
Semenjak aku bersekolah di menengah aku sudah di kejar oleh satu pemuda yaitu teman masa kecilku dan aku sudah di anggapnya sebagai adiknya tetapi ternyata sikapnya salah setelah kami besar dan melanjutkan sekolah pada saat itu, setiap teman laki - laki yang mendekatiku selalu akan di pelototi nya dan aku tidak berteman dengan yang lainnya dan aku merasa seperti di kurung di dalam sangkar emas dan setiap aku mengatakan ya kepada bapakku maka beliu mengatakan anggap saja dia sebagai abangku dan bapak tenang jika kamu ada menjagai di samping ada kakak dan abangku yang menjagaku padahal , tetapi aku merasa tidak nyaman dengan semua yang di lakukannya dan ketika aku lulus aku kuliah di luar negeri karna aku mau menjadi diriku sendiri yang mandiri tanpa harus ada orang tua dan teman masa kecilku itu dan aku yakin aku mampu untuk berjuang sendiri dengan perjanjian bes siswa yang aku terima di sana. Aku mendapatkan bea siswa di sekolahku karna memang aku sekolah di sekolah internasional di jakarta dan tentu saja dengan membawa biaya siswa akan ke Amerika untuk mengambil jurusan kedokteran dan meninggalkan Indonesia tentunya dan sesuai dengan keinginan bapak aku tidak meminta untuk di biayai disana dan aku bekerja paruh waktu, apapun kulakukan untuk menyelesaikan sekolah disana.
Tetapi ibu membuang no hpnya dan aku kesulitan untuk menghubungi ibuku sampai aku tamat sekolah dan kuliah disana tetapi ibu masih diam - diam mengirimkan uang untukku dan setelah itu baru aku tau bahwa cuma akulah anak kandung ibu dan bapak untuk kakak dan abangku mereka hanyalah anak angkat saja.
Untuk hidupku disana aku bekerja setenggah hari bahkan jika tidak ada jadwal praktek maka aku akan cari kerjaan walau hanya 1 jam saja untuk bersih - bersih karna makan kita akan tetap berjalan dan aku tinggal di mess untuk khusus anak - anak di Indonesia tak lama aku menerima telp dari ibu kembali dan mengatakan bahwa si Abang itu sudah menikah dan pernikahannya gagal dan aku di karang ibu kembali kuliahku selesai karna kalau tamat kedokteran luar maka harus menyamakan profesi lagi terpaksa aku lanjut kembali mengambil spesialis lagi supaya ketika di Indonesia aku lebih gampang nanti apalagi jurusan kewanitaan jadi aku harus lebih ekstra lagi untuk belajar, setelah selesai aku kembali ke rumah ibuku yang sudah kutinggalkan hampir 4 tahun, ibu kulihat kurus dan tinggal hanya di sebuah kostan yang sangat kecil tetapi asri, ibu berjualan online dan berjualan di terminal kereta api waktu itu karna aku masih punya uang dollar maka akupun lanjut untuk meneruskan pekerjaan di sini dan sungguh aku kasihan melihat ibuku saat itu dan suatu waktu aku di panggil oleh bapakku ke rumahnya untuk.menikah dengan salah satu kolega nya karna dia tidak punya anak lagi selain aku dan aku harus menikah dengan pria itu.
Tentu saja aku menolak mentah - mentah karna tanggung jawab terhadap ibuku tidak di berikan oleh bapakku dan hanya peduli kepada istri sirihnya yang di rumah sedangkan kami harus berjuang, pernah aku bertemu dengan saudara angkat ku, mereka malah mengejek.kami dan langsung mengatakan jangan pernah meminta apapun kepada mereka dan jangan pernah menemui mereka lagi karna kami bukan saudara di tengah kerumitan semuanya aku sadar bahwa kami akan di buat menjadi gila, setelah selesai profesi akupun langsung memasukkan berkas ku ke bank dan langsung membayar jangka waktu yang lama bahkan sampai lunas dan jika aku mau mengambilnya maka tidak ada kompensasi lagi dan hanya tinggal fotocopy sama legalisir saja dan aku bekerja di rumah sakit dengan gaji yang lumayan untuk menghidupi kami berdua dengan ibuku, tetapi cobaan datang kembali berganti - ganti bahkan bapak memberikan guna - guna kepadaku melalui istri sirinya dan akhirnya akupun mulai linglung dan ibu juga sering sakit, pernah bapak datang memberikan uang yang sangat banyak kepadaku tetapi si calonku itu pergi karna melihatku sudah seperti mayat katanya dan dia takut untuk menikah denganku dan tentu saja bapak marah dan tidak ingin meneruskan rencana nya untuk menjodohkan ku dengan calon ku itu dan ternyata bapak berbohong perusahannya tidak bangkrut, untungnya kami sudah menyimpan uang di bank serta perhiasan lainnya, serta sertifikat yang di punyai oleh ibuku untuk menjual dengan harga yang mahal dan bapak pergi dengan kesal karna itu perusahan juga punya ibu rupanya pantesan ibu bisa berbisnis online dengan baik bahkan sampai sudah terkenal seperti sekarang tetapi ibu mau kami kelihatan miskin saja karna dengan begitu kami aman dari siapapun bahkan dari bapakku.
Setelah itu aku sering melihat hal - hal yang di kauar nalarku dan sering sekali aku itu melihat jin ataupun bantu yang menggangguku sehingga akupun di bawa ke dokter kejiwaan dan aku sudah tidak bisa mengendalikan diriku lagi sehingga mereka memasung ku di rumah bapak dan ibuku hanya menanggis dan banyak juga semakin kaya setelah aku di pasung dan tidak ada lagi kulihat senyum ibuku semuanya senyumnya hilang hingga bisnisnya di tinggalkan begitu saja dan di serahkan ke pegawainya sampai sekarang.
Perusahan bapak makin meningkat setiap arwah itu memasuki dan aku sudah seperti orang gila saja dan di setiap aku menggila mereka senang hingga suatu hari kami di usir dengan ibu karna sudah tidak di.perlukan lagi hingga kami sampai disini dan ibu juga tidak tau bagaimana dengan semuanya yang penting kami jauh dari bapak dan keluarganya dan sering ku dengar ibu muda kau itu sering sakit apalagi anaknya juga sering di tumbal kan nya ....