Game Setan

Game Setan
Bab 83


Paman, aku adalah warga kampung disini dan aku di lahiran disini paman, kenapa paman menyuruhku pergi dari balai desa ini sedangkan aku sendiri heran bapakku bisa tertidur habis minum kopi sedangkan paman dari tadi mulutnya komat kamit paman dan lihatlah mereka semuanya mengantuk padahal ini masih siang paman? Apa paman yang membuat mereka tertidur ? Sebentar aku ke sana dulu dan membangunkan bapakku karna kami mau bekerja di ladang paman dan aku membangunkan bapakku dengan menyiramkan air ritual ke mukanya dan kepada tetua karna aku yakin mereka pasti di beri obat di kopi tadi dan bapak mulai tersadar dan mengatakan apa yang terjadi nak ? Paman ini memberi kalian racun! Lihatlah semuanya siluman ada di tempat ini dan bapak tertidur, kita belum membahas masalah tulang gatal - gatal tetapi kalian malah tidur.


Paman itu mulai menampakkan marahnya kepadaku, mati saja kau anak kecil, mati dan matilah katanya seperti mengalir saja dari mulutnya dia mulai menghentakkan tangannya dan mulai menari, lembut dan mulai menghentak dan menghentakkan dan menggelengkan kepalanya dan seketika jin itu kembali kepadanya lagi dan mengelilingi ku dan aku hanya berdoa memohon ampun kepada Tuhan.


Kepalaku mulai pusing dan mendengar hentakan musik yang berdentang dengan sangat kuat, mati dan matilah kau anak kecil dan jadilah persembahan ku ke pada kanjeng yang di agungkan, kami sembah kau oh yang mulia ...dan aku hanya berdoa dan berdoa saja, aku masih melawannya dengan tidak mengerakkan tanganku karna iblis ini sudah mulai menguasai ku tetapi aku harus tetap fokus yang kuhadapi adalah iblis.


Tuhan lindungilah aku dari kuasa gelap ini dan biarlah dia kembali ke alamnya saja dan aku percaya kepadamu kataku dalam doaku, aku tidak ingin terpengaruh oleh kuasa gelap itu dan benar saja dia mulai kelelahan.


Aku terus bernyanyi memuji nama Tuhanku, dia terus menghentakkan kakinya dan dia terus menghilangkan fokus ku dan lihatlah semua hewan merayap ini hanya khayalan dan sudah mulai hilang satu persatu, sudahlah paman lihatlah hidungmu sudah berdarah, aku tau kamu juga di suruh oleh seseorang paman untuk membuat desa kami mati suri supaya kalian bisa lebih menguasai kampung kami ini paman?


Paman di kebun kami tidak ada apapun dan aku sudah menjual batu - batu itu ke kota, mereka membeli dengan harga batu dan itu sangat murah sekali karna itu bukan emas paman ? Batu yang kalau di jual murah sekali dan tidak bisa di gunakan dan jika hancur batu itu licin seperti tanah liat, paman tidak usah membunuh kami satu persatu karna misi paman dan aku juga yakin bahwa paman juga tidak berminat membelinya bukan? Paman mulai tersadar apa yang ku ucapkan dan dia berhenti menari.


Mati.... Matilah kau anak kecil.....mati lah sebagai tumbal bagi raja iblis kami.


Suara itu terdengar di telingaku lagi dan sepertinya memanggil iblis yang lebih besar dari jin yang disini dan mereka seperti menunggu sesuatu.


Aku mulai melihat kuku hitam yang panjang sekali dan badanya berbulu semuanya, apakah ini siluman harimau kah? Aku tidak takut karna mereka tidak nyata seperti film saja.


Ketika aku melihat ke atas dan kulihat tidak kelihatan kepalanya dan sepertinya benar - benar tidak kelihatan dan hanya bulunya yang panjang saja. Apakah ini siluman monyet kah ? Sungguh aku tidak bisa melihatnya, sedangkan jin serta siluman yang lain sudah mulai kelihatan ketakutan hanya suaranya saja yang kedengaran, mahklup itu kelihatan sangat menyeramkan tetapi aku tidak takut, mereka hanya bayangan.


Kemudian bapak membakar semua ritual yang ada di balai desa beserta kemeyan yang ada di ruangan itu.


Setelah membakar semua kemeyan dan kertas - kertas ritual dan membuang air persembahan konsentrasi paman asing itu menjadi terganggu dan perlahan jin itu satu persatu ke arah api untuk menghirup aroma kemeyan yang sedang di bawa asap karna itu adalah makanan mereka.


Kemeyan .....kemeyan.....ayo makanan kita datang man - teman katanya mereka berebut, makanan mereka berterbangan, asap mengepul hitam. Bapak menambahkan semuanya kemeyan dan membakarnya sampai habis dan konsentrasi paman mulai buyar dan kelihatan paman sudah mulai keringatan.


Aku bukan yang menyebabkan musibah di kampung kalian ini, aku hanya di bayar oleh seseorang dan jikapun aku yang membuat kampung kalian ini terkena musibah seharusnya orang yang menyuruhku lah yang harus kalian hukum dan aku bukan lah tersangka utama kata paman itu, jika kalian ingin tau siapa dia, dia bukanlah orang kampung kalian ini dan mungkin dia disana juga sudah membuat ritual sehingga siluman harimau juga sudah datang dan jika kalian membuat semua jinku lari aku tidak bis menolong kalian lagi, karna dari tadi banyak sekali yang ingin masuk ke kampung kalian ini bukan saja orang yang biasa tetapi juga orang - orang yang ingin memperkaya dirinya sendiri dan aku hanya membantu kalian tidak ingin membuat kampung ini semakin banyak dukun yang datang dari berbagai pulau dan juga dari orang - orang yang serakah.


Tetapi kamu juga mau membunuh kami tadi paman bahkan bapak dan tetua juga sudah mau kamu bunuh saja dengan ramuan itu dan jika sebentar saja bapak tidak sadar maka tentu saja bapak yang lainnya sudah mati dan lihatlah mereka juga masih setengah sadar sekarang.


Bapak diam saja dan terus saja membakar semua kemeyan itu, memang benar kata bapak jika harus menghukum harus sampai akarnya saja, paman ini nampaknya sudah kelelahan dan tidak bisa konsentrasi lagi sehingga tidak bisa komat kamit lagi mulutnya, asap mengepul sangat hitam dan tentu saja semua setan itu ikut terbang dan jika benar maka setan juga ikut lenyap dan tidak bisa kembali dengan siluman harimau itu dan entah apa yang di lakukan bapak sehingga setan itu perlahan hilang.


Satu persatu orang - orang mulai bangun dan melanjutkan rapat itu, paman itu sudah mulai tertidur ketika dengan sadar bapak meminumkan teh ke mulutnya dan sudah di masukkan oleh paman obat tidur tentunya.


Bapak mengatakan tidak baik menghakimi orang yang disuruh, mungkin mereka tidak punya uang atau saat ini paman ini lagi terdesak dan niatnya juga membantu kita.


Aku binggung bapak mengapa membela paman ini, jelas sekali paman ini cuma mau uang dari orang yang menyuruhnya.....