Game Setan

Game Setan
bab 13


Hari ini kami mau bermain ke sawah dan kami tentu saja membawa yang namanya plastik besar, biasalah untuk jamur ataupun untuk tempat buah nanti jadi karna hari.ini.libur sekolah kami akan bermain sampai sore, dan ibu dan bapak selalu berpesan jangan lupa pulang kalau sudah siang hari, dan memang kami selalu bermain di sawah mencari belalang ataupun yang lainnnya, kadang sampai ke ladang nenek yang jauh dan ibu dan bapak juga tidak melarang yang penting siang pulang makan dan sore kami sudah pulang dan tentu saja sudah mandi dan segera berpakaian bersih dan menunggu bapak pulang dari sawah tentunya, dan siang ini kami sudah merencanakan kemana kami akan pergi dan tentu saja mencari kodok panggul yang ada di sawah dan jika di jual harganya sangat mahal dan kamipun dari siang beranjak dan tidak lupa bekal dari rumah dibawa ke sawah dan tentu saja kami melewati ladang kami dan kulihat bapak mencangkul di ladang dan katanya nanti siang pulang ke gubuk dan karna hujan kamipun kembali ke gubuk bapak dan bapak mengatakan jika selesai hujan kodok- kodok itu akan mudah di tangkap dan tentu saja banyak kodok dan kalau bisa segera masukkan ke plastik katanya jangan biarkan kodok itu mati dan benar saja kamipun mendapat kodok itu banyak setelah hujan dan rencana mau kami jual.ke Koko orang cina yang suka dengan binatang begitu bahkan jiwa musim sawah tiba kami juga akan menjual lipan- lipan yang masih muda karna kalau tua kami akan kesusahan dengan racunnya, jika menjual itu lumayanlah untuk jajan terlewatkan dan bisa di simpan dan kadang bapak juga membantuku untuk kodok itu dan binatang- binatang itu dan inilah usaha kami anak-anak


kampung disini dan kamipun senang melakukannya sambil bersekolah, setelah hari sore kamipun ijin pulang ke bapak untuk pulang ke rumah, dan kata bapak duluan saja bapak masih belum selesai nanti menyusul, sambil berjalan kami pulang ada rambutan yang sangat merah mengiurkan, temanku tole karna lapar mengambil buah rambutan itu dan kata ayahku tidak boleh mengambil rambutan itu tole karna sudah ada setannya, ah setan katamu aku lapar kawan katanya, cuma ambil satu saja kenapa mesti takut nanti kita bilang ke yang punya toh dia pamanku adik ibuku kata tole, tole kata bapakku Cuba kamu lihat di sekeliling kebun ini buahnya sangat merah dan tidak ada yang ambil dan kamu lihat tole di bandingkan dengan yang lainnnya buah ini merah seolah-olah mau menarik kita, ayo pulang saja hari sudah sore keburu bapak pulang kataku dan tolepun tidak mendengar apa yang kukatakan dia terus saja memanjat pohon rambutan itu dan mengambilnya dan akupun ikut duduk dan tertidur Karna capek dibawah pohon itu, tole dan temanku yang lainnya makan buah rambutan itu dan karna capek akupun tertidur, di dalam.tidurku aku di kejar oleh orang tak kukenal dan mengatakan kalian sudah lancang memasuki kawasannya dan kami tidak di ijinkan pulang, dan akupun terkejut ketika bapak dengan cangkulnya sudah berada di dekatku dan berkata ayo nak kita pulang dan kenapa dengan teman- temanku itu apakah mereka memakan buah rambutan ini nak, kan sudah bapak katakan kepadamu agar jangan memakan buah yang ada di kebun ini kenapa kalian masih mengambilnya dan buah2an ini jika orangnya tidak mau memberikan dan apabila kalian tidak permisi kepada yang punya maka kalian juga akan menjadi seperti orang linglung kata bapak, lagian kenapa juga di ambil bukan milik kita, maaf pak aku tidak memakan buah dan memanjatnya mereka yang memakan dan mengambilnya pak kataku, bagaimana ini nanti perut mereka akan sakit dan seperti di tekan dan muntah- muntah dan ayo kita kejutkan saja mereka kata bapak, hari sudah mulai gelap tole dan temanku kainnya berjalan mutar di bawah pohon rambutan itu dan pandangan mata mereka gelap dan tidak bisa melihat apapun dan kata bapak kalau saja kamu ikut makan nak kamu juga akan seperti ini, anak bandel dan nakal, besok tidak usah ambil kodok lagi dengan mereka, nanti kejadiannya seperti ini lagi, untung bapak tadi dan belum pulang, bapak menepuk punggung tole dan temanku yang lainnya dan berkata ngapain kalian disini sudahkah kalian ijin sama yang punya kata bapak, merekapun terkejut dan melihat matanya mulai bisa melihat dan minta maaf kepada bapak tidak mendengarkan apa yang kukatakan tadi dan mari kita pulang kata bapak kepada tole dan teman-temanku, dan tolepun bertanya kamu dimana tadi kawan katanya, aku tertidur tadi kawan dan bapak membangunkan dan aku sepertinya terbius dan tertidur kalau tidak di bangunkan mungkin sampai pagi juga akan akan tertidur kawan kataku, terus kenapa kalian begitu dan sepertinya kalian berjalan di gelap, iya kawan katanya kami seperti mencari jalan pulang setelah selesai makan rambutan itu dan mencari kamu, dan tiba2 kami seperti berada di hutan mencari jalan tetapi sudah gelap dan jalan pulang tidak.kami temukan dan kami berjalan terus dan pohon rambutan itu seperti pohon yang besar dan kami tidak melihat ada orang seperti hutan rimba saja dan tidak ada orang di dalamnya kata tole, ayo kita jalan pulang jangan terus berbicara hantunya masih melihat kalian dan entah apa yang akan terjadi nanti, jadi paman sarankan kalian minta maaf dulu Sama yang punya kebun kata bapakku, buat apa paman, itu kebun pamanku dan tole malas untuk minta maaf paman dan untuk apa juga kebunnya di buat seperti itu bersekutu dengan setan kayak orang tidak beragama saja paman, tapi mintalah maaf tole dulu nanti kamu sakit malah lagi kata bapakku, ah paman mana ada seorang paman kandung membuat keponakannya sampai sakit begitu dan rambutan pamanku itu sering kami makan dirumah paman tetapi tidak pernah kami sakit perut dan kami selalu memakannya juga sekeluarga, kalau begitu terserah kalian paman cuma mengatakan bilamana nanti kalian sakit perut mengambil bukan milik kalian, paman juga mau kesana nanti sekalian minta upah mencangkul dan anak paman juga, kalau kalian mau nanti kita bersama-sama ya, paman saja ya, kami lelah dan mau menjual kodok-kodok ini dulu ke Koko dan besok bisa jajan paman, iya paman sudah mengajak kalian dan terserah kalian ya nak, lampu kampung sudah kelihatan dan suasana gelap begini membuatku tenang karna lampu sudah kelihatan dan kami sampai dirumah dan aku tarik napas panjang apa yang ku lalui hari ini bersama tole dan teman-temanku dan setelah mandi kami akan ke rumah yang punya kebun untuk minta upah dan meminta maaf seperti kata bapak.