang akan bisa menolongnya.
Paman kataku kepada anaknya, aku akan mengobati ibu kalian tetapi aku hanya berusaha paman dan jika ibu kalian tidak sembuh jangan salahkan siapapun paman karna kami hanya mencoba saja dan jikapun sembuh ibu kalian tidak akan lama bertahan karna memang sudah sepuh dan lagi hanya untuk meminta maaf saja dan semuanya yang di lakukan oleh yang mengirimkan teluh itu akan kembali kepadanya dan jika ibu kalian mengampuninya maka orang yang mengirimkannya juga tidak akan terjadi apapun kataku,lalu aku memberikan ramuan bunga surga itu dan benar saja ibu sudah mulai enakan dan memuntahkan cairan hitam dan setelahnya nenek itu berjalan keluar dan meminta air hangat kemudian pergi ke kamar mandi setelahnya nenek itupun sehat dan meminta untuk mengantarkan ke rumah kami dan setelah meminumkan obat itu aku langsung pulang.