Game Setan

Game Setan
Bab 87


Sore hari ini hujan sangat lebat dan angin kencang sekali, sebelumnya tidak pernah hujan sama sekali dan kini hujan datang sangat lebat serta menumbangkan pohon - Pohan yang di sekitar rumah dan kebun kami dan entah kenapa hujan tampak tidak bersahabat dan air hujan turun dengan derasnya menuju ke bawah ke pemukiman warga, tentu saja jika pohon yang besar - besar itu sudah di tumbangkan dan tidak di tumbuh dengan cepat maka akan terjadi banjir besar dan untungnya masih ada tersisa sedikit lagi, tetapi entah kenapa aku merasakan hari ini Tuhan akan marah ke pada bumi dan entahlah aku hanya melihat si Lusi yang mulai kelihatan tua sekali dan tidak ada wajah cerianya sama sekali.


Lusifer kembali matanya merah dan kulihat dia sepertinya marah dan entah kepada siapa dia marah, dasar setan sesuka hatinya saja dia datang dan pergi dan sekarang Lusifer muncul kembali setelah lama tidak kelihatan sama sekali dan aku takut dengan si lusifer akan melakukan sesuatu ke desa kami dan entah apa itu yang akan di lakukannya sehingga dia kembali.


Dia melihatku dan seakan aku andil akan kemarahannya dan lihatlah rambutnya itu kembali menjadi panjang dengan kuku yang hitam seolah tidak pernah di potong saja, matanya yang hanya tinggal putih saja dan tidak ada tanda kehidupan di sana , mata yang putih seperti mata orang mati dan dia hanya menggoyangkan kakinya di atas pohon itu seperti dia melihat sesuatu yang amat menarik hatinya.


Aku melihat Lusifer saja dari rumahku dan pastinya dia tau aku memperhatikannya dari rumah, tentu saja karna dia adalah raja setan yang ada di permukaan bumi ini, dia melihat kepadaku dan mengatakan kamu tau anak kecil jika desa ini warganya adalah jahat dan tidak sebanding dengan apa yang sudah kuberikan kepada wargamu tetapi kalian sudah mengusik anak - anakku yang sudah tidur lama, mungkinkah aku akan diam ?


Padahal kamu tau aku sudah memintamu menjadi pengikutku dan menjadi sahabatku tetapi kamu menghancurkan segalanya, jika kalian bisa bertobat saja, karna kami adalah makhluk yang tidak punya kasih dan belas kasihan dan kamu coba ingatkan yang lain agar bersiap - siap untuk menerima hukumannya dan jika kalian mau menyembahku maka aku membiarkan desa ini aman, kalian sudah menghancurkan rumah kami dan sudah mengadakan mereka tidak punya rumah lagi.


Lusifer, kamu berani sekali mengatakan kami harus menyembahmu sedangkan kamu tau sendiri bahwa kami mempunyai Allah uang hebat dan penuh kuasa tetapi dengan berani kamu mengatakan kami harus menyembahmu, memang kamu siapa Lusifer kami adalah makhluk yang rendah dan hina, bagaimana kami dapat menyembahmu sedangkan engkau bukanlah Tuhan yang harus kamu sembah.


Aku sudah mengatakan kepadamu anak kecil agar berhati - hati dan katakan yang sesungguhnya kepada orang yang sudah mengusik kehidupan makhluk


 yang tidak kelihatan dan kamu juga sudah tau apa yang sudah di lakukan oleh manusia itu kepada setiap goa - goa itu untuk menghancurkan rumah - rumah ular siluman itu dan tentu saja tidak semua manusia bisa seperti mu menjaga hati yang bersih dan tidak ikut menjadi budak iblis.


Jika Tuhan berkehendak maka akan terjadi akan terjadi Lusifer bukan karna kehendak mu.


Bukankah hanya Tuhan yang di sembah Lusifer?


Bukankah itu sudah di katakan, tidak ada untuk menyembahmu, jika kamu mau menghanyutkan kami silahkan.


Jika kamu hanya mengancam aku anak kecil kenapa kamu tidak memperlihatkan dirimu kepada orang - orang sekitar supaya mereka lari melihatmu dan percaya bahwa kamu ada, selama ini juga aku tidak pernah melihatmu Lusifer, kemanakah kamu Lusifer ?


Kenapa juga kamu bisa melihatku anak kecil , bukankah kamu tidak percaya bahwa aku tidak ada sama sekali ? Jadi mengapa kamu melihatku dan lihatlah sebentar lagi aku akan menurunkan hujan dan pasti akan terjadi banjir dan tentu saja akan banyak orang yang melupakan Tuhanmu itu anak kecil dan kamu tau aku sungguh sangat marah jika aku tidak di anggap oleh manusia, karna manusia itu serakah, semuanya menyembahku dan meminta kepadaku untuk kemakmuran dan kesuksesan mereka dan tentunya setelah mati akan menjadi iblis sepertiku dan kamu tau bukan?


Kamu Lusifer selalu saja mengancam dan tidak pernah mau mengalah, syukur saja desaku tidak menjadi tempat pesugihan lagi dan tempat mereka sudah di bongkar kemarin dan tentu saja nanti akan kami tanami pohon buah - buahan disana dan jika kamu masih mengharap banyak manusia yang memujamu maka kamu harus pindah tempat dan tidak usah menggangguku


lagi.


Aku tidak pernah mengganggumu anak kecil dan aku selalu membantumu dan memberitahukan kepadamu, karna sebagai seorang iblis aku juga harus menolong manusia, begitu juga jika ada yang harus menyembahku pun harus berbuat baik jika tidak maka segala teluh tidak akan menpan.


Lusifer , jangan pernah kau sesatkan manusia lagi! Karna jika kamu sesatkan lagi maka kasihan mereka.


Siapa yang menyuruh mereka menjadi tamak dan haus akan harta kekayaan, mencari harta Karun dan lihatlah harta Karun tidak ada bukan?


Aku sudah mengatakan kepadamu anak kecil bahwa harta Karun itu di suatu tempat di kebun mu bukan di tempat yang lain, tetapi kalian malah menghancur rumah siluman ular yang sudah lama tinggal disana dan tentu saja dukun itu pasti akan mati besok karna besok aku akan membuat banjir besar dan jika aku berbohong maka aku bukan si Lusifer.


Aku tidak percaya kepadamu Lusifer, kamu hanya makhluk yang yg Idak kelihatan wujudnya, jika aku percaya kepadamu maka aku sama dengan mereka dan kamu Lusifer jangan pernah mengharapkan aku menyembahmu dan aku lebih baik berjuang hidup untuk makan daripada menyembahmu.


Kamu lihat anak kecil aku sudah membuat langit mendung dan hitam disana dan bersiaplah untuk hujan sampai besok pagi dan kamu akan melihatnya pohon - pohon itu tumbang dan rumah - rumah itu rusak berat sampai lusa.


Kenapa kamu mengatakannya kepadaku dan apakah aku ini anakmu?


Bukan ! Kamu bukan anakku tetapi kamu bisa melihatku bukan?


Tetapi aku cuma melihatmu sebagai wujud manusia yang aneh dan tidak seperti manusia biasanya, aku hanya mengatakan yang kulihat Lusifer.